Kamis, 28 Oktober 2021

MENGASIHI DENGAN KASIH SEJATI ~ Mezbah Keluarga ~ 28/10/2021






MEZBAH KELUARGA 
Rabu, 28 Oktober 2021
1Yohanes 3:16-18
MENGASIHI DENGAN KASIH SEJATI


 



💠 MEMBACA MAZMUR :
       ðŸ“œ Mazmur 96:7-9

Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa, 

KEPADA TUHAN SAJALAH KEMULIAAN DAN KEKUATAN! 

Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, 

BAWALAH PERSEMBAHAN DAN MASUKLAH KE PELATARAN-NYA! 

Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan, 

GEMETARLAH DI HADAPAN-NYA, HAI SEGENAP BUMI! 



 
💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.


💠 MENYANYI :  KJ 14.

🎶 
Muliakan Tuhan Allah, 
muliakan Tuhan Allah,
muliakan pimpinanNya 
dalam kasih sayangNya.


 ðŸŽ¶
Kami datang kepadaMu, 
kami datang kepadaMu,
bersyukur sebulat hati, 
kar'na kasihMu besar.




💠 BACAAN ALKITAB :
      📖  1Yohanes 3:16-18

16 Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. 

17 Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? 

18 Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. 



💠 RENUNGAN : 


MENGASIHI DENGAN KASIH SEJATI
 
Kasih yang sejati bukan hanya dalam bentuk kata-kata saja, namun harus diwujudkan di dalam pengorbanan bagi pribadi yang dikasihi. Bukan berarti mengutarakan kasih dalam bentuk kata-kata tidak penting, namun tidak cukup. Karena sesungguhnya kasih bukan hanya perasaan, sehingga kata kasih bukan sekadar kata sifat namun juga adalah kata kerja. Hal ini menunjukkan bahwa kasih perlu diwujudkan dalam tindakan, di dalam hal ini tindakan berkorban demi membawa kebaikan bagi orang yang kita kasihi. Bahkan ukuran dari kasih adalah besarnya pengorbanan yang dilakukan. Semakin kita mengasihi maka kita akan semakin rela untuk berkorban.

 



Bahwasanya kasih tidak cukup diwujudkan di dalam kata-kata belaka itulah yang diutarakan di dalam 1Yohanes 3. Di situ rasul Yohanes menulis: "Marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran." Tentang hal ini ia menyebut kasih Kristus sebagai teladan. Kasih Kristus yang diwujudkan dengan mengorbankan nyawa-Nya bagi kita. Dengan mengacu kepada kasih Kristus itu ia menulis: "...jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita." Semua ini menunjukkan bahwa kasih yang sejati haruslah diwujudkan dalam bentuk pengorbanan, yaitu dengan menolong orang lain demi kebaikan mereka.


PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :

Apakah yang menghambat orang untuk mengasihi orang lain dengan kasih yang sejati? Mengapa demikian?
 

💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
 

💠 MENYANYI :   PKJ 212

🎶 
Ya Allah, kasihMu besar,
lebih besar dari segala,
tiada terduga dalamnya,
tiada terjangkau luasnya.

Ya Yesus, kasihMu besar,
lebih besar dari segala.
Hidup kekal Engkau beri
dan aku hidup berseri!

Ref.
Dalam doa aku bersyukur
atas limpah kasihMu.
Ajar aku mengasihiMu
dan sesama manusia.


💠 BERDOA :
 
......

Ya Tuhan, Engkau adalah pribadi yang penuh kasih. Engkau telah membuktikan kasih-Mu dengan menyerahkan nyawa bagi diri kami. Betapa kami bersyukur karena kasih-Mu itu memulihkan kehidupan kami.

Ya Tuhan, tolonglah diri kami agar dapat mengasihi orang lain seperti Engkau telah mengasihi diri kami

Ubahlah hati kami agar tidak lagi hidup dengan sikap mementingkan diri sendiri. Karena sikap inilah yang menghambat diri kami untuk hidup meneladani kasih-Mu. 

Mampukan diri kami untuk memperhatikan kepentingan orang lain, kalaupun untuk itu kami harus berkorban bagi mereka.

 

Ya Tuhan yang Pengasih, pagi ini dengan merendahkan diri di hadapan-Mu kami memohon pertolongan-Mu agar kami dapat mengisi hari ini dengan kehidupan yang menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kami.

Karena dengan hidup tidak hanya memikirkan diri sendiri maka cakrawala pemikiran kami akan bertambah luas, dan kehidupan kami akan bertambah dewasa. 

Untuk itu tuntunlah hidup kami ya Tuhan, agar senantiasa berjalan di dalam kebenaran-Mu dan sertailah diri kami. 

Karena di dalam penyertaanMu kami akan mengalami damai sejahtera dan keberhasilan yang mengiring kehidupan kami.

Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami,  kami berdoa. 

 
***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 
Amin. 

Tidak ada komentar: