Selasa, 19 Januari 2021

INSPIRASI : Pemeliharaan TUHAN






INSPIRASI : Pemeliharaan TUHAN







Cicak cicak di dinding...
Diam-diam merayap...
Datang seekor nyamuk...
Hap...
Lalu ditangkap...

Mari kita amati bagaimana seekor cicak menangkap seekor nyamuk.

Nyamuk sebagai makanan cicak,
tapi justru nyamuk lah yg “mendekati” cicak,

Andaikata nyamuk tidak terbang menuju cicak,
maka tidak mungkin cicak bisa mendapatkan makanannya.

Sebab nyamuk bisa terbang dengan gesit, sementara cicak hanya bisa merayap saja.


Peristiwa ini tampaknya biasa saja,
tapi coba liat bagaimana sempurnanya TUHAN memelihara ciptaanNYA.

Tugas Cicak hanya “melangkah” memaksimalkan “talenta” nya,
yaitu merayap dan dengan cepat menangkap nyamuk.

Sisanya adalah bagian yang TUHAN kerjakan,
yaitu memberi “kekuatan” dan kemampuan menangkap REJEKI dan “memerintahkan”­ REJEKI untuk mendekat pada cicak.

Kalo saat ini kita sedang dihimpit kesulitan hidup dan begitu kuatir tentang hari esok,
lihatlah cicak tiap hari keluar dari sarangnya untuk mencari makan.

Tak terbayang sebelumnya ke mana dan di mana dia harus mencari nyamuk.

Mungkin terkadang ia pulang dengan perut kenyang, tapi bisa juga mungkin ia pulang dengan perut lapar karena cicak pasti lebih sering lapar akibat tidak punya “kantor” atau tempat kerja yg tetap seperti kita apalagi setelah lahannya banyak yang diganggu manusia.

Namun yang jelas tak pernah ada Cicak yang berusaha untuk bunuh diri, mabuk²an karena frustasi, marah atau sakit hati.

Cicak pun tak pernah berharap pada sesamanya atau pinjam sana sini,
Cicak juga tak perlu menjual diri atau berjudi.

Cicak tetap optimis akan setiap “REJEKI” yang dijanjikan TUHAN.

Tampaknya seekor cicak sangat “menyadari” bahwa demikianlah hidup, asalkan tetap MELANGKAH dan memanfaatkan KEKUATAN dan TALENTAnya, serta PERCAYA atas pemeliharaan TUHAN ..

Bukankah TUHAN berikan pada kita KEKUATAN dan TALENTA juga untuk mencari nafkah yang jauh lebih sempurna dibanding cicak?

Lalu kenapa kita harus takut akan masa depan kita yang dijaga oleh Tuhan ??
Andalkan Tuhan dalam setiap langkah hidup kita, pasti kita dapat yang terbaik ..

Tuhan memberkati ..

Mezbah Keluarga : MENCARI TUHAN



MEZBAH KELUARGA
Selasa 19 Januari 2021

Menyanyi :  PKJ 103. (1, 2)
Carilah Dahulu Kerajaan Allah
(Seek Ye First)

🎶  Carilah dulu Kerajaan Allah
 beserta kebenaranNya,
 maka semua ditambah padamu.
 Halelu, Haleluya!

🎶  Mintalah, Tuhan pasti memberi,
carilah kau pasti dapat.
Pintu dibukaNya bila kau ketuk.
Halelu, Haleluya!

Berdoa :
🤲
Ya Allah, terangi pikiranku dengan kebenaran;
Kobarkan hatiku dengan cinta;
Ilhami kehendakku dengan keberanian;
Perkaya hidupku dengan pelayanan;
Ampunilah salahku yang lalu;
Kuduskan hidup yang kujalani;
Dan bentuklah bagaimana aku seharusnya.
Amin

Membaca Alkitab : Yohanes 6:16-24 

Renungan : MENCARI TUHAN

 
      Mukjizat pemberian makanan untuk 5000 orang memperlihatkan kebesaran kuasa Yesus. Juga menunjukkan bahwa Dia adalah Tuhan yang peduli dan menyediakan kebutuhan umat-Nya. Namun rupanya hal itu tidak membuat para murid mengalami pengenalan akan Yesus yang semakin dalam. Maka di tengah gelapnya malam dan kuatnya tiupan angin, mereka tidak dapat merasakan kehadiran Yesus. Di tengah laut yang sedang bergelora (ayat 18), sulit untuk memercayai bahwa Yesus sedang berjalan di atas air, menuju perahu mereka. Akibatnya, mereka ketakutan (ayat 19)! Mungkin mereka menyangka telah melihat hantu. Akan tetapi, setelah Yesus menjelaskan siapa Dia, dan setelah Dia masuk ke dalam perahu, laut pun tenang. Perahu itu sampai ke tempat tujuannya (ayat 21). Peristiwa penyelamatan ini menunjukkan bahwa Dia melindungi orang yang percaya kepada Dia. Tindakan-Nya kembali menyatakan bahwa Dia berkuasa atas alam semesta, yang sedang mengamuk sekali pun.
 
       Mukjizat pemberian makanan untuk 5000 orang merupakan tanda yang seharusnya membawa orang pada pemahaman tentang keilahian Yesus Kristus. Namun bukan demikian yang terjadi pada orang banyak. Mereka mengira bahwa harapan mereka akan kedatangan Mesias telah terwujud. Sebab itu mereka ingin menjadikan Dia raja (ayat 15), dengan impian dapat menikmati roti gratis setiap hari. Artinya kebutuhan pangan terpenuhi tanpa perlu kerja keras. Itulah sebabnya mereka kemudian mencari-cariYesus (ayat 24).
 

       Berpaling pada Tuhan atau mencari Tuhan untuk kepentingan diri sendiri masih dilakukan orang hingga saat ini. Misalnya, agar memiliki kehidupan yang makmur dan penuh damai sejahtera. Atau karena ingin kebutuhan mereka terpenuhi. Kebutuhan yang dimaksud tentu saja kebutuhan material dan bukan kebutuhan rohani. Begitu pulakah kita? Apakah ini menjadi isi doa kita sehari-hari? Kiranya kita mencari Tuhan karena kerinduan untuk mempertuhankan Dia di dalam hidup kita sehari-hari.

Menyanyi :PKJ 103. (3, 4)
Carilah Dahulu Kerajaan Allah
(Seek Ye First)

🎶  Bukan makanan saja kau perlu;
paling perlu firman Allah
yang merupakan jaminan hidupmu.
Halelu, Haleluya!

🎶  Jika berkumpul dalam namaKu
dua atau tiga orang.
Di situ Aku berada di tengah.
Halelu, Haleluya!

Berdoa :

🤲  Ya Allah yang Mahatinggi dan Mahamulia, 
terangi kegelapan hati kami 
dan beri kami 
suatu iman yang sejati, 
suatu pengharapan yang jelas dan 
suatu kasih yang sempurna. 

Beri kami suatu kesadaran Ilahi 
dan pengenalan akan Diri Tuhan, 
sehingga kami bisa melakukan setiap hal 
untuk menggenapi kehendak-Mu; 
melalui Yesus Kristus, Tuhan kami.


Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.
 

Minggu, 17 Januari 2021

MEZBAH KELUARGA : Karya Kristus mencukupkan yang terbatas


Mezbah Keluarga 18 Januari 2021

Menyanyi : KJ 413. (1) 
Tuhan, Pimpin AnakMu

🎶  Tuhan, pimpin anakMu, 
agar tidak tersesat.
Akan jauhlah seteru, 
bila Kau tetap dekat
Ref.
Tuhan pimpin! 
Arus hidup menderas;
Agar jangan 'ku sesat, 
pegang tanganku erat.


Berdoa :

🤲  Ya Allah yang Mahatinggi 
dan Mahamulia, 
terangi kegelapan hati kami 
dan beri kami 
suatu iman yang sejati, 
suatu pengharapan yang jelas 
dan suatu kasih yang sempurna. 

Beri kami suatu kesadaran Ilahi 
dan pengenalan akan Diri Tuhan, 
sehingga kami bisa melakukan setiap hal 
untuk menggenapi kehendak-Mu; 
melalui Yesus Kristus, Tuhan kami.
Amin.

Membaca Alkitab : Yohanes 6:1-15
 
Renungan :
KARYA KRISTUS MENCUKUPKAN YANG TERBATAS


Yohanes 6:7-9, Jawab Filipus kepada-Nya: "Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, ..." Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"

       Penulis Injil Yohanes mengungkapkan Yesus, figur kontroversial, yang memberi makan 5000 orang lebih di seberang danau Tiberias, di tempat di mana tidak ada pasar, rumah makan, atau dana yang cukup untuk membeli makanan. Yesus tidak bingung dengan situasi demikian, karena Ia tahu apa yang akan Dia perbuat. Namun Yesus ingin melibatkan para murid di dalam karya Kerajaan Surga. Maka Yesus menanyai Filipus mengenai tempat untuk membeli makanan. Filipus yang berasal dari daerah di sekitar situ, dia dianggap menguasai daerah itu dan mengetahui di mana tempat membeli makanan. Filipus lebih memikirkan jumlah uang yang harus ada bila Yesus dan para murid ingin memberi makan orang yang begitu banyak. Padahal pertanyaan Yesus kepada Filipus bertujuan agar para murid menyadari besarnya masalah, sulitnya mencari solusi, tetapi melihat bahwa ada Yesus. Ia ingin ada iman dalam diri mereka. Andreas memperlihatkan betapa minimnya sumber makanan yang ada. Baik Filipus maupun Andreas tidak menyadari bahwa justru dalam kelemahan semacam itulah yang menjadi jalan bagi penyataan kuasa dan pemeliharaan Tuhan. Apa yang tidak mampu dilakukan para murid, dapat terjadi oleh kuasa Yesus Kristus. Maka Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur, dan membagi-bagikan- nya. Maka setiap orang pun menjadi kenyang, bahkan masih tersisa makanan sebanyak 12 bakul. Keterbatasan sumber makanan tidak membuat mereka kekurangan. Kuasa Yesus membuat sumber yang terbatas menjadi tidak terbatas.



          Yesus adalah seleb dan influencer populer, karena kabar tentang karya dan mujizat yang dikerjakan-Nya. Setelah mujizat di kota Kana, maka kali ini, Ia menyatakan kemuliaan Allah yang mencukupkan persediaan yang terbatas. Hanya dengan dua ikan dan lima roti cukup untuk memberi makan 5000 orang, bahkan masih ada sisa 12 bakul. Peristiwa ini menjadi media pengajaran dan kesaksian tentang Allah yang hadir dan membarui. Ini membawa dampak bagi yang mengikuti-Nya maupun yang membenci-Nya.


         Allah berkarya melalui kelemahan manusia. Ia tidak memilih orang yang kuat atau yang merasa diri kuat. Allah memilih orang yang lemah supaya Ia dapat menyatakan kuasa-Nya melalui kelemahan mereka. Melalui situasi sulit seperti pandemi Covid dan bencana alam yang terjadi bersamaan, Allah sedang memperlengkapi kita untuk bangkit dan berjuang sehingga dapat memberi kesaksian tentang kuasa-Nya melalui Kristus yang terus bekerja dalam kehidupan ini. 
 
Amatilah! 
Apa yang Kristus kehendaki untuk kita lakukan di masa sulit ini?

Ingatlah! 
Kristus memberi kita tugas yang tidak dapat kita lakukan dengan kekuatan kita sendiri karena melalui kita, Ia ingin menyatakan kuat kuasa-Nya. 

Amin.
 
MenyanyiKJ 413. (2) 
Tuhan, Pimpin AnakMu

🎶  Hanya Dikau sajalah 
Perlindungan yang teguh.
Bila hidup menekan, 
Kau harapanku penuh.
Ref. :
Tuhan pimpin! 
Arus hidup menderas;
Agar jangan 'ku sesat, 
pegang tanganku erat

 
Berdoa :

 ðŸ¤²  Ya Tuhan, Engkaulah Sang Misteri,
yang melampaui semua definisi, 
Kami berdoa kepada-Mu
Ketika di tengah ketidakpastian,
kami dapat beriman.
Ketika di tengah kecemasan,
kami dapat kelegaan.
Ketika di tengah ketegangan,
kami dapat ketenangan.
Ketika di tengah ketakutan,
kami dapat andalkan.
Ketika di tengah keraguan,
kami dapat kepastian.
Ketika di tengah kebingungan,
kami dapat kejelasan.
Ketika di tengah pandemi dan bencana,
kami mengenal damai.
Ketika di tengah keadaan apa pun,
kami mengenal kasih.

Ya Tuhan, besertalah dengan kami,

 ---- saat teduh -----

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

Sabtu, 16 Januari 2021

PA Metode BGA Matius 10 : 1 - 15

PEMAHAMAN ALKITAB
Dengan metode BGA (Baca Gali Alkitab)
 
Matius 10:1-15
 

Matius menceritakan perihal Tuhan Yesus memanggil para murid-Nya untuk datang dan berkumpul bersama-Nya karena Dia hendak mengutus mereka. Ada dua konteks pengutusan para murid di dalam cerita Injil. Pertama, berhubungan dengan pengutusan 12 murid (bdk. Mrk. 6:7-13; Luk. 9:1-6). Kedua, ditujukan kepada 70 murid (bdk. Luk. 10:1-12).
 
Matius menyebut kumpulan murid-murid Tuhan Yesus "keduabelas murid" sebagai lambang "Israel yang baru". Mereka oleh Matius disebut rasul, yang secara harfiah artinya "yang diutus". Orang yang memperoleh sebutan ini mempunyai kuasa untuk bertindak atas nama yang mengutus dirinya. Karena para rasul diutus oleh Tuhan Yesus, maka mereka bertindak atas nama-Nya.
 
Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang dilakukan Tuhan Yesus terhadap para murid? (1)
2. Siapa sajakah nama-nama ke-12 rasul Tuhan Yesus? (2-4)
3. Wilayah mana yang tidak boleh didatangi, ke mana seharusnya mereka pergi, dan apa yang harus mereka lakukan di tempat tersebut? (5-8)
4. Barang-barang apa saja yang tidak boleh dibawa oleh para rasul dan di mana mereka boleh menginap? (9-11)
5. Dalam hal apa salam diberikan, dan bagaimana merespons terhadap penerimaan atau penolakan salam tersebut? (12-15)
 
Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apa yang menjadi tugas dan panggilan Anda sebagai pengikut Tuhan Yesus?
2. Apakah Anda menikmati tugas dan panggilan Anda sebagai pengikut Tuhan Yesus pada saat ini?
 
Apa respons Anda?
1. Hambatan apakah yang Anda hadapi di dalam melakukan tugas dan panggilan Anda sebagai pengikut Tuhan Yesus?
2. Bagaimana Anda mengatasi hambatan tersebut?
 
Pokok Doa: 
Permohonan penyertaan Allah untuk memperjelas panggilan hidup dan berkarya memuliakan nama-Nya.

Mezbah Keluarga : KITA HARUS MEMBAWA BERITA


MEZBAH KELUARGA 
16 Januari 2021



MENYANYI KJ 426. (1) 
                        Kita Harus Membawa Berita


🎶  Kita harus membawa berita
pada dunia dalam gelap
tentang kebenaran dan kasih,
dan damai yang menetap,
dan damai yang menetap.
Ref.:
Kar’na g’lap jadi remang pagi,
dan remang jadi siang t’rang!
Kuasa Kristus ‘kan nyatalah,
rahmani dan cemerlang.


BERDOA :  
🤲  "Ya Roh Allah yang Agung,
kami bersyukur kepada-Mu untuk hari baru ini. 

Ikatlah kami bersama dalam lingkaran belas kasih untuk saling merangkul dengan semua mahluk hidup dan satu sama lain ..."

"Ya Allah yang hidup dan berbelaskasih, Engkau memanggil kami mengasihi sesama kami dan menjadi pembawa harapan dan anugerah-Mu dalam hidup kami. 

Lapangkan hati dan visi kami untuk menyambut dengan belas kasih 
mereka yang di sekitar kami, 
yang bergumul di masa yang tak menentu ini, bingung, berduka dan menderita ..."

Demi Dia, Tuhan yang pengasih, amin.



MEMBACA ALKITAB : Matius 10:1-15
 
RENUNGAN : 
Memberitakan Injil dengan Ramah-tamah


🗣
Yesus memanggil para murid, dan memercayakan kepada mereka tugas Mengabarkan Injil (Kabar Baik) kepada orang Israel. Isi beritanya adalah  : "Kerajaan Surga sudah dekat".

Teknis operasional pemberitaan:

1) Menggunakan perlengkapan, yaitu  tanda-tanda kuasa Yesus yang melenyapkan kekuasaan si jahat, dengan kegiatannya : menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, dan mengusir setan-setan. 
 
2) Bentuk Pelaksanaan Mengabarkan Injil adalah kesederhanaan :
  ⭐ sangat bergantung pada belas kasihan dan keramahtamahan orang lain.
  ⭐ pelayanan secara gratis, tidak memungut bayaran.

Penilaiannya :
1) Menerima Kabar baik, sambutan dengan belas kasihan dan keramahtamahan; memperoleh berkat
2) Menolak Kabar Baik, tidak ada sambutan; mendapatkan kutukan : penghukuman.
 
Pesan untuk kita :
 
Sebagai murid Yesus pada masa kini, kita adalah pemberita Injil Kerajaan Surga dengan konteks masa kini. Allah menghendaki agar kita menjadi orang yang sederhana. Kita membuka diri menerima belas kasih dan merasakan ramah-tamah dari orang-orang yang kita layani. Kita dilatih untuk menjadi rendah hati dan tidak sombong. Keramahtamahan memberi ruang perjumpaan antara yang melayani dengan yang dilayani.
 
Di dalam ruang perjumpaan tersebut, kita tidak boleh merasa lebih tinggi dan lebih mengerti kebenaran. Kita tidak boleh menjadi sombong. Dengan rela hati menerima belas kasih, kita dapat terus belajar rendah hati dan tidak sombong.
 
Dengan terus belajar menyampaikan kabar baik dengan ramah-tamah, diri kita dan orang-orang yang kita layani menjadi terberkati. Mari kita memohon penyertaan Tuhan dalam setiap aktivitas pelayanan kita di mana pun. 

MENYANYIKJ 426. (2, 4) 
                        Kita Harus Membawa Berita
🎶
Kita harus menyanyikan gita
melembutkan hati keras,
supaya senjata Iblis
remuk dan seg’ra lepas,
remuk dan seg’ra lepas.
Ref.:
Kar’na g’lap jadi remang pagi,
dan remang jadi siang t’rang!
Kuasa Kristus ‘kan nyatalah,
rahmani dan cemerlang.

 ðŸŽ¶
Kita harus bersaksi di dunia
tentang kuasa darah kudus
semoga yang masih sangsi
terima Sang Penebus,
terima Sang Penebus.
Ref.:


BERDOA :

🤲
YA ALLAH YANG KUDUS,
Tolong agar kami berkarya untuk keadilan yang membawa perdamaian sejati dan abadi, mengingat sabda Yesus, kata-Nya: "Berbahagialah para pembawa damai  karena mereka akan disebut anak-anak Allah."


SEMOGA PARA KORBAN GEMPA DI MAMUJU DAN BANJIR DI KALIMANTAN SELATAN BEROLEH BANTUAN SECEPATNYA ...



Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

Rabu, 13 Januari 2021

Mezbah Keluarga : JAWABLAH DENGAN HIKMAT!



MEZBAH KELUARGA 
Kamis, 14 Januari 2021 


MENYANYI : KJ 178. (1) 

🎶  Kar'na kasihNya padaku 
Yesus datang ke dunia;
Ia t'lah memb'ri hidupNya 
gantiku yang bercela.
Ref.
O, betapa mulia dan ajaib kuasaNya!
Kasih Jurus'lamat dunia 
menebus manusia.


BERDOA :

🤲  Ya Allah yang Mahatinggi 
dan Mahamulia, 
terangi kegelapan hati kami 
dan beri kami 
suatu iman yang sejati, 
suatu pengharapan yang jelas dan 
suatu kasih yang sempurna. 

Beri kami suatu kesadaran Ilahi 
dan pengenalan akan Diri Tuhan, 
sehingga kami bisa melakukan setiap hal 
untuk menggenapi kehendak-Mu; 
melalui Yesus Kristus, Tuhan kami.


Terpujilah Engkau Allah yang kami muliakan,
Sekarang dan Kekal
Sampai selama-lama-nya.

Amin.


MEMBACA ALKITAB :  Matius 9:1-17 
       

Matius 9:12-13 (TB)  Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.
Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."


RENUNGAN : Jawablah dengan Hikmat!

Tidak selalu apa yang kita lakukan dengan benar mendapat dukungan orang lain. Mungkin, beberapa orang tidak mengerti, tidak sepakat, atau tidak menyukainya sama sekali. Kita perlu memberi penjelasan kepada mereka?
 
Dalam teks bacaan hari ini kita melihat tindakan Yesus mengadakan mukjizat, menyatakan dosa orang telah diampuni, serta bersosialisasi dan makan dengan orang-orang berdosa. Sekalipun semua itu baik adanya, ternyata tindakan-tindakan itu mendapat tentangan dari orang-orang yang menyaksikannya. Orang-orang yang menentang itu adalah ahli Taurat dan orang Farisi, serta murid-murid Yohanes yang menyangsikan tindakan Yesus.
 
Pertanyaan ahli Taurat dijawab oleh Yesus dengan memberikan pertanyaan retorik kepada mereka. Kepada orang Farisi yang selalu menganggap diri mereka paling benar karena ketaatan legalistik, Yesus memberikan jawaban tentang hal yang paling mendasar dari hukum Taurat, yaitu belas kasih, bukan formalitas. Murid-murid Yohanes mungkin tidak terlalu mengerti alasan berpuasa. Mungkin juga mereka berpuasa karena mengikuti kebiasaan orang-orang Farisi. Yesus memberi jawaban kepada para murid Yohanes bahwa puasa yang sesungguhnya didasarkan atas perasaan dukacita atau kesusahan hati, bukan karena ritus dan kewajiban agama semata.
 
Sebagaimana Yesus menjawab, kita seharusnya juga memberikan jawaban-jawaban yang penuh hikmat berdasarkan pada kebenaran firman atas pertanyaan atau pertentangan yang kita hadapi. Yesus berkata, "Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ..." Jadi, sebaiknya kita belajar melakukan firman Tuhan secara serius agar lebih benar dan berhikmat dalam menjawab setiap pertanyaan yang diajukan kepada kita.
 
Allah memberikan hikmat kepada orang yang sungguh-sungguh mencari hikmat dari-Nya. Firman Allah jauh lebih berharga daripada emas dan permata yang paling mahal sekalipun. Dengan demikian, mari kita memohon dan mencari hikmat dari-Nya agar perkataan kita juga penuh hikmat Allah. 
Amin.


MENYANYIKJ 178. (2)
🎶
Dengan sabar dan hikmatNya 
Yesus pimpin hidupku;
Firman dan kebenaranNya 
itulah peganganku.
Ref.
O, betapa mulia dan ajaib kuasaNya!
Kasih Jurus'lamat dunia 
menebus manusia


BERDOA :
(bersama-sama)

 ðŸ¤² Ya TUHAN,
Setiap pagi ingatkanlah aku akan kasih-Mu, sebab kepada-Mulah aku berharap. Tunjukkanlah aku jalan yang harus kutempuh, sebab kepada-Mulah aku berdoa.

---- saat teduh -----

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

Mezbah Keluarga : MERDEKA DARI BANALITAS : MELIHAT KEMBALI KEHADIRAN TUHAN DI ALAM



MEZBAH KELUARGA, 
Rabu 13 Januari 2021


MENYANYIKJ 69. (1, 2, 3)  
Pada mulanya

 ðŸŽ¶  Pada mulanya gelap semuanya, 
sunyi senyaplah samudera.
Allah bersabda: terang bercahaya; 
hari pertama di dunia.

🎶  Pada mulanya belum ada langit; 
atas dan bawah tercampurlah.
Allah bersabda: bentangan pun jadi; 
hari kedua di dunia.

🎶  Pada mulanya belum ada tanah 
yang menumbuhkan tanamannya.
Allah bersabda: terciptalah darat; 
hari ketiga di dunia.


BERDOA :

🤲  Ya Tuhan, Engkaulah Sang Misteri,
yang melampaui semua definisi, 
   kami berdoa kepada-Mu
Ketika di tengah ketidakpastian,
   kami dapat beriman.
Ketika di tengah kecemasan,
   kami dapat kelegaan.
Ketika di tengah ketegangan,
   kami dapat ketenangan.
Ketika di tengah ketakutan,
   kami dapat andalkan.
Ketika di tengah keraguan,
   kami dapat kepastian.
Ketika di tengah kebingungan,
   kami dapat kejelasan.
Ketika di tengah pandemi,
   kami mengenal damai.
Ketika di tengah keadaan apa pun,
   kami mengenal kasih.

Ya Tuhan, besertalah dengan kami,
Amin.

BACA ALKITAB : Mazmur 104 : 19 - 21

RENUNGAN :
MERDEKA DARI BANALITAS : MELIHAT KEMBALI KEHADIRAN TUHAN DI ALAM

         Tuhan adalah Pencipta yang membuat  matahari dan bulan sebagai benda-benda penerang di langit untuk memelihara kehidupan. Benda-benda penerang memiliki dua fungsi, sebagai alat untuk menerangi, dan sebagai pengatur siklus waktu di bumi. Siklus waktu siang dan malam menjadi pertanda bagi semua ciptaan untuk beraktivitas sesuai dengan kodratnya.

           Penulis Mazmur 104 memahami bahwaTuhan adalah Pencipta alam semesta, karena itu ia mengajak pembacanya untuk masuk ke dalaman Kisah Penciptaan. Sering orang lalu merasa sudah membaca atau mendengar Kisah Penciptaan, merasa sudah biasa dengan kisah ini. Karena itu, orang merasa banal dengan Kisah Penciptaan ini. Banalitas Kisah Penciptaan membuat orang merasa sudah banyak yang tahu, seolah-olah sudah paham benar dengan segala bagian dari kisah ini. Padahal tidak setiap bagian dari Kisah Penciptaan itu dapat orang hayati dengan baik dan benar.


           Pembacaan Alkitab hari ini mengajak kita merenungkan Tuhan di dalam kompleksitas (= kerumitan) penciptaan. Tuhan yang mencipta dan juga memelihara ciptaan-Nya. Tuhan menghadirkan manajemen hidup dan pola hidup berdasarkan penciptaan. Misalnya, musim dingin menata dan menyusun pola hidup bagi manusia yang tinggal di wilayah yang memiliki keadaan iklim tersebut. Jadi, setiap orang menjalani kehidupan mereka di dalam rancangan Tuhan.

         Meskipun demikian, manusia memiliki kehendak bebas. Dan kehendak bebas itu semakin tidak terkontrol, bahkan menguasai diri manusia sendiri. Salah satu akibatnya, kehendak bebas manusia tersebut telah mengubah hutan biodiversitas ( hutan bio - diversitas = hutan keanekaragaman hayati) menjadi hutan beton dan hutan sawit. Jiwa pada setiap manusia yang dikuasai kehendak bebas oleh kehendak bebas tersebut menjadi tertindas. Jiwa yang tertindas itu memerlukan pertolongan Tuhan untuk dibasuh, disegarkan dan dibimbing oleh hikmat-Nya. Dan Kitab Mazmur dikenal sebagai Kitab Hikmat yang memiliki tujuan tersebut. 



MENYANYIKJ 69. (4, 5, 6, 7) 
Pada Mulanya

🎶  Pada mulanya belum ada surya, 
bulan dan bintang dan masanya.
Allah bersabda membuat semua; 
hari keempat di dunia.

 ðŸŽ¶  Pada mulanya belum ada ikan, 
burung bersayap belum pernah.
Allah bersabda: segala tercipta; 
hari kelima di dunia.

🎶  Pada mulanya belum ada hewan 
yang menemani manusia.
Allah bersabda menjadikan insan; 
hari keenam di dunia.


🎶  Pada mulanya semua terjadi: 
langit dan bumi dan isinya.
Allah Pencipta telah memberkati 
hari ketujuh di dunia.

BERDOA :

🤲  Ya TUHAN, Engkau sungguh agung.
Alam dan segala isinya adalah bentuk konkrit keagungan-Mu itu.
Di hadapan alam yang Engkau ciptakan, 
aku mengakui, keagungan-Mu.
Di hadapan alam yang Engkau ciptakan, 
aku mengakui, betapa kecilnya diriku.
Di hadapan alam yang Engkau ciptakan, 
aku mengakui, ketergantungan diri ini kepada alam.
Di dalam setiap pengakuan ini, jiwaku menyaksikan keagungan-Mu yang terpancar melalui alam dan segala isinya.
Pujilah TUHAN, hai jiwaku !

---- saat teduh ----

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.