Senin, 07 Desember 2020

JANGAN TAKUT, DATANG SAJA PADA YESUS !

Mezbah Keluarga, Senin 7 Desember 2020

MENYANYI :  GB 327
1) Jangan kamu takut, 
Tuhan adalah!
Jika Ia hadir 
badai pun reda!
Di tengah cobaan, 
Dia kau pegang:
oleh kuasa-Nya 
pasti kau akan menang.
(Ref.)
Oh, tidak pernah, 
oh tidak pernah
Tuhanmu tinggalkan dikau:
Ia tetap beserta!

2) Walau badai topan 
harus kau tempuh,
walau kesusahan 
pengalamanmu,
namun janji Tuhan, 
manis bunyinya:
"Janganlah kau takut, 
Aku tetap beserta!"
(Ref.)
Oh, tidak pernah, 
oh tidak pernah
Tuhanmu tinggalkan dikau:

DOA :
Ya TUHAN, hari ini adalah hari baru yang kami mulai; Berilah Cahaya Kasih-Mu menerangi hati dan jiwa kami. Besertalah Engkau dalam kehidupan kami, sehingga setiap orang yang kami temui dapat merasakan kehadiran-Mu melalui hidup kami. Amin.

BACA ALKITAB : Matius 11:25-30

AYAT MAS : 
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Matius 11:28) 

RENUNGAN :

Semua orang yang hidup punya beban yang beraneka ragam, ada yang ringan, kecil, atau besar dan berat. Apapun yang dipikulnya, semua orang ingin terbebas dari beban hidupnya. Jika hari ini, Saudara merasa letih, lesu dan tak berdaya karena beratnya beban hidupmu? Yesus berkata kepadamu, "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu". Inilah undangan yang manis dan lembut dari Yesus  yang ditujukan kepada semua orang yang "letih lesu dan berbeban berat" oleh persoalan hidup serta beban dosa. 

Ketika Dia berkata, "Marilah kepada-Ku", maka yang Dia maksudkan adalah janganlah ragu, janganlah takut atau khawatir. Datang saja kepada-Nya mohon pertolongan-Nya bila beban hidup ini terasa berat. Yesus berkata, "Marilah kepada-Ku", artinya janganlah datang kepada yang lain,  jangan datangi keputusasaan. Datang saja pada Yesus.

Tuhan Yesus dengan kelembutan mengajak kita untuk datang kepadaNya. Datang untuk dilepaskan dari beban dan mendapatkan kelegaan. Jika hari ini ada beban hidup, ada masalah, sudahkah membawanya kepada Yesus? Datang saja pada Yesus.
Amin.

MENYANYI :  KJ 358 
1) Semua yang letih lesu, 
berdosa, bercela,
terima rahmat Tuhanmu, 
percaya sabdaNya.
(Ref.)
Datang saja pada Yesus; 
kini saatnya!
Datang saja pada Yesus, 
t'rima rahmatNya.

3) Dialah Jalan yang benar 
ke damai yang baka.
Percayalah kepadaNya 
dan t'rima berkatNya.
(Ref.)
Datang saja pada Yesus; 
kini saatnya!
Datang saja pada Yesus, 
t'rima rahmatNya.

DOA : 
Kami memandang kepada-Mu, ya TUHAN, pemberi Kehidupan. -- Dalam dunia yang penuh dengan ketakpedulian, ketakpercayaan dan ejekan, jiwa kami rindu kepada belas kasih-Mu. -- Sembuhkanlah semua yang remuk di dalam diri kami, sehingga kami bisa katakan sabda belas kasih-Mu kepada dunia yang terluka.

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga; Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. -- Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

Minggu, 06 Desember 2020

PENANTIAN

Renungan Hari Minggu
6 Desember 2020

Bacaan Alkitab : Yesaya 30:18-26

Ayat Mas : Yesaya 30:18 (AYT)  
Oleh karena itu, TUHAN menanti-nanti untuk memberikan kasih karunia-Nya kepadamu. Dia berdiri untuk menyayangi kamu. Sebab, TUHAN adalah Allah yang adil. Diberkatilah semua orang yang menantikan Dia. 


Di dalam bacaan Alkitab hari ini, kita melihat bahwa Allah ingin segera memulihkan kembali umat-Nya yang sedang dijatuhi hukuman karena pemberontakan mereka. Allah digambarkan sedang menanti-nanti pertobatan umat-Nya untuk menunjukkan belas kasihan-Nya. Kepada mereka yang berharap dan berseru kepada-Nya, Allah adalah Pribadi yang akan segera bertindak untuk menjawab seruan mereka (18-19).

Pada hari minggu Adven ini, Firman Allah berbicara kepada kita tentang penantian. Penantian yang pertama, kita menantikan kedatangan Yesus sebagai Hakim dan Raja di zaman Akhir. Penantian yang kedua, adalah penantiannya Allah yang merindukan kita untuk bertobat. Dia menantikan kita berseru, menunggu pertolongan-Nya. Dia ingin agar kita mengenali-Nya setiap waktu (20), agar Ia menunjukkan jalan yang lurus bagi kita (21), dan menguduskan hidup kita dari kecemaran (22). Allah siap sedia untuk mencukupi segala kebutuhan kita (23-25) dan memulihkan sepenuhnya kehidupan kita (26). Penantian yang ketiga, adalah penantian kita akan pertolongan-Nya. Ketika kita menghadapi masalah hidup, maka kita perlu setia menantikan pertolongan Allah hingga waktu-Nya tiba. Ya, sabar menunggu Allah bertindak menurut waktu-Nya. Jika kurang sabar menantikan pertolongan-Nya bisa saja kita tergoda seperti bangsa Israel untuk mencari pertolongan dari pihak lain. Ketidaksabaran hanya akan membuahkan kesia-siaan. 

Ingatlah baik-baik, bahwa hanya Tuhan saja satu-satunya yang dapat memberikan pertolongan dan perlindungan kepada kita, karena hanya Dia yang mengasihi kita. 
Andalkan saja Tuhan Yesus untuk kehidupan yang penuh berkat. Diberkatilah semua orang yang menantikan Tuhan. Amin.

Sabtu, 05 Desember 2020

PA Natal : DALAM KEPENUHAN WAKTU

PA NATAL MASA COVID-19, Bahan 1


Bacaan Alkitab: Galatia 4:1-7

Di sepanjang Perjanjian Lama, terdapat perkataan nubuatan yang tidak terhitung banyaknya tentang kedatangan Tuhan Yesus. Pribadi-Nya, kelahiran-Nya, pelayanan-Nya, kematian-Nya di kayu salib, dan kebangkitan-Nya, semua sudah dinubuatkan dengan jelas secara detail ratusan tahun sebelum kedatangan-Nya. Nubuatan tentang kedatangan Yesus ditemukan paling awal di Kejadian 3, terjadinya di Taman Eden. Setelah ular memperdaya Adam dan Hawa, Allah berfirman kepada ular dan berkata, "... Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya" (Kejadian 3:15).

Sejak semula Allah tahu bagaimana akhirnya. Dia tahu bahwa manusia itu akan jatuh, lalu Ia berencana untuk menebusnya dengan mengutus Putra-Nya sendiri. Pertanyaan yang terkadang dilontarkan adalah, "Jika Allah tahu apa yang akan terjadi, mengapa Dia tidak mencegahnya?" Satu jawaban yang tidak terlalu rumit untuk pertanyaan tersebut adalah bahwa di surga, tidak akan ada siapa pun yang tidak di sana karena pilihan. Kehendak bebas sangatlah penting bagi Allah. Setiap orang yang ada di sana juga memilih untuk diselamatkan dan berada di sana!

Alkitab berkata bahwa Yesus datang dalam kepenuhan waktu (Galatia 4:4). Frasa "dalam kepenuhan waktu" secara harfiah berarti pada waktu yang tepat atau pada waktu yang sudah ditetapkan oleh Allah. Waktu Allah selalu tepat. Dia tidak pernah melakukan kesalahan. Dia merancangkan bahwa Yesus akan datang sebagai Juru Selamat sebelum dunia diciptakan, dan ketika Dia datang, itu benar-benar waktu yang tepat.

Berikut ini adalah beberapa kebenaran yang luar biasa menghibur. Pertama, sejak semula Allah tahu bagaimana nanti akhirnya. Kedua, Dia selalu tepat waktu -- tidak pernah terlalu awal, tidak pernah terlambat. Segala sesuatu berjalan sesuai dengan waktu-Nya. Ketiga, Allah tidak pernah membuat kesalahan. Dia dapat dipercaya seutuhnya dan selalu menepati janji-janji-Nya.

Kita bisa sepenuhnya percaya kepada Allah pada hari ini dan yakin bahwa "waktu kita ada di dalam tangan-Nya" (Mazmur 31:15). Orang yang percaya sepenuhnya kepada-Nya akan mendapati bahwa Dia sepenuhnya benar!

Pertanyaan:
1. Bisakah Anda mengingat janji yang Allah berikan kepada Anda secara pribadi dan bagaimana Dia menepati janji itu?

2. Adakah janji yang Allah berikan kepada Anda dan Anda masih menunggu Dia untuk menepatinya? Jika demikian, mintalah lagi dan percayalah kepada-Nya bahwa janji itu akan ditepati pada waktu-Nya yang tepat.

3. Adakah hal-hal yang mungkin menyebabkan Anda tidak memercayai Allah? Kesalahan selalu ada di pihak kita, tidak pernah di pihak Allah. Akuilah di hadapan-Nya dan mintalah Dia untuk menolong Anda untuk memercayai Dia. Ingatlah bahwa pernah ada orang yang berkata kepada Yesus, "Aku percaya. Tolonglah untuk ketidakpercayaanku ini!" dan dia tidak ditegur untuk kejujurannya.

Sumber: Buku "Janji - Makna Natal yang Sejati" karya Michael Ross - Watson, halaman 7 - 8.

PENGUTUSAN 12 MURID YESUS




MEZBAH KELUARGA, Sabtu 5 Desember 2020

MENYANYI :  KJ 388. 
S'lamat di tangan Yesus, 
aman pelukanNya;
dalam teduh kasihNya 
aku bahagia.
Lagu merdu malaikat 
olehku terdengar
dari neg'ri mulia: 
damai sejahtera.
(Ref.)
S'lamat di tangan Yesus, 
aman pelukanNya;
dalam teduh kasihNya 
aku bahagia.

Yesus, Perlindunganku, 
t'lah mati bagiku;
padaNya 'ku percaya: 
Yesus kekal teguh.
Biar bertabah hati 
'ku menantikanNya
sampai hariNya tiba 
dan fajar merekah.
(Ref.)
S'lamat di tangan Yesus, 
aman pelukanNya;
dalam teduh kasihNya 
aku bahagia.

DOA : 
Ya TUHAN,
Setiap pagi ingatkanlah kami akan kasih-Mu, sebab kepada-Mulah kami berharap. Tunjukkanlah kepada kami jalan yang harus kami tempuh, sebab kepada-Mulah kami berdoa. Amin


MEMBACA ALKITAB : Matius 10:5-10

RENUNGAN : 
 
Setelah menasihati para murid untuk memohon pekerja kepada Allah Bapa (Mat. 9:38), Yesus tidak membiarkan para murid lepas tangan. Sang Guru mengajak para murid-Nya terlibat langsung dalam pekerjaan Allah dengan menjadi pribadi yang diutus (rasuli).
 
Kisah pengutusan kedua belas murid itu sangat menarik untuk disimak.
 
Pertama, 
Yesus memanggil para murid tidak hanya untuk menikmati persekutuan dengan-Nya, tetapi mau diutus (5) untuk membagikan apa yang pernah mereka rasakan saat bersama Yesus. Orang Kristen dipanggil tidak untuk menikmati sendirian saja kasih Kristus, tetapi juga memberikan kesempatan bagi orang lain untuk merasakannya.
 
Kedua, 
Yesus tidak mengutus orang sendirian saja. Perhatikan kata "kedua belas murid itu". Bahkan, Markus mencatat bahwa para rasul itu diutus berdua-dua (Mrk. 6:7). Dengan berdua-dua, mereka dapat saling mendukung, menguatkan, atau menguji jika ada suatu pendapat. Bisa jadi, Yesus hendak menghindari kecenderungan sikap sombong dalam diri para murid-Nya. Jika hanya satu orang, saat berhasil mudah bagi dia untuk mengklaim sukses tersebut sebagai karyanya sendiri. Pengutusan secara kelompok memampukan orang belajar memahami bahwa keberhasilan bukan karyanya semata, tetapi orang lain, juga Tuhan.
 
Ketiga, 
Yesus memberi kuasa-kuasa memberitakan Injil, menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, dan mengusir setan-setan (7-8) Jelaslah bahwa utusan membawa wibawa pribadi pengutusnya. Kenyataan ini seharusnya membuat para utusan Kristus tak perlu bersikap rendah diri. Bagaimanapun, Kristus yang telah mengutus dan memberi kemampuan kepada mereka.
 
Keempat, 
Yesus melarang para murid membawa harta dan bekal (9-10). Yesus hendak mengajar para murid-Nya pasrah total kepada-Nya selaku Pengutus. Artinya, Kristus yang akan mencukupkan kebutuhan mereka melalui orang-orang yang menerima pelayanan mereka. Dan sewajarnyalah, setiap utusan berserah diri secara total kepada Pribadi yang mengutusnya.

MENYANYI : GB 277. 
Firman Allah sudah 'kau dengar.
Laksanakan dalam hidupmu.
Firman Allah hendaklah kau sebar
pada orang di sekelilingmu.
(Ref.)
Hai pergi segera, Tuhan utus dirimu;
wartakan karya kasih-Nya.
Roh kudus menolongmu 
dan memimpin langkahmu;
majulah tetap teguh.

Firman Tuhan jadi pandumu, 
janganlah andalkan egomu.
sangkal diri sebagai hamba-Nya;
jadi saksi setia dan tekun.
(Ref.)
Hai pergi segera, Tuhan utus dirimu;
wartakan karya kasih-Nya.
Roh kudus menolongmu 
dan memimpin langkahmu;
majulah tetap teguh.

DOA :
Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.; Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.; Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

Jumat, 04 Desember 2020

PERTANYAAN

"Jika saya berhenti mengajukan pertanyaan, di situlah saya akan tetap berdiam" 
(Lee Strobel)

Penemuan-penemuan besar di dunia selalu dimulai dengan pertanyaan, yang kemudian mendorong segala jenis upaya pencarian.

Sama halnya dalam kehidupan kerohanian kita. Ketika kita melihat ke masa lalu, pasti ada pertanyaan yang membawa kepada perjalanan kerohanian kita saat ini. Meski pandangan populer cenderung melihat pertanyaan sebagai hal yang negatif atau sebuah kemunduran, namun tidak bisa disangkal bahwa pertanyaan merupakan "roda" dalam perjalanan iman kita.

Kehidupan rohani yang sehat akan memiliki dan mengingini pengenalan akan Kristus yang bertambah dari hari ke hari. Tanpa pertanyaan, tidak akan ada upaya pencarian; tanpa pencarian, tidak akan ada pertumbuhan yang berarti.

Namun mengajukan pertanyaan tetap dengan berhikmat ya. 😊

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
#kutipankristen
#renungankristen

PUTRI SION -Finger Style Guitar

MASA ADVEN TANPA HARAPAN?

Konteks Natal adalah ketidakadilan dan kematian — yang telah terjadi sejak awal seputar kelahiran Yesus. Kisah Natal itu kelam, namun ada nama: "Imanuel" yang membawa harapan. Dengan kelahiran Yesus, Tuhan mengabulkan harapan umat : Dia mengutus Diri-Nya sendiri. Melalui Natal, Allah masuk ke dalam kisah hidup kita dengan daging dan darah. Dia masuk di tengah kisah kita, di tengah ketidakadilan dan kematian. Masa Adven bukanlah pelarian ke dalam kedamaian yang palsu. Masa Adven menjelang Natal adalah suatu disiplin yang melatih kita untuk mengalami kerinduan akan kesembuhan dan ratapan atas ketidakadilan. Tanpa rasa kerinduan itu, Natal tidak menawarkan harapan sejati.