Jumat, 25 Juni 2021

TELADAN MERENDAHKAN DIRI | Filipi 2 | Mezbah Keluarga | 25 Juni 2021






MEZBAH KELUARGA 
25 Juni 2021
Filipi 2
TELADAN MERENDAHKAN DIRI



πŸ’  MEMBACA MAZMUR :
      πŸ“œ Mazmur 25:4, 5

4 Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. 
5 Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari. 

 
πŸ’  SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.


πŸ’  MENYANYI :  KJ 17. (1, 7)
Tuhan Allah Hadir

🎢
Tuhan Allah hadir pada saat ini. 
Hai sembah sujud di sini.
Diam dengan hormat, tubuh serta jiwa, 
tunduklah menghadap Dia.
Marilah, umatNya, 
hatimu serahkan dalam kerendahan.

🎢
Jadikanlah aku hamba bersahaja 
dalam damai dan sejaht'ra.
Sucikanlah aku, agar Kau kupandang 
dalam roh dan kebenaran
Arahku padaMu: 
wajahMu kucari kini dan abadi.



πŸ’  BACAAN ALKITAB :
      πŸ“– Filipi 2:1-3, 5-6, 8-9

1 Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan,

2 karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,

3 dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;

5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, 

6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan. 

8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 

9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama. 


πŸ’  RENUNGAN

TELADAN MERENDAHKAN DIRI

Merupakan suatu prinsip di dalam Tuhan, bila kita merendahkan diri kita maka Tuhan akan meninggikan kita pada waktunya. Pada umumnya orang berlomba-lomba untuk meninggikan dirinya sendiri dengan maksud agar ia dipuja dan dipuji oleh banyak orang. Untuk itu ia membangga-banggakan keberhasilannya, bahkan tak jarang membual agar orang merasa kagum terhadap kehebatannya. Memang bisa jadi orang akan menyanjung-nyanjung yang bersangkutan. Tetapi pada waktunya Tuhan akan merendahkan orang tersebut. Karena Tuhan adalah pribadi yang rendah hati, itu sebabnya Ia akan merendahkan orang yang tinggi hati dan meninggikan orang yang rendah hatinya.

 

Bahwasanya Tuhan adalah pribadi yang rendah hati itulah yang ditulis di dalam Filipi 2. Di situ ditulis bahwa Kristus yang adalah Tuhan tidak menganggap kesetaraan-Nya dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan. Melainkan Ia telah merendahkan diri-Nya sendiri, yaitu dengan datang ke dunia dalam rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. Sebagai pengikut-Nya kita harus hidup dengan pikiran dan perasaan yang sama seperti yang terdapat di dalam diri Yesus. Bila kita merendahkan diri seperti yang diteladankan-Nya, maka sebagaimana Allah meninggikan Dia, demikian pula Allah akan meninggikan kita pada waktunya.





PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :

Menurut Anda, apakah yang menjadi penghalang bagi orang untuk hidup merendahkan dirinya sendiri? Apakah yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi penghalang tersebut?
 


πŸ’  SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
 

πŸ’  MENYANYI :   KJ 17. (3, 4)
Tuhan Allah Hadir

🎢
Kami menanggalkan hasrat sia - sia,
keinginan manusia;
jiwa raga kami, hidup seluruhnya, 
Tuhan, Kaulah yang empunya.
Dikaulah, Yang Esa, 
patut dimuliakan seberhana alam.

🎢
Raja yang mulia, biarlah hambaMu mengagungkanMu selalu,
hingga aku ini sungguh beribadat 
sama seperti malaikat,
dan benar mendengar 
firmanMu, ya Tuhan, agar kulakukan!


πŸ’  DOA MENANGGAPI BACAAN ALKITAB :

Tuhan, Engkau memberi teladan bagi kami tentang kerendahan hati. Engkau yang mahamulia telah rela mengosongkan diri-Mu sendiri, mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia. Di dalam kerendahan hati dan ketaatan kepada kehendak Allah Bapa, Engkau telah rela mengorbankan diri-Mu sampai mati di kayu salib bagi manusia yang hina dan penuh dengan dosa seperti diri kami ini. Ya Tuhan, ampunilah kami akan segala kecongkakan kami dan baharui batin kami dengan Roh-Mu.

 

Ya Tuhan, pagi hari ini kami datang kembali untuk menyerahkan hidup kami ke dalam anugerah-Mu. Bentuklah diri kami agar kami dapat hidup serupa dengan gambaran-Mu, baik di dalam pikiran, perasaan, perkataan dan perbuatan kami. Sebab hanya dengan demikian barulah kami layak untuk disebut sebagai pengikut-Mu. Kami juga menyerahkan semua yang akan kami kerjakan di sepanjang hari ini ke dalam kemurahan-Mu. Jadikanlah semuanya itu berhasil oleh karena pertolongan-Mu. Pakailah diri kami untuk menjadi saksi-Mu sehingga kami dapat menjadi berkat bagi orang-orang yang ada di sekitar kami. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat, kami berdoa.

 

 ***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin. 
 

 

Kamis, 24 Juni 2021

TUHAN DAPAT DIANDALKAN || Filipi 1 || Mezbah Keluarga || 24 Juni 2021




MEZBAH KELUARGA  
24 Juni 2021
Filipi 1 
TUHAN DAPAT DIANDALKAN



πŸ’  MEMBACA MAZMUR :
      πŸ“œ Mazmur 100:4 

Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya! 




πŸ’  SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.


πŸ’  MENYANYI :  GB 6. (1, 4)
BERNYANYILAH ORANG PERCAYA
(Wir Christen sind FrΓΆhlich auf Erden)

🎢
Bernyanyilah orang percaya,
bergemar dan gembira terus,
t’rang Kristus tetap bercahaya
di dalam berita kudus!

🎢
Berbakti dengan bersedia
kita ikut cahaya terang,
penuh bersyukur pada Dia
yang oleh salib-Nya menang!



πŸ’  BACAAN ALKITAB :
      πŸ“– Filipi 1:3-6

3 Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. 

4 Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. 

5 Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini. 

6 Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. 


πŸ’  RENUNGAN : 

TUHAN DAPAT DIANDALKAN


Tuhan adalah pribadi yang bertanggung jawab, sehingga Ia tidak akan pernah bekerja hanya sampai setengah jalan. Tak jarang kita melihat proyek bangunan yang mangkrak tak terselesaikan. Padahal proyek itu diawali dengan upacara yang meriah, promosi yang gencar dan seakan-akan berjalan dengan lancar. Namun di pertengahan jalan pembangunan terhenti dan sang pemilik proyek lari meninggalkan hutang. Tetapi tidak demikian halnya dengan Tuhan. Dia adalah pribadi yang bertanggung jawab, itu sebabnya apapun yang Ia mulai selalu akan Ia kerjakan sampai tuntas. Termasuk di dalam hal membentuk kehidupan kita. Ia akan bekerja di dalam hidup kita sampai rencana-Nya tergenapi dengan sempurna.

 

Bahwasanya Tuhan adalah pribadi yang bertanggung jawab atas apa yang Ia kerjakan itulah yang dikemukakan oleh rasul Paulus di dalam Filipi 1. Di situ ia menulis tentang bagaimana dari sejak hari pertama jemaat Filipi berdiri Tuhan telah bekerja di antara mereka. Walaupun berbagai tantangan akan mereka hadapi namun Paulus tidak merasa kuatir akan hari esok dari jemaat yang ia rintis tersebut. Ia menulis kepada mereka bahwa Tuhan "yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus." Artinya ia percaya bahwa Tuhan dapat diandalkan. Itu sebabnya Tuhan tidak akan pernah bekerja hanya sampai setengah jalan.


PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :

Bagaimana dengan diri Anda, apakah Anda orang yang bertanggung jawab? Apakah alasan dari jawaban Anda tersebut?

 

 
πŸ’  SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
 

πŸ’  MENYANYI :   GB 240. (1, 3)
KASIH TUHANKU SUNGGUHLAH AJAIB

🎢
Kasih Tuhanku sungguhlah ajaib,
bagi umat yang mau percaya pada-Nya.
Kasih Tuhanku sungguh nyatalah
bagi umat yang mau bersandar pada-Nya.

Ref.
Kasih Tuhanku nyata, tak pernah berubah,
agung dan besar melebihi s’galanya.
Kasih Tuhanku sungguhlah ajaib,
bagi umat yang mau percaya pada-Nya.

 πŸŽΆ
Bila kau kerja, pagi dan petang
janganlah engkau mengandalkan kuatmu.
Jika kau letih badan pun lelah,
datang pada-Nya, kau ‘kan dipulihkan-Nya.

Ref.
Kasih Tuhanku nyata, tak pernah berubah,
agung dan besar melebihi s’galanya.
Kasih Tuhanku sungguhlah ajaib,
bagi umat yang mau percaya pada-Nya.


πŸ’  DOA MENANGGAPI BACAAN ALKITAB :

Tuhan, dengan kuasa serta hikmat-Mu Engkau menciptakan seluruh alam semesta, dan dengan kasih serta kesetiaan-Mu Engkau memelihara semua yang telah Engkau ciptakan itu. Engkau adalah pribadi yang bertanggung jawab dan dapat diandalkan. Kami merasa aman dan damai karena hidup kami berada di dalam genggaman tangan-Mu. Kami yakin Engkau yang telah menebus diri kami dari kegelapan dosa akan senantiasa memegang hidup kami sampai kepada akhirnya.

Pagi hari ini kembali kami mengangkat pujian dan ucapan syukur kepada-Mu, karena Engkau tidak pernah mengecewakan orang yang berharap kepada-Mu. Dengan bersandar kepada firman-Mu kami memohon penyertaan-Mu di sepanjang hari ini. Tuntunlah hidup kami di jalan-Mu dan tetapkanlah langkah-langkah kehidupan kami agar senantiasa selaras dengan kehendak-Mu. Berkatilah semua yang kami kerjakan dengan keberhasilan, dan jauhkan kami dari pencobaan. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, kami berdoa. 

 ***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.
 

 

Rabu, 23 Juni 2021

MEMASAK || TUMIS DAUN PEPAYA 'TAWA BABI'






TUMIS DAUN PEPAYA 'TAWA BABI' 



BAHAN :
3 ikat Daun pepaya muda
3 ikat Daun singkong
Sancam (Lemak babi)

BUMBU:
10-12 siung Bawang merah (tumbuk kasar)
3 siung Bawang Putih (haluskan), optional
30 Cabe rawit orange (tumbuk kasar)
3 batang Sereh (1 batang digeprek, 
2 batang geprek lalu iris halus)
10 lembar Daun jeruk (diremas)
2 lembar Daun kunyit (potong biasa / diiris halus)
2 lembar Daun pandan potong bagi dua
3 batang Bawang daun (diiris kasar)
2 ikat Daun kemangi ( diiris kasar)
Penyedap rasa / Terasi / samcan


LANGKAH :
1) Rebus daun singkong bersama daun pepaya, tambahkan garam (dan tambah baking powder apabila mau cepat empuk)
Tiriskan, lalu cuci 2-3 kali dengan air dingin. Peras.. lalu potong-potong.

3) Panaskan minyak / samcan.. Masukkan bumbu yang dihaluskan, lalu daun pandan, dan sereh, lalu masukkan daun jeruk, daun kunyit, bawang daun dan daging (jika pakai). Masak hingga daging berubah warna. Masukkan Daun Kemangi.

4) Masukkan daun pepaya dan daun singkong (optional) yg sudah dipotong-potong. Tambahkan garam dan kaldu jamur. Tambah air sedikit, masak hingga sat. Test rasa. Sajikan ☺️☺️



Selasa, 22 Juni 2021

HIDUP DI DALAM HIKMAT || 2 Tawarikh 9 || Mezbah Keluarga || 23 Juni 2021






MEZBAH KELUARGA 
23 Juni 2021
2 Tawarikh 9
HIDUP DI DALAM HIKMAT



πŸ’  MEMBACA MAZMUR :
       (Mazmur 28:7-8 AYT, bersama-sama)

TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku. 
Aku percaya kepada-Nya di dalam hatiku,  hatiku bersukaria. Dan, dengan nyanyianku, aku hendak bersyukur kepada-Nya. TUHAN adalah kekuatan umat-Nya, Dia adalah benteng keselamatan.
 


 

πŸ’   SAAT TEDUH :
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.


πŸ’  MENYANYI :  GB 113. (1, 2)
GITA SYUKUR MENGGEMA

🎢
Gita syukur menggema, 
naik kepada-Mu,
Allah Bapa Mahabaik.
Kami bersyukur, kami bermazmur
kar’na rahmat-Mu bagi kami umat-Mu.

Ref.
Gita syukur, gita syukur
naik kepada-Mu, Allah Mahabesar

🎢
Yesus Kristus, Penebus, 
b’rilah hikmat-Mu
b’rilah kekuatan-Mu.
Layakkan kami untuk bersaksi,
siap sedia menyatakan kasih-Mu.

Ref.
Gita syukur, gita syukur
naik kepada-Mu, Allah Mahabesar

 

πŸ’  BACAAN ALKITAB :
  πŸ“–  2 Tawarikh 9:22-28 (AYT)  

22 Raja Salomo lebih besar dari semua raja di bumi dalam kekayaan dan hikmatnya. 

23 Semua raja di bumi berusaha menghadap Salomo untuk mendengarkan hikmat yang telah Allah letakkan dalam hatinya. 

24 Masing-masing dari mereka membawa persembahannya, yaitu barang-barang perak, barang-barang emas, pakaian, senjata, rempah-rempah, kuda, dan bagal. Demikianlah yang terjadi tahun demi tahun. 

25 Salomo juga mempunyai 4.000 kandang bagi kuda-kuda dan kereta-keretanya dan 12.000 pasukan berkuda yang dia tempatkan di kota-kota kereta dan bersama raja di Yerusalem. 

26 Dia memerintah atas semua raja, mulai dari Sungai Efrat sampai tanah orang Filistin dan sampai perbatasan Mesir. 

27 Raja membuat perak di Yerusalem sama seperti batu, dan membuat pohon aras sama banyaknya seperti pohon ara di dataran rendah. 

28 Kuda untuk Salomo didatangkan dari Mesir dan dari semua negeri lain. 





πŸ’  RENUNGAN

HIDUP DI DALAM HIKMAT


Hikmat akan mengundang kehormatan serta kekayaan bagi orang yang hidup di dalamnya. Orang yang mengejar kehormatan dan kekayaan belum tentu akan memperolehnya. Bahkan tidak jarang sesudah menghabiskan waktu, tenaga dan pikiran untuk meraih semuanya itu justru yang ia peroleh adalah pepesan kosong belaka. Tetapi bila orang hidup di dalam hikmat maka justru kehormatan dan kekayaan itulah yang akan datang mengejar dirinya. Dengan kata lain, apabila orang mengejar hikmat maka pada gilirannya hikmat itulah yang akan mengundang kehormatan dan kekayaan agar datang kepada diri yang bersangkutan.

 

Kehormatan dan kekayaan oleh karena hidup di dalam hikmat itulah yang dialami oleh raja Salomo. Di dalam 2Tawarikh 9 ditulis bahwa Allah memberi hikmat kepada dirinya. Sebagai akibat "semua raja di bumi berikhtiar menghadap Salomo untuk menyaksikan hikmat yang telah ditaruh Allah di dalam hatinya." Mereka tidak datang dengan tangan kosong namun dengan membawa berbagai macam persembahan bagi Salomo. Artinya karena Salomo tidak meminta yang lain kecuali hikmat kepada Tuhan, seperti yang dicatat di dalam 2Tawarikh 1, maka sebagai akibat hikmat tersebut mengundang kehormatan serta kekayaan bagi dirinya.

 


PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :
Apakah yang selama ini Anda kejar, hikmat atau kehormatan dan kekayaan? Apakah buktinya?

 
πŸ’  SAAT TEDUH :
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
 

πŸ’  MENYANYI :   KJ 405. (1, 2)
KAULAH, YA TUHAN, SURYA HIDUPKU

🎢
Kaulah, ya Tuhan, Surya hidupku;
asal Kau ada, yang lain tak perlu.
Siang dan malam Engkau kukenang;
di hadiratMu jiwaku tenang!

🎢
Kaulah Hikmatku, Firman hidupku;
Kau besertaku dan 'ku sertaMu.
Engkau Bapaku, aku anakMu;
denganMu, Tuhan, 'ku satu penuh.



πŸ’  DOA MENANGGAPI BACAAN ALKITAB :

Tuhan, dengan pertolongan Roh Kudus-Mu mampukan diri kami untuk senantiasa mendahulukan hikmat lebih daripada kehormatan dan kekayaan. Sebab kami menyadari, bahwa bila mengejar kehormatan dan kekayaan justru kesia-siaanlah yang akan kami alami di dalam hidup ini. Tetapi apabila kami mengutamakan hikmat, yaitu dengan hidup takut kepada-Mu serta menghormati firman-Mu, maka kehidupan yang limpah dengan kebahagiaanlah yang akan kami alami di dalam hidup ini. Ya Tuhan, kami bersyukur karena dengan anugerah-Mu Engkau bersedia melimpahi diri kami dengan hikmat-Mu itu.

 

Ya Tuhan, kami berterima kasih untuk hari dan kesempatan yang baru yang Engkau berikan bagi kami pada hari ini. Tolonglah kami agar dapat mengisinya dengan kehidupan yang menyenangkan hati-Mu, penuh dengan makna dan tidak sia-sia. Sertailah diri kami senantiasa dengan Roh-Mu dan tuntunlah kami dengan kebenaran firman-Mu. Ya Tuhan, oleh penyertaan-Mu saja yang memungkinkan kami untuk mengalami keberhasilan di dalam semua tugas dan tanggung jawab kami. Tuntunan-Mu menghindarkan kami dari pencobaan dan melepaskan kami dari pada yang jahat.


Di dalam iman dan penuh pengharapan kepada-Mu kami menyerahkan masa depan kehidupan kami ke dalam tangan-Mu. Oleh dan di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Hikmat yang sempurna, kami berdoa. 


 ***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin. 
 

 

MEMASAK : Pecak IKAN GURAME








Pecak IKAN GURAME




BAHAN :
1 ekor ikan gurame, boleh ganti ikan lain
1 bh jeruk nipis
Garam secukupnya
2 lembar daun jeruk
2 lembar daun salam
1 batang serai, memarkan
200 - 250 ml air/ secukupnya
Garam & gula pasir secukupnya
3 buah jeruk limo/ secukupnya
Minyak goreng secukupnya

BUMBU HALUS :
25 cabe merah keriting / secukupnya
5 rawit (boleh skip jika tdk suka pedes)
1 buah tomat merah
3 siung bawang putih
8-10 siung bawang merah
1,5 jahe/ secukupnya

CARA :
1. Lumuri ikan yang sudah dibersihkan dengan jeruk nipis & garam secukupnya, diamkan 30 menit, lalu goreng & sisihkan.
2. Panaskan minyak goreng, goreng sebentar cabe merah+rawit+duo bawang+jahe+tomat hingga cabe layu, lalu uleg kasar & sisihkan
3. Panaskan air sesuai selera, tambahkan daun jeruk, serai,daun salam, bairkan mendidih.
4. Matikan api kompor, tuangkan bumbu halus,tambahkan garam & gula pasir seckpnya (jika suka silahkan tambahkan kaldu bubuk), aduk rata.. terakhir tambahkan jeruk limo sesuai selera.
5. Koreksi rasa, tuangkan di atas ikan yg telah di goreng. Sajikan

Senin, 21 Juni 2021

SEPERTI MENGEJAR FATAMORGANA | Pengkhotbah 11 | Mezbah Keluarga | 22 Juni 2021




MEZBAH KELUARGA 
22 Juni 2021
Pengkhotbah 11
SEPERTI MENGEJAR FATAMORGANA

πŸ’  MEMBACA MAZMUR :
      Mazmur 62:1-2, 8 (bersama-sama)

1 Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. 

2 Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. 

8 Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. 


 
πŸ’  SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.


πŸ’  MENYANYI :  KJ 405. (1, 3)
KAULAH, YA TUHAN, SURYA HIDUPKU

🎢
Kaulah, ya Tuhan, Surya hidupku;
asal Kau ada, yang lain tak perlu.
Siang dan malam Engkau kukenang;
di hadiratMu jiwaku tenang!

🎢
Kaulah bagiku tempat berteduh;
Kaulah perisai dan benteng teguh.
Sukacitaku kekal dalamMu;
Kuasa sorgawi, Engkau kuasaku!



πŸ’  BACAAN ALKITAB :
      πŸ“– Pengkhotbah 11:7-10

7 Terang itu menyenangkan dan melihat matahari itu baik bagi mata; 

8 oleh sebab itu jikalau orang panjang umurnya, biarlah ia bersukacita di dalamnya, tetapi hendaklah ia ingat akan hari-hari yang gelap, karena banyak jumlahnya. Segala sesuatu yang datang adalah kesia-siaan.

9 Bersukarialah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan! 

10 Buanglah kesedihan dari hatimu dan jauhkanlah penderitaan dari tubuhmu, karena kemudaan dan fajar hidup adalah kesia-siaan. 



πŸ’  RENUNGAN



Orang yang mengumbar keinginan hatinya hanya akan mengalami sukacita yang palsu dan akhirnya ia akan mengalami penderitaan yang memilukan. Tidak jarang orang berpendapat bahwa ia akan mengalami sukacita bila ia boleh hidup semau dirinya sendiri. Padahal sesungguhnya sukacita yang diperoleh dengan cara yang seperti itu merupakan sukacita yang semu. Mereka hidup seperti orang yang mengejar fatamorgana. Dari kejauhan nampak bagaikan air yang menyegarkan, tetapi ketika sudah dekat yang didapati hanya hamparan pasir kering belaka. Itu sebabnya orang yang hidup dengan semau dirinya tersebut pada akhirnya akan mengalami duka nestapa alias penderitaan yang berkepanjangan.

 

Akibat dari hidup mengumbar keinginan hati itulah yang dinasihatkan dalam bentuk sarkasme di dalam Pengkhotbah 11. Sarkasme adalah suatu nasihat yang disampaikan secara bertentangan dengan yang dimaksudkan. Di situ dinasihatkan agar orang muda hidup menuruti keinginan hati dan pandangannya. Harus dipahami bahwa ini merupakan suatu sarkasme. Sehingga sesungguhnya yang dinasihatkan di sana adalah agar orang tidak mengumbar keinginan hatinya. Sebab orang yang hidup dengan menuruti keinginan hatinya sendiri tanpa batas itu akan mengalami sukacita yang palsu, sia-sia dan pada akhirnya ia akan mengalami hukuman di dalam pengadilan Tuhan.




PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :

Manakah yang selama ini Anda kejar, sukacita yang sejati atau yang palsu? 

Bagaimana cara Anda dalam mengejarnya?

 

 
πŸ’  SAAT TEDUH :
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
 


πŸ’  MENYANYI :   GB 277. (1, 2)
FIRMAN ALLAH SUDAH KAUDENGAR

🎢
Firman Allah sudah 'kau dengar.
Laksanakan dalam hidupmu.
Firman Allah hendaklah kau sebar
pada orang di sekelilingmu.

Ref.
Hai pergi segera, 
Tuhan utus dirimu;
wartakan karya kasih-Nya.
Roh kudus menolongmu 
dan memimpin langkahmu;
majulah tetap teguh.

🎢
Firman Tuhan jadi pandumu,
janganlah andalkan egomu.
sangkal diri sebagai hamba-Nya;
jadi saksi setia dan tekun.

Ref.
Hai pergi segera, 
Tuhan utus dirimu;
wartakan karya kasih-Nya.
Roh kudus menolongmu 
dan memimpin langkahmu;
majulah tetap teguh.

 

πŸ’  DOA MENANGGAPI BACAAN ALKITAB :

Ya Tuhan, kami mohon berikan kami hikmat agar kami sanggup membedakan antara sukacita yang sejati dengan yang palsu. Mampukan kami untuk memilih kebenaran dan bukan hidup mengejar sukacita yang semu. 

Ya Tuhan, tolonglah kami untuk dapat lebih memprioritaskan hal yang abadi dari pada semua kesenangan yang bersifat sementara. Sebab hanya dengan demikianlah maka kami akan mengalami kebahagiaan yang sejati. 

Sanggupkanlah diri kami untuk mampu mengendalikan keinginan hati dan pandangan mata kami. Penuhilah kami dengan Roh-Mu yang menolong kami untuk mengendalikan diri dan berjalan menurut tuntunan firman-Mu.


Ya Bapa yang baik, kami  berterima kasih untuk hari yang baru yang Engkau berikan kepada kami pada hari ini. Tolonglah kami agar dapat menjadi saluran dari kasih-Mu dan menjadi saksi-Mu di manapun kami berada. Bimbinglah hidup kami dengan Roh dan firman-Mu. Roh-Mu yang akan menyanggupkan kami untuk hidup melampaui segala keterbatasan kami. Sehingga dengan demikian kami bukan berjalan dengan bersandarkan pada kekuatan kami sendiri tetapi dengan bergantung kepada anugerah-Mu saja. Sebab oleh karena penyertaan-Mu ya Tuhan, maka kami akan menjalani hari ini sebagai hari yang penuh dengan makna dan tidak sia-sia. 


Ya Tuhan, kami mohon berkatilah kami dengan keberhasilan dan mampukanlah diri kami untuk mengerjakan semua tugas dan tanggung jawab secara maksimal. Kami mempercayakan hidup dan masa depan kami ke dalam tangan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Sumber hikmat yang sempurna, kami berdoa. 


 ***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.
 


Renungan DUDUNG ~ The Rock | 21 Juni 2021 | ALLAH MENGUBAH HATI!



ALLAH MENGUBAH HATI!

Hati itu licik, melebihi segala sesuatu, bahkan sangat sulit disembuhkan - Yeremia 17:9

Kemudian, Aku akan mengaruniakan kepadamu hati yang baru serta menaruh ruh yang baru dalam batinmu. Akan Kusingkirkan hati yang keras dari tubuhmu dan Kukaruniakan kepadamu hati yang lembut. - Yehezkiel 36:26

BACAAN: Yehezkiel 36: 24-29


Teman saya Bill (bukan nama sebenarnya) adalah orang yang menurut pandangan manusia mungkin tidak akan sama sekali tertarik dengan keselamatan. Tinggi dan tampan, dia adalah atlet hebat dan murid yang brilian. Dia menikah dengan seorang istri yang cantik, dan memulai karir sebagai pilot penguji untuk Angkatan Udara AS. Dari sudut pandang dunia, Bill memiliki segalanya. Saya bertemu dia ketika sedang melakukan pengijilan dari pintu ke pintu, tetapi sejujurnya saya tidak terlalu berharap ia menerima undangan untuk bergabung dengan jemaah baru kami.
 
Tapi ia dan istrinya adalah pengikut Isa yang baru percaya dan menjadi bagian dari kelompok inti dari penanaman jemaah kami. Saya memuridkan Bill menggunakan pelajaran sederhana dari Kitab Suci dengan ayat-ayat yang harus dihafal dan ditaati.  Bill dan istrinya memimpin pelayanan anak-anak kami. Sungguh menakjubkan melihat seorang pilot jet duduk di lantai dengan anak-anak kecil, mengajar mereka tentang Isa.
  
Bagaimana perubahan seperti itu bisa terjadi, terlebih lagi karena jemaah baru kami tidak memiliki program yang dahsyat, gedung-gedung yang indah, atau orang-orang yang berkuasa?

Hambatan terbesar untuk perintisan jemaah bukanlah kurangnya sumber daya atau kecilnya ukuran jemaah. Hambatan terbesar untuk perintisan jemaah, bagi kabar Injil, adalah hati manusia.

Tapi Allah berjanji untuk mengubah hati yang membatu menjadi hati yang lembut!  Penanaman jemaah bergantung, bukan pada bangunan atau uang atau program, tetapi pada kuasa Allah untuk mengubah orang. Dan Ia akan melakukan pekerjaan besar ini!

Ya Allah, hanya Engkaulah yang benar-benar bisa menyelamatkan manusia dari dosa mereka. Terima kasih karena Engkau telah menyelamatkan saya. Dan tolong ubahlah hati orang-orang yang telah membatu menjadi hati yang lembut. Amin.

Jim Carpenter