Minggu, 07 Februari 2021

Mezbah Keluarga : CARILAH KEBENARAN, MAKA ENGKAU AKAN HIDUP





MEZBAH KELUARGA  
Senin 8 Februari 2021 





Menyanyi  :    PKJ 103. (1, 3, 4)

🎶
Carilah dulu Kerajaan Allah
beserta kebenaranNya,
maka semua ditambah padamu.
Halelu, Haleluya!

 
🎶
Bukan makanan saja kau perlu;
paling perlu firman Allah
yang merupakan jaminan hidupmu.
Halelu, Haleluya!

🎶
Jika berkumpul dalam namaKu
dua atau tiga orang.
Di situ Aku berada di tengah.
Halelu, Haleluya!


Berdoa  :

🤲  Ya Tuhan,  
kami bersyukur untuk hari baru 
yang Engkau anugerahkan kepada kami. Bimbinglah kami dengan Roh-Mu yang menerangi pikiran kami untuk menemukan Kebenaran-Mu. 

Mampukanlah kami untuk menghidupi Kebenaran-Mu dalam semua aktivitas sepanjang hari ini. 

Kemuliaan 
bagi Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus: sebagaimana sejak permulaan, sekarang 
dan selama-lamanya. 

Amin


Membaca Alkitab : 
📖  Lukas 10: 25 - 28


📌 Ayat Pilihan : 
Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup” (ay.28)


☦️  Renungan  : 
CARILAH KEBENARAN, MAKA ENGKAU AKAN HIDUP

Kebenaran dan Pembenaran itu sangat berbeda. Kebenaran adalah suatu nilai utama dalam kehidupan manusia yang berhubungan dengan etika, moral, logika, bahkan ajaran agama. Pembenaran (dibaca : pembenaran diri ) adalah bentuk tindakan pembelaan diri dengan membenarkan sesuatu meskipun yang dibela itu salah adanya. Pembenaran diri biasanya muncul dalam diri manusia yang egoistis, sehingga tidak cerdas baik secara emosi maupun spiritual.  

Teks bacaan hari ini menceritakan seorang ahli Taurat yang berusaha untuk mencobai Yesus. Kesombongan dan ingin pamer diri di hadapan Yesus tampaknya menguasai sang ahli Taurat.  Mungkin dia ingin menunjukkan keahliannya menguasai Taurat, memperlihatkan kesalehan dan kedekatan hubungan-nya dengan Allah. Ahli Taurat adalah orang yang terhisab dalam mazhab Farisi. Mereka suka menyelidiki dan menafsir Kitab Suci. Mereka merasa diri paling benar dan sangat rohani. Mereka sangat meyakini adanya "hidup kekal", kebangkitan orang mati, dan Mesias yang akan datang untuk membebaskan dari belenggu penjajahan Romawi. Konsep "hidup kekal" seringkali diperdebatkan oleh mazhab Yahudi di zaman Yesus seperti kaum Zaduki. Baik kaum Farisi maupun Saduki sama-sama berusaha untuk membenarkan apa yang mereka percayai. 




Apakah ahli Taurat dalam teks ini benar-benar mencari kebenaran atau pembenaran diri?  Yesus mengetahui maksud hati si ahli Taurat, karena pertanyaannya mengandung motivasi yang tidak murni. Melalui cerita ini, ada hal yang ingin Yesus ajarkan kepada ahli Taurat itu. Perumpamaan yang Yesus sampaikan sesungguhnya merupakan sebuah teguran bahwa yang berkenan di hadapan Tuhan bukanlah orang yang merasa diri menguasai Taurat, tetapi bagaimana dia hidup berdasarkan kebenaran itu sendiri. 


Sebab itu marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri, sudah seberapa salehkah kita menurut diri kita sendiri? Seberapa aktifkah kita dalam kegiatan pelayanan kerohanian, baik di gereja atau pun di tempat lain? Seberapa rajinkah kita beribadah? Sudahkah semuanya itu terlihat dalam perilaku dan kehidupan kita sehari-hari? 


Melalui perumpamaan ini Tuhan ingin mengajarkan bahwa kasih kita kepada Allah akan terwujud melalui kasih kita kepada orang lain. Iman kita kepada Allah akan terlihat juga melalui bagaimana kita menjadi pelaku-pelaku kebenaran. Karena itu, mari melangkah dengan ketulusan dan kejujuran. Carilah kebenaran berdasarkan kasih yang tulus, agar hidup kita dibenarkan Tuhan dan membawa sejahtera bagi sesama.

Amin. 




Menyanyi :  NKB 116. (1, 4, 5)

🎶
Siapa yang berpegang pada sabda Tuhan 
dan setia mematuhinya,
hidupnya mulia dalam cah’ya baka 
bersekutu dengan Tuhannya.
Ref.
Percayalah dan pegang sabdaNya:
hidupmu dalam Yesus sungguh bahagia!


🎶
KasihNya yang kekal takkan kita kenal 
sebelum padaNya berserah.
Hidup bahagia disediakanNya 
bagi yang berpegang padaNya.
Ref.
Percayalah dan pegang sabdaNya:
hidupmu dalam Yesus sungguh bahagia!

🎶
O betapa senang hidup dalam terang 
beserta Tuhan di jalanNya,
jika mau mendengar serta patuh benar 
dan tetap berpegang padaNya.
Ref.
Percayalah dan pegang sabdaNya:
hidupmu dalam Yesus sungguh bahagia!



Berdoa :

🤲 Ya Kristus, Engkaulah Kebenaran itu. 
Dalam ketulusan dan kejujuran mampukanlah kami menyatakan kasih kepada orang lain. Tolonglah kami menjadi pelaku-pelaku kebenaran yang membawa damai sejahtera bagi sesama. 

---- saat teduh ----


Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.

Ibadah Gereja Rumah : PEMULIAAN YESUS

Ibadah Gereja Rumah 
Hari Minggu, 7 Februari 2021
(di Rumah Saja)




TATA IBADAH HARI MINGGU SEDERHANA GEREJA RUMAH (di Rumah Saja)

(Berdiri)
AJAKAN BERIBADAH :
Anak :

🗣
Hari ini kita memasuki hari minggu yang ke-5 sesudah Epifani. Marilah kita mengarahkan hati untuk menghadap TUHAN dalam Ibadah dengan menyanyi  dari :  GB 17. (1, 3, 4)
ABADI TAK NAMPAK 

🎶
Abadi, tak nampak, Yang Maha Esa,
yang tak terhampiri terang takhta-Nya,
yang dalam Putra-Nya telah di kenal,
bagi-Nyalah hormat dan kuasa kekal

🎶
Engkaulah yang hidup kekal s’lamanya;
segala yang hidup, Engkau dasarnya.
Terbataslah hidup bagaikan kembang;
Engkau, Surya Hidup yang tak terbenam.


DOA HARI MINGGU :
Mama :

🤲
Allah Kemuliaan, Tuhan yang pengasih,
dengan riang kami memuji-Mu.
Hati kami mekar bagaikan bunga 
ketika kami menyanyikan pujian kepada-Mu.

Luluhkan dosa dan kesedihan kami, singkirkan keraguan kami 
dan isi kami dengan cahaya kasih-Mu.

Beri kami suatu kesadaran Ilahi 
dan pengenalan akan Diri Tuhan, 
sehingga kami bisa melakukan setiap hal 
untuk menggenapi kehendak-Mu; 
melalui Yesus Kristus, Tuhan kami.

Amin



MENYANYI :   KJ 3. (1, 2)
KAMI PUJI DENGAN RIANG

🎶
Kami puji dengan riang 
Dikau, Allah yang besar;
Bagai bunga t'rima siang, 
hati kami pun mekar.
Kabut dosa dan derita, 
kebimbangan, t'lah lenyap.
Sumber suka yang abadi, 
b'ri sinarMu menyerap.

🎶
Kau memb'ri, Kau mengampuni, 
Kau limpahkan rahmatMu
Sumber air hidup ria, 
lautan kasih dan restu.
Yang mau hidup dalam kasih 
Kau jadikan milikMu
Agar kami menyayangi, 
meneladan kasihMu.



DOA MOHON ROH KUDUS : 
Papa :

🤲
Berhembuslah di dalam diri kami Ya Roh Kudus, supaya pikiran kami semua kudus;
Bertindaklah di dalam diri kami Ya Roh Kudus, supaya pekerjaan kami juga kudus;
Tariklah hati kami Ya Roh Kudus, 
supaya kami mencintai hanya yang kudus;
Kuatkanlah kami Ya Roh Kudus 
untuk membela apa yang kudus; 
Maka jagalah kami Ya Roh Kudus, 
supaya kami tetap kudus.
Amin.



PEMBACAN ALKITAB :
Anak :

🗣 Marilah mendengar Alkitab dibacakan dari : Lukas 9: 28 - 26 yang menyatakan begini : .............

Demikianlah pembacaan Alkitab, terpujilah Yesus Kristus, Haleluya. 

Semua :   🎶 Haleluyah, haleluyah, haleluyah...

(Duduk)

RENUNGAN HARI MINGGU :
Pemuliaan Yesus 

Papa : 

☦️  Suatu hari Tuhan Yesus naik ke atas gunung untuk berdoa, Dia membawa serta Petrus, Yohanes dan Yakobus. Di atas gunung, Yesus berdoa dalam kedekatan yang intim dengan Allah. "Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.  Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.  Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem."   

Pada saat peristiwa itu, Petrus, Yakobus dan Yohanes justru tertidur. Ketika terbangun mereka keheranan dengan apa yang mereka lihat, dalam ayat 33b “Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu”. Petrus berbicara tanpa pemahaman, ia juga tidak paham tentang tujuan Yesus, jadi saat itu Petrus seolah-olah hanya asal bicara saja, sehingga meminta, agar kemuliaan itu tetap tinggal dengan didirikannya kemah bagi Yesus, Musa maupun Elia. Ini menunjukan, bahwa Petrus belum sungguh-sungguh mengenal Yesus. 


Transfigurasi Yesus ini menunjukkan identitas Yesus sebagai Anak Allah dalam kemuliaan Sorgawi, sekaligus juga la adalah Anak Manusia yang akan menempuh jalan sengsara. Transfigurasi ini memaklumkan, bahwa Yesus adalah yang dipilih Allah untuk menyelamatkan dunia. 

Dengarkanlah Dia! 
Seruan untuk mendengarkan Yesus mau menegaskan, bahwa Dia adalah Mesias juga nabi besar seperti yang telah disinggung oleh Musa (Ulangan 18: 15). Kenalkah kita akan Dia? la datang dalam kemuliaan, tetapi juga menempuh jalan sengsara untuk keselamatan kita. 

Orang yang mengenal Yesus dengan benar akan mewujudkan pancaran kemuliaan kasih melalui kesabaran diri menanggung sengsara memikul salib dan mengikuti Dia (Lukas 9: 23). Teruslah dengarkan Dia, Yesus Kristus yang dipilih dan dimuliakan Allah.

Amin. 

MENYANYI :  KJ 281. 
SEGALA BENUA DAN LANGIT PENUH

(sambil memberi Persembahan) 

🎶
Segala benua dan langit penuh
dengan bunyi nama yang sangat merdu,
penghiburan orang berhati penat,
pengharapan orang yang sudah sesat.
Nama itu suci kudus.
Siapa belum mengenal Penebus?

🎶
Sesungguhnya Yesus yang layak benar
dib'ri Nama itu, kudus dan besar,
yang oleh sengsara kematianNya
memb'ri keampunan dan damai baka.
Nama itu suci kudus.
Siapa belum mengenal Penebus?

🎶
Sekalian bangsa sekali hendak
berlutut di hadapan Yesus kelak,
dan kita kiranya menyanyi serta
malaikat di sorga pujian sembah:
"Yesus, Yesus, Tuhan Kudus,
dipuji kekal namaMu, Penebus!"



(Berdiri) 

PENGAKUAN IMAN RASULI :
Papa :

(Duduk)

DOA SYAFAAT 
Mama :
🤲
Setelah TUHAN menyapa kita dengan Sabda-Nya, marilah kita berdoa kepada-Nya :
... (bersyukur untuk Firman Tuhan hari ini) .... 
Ya Tuhan kami mohon,

U  :  Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Papa :
🤲
... (gereja dan pelayanan, Jemaat Maranatha, peranan keluarga)
YaTuhan kami mohon,

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Anak :
🤲
Ya TUHAN , terimalah juga syukur hati kami, sebab Engkau setia memelihara hidup kami. Dalam pengasihan-Mu kami mohon.... 

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Papa :
🤲
Peliharalah kami dalam kasih Kristus YESUS, yang mengajarkan kami berdoa bersama,  

U  :  Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.


(Berdiri) 

PENGUTUSAN & BERKAT :
Papa :

Marilah kita meneruskan ibadah ritual ini menjadi ibadah aktual (ibadah karya) dalam kehidupan kita di rumah, di tempat bekerja,  di sekolah, dan di tengah masyarakat, supaya nama Tuhan dimuliakan dalam hidup kita setiap hari. 


MENYANYI :  GB 215. 
KU INGIN SELALU DEKAT PADAMU
(Take Hold of My Hand)

🎶
Kuingin selalu dekat pada-Mu,
ikut ‘Kau, Tuhan, tiada jemu;
Bila Kau pimpin kehidupanku,
tak ‘kan ‘ku ragu, tetap langkahku.

Ref.
Oh Jurus’lamat, pegang tanganku,
bimbingan-Mu yang aku perlu.
B’ri pertolongan dan kuasa-Mu;
oh Tuhan Yesus, pegang tanganku.

🎶
Gelap perjalanan yang aku tempuh,
namun cerah berseri jiwaku.
Susah, kecewa di dunia fana,
damai menanti di sorga baka.

Ref.
Oh Jurus’lamat, pegang tanganku,
bimbingan-Mu yang aku perlu.
B’ri pertolongan dan kuasa-Mu;
oh Tuhan Yesus, pegang tanganku

Papa
🤲
Arahkanlah hati dan pikiran kita kepada TUHAN dan terima berkat-Nya : 

TUHAN melindungi dan membimbing kita sekalian, 
Allah Yang Maha Kuasa, yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus memberkati segala perjuangan kita sepanjang minggu kehidupan yang baru ini, mulai sekarang ini dan sampai selama-lama-nya 

Semua  : 🎶 Amin, amin, amin.... 

Jumat, 05 Februari 2021

Mezbah Keluarga : MULUT YANG MEMULIAKAN ALLAH


MEZBAH KELUARGA 
Sabtu 6 Februari 2021


Menyanyi :   KJ 10. (1, 2 )
PUJILAH TUHAN, SANG RAJA

🎶
Pujilah Tuhan, 
Sang Raja yang Mahamulia!
Segenap hati dan jiwaku, 
pujilah Dia!
Datang berkaum, 
brilah musikmu bergaung,
Angkatlah puji - pujian !

🎶
Pujilah Tuhan; 
segala kuasa padaNya!
Sayap kasihNya 
yang aman mendukung AnakNya!
Tiada ter'pri 
yang kepadamu dib'ri;
Tidakkah itu kaurasa?

Berdoa :

🤲
YA ALLAH YANG KUDUS
Kekuatan kami dan Penebus kami
dengan Roh-Mu kuasai kami selamanya
sehingga melalui rahmat-Mu
kami boleh menyembah Engkau
dan dengan setia melayani Engkau,
mengikuti dan gembira mencari Engkau,
melalui Yesus Kristus,
Juruselamat dan Tuhan kami.
Amin.


Baca Alkitab : 

📖  Amsal 20:19-24 (AYT) 

19 Dia yang berjalan-jalan menyebarkan fitnah membuka rahasia; karena itu, jangan bergaul dengan orang yang bibirnya bocor. 
20 Jika seseorang mengutuk ayahnya atau ibunya, pelitanya akan padam saat gelap gulita. 
21 Warisan yang diperoleh dengan cepat pada mulanya tidak akan diberkati pada akhirnya. 
22 Jangan berkata, “Aku akan membalas kejahatan;” nantikanlah TUHAN, dan Dia akan menyelamatkanmu. 
23 Dua macam batu timbangan adalah kekejian bagi TUHAN, dan neraca yang menipu tidaklah baik. 
24 Langkah-langkah orang ditentukan oleh TUHAN; jadi, bagaimana manusia dapat mengerti jalan hidupnya? 


Ayat Pilihan  :
📌
"Siapa yang mengumpat, membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut" (ay.19 TB)

"Orang yang pergi ke sana kemari sebagai pemfitnah membuka rahasia, sebab itu jangan bergaul dengan orang yang bocor mulut" (ay.19 Shelaber)

"Dia yang berjalan-jalan menyebarkan fitnah membuka rahasia; karena itu, jangan bergaul dengan orang yang bibirnya bocor" (ay. 19 AYT).




Renungan : 
☦️   MULUT YANG MEMULIAKAN ALLAH

Ada ungkapan yang mengatakan "mulutmu, harimaumu", artinya setiap kata punya kekuatan yang sangat besar efeknya bagi diri sendiri maupun orang lain. Efeknya bisa jadi buruk atau baik atau dengan mulut kita dapat memperoleh kebaikan, tetapi dengan mulut kita juga bisa mendapatkan kehancuran.


Orang yang bocor mulut adalah mereka yang suka bergosip. Bergosip adalah salah satu kebiasaan buruk yang disukai hampir setiap orang, terutama bagi wanita atau ibu rumah tangga. Gosip adalah kependekan dari kata  "makin digosok makin sip".  Penggosip adalah orang yang mempunyai kebiasaan menceritakan sensasi atau membicarakan orang lain disertai dengan bumbu-bumbu supaya kian sedap didengar, entah itu beritanya benar atau tidak.  Gosip bersumber dan menyebar ke mana-mana dan dapat menimpa siapa saja, bisa saja di tempat kerja, di sekolah, di lingkungan sekitar rumah, gereja atau pelayanan.  Yang pasti gosip adalah masalah yang serius di hadapan Tuhan, merupakan salah satu jenis perkataan sia-sia yang paling berbahaya karena berdampak buruk dan bisa menghancurkan.  


Tidak hanya menghancurkan hidup dan nama baik orang yang diperbincangkan, tetapi juga menghancurkan hidup orang yang bergosip itu sendiri.  Gosip dapat menimbulkan pertengkaran sehingga persaudaraan atau pertemanan menjadi hancur seperti tertulis:  "Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib."  (Amsal 17:9).  Orang yang menggosip ibarat orang yang sedang menyiramkan bensin pada api yang sudah menyala.


Hari ini firman Tuhan dengan keras
memperingatkan kita  supaya kita menghentikan kebiasaan buruk ini.  Penulis Amsal hendak mengungkapkan kepada kita tentang bahaya dari menggunakan mulut dengan keliru atau semaunya. Allah menganuerahkan kita mulut selain untuk makan, juga untuk berkomunikasi dan memuji Allah, bukan untuk menghasut, mencemooh, memfitnah, menipu dan memperoleh keuntungan dengan cepat dan lain sebagainya dengan cara-cara yang keliru dan salah.


Ingat, setiap perkataan kita pada saatnya harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan,  "Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum."  (Matius 12:37).  Oleh karenanya, siapa pun kita yang suka bergosip, harus segera bertobat jika kita tidak ingin menuai hal yang buruk di kemudian hari. Biarlah yang keluar dari mulut kita hanyalah perkataan-perkataan yang baik, bermanfaat, membangun, menghibur dan menguatkan, supaya orang lain yang mendengarnya beroleh kasih karunia, sehingga nama Tuhan pun dimuliakan melalui kita.
Amin. 


Menyanyi :   KJ 10. (3, 4, 5 )
PUJILAH TUHAN, SANG RAJA

🎶
Pujilah Tuhan 
yang bijak menggubah tubuhmu;
dalam kasihNya 
seluruh hidupmu tertuntun;
hatimu tahu: 
berulang kali engkau
oleh sayapNya terlindung.


🎶
Pujilah Tuhan 
yang dapat dan mau melakukan
jauh melebihi doamu 
dan yang kau rindukan.
Ingat teguh: 
Ia berkuasa penuh!
KasihNya t'rus kautemukan.


🎶
Pujilah Tuhan! 
Hai jiwaku, mari bernyanyi!
Semua mahluk bernafas, 
iringilah kami!
Puji terus 
Nama Yang Maha Kudus!
Padukan suaramu: Amin.




Berdoa :

🤲
Ya Allah, jadikanlah bibir mulut kami sebagai sumber berkat bagi kami dan orang-orang disekeliling kami. 


----- saat teduh -----


Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.

Kamis, 04 Februari 2021

Mezbah Keluarga : MELIHAT DAN MENDENGARKAN TUHAN




MEZBAH KELUARGA 
Jum'at  5 Februari 2021



Menyanyi : GB 277. (1)
FIRMAN ALLAH SUDAH KAUDENGAR

🎶
Firman Allah sudah 'kau dengar.
Laksanakan dalam hidupmu.
Firman Allah hendaklah kau sebar
pada orang di sekelilingmu.

Ref.
Hai pergi segera, Tuhan utus dirimu;
wartakan karya kasih-Nya.
Roh kudus menolongmu 
dan memimpin langkahmu;
majulah tetap teguh.



Berdoa :
🤲
Ya Allah Yang Kudus,
Kekuatan kami dan Penebus kami
dengan Roh-Mu kuasai kami selamanya
sehingga melalui rahmat-Mu
kami boleh menyembah Engkau
dan dengan setia melayani Engkau,
mengikuti dan gembira mencari Engkau,
melalui Yesus Kristus,
Juruselamat dan Tuhan kami.
Amin.



Baca Alkitab : 
📖    Amsal 20:11-13 (AYT)  
11 Anak-anak pun dikenal melalui perbuatannya, apakah dia murni, dan apakah dia jujur. 
12 Telinga yang mendengar dan mata yang melihat, TUHAN pula yang telah menjadikan keduanya. 
13 Jangan menyukai tidur supaya kamu tidak menjadi miskin; bukalah matamu, maka kamu akan kenyang dengan makanan. 




Renungan : 
☦️    MELIHAT DAN MENDENGARKAN TUHAN 


Saudara yang terkasih, 
Penulis Amsal mengingatkan bahwa karakter seseorang dapat terlihat sejak dari masa kanak-kanak, karena mereka menyaksikan dan mendengar dari dunia di sekeliling mereka. Sebagai orang tua kita harus menyadari bahwa Allah menganugerahkan kepada kita dan anak-anak kita telinga dan mata. Mata untuk melihat dan telinga untuk mendengar. Namun kadang kita tidak menggunakan sebagaimana mestinya.
 

Tentang hal melihat dan mendengar, melalui nabi  Yeremia,  TUHAN pernah menegur umat-Nya, "Dengarkanlah ini, hai bangsa yang tolol dan yang tidak mempunyai pikiran, yang mempunyai mata, tetapi tidak melihat, yang mempunyai telinga, tetapi tidak mendengar! (Yeremia 5:21).  Begitu juga hal yang sama ini dikatakan oleh Yesus ketika Ia menegur murid -murid-Nya, "Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi, (Markus 8:18). Teguran yang disampaikan nabi Yeremia dan juga Yesus ini, sesungguhnya mengkritik sikap kita sebagai orang percaya yang tidak menggunakan kemampuan melihat dan mendengar itu dengan baik, sehingga tidak bisa menangkap dengan jelas dan tepat apa kehedak TUHAN. 



 
Dalam kehidupan kita, seringkali Allah memberi kesempatan kepada kita untuk “melihat secara rohani atau melihat dengan hati” maksud dan kehendak-Nya. Tetapi seringkali kita tidak menggunakan kesempatan itu, hingga kesempatan itu berlalu begitu saja. Mengapa? Karena kita salah melihat. Perhatian dan pandangan kita lebih banyak tertuju kepada hal-hal duniawi, jasmani saja. Akibatnya kita tidak dapat memahami apa maksud dan kehendak Tuhan bagi kita. Dan yang berikutnya,  jika kita telah “melihat secara rohani” apa yang menjadi kehendak Allah dalam hidup kita, maka langkah selanjutnya adalah senantiasa mendengarkan apa yang difirmankan-Nya. Tentu saja ketika kita diminta untuk mendengarkan Kristus berarti juga kita diharapkan supaya sungguh-sungguh percaya dan mentaati firman-Nya. Seringkali kita hanya “dengar” dan bukan “mendengarkan”. “Dengar” bisa berarti sambil lalu saja, masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Sedangkan “mendengarkan” berarti menyimak dan memahami dengan benar. 


Jadi, sebab utamanya kita tidak melihat dan mendengar dengan hati atau secara rohani. Kita hanya sekedar melihat dan mendengar saja. Kendati kita tahu tapi kita tidak melakukan sebuah tindakan yang nyata atas apa yang kita lihat dan dengar. Kita melihat ada orang sakit, kelaparan, tapi kita tidak melakukan tindakan apapun. Kita mendengar banyak keluhan dari orang sekitar karena tingkah laku atau perkataan kita, karyawan, keluarga atau umat namun kita hanya diam saja.


Firman Tuhan hari ini bertujuan mendorong kita sebagai umat-Nya, sebagai anak-anak Allah untuk setia dan tekun mendengar kata-kata Allah atau firman-Nya dan bersyukur melihat banyak keajaiban yang Allah hadirkan dalam hidup, sehingga kita di mampukan untuk berprilaku seturut dengan kehendak Allah. Anehnya banyak manusia yang mengaku anak-anak Allah tetapi prilakunya seperti orang yang tidak mengenal dan percaya kepada Allah? (Benar, tidak???) Semua itu terjadi karena manusia menutup telinga dan matanya dari Allah. 


Saudaraku yang terkasih, 
Ketika kita mau memulai kegiatan hari ini, ingatlah bahwa kita adalah anak-anak Allah yang telah di anugerahkan telinga dan mata untuk mendengar dan melihat. Karena itu arahkanlah penglihatan dan pendengaran kita kepada Allah agar hari ini dapat kita lalui dalam ungkapan syukur dan sukacita.

 Amin. 





Menyanyi :  GB 277. (2, 3) 
FIRMAN ALLAH SUDAH KAUDENGAR

🎶
Firman Tuhan jadi pandumu,
janganlah andalkan egomu.
sangkal diri sebagai hamba-Nya;
jadi saksi setia dan tekun.

Ref.
Hai pergi segera, Tuhan utus dirimu;
wartakan karya kasih-Nya.
Roh kudus menolongmu 
dan memimpin langkahmu;
majulah tetap teguh.

🎶
Dalam suka dan sengsaramu,
ingat s'lalu pada Tuhanmu.
Jangan bimbang dan janganlah gentar
berpegang hanya pada firman-Nya.

Ref.
Hai pergi segera, Tuhan utus dirimu;
wartakan karya kasih-Nya.
Roh kudus menolongmu 
dan memimpin langkahmu;
majulah tetap teguh.


Berdoa :
🤲
Hari  ini ketika kami mau beraktivitas, bimbinglah kami untuk mengarahkan mata dan telinga kami kepada-Mu ya Allah agar kami dapat mensyukuri segala hal yang Kau ijinkan hadir bagi kami di hari ini.


----- saat teduh -----


Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.

Mezbah Keluarga : MEMBERIKAN KEBAIKAN DENGAN KESETIAAN






MEZBAH KELUARGA 
Kamis, 4 Februari 2021


Menyanyi : GB 278. (1, 2 )
HAI, UMAT TUHAN CELIKKANLAH

🎶
Hai, umat Tuhan celikkanlah matamu;
dengarlah tangis dan ratap yang tertindas.
Mari berjuang entaskan kemiskinan,
jangan biarkan sesamamu terlantar.

Ref.
Bergandeng tanganlah, satukan hatimu,
nyatakanlah Kristus dalam karya hidupmu.
Tolonglah yang lemah, 
hiburkan yang sedih,
tanda syukur dalam Kristus, Tuhanmu.

🎶
Hai umat Tuhan satukanlah ikatan;
murnikan kasih, rendahkanlah hatimu
Setiap orang dib'rikan-Nya talenta
untuk berkarya, bersaksi bagi Tuhan.
Ref.
Bergandeng tanganlah, satukan hatimu,
nyatakanlah Kristus dalam karya hidupmu.
Tolonglah yang lemah, hiburkan yang sedih,
tanda syukur dalam Kristus, Tuhanmu.




Berdoa :
🤲
YA ALLAH YANG KUDUS
Kekuatan kami dan Penebus kami
dengan Roh-Mu kuasai kami selamanya
sehingga melalui rahmat-Mu
kami boleh menyembah Engkau
dan dengan setia melayani Engkau,
mengikuti dan gembira mencari Engkau,
melalui Yesus Kristus,
Juruselamat dan Tuhan kami.
Amin.



Baca Alkitab : 
📖  Amsal 20 : 6-7



Renungan : 
☦️  MEMBERIKAN KEBAIKAN DENGAN KESETIAAN 




           "Kebaikan" dan "Kesetiaan" merupakan dua kata  sifat yang mau kita renungkan pagi hari ini dengan mengacu pada Ayat Pilihan, yaitu Amsal 20:6 AYT  yang menyatakan, "Banyak orang menyebut dirinya baik, tetapi orang yang setia, siapa dapat menemukan?" 

 
         Pada kenyataannya mencari orang baik atau yang melakukan kebaikan itu mudah, tetapi mencari orang yang setia itu sangat sulit, hal ini mungkin sama sulitnya dengan mencari jarum ditumpukan jerami. Itu persis seperti apa yang dikatakan Salomo dalam salah satu Amsalnya tadi, "Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?" (Amsal 20:6). 

        Mengaku menjadi teman itu mudah, namun menjadi sahabat yang setia baik di dalam suka maupun duka, susahnya minta ampun. Mencari orang yang baik itu jauh lebih mudah ketimbang menemukan orang yang setia, yang bisa dipercaya. Dari masa ke masa kita akan terus berhadapan dengan masalah ini, bahkan diantara kita sendiri pun mungkin sulit untuk setia. Padahal seharusnya tidak demikian, karena kesetiaan merupakan salah satu kualitas utama yang diharapkan ada dalam diri orang percaya. Paulus kepada Timotius, berpesan, "...kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan." (1 Timotius 6:11).  Dalam Amsal-nya yang lain, Salomo mengingatkan : "Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya; lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong." (Amsal 19:22).

        Nah, tentang kesetiaan dan kebaikan, dalam Kolose 3:22-23 Rasul Paulus mengajarkan, jika kita ingin menjadi orang baik, orang yang melakukan kebaikan, maka kita tidak boleh melakukan segala sesuatu hanya untuk menyenangkan orang saja, tetapi kita harus taat dalam segala hal dengan hati yang tulus, dan ketulusan hati kita itu harus didasarkan karena kita takut akan Tuhan. Apapun yang kita lakukan, kita melakukannya  dengan segenap hati (=dengan sebaik-baiknya) seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

         Berikut ini adalah kisah nyata hidupnya seorang yang baik dan juga seorang yang setia, Dia adalah pencipta lagu rohani : "It is well with my soul". Dia adalah Horatio Spafford. Horatio adalah seorang percaya yang baik dan setia. Ia bekerja sebagai seorang pengacara sekaligus pengusaha real estate di Chicago pada tahun 1840. Ia mempunyai 1 istri dan 5 anak (1 laki-laki dan 4 perempuan). Walaupun ia hidup sangat kaya dan berkelimpahan, Horatio dan seluruh keluarganya aktif dalam kegiatan gereja dan menjadi  jemaat yang setia. 

       Dalam kehidupannya, Horatio Spafford mengalami banyak tragedi. Putranya satu-satunya yang berusia 4 tahun, 
meninggal dunia akibat demam berdarah, pada 1870. Kemudian pada Hari Minggu, 8 Oktober 1871, terjadi kebakaran besar yang melanda kota Chicago, yang dikenal dengan The Great Chicago Fire). Kebakaran itu berlangsung selama tiga hari, dan selesai pada hari Selasa, 10 Oktober 1871. Kebakaran dasyat itu telah menewaskan 300 orang dan menghancurkan 9 km persegi kota Chicago. Lebih dari 100 ribu penduduk kehilangan tempat tinggal. Kebakaran itu juga membakar habis seluruh aset milik Horatio Spafford, sehingga perusahaannya bangkrut. Walaupun demikian, ia tetap tenang namun ia dengan semangat membangun kembali usahanya sambil dia juga membantu orang-orang yang telah kehilangan rumahnya. Tahun 1873, Horatio Spafford dan seluruh keluarga berlibur ke Eropa sekaligus untuk menghadiri pertemuan penginjil di Inggris yang dilakukan oleh sahabatnya DL. Mody. Sesaat sebelum meninggalkan pelabuhan, Horatio  terpaksa menunda keberangkatannya karena urusan bisnis. Istri dan keempat anaknya meneruskan perjalanan ke Eropa. Tanggal 22 Nopember 1873 malam, kapal yang ditumpangi bertabrakan dengan kapal besi Inggris, sehingga menewaskan keempat anaknya. Istri Horatio selamat, dan dalam kesaksiannya, ia berkata “Tuhan memberi aku 4 anak perempuan. Sekarang mereka diambil dariku… Suatu hari nanti aku akan mengerti mengapa…?”   Setelah berkata seperti itu, istrinya mendengar suara “Engkau diselamatkan untuk suatu tujuan”.  Kemudian istrinya mengirim telegram kepada Horatio : “aku sendiri yang selamat, apa yang harus aku lakukan”.  Lalu Horatio  menuju Inggris untuk berjumpa istrinya dengan naik kapal. Dalam perjalanan, kapten kapal menunjukkan lokasi kecelakaan yang telah menewaskan 4 anaknya.  Sepanjang malam Horatio tidak dapat tidur. Ia merenungkan semua yang terjadi dalam hidupnya. Dalam keadaan yang hancur, Horatio menulis pada secarik kertas : “It is well, the will of God be done” (semuanya baik, kehendak Tuhan sudah terjadi). 



Di atas kapal itulah Horatio menulis lirik lagu “It is well with my soul” 


When peace, like a river, attendeth my way,
When sorrows like sea billows roll;
Whatever my lot, Thou has taught me to say,
It is well, it is well, with my soul.

Ref.
It is well, with my soul,
It is well, it is well, with my soul.


Though Satan should buffet, though trials should come,
Let this blest assurance control,
That Christ hath regarded my helpless estate,
And hath shed His own blood for my soul.

Ref.
It is well, with my soul,
It is well, it is well, with my soul.


My sin, O, the bliss of this glorious thought!
My sin, not in part but the whole,
Is nailed to the cross, and I bear it no more,
Praise the Lord, praise the Lord, O my soul!

Ref.
It is well, with my soul,
It is well, it is well, with my soul.


Lagu ini dalam Buku Gita Bakti nomor 236 kita kenal dengan  judul KETIKA HIDUPKU SENTOSA (It Is Well with My Soul)


GB 263. (1, 2, 3 )
KETIKA HIDUPKU SENTOSA 
(It Is Well with My Soul)

Ketika hidupku sentosa, teduh,
ataupun sengsara penuh,
di dalam kasih-Mu kutinggal teguh,
nyamanlah, nyamanlah jiwaku.
Ref.
Nyamanlah jiwaku,
nyamanlah, nyamanlah jiwaku.

Meski oleh iblis aku diserang,
hatiku tenang dan teguh,
sebab Kristus t'lah menyelamatkanku;
darah-Nya menebus jiwaku.
Ref.
Nyamanlah jiwaku,
nyamanlah, nyamanlah jiwaku.


Marilah, ya Tuhan, datanglah seg'ra
dengan sepenuh kuasa-Mu.
Nafiri berbunyi dan langit lenyap;
ya, tetap nyamanlah jiwaku!
Ref.
Nyamanlah jiwaku,
nyamanlah, nyamanlah jiwaku.


           Penulis Amsal sudah mengungkapkan realita yang sering terjadi dalam kehidupan kita,  banyak orang kelihatannya baik hati,  mereka suka melakukan kebaikan, mereka banyak memberi bantuan, sikapnya sangat dermawan dan murah hati tetapi sesunguhnya mereka hanya berpura-pura atau ingin meninggikan dirinya dengan kebaikan yang mereka lakukan. Kebajikan itu akan mennjadi sesuatu yang tidak bernilai dimata Allah jika dilakukan tanpa ketulusan dan sikap hati yang setia dan taat pada Allah. Suatu kebajikan itu harus berasal dari hati yang tulus dan dilakukan dengan penuh syukur tanpa kepura-puraan atau motivasi yang lainnya. Marilah kita memulai hari dengan menghayati kebaikan Allah dan memancarkannya bagi sesama kita lewat kata, karya dan tindakan yang nyata.


Menyanyi : GB 263. (1, 2)
KETIKA HIDUPKU SENTOSA 
(It Is Well with My Soul)

🎶
Ketika hidupku sentosa, teduh,
ataupun sengsara penuh,
di dalam kasih-Mu kutinggal teguh,
nyamanlah, nyamanlah jiwaku.
Ref.
Nyamanlah jiwaku,
nyamanlah, nyamanlah jiwaku.

🎶
Meski oleh iblis aku diserang,
hatiku tenang dan teguh,
sebab Kristus t'lah menyelamatkanku;
darah-Nya menebus jiwaku.
Ref. 
Nyamanlah jiwaku,
nyamanlah, nyamanlah jiwaku.


Berdoa :

🤲
Seperti Engkau berlaku setia kepada Bapa di Sorga, kami pun ingin belajar untuk berlaku setia, sebab itulah yang berkenan bagi-Mu. Mampukan kami, ya Tuhan, untuk melakukan kebaikan kepada sesama dalam ketulusan, seperti melakukannya untuk Tuhan. 


----- saat teduh -----


Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.

Rabu, 03 Februari 2021

Mezbah Keluarga : MENATA EMOSI, MENGENDALIKAN AMARAH.






MEZBAH KELUARGA 
Rabu, 3 Februari 2021 

Menyanyi : KJ 249. (1, 2)
SERIKAT PERSAUDARAAN

🎶
Serikat persaudaraan, 
berdirilah teguh!
Sempurnakan persatuan 
di dalam Tuhanmu.
Bersama-sama majulah, 
dikuatkan iman,
Berdamai, bersejahtera, 
dengan pengasihan.

🎶
Serikatmu tetap teguh 
di atas Alasan,
yaitu satu Tuhanmu, 
dan satulah iman,
dan satu juga baptisan 
dan Bapa satulah,
yang olehmu sekalian 
dipuji, disembah.

Berdoa :
🤲
Ya Tuhan, 
bukalah mulut kami, maka kami akan serukan pujian kepada-Mu.

Ya Tuhan, berilah kami bersukacita atas penyelamatan-Mu dan teguhkan kami dengan Roh-Mu Sang Pemberi-Hidup.

Kemuliaan bagi Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus: sebagaimana sejak permulaan, sekarang dan selama-lamanya. 

Amin


Membaca Alkitab : 
📖  Amsal 20:1-3

📌
"Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan."  Mazmur 37:8





Renungan : 
MENATA EMOSI, MENGENDALIKAN AMARAH.

☦️      Marah adalah suatu emosi yang secara fisik mengakibatkan antara lain peningkatan denyut jantung, tekanan darah, serta tingkat adrenalin dan noradrenalin. Dan dari berbagai penelitian menyatakan adanya hubungan antara perilaku temperamental seseorang dengan tingginya kasus penyakit jantung koroner, hipertensi, stroke dan sebagainya. Penelitian menunjukkan pula bahwa amarah memengaruhi proses penyembuhan suatu penyakit. Orang yang bermasalah dalam mengontrol emosi kemarahan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dari penyakit yang diderita. Psikologi modern beranggapan kemarahan dapat memobilisasi kemampuan psikologis untuk tindakan korektif, namun kemarahan yang tak terkendali  dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup pribadi dan sosial. Perngertian sederhananya, marah yang terukur dapat berakibat baik, tetapi marah yang tidak terkendali akan berakibat merusak. 

         Alkitab menuturkan, kemarahan itu hanya akan membawa kepada kejahatan. Dan Iblis  seringkali  menjadikan kemarahan sebagai celah untuk menabur benih kejahatan. Kemarahan cenderung membawa seseorang kepada tindakan yang tak terkendali yang bisa menyakiti dan melukai orang lain, yang berujung kepada pertengkaran, perkelahian, dan balas dendam yang merusak sebuah hubungan. Pada bagian yang lain, Alkitab menulis bahwa oleh karena kemarahan, maka manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah (Yakobus 1:20). 

        Amarah selalu berpotensi menjadi bencana bagi kita. Dalam kehidupan yang kita jalani ini akan selalu terbuka kemungkinan bagi kita untuk menjadi marah atau memunculkan kemarahan. Jangan menjadi puas karena marah. Kita tidak akan pernah dapat memuaskan emosi kita. Maka itu berhentilah marah dan kendalikan emosi kita dengan pikiran jernih, sebelum ia menjadi buas dan memangsa kita. 
           



          Marilah kita belajar menahan emosi, dan memohon hikmat dari Tuhan agar sepanjang aktivitas hari ini, kita terhindar dari jatuh ke dalam pencobaan. Janganlah sampai amarah kita menghanguskan kita dan orang lain, tetapi biarlah kita hidup saling mengasihi.



Menyanyi : KJ 249. (3)
SERIKAT PERSAUDARAAN

🎶
Dan masing-masing kamu pun 
dib'ri anugerah,
supaya kamu bertekun 
dan rajin bekerja.
Hendaklah hatimu rendah, 
tahu: Tuhan berpesan
Jemaat menurut firmanNya 
berkasih-kasihan.




Berdoa :
🤲
Ya Tuhan,  kami tidak mau menjadi orang bodoh yang cepat meledak amarahnya. Maka itu kami mohon, bimbinglah kami menjadi orang bijak yang terhormat karena mampu mengendalikan emosi dengan pikiran jernih. Kiranya sepanjang aktivitas hari ini kami mampu mengasihi sesama dengan perkataan yang kami ucapkan senantiasa memuliakan-Mu.

----- saat teduh -----


Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.




Senin, 01 Februari 2021

Mezbah Keluarga : ORANG MUNAFIK, TUHAN TIDAK SUKA !



MEZBAH KELUARGA
Selasa 2 Februari 2021


Menyanyi :  GB 226. (1) 
HIDUP YANG JUJUR

🎶
Hidup yang jujur hendak ku serah
pada Yesusku yang aku sembah.
Persekutuan, mesra dan kudus,
ingin kuikat dengan Penebus.
Ref.
Ya Yesus, Kaukorbankan darah-Mu bagiku;
kub'ri masa depanku dan hidup bagi-Mu.
Hatiku kuserahkan menjadi takhta-Mu.
Kuminta, kuasailah seluruh hidupku.


Berdoa :
🤲


Membaca Alkitab :
📖  Markus 12:38-40 (AYT)  
38 Dalam pengajaran-Nya, Yesus berkata, “Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat, yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima salam penghormatan di tempat-tempat umum, 
39 dan mendapat tempat duduk paling terhormat di sinagoge-sinagoge dan tempat-tempat perjamuan. 
40 Mereka merampas rumah-rumah para janda dan demi penampilan mengucapkan doa yang panjang-panjang. Mereka akan menerima hukuman yang lebih berat.” 




Renungan : 
ORANG MUNAFIK, TUHAN TIDAK SUKA !

☦️
Markus 12:38 (AYT)  ..., Yesus berkata, "Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat, ..."

         Yesus memberi kecaman  keras kepada para ahli Taurat karena pada kenyataannya, para ahli Taurat itu sibuk mengajarkan Taurat, tetapi mereka sendiri tidak melakukannya. Mereka jago bicara, tetapi pembicaraan mereka kosong tanpa makna. Itu sebabnya Yesus berkata, "Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat, ..."

          Perhatikan kata "suka" yang dipakai Yesus, itu menyiratkan tentang perilaku hidup para ahli Taurat itu, perilaku dan sikap hidup orang munafik yaitu : Pertama, mereka melakukan kegiatan agama atau ibadah sebagai kegemaran rutin untuk  kesenangan diri sendiri. Ibadah yang sering mereka lakukan bukanlah untuk menyenangkan hati Allah, tetapi untuk menjadi hobi pemuas emosi, yang  penting hati mereka senang. Yang kedua, para ahli Taurat itu melakukan kejahatan dengan memanipulasi kesalehan untuk memperdaya rakyat jelata.  Salah satu kelompok yang terkena jerat mereka adalah para janda. Markus mencatat dalam ayat 40 : "Mereka menelan rumah janda-janda", ( lihat terjemahan versi AYT, "Mereka merampas rumah-rumah para janda."). Mereka sangat ahli dalam memanipulasi ucapan rohani untuk mendapatkan tumpangan dan kebutuhan sehari-hari. Dan yang ketiga, bahwa perilaku para ahli Taurat penuh dengan tipu muslihat dan kemunafikan dengan menjadikan ibadah sebagai topeng untuk menutupi kejahatan mereka (lihat terjemahan Markus 12:40 versi SB2010, "berpura-pura suci dengan memanjang-manjangkan doa mereka." Dengan doa-doa yang panjang mereka mampu mengecoh masyarakat kelas bawah bahwa doanya paling berkenan kepada Allah.

       Melihat akan perilaku yang menjijikkan dari para ahli Taurat itu, Yesus mengecam bahwa apa yang mereka tabur akan dituai. Bukan perkenanan Allah yang didapat, melainkan murka Allah. Ahli-ahli Taurat itu telah memakai nama Allah dengan sia-sia dan demi keuntungan pribadi, maka kata Yesus, "Mereka akan menerima hukuman yang lebih berat.”  Yesus tidak ingin para murid-Nya mengikuti jejak kemunafikan para ahli Taurat. Yesus menekankan pentingnya keselarasan kata antara dan karya. Ia mewajibkan para murid-Nya mewujudkan ucapan mereka dalam tindakan, yaitu satunya kata dengan perbuatan.

       Yesus sangat membenci kemunafikan. Karena itu janganlah kita berperilaku seperti orang munafik, perkataannya bagus, sopan sikapnya, sangat rohani, tetapi kelakuannya seperti orang yang tidak mengenal Tuhan. Sebagai pengikut Kristus, maka kita dipanggil untuk membicarakan apa yang kita lakukan dan melakukan apa yang kita bicarakan sebagaimana Kristus sudah meneladankannya. Kita dipanggil menjadi surat Kristus yang terbuka agar nama Allah dipermuliakan. 

Menyanyi :  NKB 204. (1, 2, 4)  
DI DUNIA YANG PENUH CEMAR

🎶
Di dunia yang penuh cemar;
antara sesamamu
hiduplah saleh dan benar. 
Nyatakan Yesus dalammu.
Ref.
Nyatakan Yesus dalammu, 
nyatakan Yesus dalammu;
sampaikan Firman 
dengan hati teguh, 
nyatakan Yesus dalammu.

🎶
Hidupmu kitab terbuka 
dibaca sesamamu;
apakah tiap pembacanya 
melihat Yesus dalammu?
Ref.
Nyatakan Yesus dalammu, 
nyatakan Yesus dalammu;
sampaikan Firman 
dengan hati teguh, 
nyatakan Yesus dalammu.
 
🎶
Hiduplah kini bagiNya, 
berjiwa tetap teguh;
bimbinglah orang tercela 
melihat Yesus dalammu.
Ref.
Nyatakan Yesus dalammu, 
nyatakan Yesus dalammu;
sampaikan Firman 
dengan hati teguh, 
nyatakan Yesus dalammu.

Berdoa :
🤲
Ya Tuhan, Engkau sangat tidak suka dengan kemunafikan. Ajarilah kami untuk mampu mewujudkan perkataan dalam tindakan. Mampukan kami untuk meneladani sikap hidup Kristus, dengan membicarakan apa yang  kami lakukan dan melakukan apa yang kami bicarakan, sehingga hidup kami menjadi kitab yang terbuka agar nama-Mu dipermuliakan. 


----- saat teduh -----


Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.