Minggu, 06 Juni 2021

SEMBILAN ALASAN ORANG KRISTEN TIDAK MENGINJILI | Artikel Misi | YLSA

SEMBILAN ALASAN ORANG KRISTEN TIDAK MENGINJILI


Saya telah menjadi seorang profesor penginjilan selama hampir dua puluh tahun. Selama tahun-tahun ini, saya terus-menerus memperhatikan dan bertanya mengapa sebagian besar orang percaya tidak pernah melakukan penginjilan.

Berikut adalah 9 alasan yang saya temukan, disebutkan tidak dalam urutan tertentu.

1. Banyak yang tidak tahu apa itu "penginjilan".

Ketika melakukan konsultasi gereja, saya meminta orang-orang percaya untuk memberi penilaian tentang penginjilan di gereja mereka. Saya biasa mendengar jawaban seperti, "Kami mengirim banyak orang untuk melakukan perjalanan misi " atau "Kami melayani tuna wisma di kota." Kedua pelayanan ini adalah signifikan (dan sepertinya berkontribusi untuk penginjilan), tetapi itu bukanlah penginjilan kecuali pesan Injil diberitakan.

2. Kita memiliki sedikit contoh orang yang menginjili.

Dua pria dalam hidup saya menjadi contoh penginjilan bagi saya. Dengan kedua orang itu, saya jarang bersama mereka tanpa mengabarkan Injil kepada seseorang. Ketika saya bertanya kepada mahasiswa-mahasiswa saya hari ini tentang orang-orang yang bisa dijadikan contoh, ternyata, banyak yang tidak memilikinya.

3. Beberapa anggota gereja tidak yakin tentang ketersesatan.

Saya mendorong Anda mempertimbangkan untuk melakukan survei teologis tanpa nama di gereja Anda. Saya tidak akan terkejut jika Anda mendapati jemaat yang percaya bahwa orang-orang yang baik mungkin pergi ke surga tanpa sebuah relasi dengan Kristus. Jemaat yang percaya hal seperti itu berpendapat bahwa penginjilan tidak diperlukan.

4. Beberapa gereja tidak memberikan pelatihan penginjilan.

Saya masih terkejut dengan jumlah gereja yang tidak memiliki rencana dan strategis khusus untuk menolong para pengikut Kristus melakukan penginjilan. Idealnya, tentu saja, orang-orang percaya secara alami akan berbicara tentang Yesus, tetapi bahkan orang-orang yang bersemangat pun terkadang membutuhkan arahan dan pembekalan.

5. Rasa takut pada sesuatu yang tidak diketahui menghentikan usaha kita.

Anda mungkin pernah mendengar rasa takut yang diungkapkan. "Dia mungkin tidak mendengarkan saya." "Bagaimana jika melakukan ini akan mengakhiri pertemanan saya?" "Dia mungkin akan mengajukan pertanyaan yang tidak bisa saya jawab..." "Mereka mungkin menolak apa yang saya katakan." Sebagian besar ketakutan-ketakutan ini, saya yakin, lebih banyak merupakan perasaan daripada kenyataan di dalam budaya Amerika Utara, tetapi persepsi itu penting.

6. Kita sudah "menganggap lalu" keselamatan kita.

Dalam beberapa hal, isu ini adalah fokus di buku saya yang berjudul Nobodies for Jesus. Ketika Yesus menjadi sesuatu yang rutin bagi kita -- saat itulah gairah kita untuk Dia telah menetap di dalam keadaan yang biasa saja -- kita tidak siap sedia memberitahu kepada orang lain tentang Dia.

Jika kita benar-benar percaya bahwa orang-orang membutuhkan relasi pribadi dengan Yesus, tetapi kita masih menyimpan pesan itu untuk diri kita sendiri, bagaimana kita dapat menyimpulkan yang sebaliknya?



7. Para pendeta berinisiatif dalam penginjilan.

Saya tidak bisa mengingat pernah melihat sebuah gereja yang kuat penginjilannya yang dipimpin oleh seorang pendeta yang tidak menginjili. Pendeta yang menginjili secara teratur akan lebih banyak berbicara tentang pengalamannya dalam menginjili, menantang gerejanya untuk lebih bersemangat dalam menginjili, dan pastilah gerejanya menyediakan pelatihan penginjilan.

8. Bagaimanapun, kita tidak benar-benar tahu banyak orang yang terhilang.

Banyak anggota gereja yang begitu menutup diri di dalam dunia gereja sehingga mereka tidak bisa menyebutkan nama-nama orang tidak percaya yang mereka kenal dengan baik. Jika seluruh dunia kita hanya dikelilingi oleh orang-orang Kristen, kita tidak akan melakukan penginjilan.

9. Kita tidak peduli dengan orang tidak percaya.

Saya kira kita tidak bisa menghindari kemungkinan ini. Jika kita benar-benar percaya bahwa orang-orang membutuhkan relasi pribadi dengan Yesus, tetapi kita masih menyimpan pesan itu untuk diri kita sendiri, bagaimana kita dapat menyimpulkan yang sebaliknya? 
(t/Jing-Jing)


===========

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Christian Post
URL : https://www.christianpost.com/news/pastors-evangelism-christians-church-christians-dont-evangelize-151236/
Judul asli artikel : 9 Reasons Christians Don't Evangelize
Penulis artikel : Chuck Lawless


Sumber : 
E-Misi ~ Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
 

HIDUP DI DALAM AL-MASIH | Renungan DUDUNG - The Rock | 6 Juni 2021



HIDUP DI DALAM AL-MASIH


Karena Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang"  - Lukas 19:10

BACAAN: Lukas 19:1-10

Uskup Yindi, seorang pendiri jemaah yang produktif dan berbakat di Tanzania, membawa saya mengunjungi jemaah Maasai yang baru dekat Kilimanjaro. Saat kami berkendara ke sana, kami menjumpai kecelakaan yang mengerikan. Di sebuah jembatan, dua mobil minibus bertabrakan.

Saat kami mendekat, saya melihat seorang yang meninggal di jembatan. Wajahnya menempel di trotoar.  Ada darah di kepalanya. Anggota tubuhnya berkerut. Dia sama sekali tidak bernyawa.

Kami menawarkan bantuan tetapi tidak ada yang bisa kami lakukan. Kami melaju ke jemaah Maasai, dari jalan beraspal menuju jalan tanah dan melalui sabana menuju bangunan kecil dengan dinding beton dan atap seng yang ditopang oleh beberapa cabang kayu tebal. Suara nyanyian dan kegembiraan yang luar biasa datang dari jemaah. Ada pria dan wanita Maasai dan anak-anak berdiri dan bernyanyi dan memuji Allah. Itu adalah surga di bumi di Afrika!

Sopir kami, seorang pemuda Muslim bernama Abdullah, berjalan melewati pintu bangunan tersebut dan mulai ikut serta dalam perayaan. Ketika tiba waktunya bagi saya untuk membagikan firman Allah, saya memberi tahu orang-orang yang berharga ini bahwa Allah mengasihi mereka dan bahwa saya mengasihi mereka.  Saya memberi tahu mereka tentang seorang yang meninggal di jembatan.  Saya berkata, "Jika dia seorang pengikut Isa, dia lulus ke surga hari ini. Jika dia bukan seorang pengikut Isa, maka dirinya terpisah dari Allah untuk selama-lamanya. Dia ada di neraka. Kesempatan yang ia miliki untuk membuat keputusan bagi Al-Masih sudah berakhir. Kita harus memenuhi Tanzania dan dunia dengan jemaah-jemaah untuk menjangkau orang-orang yang berharga bagi Al-Masih seperti pria di jembatan itu."

Perintisan jemaah adalah cara terbaik untuk menyelamatkan kebanyakan orang di seluruh dunia bagi Al-Masih.

Ya Allah Sang Bapa, bantu kami untuk membagikan kabar baik-Mu untuk menyelamatkan yang terhilang. Amin.

Paul Becker

KUDENGAR YESUS MEMANGGIL | Markus 1:16-20 | Mezbah Keluarga Hari Minggu | 6 Juni 2021 |





MEZBAH KELUARGA HARI MINGGU
6 Juni 2021
Markus 1:16-20
KUDENGAR YESUS MEMANGGIL



πŸ’  MENYANYI : PKJ 1 (1)
Abadi Tak Nampak

🎢
Abadi tak nampak, yang Mahaesa,
Yang tak terhampiri, terang takhtaNya,
Yang dalam PutraNya, telah dikenal,
BagiNyalah hormat dan kuasa kekal.

 


πŸ’  PEMBUKAAN :
Kita mulai Mezbah Keluarga ini dengan keyakinan bahwa pertolongan kepada kita adalah TUHAN yang telah menjadikan langit dan bumi, yang selalu menjaga kesetiaan-Nya terhadap kita sampai selama-lamanya dan yang tiada pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya. ~ Anugerah, Rahmat dan Damai Sejahtera dari Allah Bapa kita di dalam Anak-Nya, Tuhan Yesus Kristus dan oleh persekutuan bersama Roh Kudus, kiranya menyertai kita sekalian,  Amin.


πŸ’  MAZMUR PENGANTAR IBADAH
Kepada-Mu, ya TUHAN, kuangkat jiwaku; Allahku, kepada-Mu aku percaya; 
(Mazmur 25:1, 2)


πŸ’  MENYANYI :  PKJ 1 (3) 
Abadi Tak Nampak

🎢
Engkaulah yang hidup, kekal slamanya;
Segala yang hidup, Engkau Dasarnya.
Terbataslah hidup, bagaikan kembang;
Engkau surya hidup yang tak terbenam.

 


πŸ’  BERDOA :

Ya Bapa, Allah yang kekal,
Terima kasih untuk pagi hari ini, 
Kami bersyukur untuk istirahat malam sehingga kami dapat bangun dalam kondisi bugar dan segar untuk merayakan Hari Minggu, Hari Tuhan.


Ampunilah kami  ya TUHAN,
sebab kehidupan kami, sebagai pribadi, keluarga, dan jemaat-Mu belum menjadi saksi kemuliaan-Mu secara sempurna.


Oleh karena itu kami mohon 
terangilah hati pikiran kami dengan Roh Kudus agar Kebenaran-Mu membimbing kami melakukan Kehendak-Mu dalam hidup kami.


Oleh pengasihan Tuhan Yesus Kristus Juruselamat dunia, 
kami berdoa. 

Amin.


 

πŸ’  MEMBACA ALKITAB :
         πŸ“–   Markus 1:16-20 (TB)  

16 Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.

17 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

18 Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. 

19 Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.

20 Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.




πŸ’  RENUNGAN

πŸ– Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, ... lalu mengikuti Dia. (Markus 1:20)


KUDENGAR YESUS MEMANGGIL
 


Kehidupan kita mulai dari bangun tidur di pagi hari hingga kembali tidur di malam hari tidak terlepas dari kata memilih. Memilih bangun jam berapa, apa kegiatan setelah bangun dari tidur, lalu mempersiapkan diri mengenakan baju yang mana, pergi ke mana dan jam berapa tidur malamnya. Satu hal yang pasti: setiap pilihan semestinya diambil untuk mendukung setiap kegiatan yang akan kita lakukan. 

 

Tuhan Yesus juga melakukan pemilihan untuk meneruskan misi-Nya dalam dunia ini. Dia memilih beberapa orang untuk dijadikan murid-Nya yang akan mengikuti-Nya, mendengar pengajaran-Nya, dan akan menjadi saksi-Nya kelak. Yesus pastilah memilih yang terbaik, walau mungkin secara manusiawi kita berpikir "Apakah penjala ikan adalah orang yang layak dipilih Yesus untuk melakukan segala sesuatu dengan-Nya?" Tetapi, kita yakin bahwa Yesus tidak salah pilih.
 


Saat itu Yesus berada di daerah Danau Galilea, yang terletak di bagian Utara lembah Sungai Yordan. Danau Galilea dikenal juga dengan sebutan Danau Genesaret. Orang Roma menyebutnya Danau Tiberias. Penjala ikan adalah mata pencarian utama orang-orang di situ pada saat itu. Yesus melihat Simon dan Andreas dan berkata: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia." Mereka langsung meninggalkan jalanya dan mengikut Yesus. Demikian juga ketika melihat Yakobus dan Zebedeus sedang membereskan jala dalam perahu, Yesus memanggil mereka. Mereka pun bergegas meninggalkan ayahnya. Tampak nyata bahwa pemanggilan Yesus atas keempat orang ini langsung mendapat respons dan aksi patuh untuk meninggalkan jalanya dan mengikut Yesus.
 

Yesus dapat memilih, memanggil dan memakai siapa saja dengan latar belakang apa saja untuk menjadikan orang tersebut semakin baik dan seturut dengan kehendak-Nya. Dan siapa pun yang dipilih-Nya dan dipanggil-Nya pasti akan diperlengkapi-Nya untuk pekerjaan yang telah direncanakan-Nya.
 

Bagaimana dengan kita? 
Yesus telah memilih kita menjadi pengikut-Nya, Dia memanggil kita untuk mengikuti-Nya. Mari lakukan dengan sepenuh hati karena kudengar Yesus memanggil.

Amin.




πŸ’  MENYANYI :  GB 105. (1, 2)
KUDENGAR YESUS MEMANGGIL
(Where He Leads Me)

🎢
Kudengar Yesus memanggil,
kudengar Yesus memanggil,
kudengar Yesus memanggil
“Pikul salib, mari ikutlah.”

Ref. 
Aku mau mengikut Yesus,
aku mau mengikut Yesus,
aku mau mengikut Yesus,
ikut Yesus, ikut s’lamanya.

🎢
Melewati pencobaan,
melewati pencobaan,
melewati pencobaan,
dengan Yesus, Yesus, s’lamanya.

Ref. 
Aku mau mengikut Yesus,
aku mau mengikut Yesus,
aku mau mengikut Yesus,
ikut Yesus, ikut s’lamanya.






πŸ’  BERDOA

Tuhan, Engkau adalah pribadi yang mahamulia, Raja alam semesta yang penuh dengan kuasa. Namun Engkau rela merendahkan diri-Mu, datang ke dunia menjadi sama dengan manusia dan mengambil rupa seorang hamba. Engkau datang bukan untuk dilayani namun untuk melayani dengan sepenuh hati. Untuk itu Engkau rela menyerahkan nyawa-Mu bagi manusia yang berdosa dan tidak layak untuk dikasihi. 

Tuhan, ajarilah kami untuk menghargai kasih dan pengorbanan-Mu itu dengan melayani diri-Mu secara sepenuh hati. Karena sesungguhnya Engkau layak untuk menerima segala pujian dan hormat sampai selama-lamanya.

 

Kami berterima kasih untuk kasih setia-Mu yang telah kami alami di sepanjang satu minggu kehidupan kami. Tidak pernah Engkau meninggalkan ataupun membiarkan kami berjalan sendirian menghadapi masalah.

Engkau selalu menyertai kami dengan Roh-Mu dan menuntun hidup kami di dalam terang firman-Mu. Dengan demikian Engkau menjauhkan kami dari semua kesesatan, membawa kami untuk berjalan di dalam kehidupan yang penuh dengan makna serta menyenangkan hati-Mu. 

Ya Tuhan, kami berterima kasih untuk semua kebaikan dan pertolongan-Mu yang telah kami alami di dalam kehidupan ini. Ke dalam kuasa dan rahmat-Mu kami menyerahkan masa depan kami. Di dalam nama Yesus, Tuhan yang mulia dan setia, aku berdoa. 




*****


Bapa kami yang di sorga, 
Dikuduskanlah nama-Mu, 
Datanglah Kerajaan-Mu, 
Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.


Sabtu, 05 Juni 2021

BERKAH DARI PARA BAYI | Mazmur 127 | Renungan DUDUNG | 5 Juni 2021

Berkah dari Para Bayi

Berbahagialah orang yang memenuhi tabung panahnya dengan semua itu... - Mazmur 127:5a



BACAAN: Mazmur 127

Kami memiliki tiga cucu berusia antara dua dan empat tahun. Tidak ada yang lebih indah daripada melihat dunia yang segar melalui mata mereka - untuk melihat mereka mendapat pengalaman di mana seekor kumbang mungil yang menggelitik lengan mereka untuk pertama kalinya. Atau melihat mata mereka melebar seperti piring saat pertama kali melihat lautan. Atau mendengarkan mereka menyanyikan "Amazing Grace" untuk pertama kalinya. Kami menghargai kata-kata pertama atau langkah pertama mereka yang goyah.

Sebagai orang dewasa, sangat mudah untuk terjebak dalam perlombaan kehidupan dan hal-hal kecil yang tampaknya penting - sangat mendesak. Kita bisa terikat pada hal-hal yang paling esoteris*, seolah-olah meluruskan kesalahan pada rekening koran kita adalah yang terpenting dalam hidup.

Dan kemudian datanglah seorang balita yang meminta kita mengikat tali sepatunya atau membacakan buku untuknya. Tiba-tiba, prioritas kita kembali ke kebenaran yang sebenarnya dan kita menjadi berjiwa muda.

Hal yang sama terjadi pada orang percaya baru. Kita orang-orang tua bisa menjadi sangat pengap dan letih, berdebat tentang berapa banyak malaikat yang bisa menari di kepala peniti, atau berpikir bahwa mengikut Isa adalah terutama tentang berada di komite jemaah yang tepat.

Kemudian datanglah seorang percaya baru, dengan mata terbelalak pada jawaban doa pertamanya atau tercengang oleh kisah indah Isa atau penuh pertanyaan tentang bagaimana menceritakan tentang Isa kepada teman-teman yang belum menjadi pengikut Isa. Dengan tenggorokan tercekat, kita mengingat kegembiraan saat pertama kali melihat cahaya di senyuman Juruselamat kita.

Bergaul dengan orang percaya baru dan membantu mereka tumbuh membuat kita tetap terhubung dengan esensi iman kita. Dan semua baik-baik saja dengan dunia, karena bayi-bayi yang berantakan dan ingin tahu ini adalah masa depan.

Bapa, terima kasih atas berkah dari para bayi.  Semoga jemaah kami penuh dengan mereka. Amin.

Dionne Carpenter

=========
*Esoterik berasal dari kata Yunani kuno αΌΟƒΟ‰Ο„Ξ΅ΟΞΉΞΊΟŒΟ‚ (esōterikΓ³s) yang berarti suatu hal yang diajarkan atau dapat dimengerti oleh sekelompok orang tertentu dan khusus, dapat juga berarti suatu hal yang susah untuk dipahami.

Jumat, 04 Juni 2021

SUPAYA KAMU SALING MENGASIHI | Yohanes 15:9-12 | Mezbah Keluarga | 5 Juni 2021




MEZBAH KELUARGA 
5 Juni 2021
Yohanes 15:9-12
SUPAYA KAMU SALING MENGASIHI



MAZMUR PENGANTAR IBADAH
(Mazmur 90:14, dibaca bersama)

Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami. 

 

WAKTU TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).


MENYANYI :  PKJ 209. (1, 2)
       KASIH SETIA-MU

🎢
Kasih setiaMu sungguh lebih baik,
lebih berharga dari hidupku.
Maka bibirku megahkan Dikau;
kasih setiaMu sungguh lebih baik.

🎢
Seumur hidup kupuji Engkau;
kunaikkan doa dalam namaMu.
Kasih setiaMu lebih berharga
dan lebih baik dari hidupku.



BACAAN ALKITAB :
     πŸ“– Yohanes 15:9-12

9 "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. 

10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. 

11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.  

12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. 



RENUNGAN

SUPAYA KAMU SALING MENGASIHI


Mengasihi sesama manusia akan mendatangkan kebahagiaan di dalam diri orang yang mengamalkannya. Hal tersebut antara lain disimpulkan oleh penelitian yang dilakukan oleh Universitas Chicago. Di dalam penelitian tentang kesehatan dan kebahagiaan rumah tangga yang dilakukan pada tahun 2006 oleh perguruan tinggi di Amerika Serikat tersebut didapati bahwa rumah tangga yang diwarnai dengan kasih yang altruistik, atau kasih yang bersifat tidak egois akan berbahagia. Bukan itu saja, juga didapati bahwa orang yang mengamalkan kasih yang tidak egois itu juga akan berbahagia. Artinya dengan mengasihi sesama manusia kita bukan hanya akan membahagiakan orang lain, namun kita sendiri juga akan mengalami kebahagiaan atau sukacita yang penuh.


Jalan untuk mengalami sukacita yang penuh itulah yang diajarkan oleh Yesus kepada para pengikut-Nya sebagaimana yang dicatat di dalam Yohanes 15. Di situ ditulis Yesus berkata bahwa Ia telah mengasihi para murid-Nya. Lebih jauh, Ia memerintahkan agar mereka juga mengikuti teladan-Nya, yaitu dengan saling mengasihi di antara sesama mereka. Selain itu Ia menjelaskan bahwa dengan mengasihi orang lain, seperti yang telah Ia contohkan, maka sukacita yang Ia alami juga akan dialami oleh para pengikut-Nya. Dengan demikian mereka akan mengalami sukacita yang penuh atau berbahagia. Singkat kata, dengan mengasihi orang lain, seperti yang telah Yesus contohkan, maka hidup kita akan berbahagia.


Pertanyaan Untuk Direnungkan Secara Pribadi :
Adakah orang yang menurut Anda tidak patut Anda kasihi? Apabila ada, apakah yang seharusnya Anda lakukan terhadap yang bersangkutan?

Amin.



WAKTU TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).
 


MENYANYI :   PKJ 275. (1)
       PERINTAH BARU

🎢
Perintah baru kuberi padamu, 
agar diantara kamu saling mengasihi 
sama seperti Aku mengasihimu,
sehingga orang akan tahu engkau muridKu, jikalau saling mengasihi.
Sehingga orang akan tahu engkau muridKu, jikalau saling mengasihi.






DOA MENANGGAPI BACAAN ALKITAB :

Tuhan, Engkau mengajar diriku bahwa dengan hidup memberi maka aku akan menerima. Dengan mengampuni maka aku akan diampuni. Dengan rela mati dari hidup yang lama maka aku akan dilahirkan ke dalam hidup yang baru. Dengan hidup mengasihi maka aku akan mengalami sukacita yang penuh. Aku menyadari bahwa acapkali aku mengalami kesulitan untuk mengasihi orang-orang yang berniat buruk terhadap diriku. Oleh karena itu aku memohon agar Roh-Mu menyanggupkan diriku untuk mengampuni dan mengasihi mereka seperti Engkau juga telah mengampuni dan mengasihi diriku.

 
Aku menyerahkan hidupku pada hari ini ke dalam tangan-Mu. Tolonglah diriku agar mampu mengisinya dengan kehidupan yang berarti, tidak sia-sia dan memuliakan nama-Mu. Bukalah kesempatan bagi diriku agar pada hari ini aku dapat menjadi saluran kasih-Mu kepada semua orang yang memerlukannya. Tuntunlah diriku untuk hidup di dalam kebenaran-Mu dan mampukanlah diriku untuk hidup menyenangkan hati-Mu. Sertailah diriku dengan keberhasilan dan jauhkanlah aku dari semua hal yang jahat. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Sumber kasih yang sejati, aku berdoa.

 ***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin. (Matius 6:9-13)
 

 
======================
Leksionari UNTUK HARI INI
Yohanes 15
Amsal 5
1Tawarikh 23-24

MEMASAK SEDERHANA | Tumis Daging Babi Santan







MASAK DAGING BABI TUMIS SANTAN



BAHAN
500gram daging babi; dcuci bersih

BUMBU : 
3 siung bawang merah 
3 Siung bawang putih
Secukupnya Lada putih
Secukupnya Lada hitam
Santan kelapa secukupnya




CARA MEMASAKNYA :
1. Giling halus semua bumbu, kemudian tumis bumbunya, selanjutnya masukkan daging babi.

2. Aduk-aduk hingga semua bumbu tercampur rata, tunggu sampai daging menjadi lembut, kemudian masukkan santan, aduk-aduk sampai kering.  Jangan lupa tambahkan garam, kaldu babi atau kaldu jamur. ( bila suka bole ditambahkan petai alias palia 😁😁 )

SELAMAT MEMASAK 



Sumber : 
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=124669943068863&id=100065775742012

MEMASAK : GADO GADO SURABAYA






GADO GADO SURABAYA


Menu gado gado Surabaya umumnya hampir mirip dengan gado gado pada umumnya, tetapi dalam kenyataannya ada juga sedikit perbedaanya. Yang membedakannya adalah tambahan sayuran seperti wortel dan tomat. Keberadaan dua sayuran ini memberikan cita rasa yang lebih unik. Selain itu, bumbu gado gado sambal kacang yang digunakan lebih encer dan lebih pedas dibanding yang lainnya. Kebanyakan memang bumbu gado gado berputar pada rasa gurih dan manis.




BAHAN dan BUMBU GADO GADO:
(untuk 4 porsi)

BAHAN:
6 lembar kol, iris-iris
2 buah kentang, kupas dan potong sesuai selera
2 buah wortel, iris bentuk korek api
2 butir telur, rebus
Secukupnya tauge, seduh air panas
Secukupnya timun, iris-iris
Secukupnya daun selada
6 potong tempe
4 buah tahu
4 buah lontong



BUMBU GADO GADO:
200 gr Kacang tanah
6 siung Bawang putih, goreng
8 buah cabe merah keriting
6 buah cabe rawit merah, opsional
50 gr gula merah
400 ml Santan (6 sdm santan instan + air)
1 sdt Air asam
1 sdt Garam
1 sdt Gula pasir
1 sdm Tepung beras, larutkan dengan sedikit air


PELENGKAP:
• Secukupnya Kerupuk udang/emping
• Secukupnya Bawang goreng
• Secukupnya Sambel rawit (rawit rebus uleg dengan sejumput garam)


CARA MEMBUAT BUMBU GADO GADO:
• Haluskan kacang tanah menggunakan blender hingga halus. Sisihkan.
• Goreng bawang putih dan cabe, lalu haluskan, boleh di blender ataupun di uleg hingga halus. Setelah itu tumis hingga harum, angkat dan sisihkan.
• Campur kacang tanah halus bersama bawang putih dan cabe halus, aduk hingga rata.
• Masukkan bumbu kacang kedalam wajan, lalu tambahkan air santan, gula, garam dan air asam. Masak menggunakan api kecil hingga kuah menyusut sambil sesekali diaduk.
• Masukkan larutan tepung beras, aduk hingga mengental. Tingkat kekentalan sesuaikan dengan selera masing-masing.
• Koreksi rasa, apabila sudah pas, angkat dan sisihkan.

CARA MEMBUAT GADO GADO / PENYAJIAN:
• Rebus kentang, wortel dan kol secara bergantian. Angkat dan sisihkan.
• Goreng tahu dan tempe hingga matang, angkat dan potong-potong sesuai selera.

PENYAJIANNYA : 
~ Siapkan piring saji, tata lontong bersama semua sayuran, tahu, tempe dan telur rebus. Siram dengan bumbu gado gado yang telah di buat diatas.
~ Sajikan bersama dengan bawan pelengkap.

Bagaimana, cukup mudah dan praktis kan resep gado gado Surabaya ini? Segarnya sayuran yang dipadu gurihnya bumbu gado gado, menjadikan masakan ini sangat pas disajikan untuk makan siang bersama keluarga.

😊😊😊