Jumat, 04 Juni 2021

HANDAK MEMASAK KAH PIAN?







MEMASAK - PERLU BUMBU

Anda mau memasak? 

Untuk keperluan memasak makanan di rumah, maka kita perlu tahu tentang bumbu-bumbunya atau jenis rempah-rempah yang kita perlukan supaya makanan yang kita masak akan menjadi nikmat dan disukai semua anggota keluarga.

Anda mau memasak menu makanan apa hari ini? Silakan melihat bumbunya seperti berikut ini :


BUMBU RAWON

BUMBU SOTO

BUMBU SATE

BUMBU GADO-GADO

BUMBU PECEL


BUMBU URAP

BUMBU BAKSO ~ PENTOL

BUMBU KUAH-nya BAKSO

BUMBU SAMBAL GORENG BASAH

BUMBU SAMBAL GORENG KERING

BUMBU PEPES (PAIS)

BUMBU LODEH

BUMBU TAHU TEK

BUMBU BOBOR

BUMBU PEYEK

BUMBU MENDOL

BUMBU BOTOK

BUMBU IKAN GORENG

BUMBU SAMBAL MENTAH

BUMBU SAMBAL TOMAT

Demikian kumpulan bumbu-bumbu untuk memasak. SELAMAT MEMASAK.

Allah Tidak Menginginkan Seorangpun Binasa | Renungan DUDUNG | 4 Juni 2021



ALLAH TIDAK MENGINGINKAN SEORANG PUN BINASA. Bagaimana dengan Anda? 



Tuhan tidaklah berlambat-lambat menepati janji-Nya, seperti dikatakan oleh orang-orang yang menyangkanya demikian. Tetapi, Ia panjang sabar terhadap kamu karena Ia tidak mau ada seorang pun yang binasa, melainkan supaya semua orang datang kepada pertobatan. II Petrus 3:9

BACAAN: II Petrus 3

Fondasi, alasan keberadaan, dan tujuan utama penanaman jemaah adalah untuk melihat orang-orang bertobat dan percaya kepada Isa Al-Masih. Dalam II Petrus 3:9, Petrus mengingatkan kita bahwa hati Allah adalah agar tidak ada yang binasa. Kita harus menjadikannya tujuan kita untuk memotivasi dan melatih kelompok penting pengajar Injil lainnya di dalam jemaah kita untuk menjangkau banyak orang dan pribadi-pribadi yang belum membuat komitmen kepada Al-Masih.

Ketika kami pertama kali dipanggil untuk merintis jemaah di wilayah Sungai Amazon, saya melakukan perjalanan ke daerah tersebut untuk mengevaluasi situasi dan mendengarkan isi hati Allah. Saya terkejut bahwa setelah beberapa dekade suatu jemaah berada di dekat di Iquitos, sebagian besar komunitas terpencil masih belum terjangkau oleh Injil. Saat kami melakukan perjalanan pemberitaan Injil untuk menjangkau beberapa desa, menjadi sangat mendesak bagi saya untuk pergi ke sebanyak mungkin desa untuk memberi tahu mereka tentang Isa.

Dengan bantuan dari kelompok para pemberita Injil yang datang pada bulan-bulan musim panas kami mulai memberitakan Injil di desa-desa, menawarkan pertemuan pengajaran Injil di malam hari dan kelas bagi orang yang baru percaya dan pelayanan anak-anak pada pagi hari berikutnya.

Allah meletakkan strategi di hati kami untuk kembali setiap tiga bulan untuk melatih para pemimpin spiritual di setiap desa. Hasilnya, sekarang telah ada, oleh rahmat Allah, lebih dari lima puluh jemaah ditanam dengan kepemimpinan yang berasal dari desa mereka sendiri.

Allah tidak menginginkan seorangpun binasa. Apa komitmen Anda untuk memastikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk mengenal Al-Masih?

Ya Allah, tolong berikanlah aku hati-Mu bagi mereka yang terhilang, hasrat-Mu untuk melihat mereka yang belum terjangkau datang mengenal-Mu, dan tunjukkanlah kepadaku bagaimana caranya. Amin

Ron Thiesen

Kamis, 03 Juni 2021

JANGANLAH GELISAH HATIMU | Yohanes 14:1-3 | MEZBAH KELUARGA | 4 Juni 2021




MEZBAH KELUARGA
4 Juni 2021
Yohanes 14:1-3
JANGANLAH GELISAH HATIMU





PENGANTAR IBADAH
Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur. (Mazmur 95:1, 2)




Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).

 

MENYANYI :  PKJ 34. (1)
SORAKLAH, HAI UMATNYA

Ref.
Soraklah, hai umatNya, 
mari sujud menyembah;
Kristus Raja semesta. 
Puji Dia s’lamanya.

🎢
Hilangkanlah duka dan beban
mari masuk pelataranNya.
Hilangkanlah duka dan beban
mari masuk pelataranNya.
dengan tifa, suling dan gendang.
nyanyi lagu pujian merdu.





BACAAN ALKITAB 
     πŸ“– Yohanes 14:1-3

1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. 

2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. 

3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada. 

 



PENGANTAR UNTUK RENUNGAN:


Iman kepada kasih dan kesetiaan Tuhan akan menentramkan hati kita. Tidak dapat dipungkiri bahwa hidup di dunia ini tidak bebas dari kesukaran. Pemahaman akan hal tersebut serta kesadaran akan keterbatasan kemampuan kita dapat membuat hati kita merasa gelisah dan takut untuk menghadapi masa depan. Namun apabila kita mempercayai bahwa Tuhan mengasihi kita dan Ia setia kepada janji-Nya maka sebaliknya dari rasa gelisah dan takut hati kita akan dipenuhi dengan damai sejahtera. Sebab di dalam kasih Ia berjanji untuk menjamin masa depan kita dan di dalam kesetiaan-Nya Ia menjamin bahwa janji-Nya tersebut pasti akan digenapi-Nya.


Pentingnya untuk mempercayai kasih dan kesetiaan Tuhan itulah yang disampaikan Yesus kepada para murid-Nya di dalam Yohanes 14. Saat itu menjelang Ia akan ditangkap dan disalibkan. Kepada para murid-Nya Yesus berkata: "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku." Yang Ia maksudkan adalah mereka harus percaya bahwa Allah mengasihi mereka, yaitu yang Ia istilahkan sebagai "di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal." Mereka harus percaya kepada kesetiaan-Nya, yang Ia utarakan dengan berkata bahwa Ia akan datang kembali untuk membawa mereka ke tempat-Nya. Iman kepada kasih Allah dan kesetiaan Kristus itulah yang akan menghapus rasa gelisah di dalam hati para pengikut-Nya.

 


PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI:
Apakah yang seharusnya Anda lakukan di saat Anda merasa gelisah dalam menghadapi hari esok? Mengapa demikian?



 
MENYANYI :  GB 208. (1)
TAK 'KU TAHU ‘KAN HARI ESOK
(I Know Who Holds Tomorrow)

🎢
Tak ku tahu ‘kan hari esok,
 namun langkahku tegap.
 Bukan surya kuharapkan,
 kar’na surya ‘kan lenyap.
 Oh, tiada ‘ku gelisah
 akan masa menjelang;
 ‘ku berjalan serta Yesus.
 Maka hatiku tenang.

Ref.
Banyak hal tak kufahami
dalam masa menjelang.
Tapi t’rang bagiku ini:
Tangan Tuhan yang pegang.

 



DOA MENANGGAPI BACAAN ALKITAB :
(diucapkan bersama)
Tuhan, aku percaya bahwa Engkau adalah pribadi yang dapat diandalkan. Di dalam masa yang sesulit bagaimanapun juga Engkau tidak akan pernah membiarkan diriku menghadapi persoalan seorang diri. Sebaliknya Engkau berjanji bahwa Engkau akan senantiasa menyertai diriku dan menjamin masa depanku. Di dalam segala keadaan hatiku diliputi dengan damai sejahtera karena Engkau setia dan senantiasa menepati janji-Mu tepat pada waktunya.

 

Mengawali hari ini kami menyerahkan hidupku ke dalam tangan-Mu. Lindungilah aku dari semua yang jahat dan bimbinglah diriku agar mampu mengerjakan semua tugas serta tanggung jawabku dengan sebaik mungkin. Aku menyadari bahwa kemampuanku sangatlah terbatas, namun anugerah-Mu memungkinkan diriku untuk mencapai keberhasilan di dalam setiap tugas dan tanggung jawab yang harus kukerjakan. Supaya dengan demikian aku dapat menjadi saksi-Mu dan hidup memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Gembalaku yang setia, aku berdoa. Amin.

 

DOA BAPA KAMI
Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin. (Matius 6:9-13)

 
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

 


 

 

Iman Yang Menyelamatkan | Renungan DUDUNG | 3 Juni 2021






IMAN YANG MENYELAMATKAN


Karena jika dengan mulutmu kamu mengaku bahwa Isa adalah Junjungan Yang Ilahi, dan di dalam hatimu kamu percaya bahwa Ia telah dibangkitkan Allah dari antara orang-orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Roma 10: 9

BACAAN: Roma 10: 5-13

Iman dalam iman tidak menyelamatkan kita. Iman kepada Allah saja tidak menyelamatkan kita. Apa yang dipercaya para pengikut Isa sangat spesifik. Ada banyak iman umum dan bahkan keilahian di sekitar kita tetapi Kitab Suci jelas berkata: Jika kita mengaku dengan mulut kita bahwa Isa adalah Junjungan Yang Ilahi dan percaya dalam hati kita bahwa Allah membangkitkan dia dari kematian, kita akan diselamatkan.

Doa kelulusan didoakan dengan begitu bersemangat. Ada banyak khutbah saleh yang dikhotbahkan pada hari ibadah. Hari kerja dipenuhi dengan spiritualitas. Tetapi kita memberitakan Isa dan penyaliban-Nya karena kita tidak  malu akan Injil karena itu adalah kekuatan Allah untuk keselamatan bagi semua orang yang percaya. Kita percaya bahwa jika kita meninggikan Isa, Ia akan menarik pria, wanita dan anak-anak kepada-Nya.

Tetapi bagi banyak orang, Isa adalah batu sandungan, atau setidaknya Ia membuat hal-hal menjadi tidak nyaman atau canggung secara sosial. Dalam beberapa situasi, menyebutkan nama "Isa" dapat merugikan secara politis atau setidaknya percakapan akan berakhir. Ada sesuatu yang bisa dikatakan tentang menjadi bijaksana dan menjaga hubungan tetap aman.

Kenyataannya adalah bahwa Allah telah memberi kita pengetahuan yang mulia tentang Allah di hadapan Al-Masih, dan kecuali kita meninggikan-Nya dan membuat-Nya dikenal, Allah Sang Bapa dan kasih-Nya akan tetap tidak dikenal dan dikaburkan. Isa adalah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak ada yang datang kepada Bapa selain melalui Dia.

Para pengkhutbah, jika Anda harus berkhutbah, beritakanlah Al-Masih.

Isa, Engkau merendahkan diri dan menjadi seorang hamba. Engkau tunduk pada kematian, bahkan kematian di kayu salib. Oleh karena itu, Allah telah meninggikan Engkau di atas segalanya, dan saya juga meninggikan Engkau di atas segalanya. Amin.

Peter Sung

Rabu, 02 Juni 2021

Al-Masih adalah Kekuatan dan Kebijaksanaan Allah | Renungan DUDUNG | 2 Juni 2021



Al-Masih adalah Kekuatan dan Kebijaksanaan Allah


Memang orang-orang Israil meminta tanda-tanda ajaib dan orang-orang Yunani menuntut hikmah, tetapi kami memberitakan Al-Masih yang disalibkan. Hal itu merupakan batu sandungan bagi orang-orang dari bani Israil dan kebodohan bagi orang-orang lainnya. Tetapi, bagi orang-orang yang dipanggil-Nya, baik bani Israil maupun orang-orang lainnya, Al-Masih adalah kuasa Allah dan hikmah Allah. I Korintus 1: 22-24

BACAAN: I Korintus 1: 18-25

Saya sedang membagikan Injil dengan pasangan muda yang datang kepada saya, meminta untuk dinikahkan. Lebih dari sekedar pernikahan dan lebih dari satu sama lain, mereka membutuhkan Al-Masih, kata saya kepada mereka. Meskipun keduanya memiliki latar belakang agama, tampaknya keduanya bukan seorang pengikut Isa. Tidak ada yang tampak siap untuk bertobat dan percaya kepada Isa.

"Setelah Anda meninggalkan kantor saya, apakah Anda tahu apa yang harus Anda lakukan jika Anda merasa Allah memanggil Anda untuk menjadi seorang pengikut Isa? Bagaimana tanggapan Anda? Apa yang akan Anda lakukan?", Saya bertanya.

Wanita muda itu berkata, "Saya rasa saya akan mengatakan bahwa saya menyesal atas dosa-dosa saya. Tetapi setiap orang adalah orang berdosa." Dan pacarnya menjawab, "Saya kira saya akan memberikan hidup saya kepada Isa."

Mereka mengucapkan beberapa kata yang tepat, tetapi tidak ada percikan pemahaman yang nyata.

Ketika kita membagikan Isa kepada orang lain, terkadang itu tidak masuk akal bagi mereka. Hawariyun Pa’ul berkata bahwa beberapa orang ingin melihat tanda-tanda ajaib, dan yang lainnya mencari hikmat. Bagi mereka, pesan sederhana bahwa Isa mati menggantikan orang berdosa adalah menyinggung perasaan atau bodoh.

Tugas kita sebagai perintis jemaah adalah membagikan pesan ini dengan setia, bergantung pada Allah untuk membuat keajaiban di hati orang-orang. Karena ketika Allah sedang bekerja, kebodohan pemberitaan kita diubah, dan Isa dinyatakan sebagai kekuatan dan kebijaksanaan Allah!

Ya Allah, terima kasih atas hak istimewa mengabarkan tentang Al-Masih. Tolong nyatakanlah keajaiban-Mu di hati orang-orang, dan panggilah mereka datang kepada-Mu.

Amin

Jim Carpenter

Selasa, 01 Juni 2021

IBADAH YANG SEJATI | Mezbah Keluarga | 2 Juni 2021






MEZBAH KELUARGA 
2 Juni 2021
Mazmur 50
IBADAH YANG SEJATI



πŸ’  Menyanyi :   KJ 5. (1, 3)
TUHAN ALLAH, NAMAMU

🎢
Tuhan Allah, namaMu 
kami puji dan masyhurkan;
isi dunia sujud 
di hadapanMu, ya Tuhan!
Bala sorga menyembah 
Dikau, khalik semesta!


🎢
Bapa agung dan kudus, 
mahamurah dan rahmani,
Putra Tunggal, Penebus, 
Roh, Penghibur yang sejati,
Langit-bumiMu penuh 
kemuliaan namaMu!



πŸ’  Berdoa :

Ya Bapa Sorgawi yang maha kasih,
Ya Kristus Yesus penyelamat jiwa kami,
Pagi hari ini, kami ber-terimakasih 
atas penyertaan-Mu menjaga kami tidur nyenyak sepanjang malam. 

Ya Roh Kudus sumber kearifan dan kekuatan, 
Terangilah hati pikiran kami agar Sabda Kebenaran mengarahkan perjalanan hidup kami sepanjang hari ini menurut Kehendak TUHAN. 

Dalam pengasihan-Mu, 
Ya Allah Tritunggal Kudus kami berdoa. 
Amin. 



πŸ’  Membaca Alkitab :
         πŸ“–   Mazmur 50


1 Mazmur Asaf. Yang Mahakuasa, TUHAN Allah, berfirman dan memanggil bumi, dari terbitnya matahari sampai kepada terbenamnya. 

4 Ia berseru kepada langit di atas, dan kepada bumi untuk mengadili umat-Nya: 

5 "Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi, yang mengikat perjanjian dengan Aku berdasarkan korban sembelihan!" 

6 Langit memberitakan keadilan-Nya, sebab Allah sendirilah Hakim. Sela 

7 "Dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak berfirman, hai Israel, Aku hendak bersaksi terhadap kamu: Akulah Allah, Allahmu! 

8 Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau; bukankah korban bakaranmu tetap ada di hadapan-Ku? 

13 Daging lembu jantankah Aku makan, atau darah kambing jantankah Aku minum? 

14 Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi! 

16 Tetapi kepada orang fasik Allah berfirman: "Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu, 

19 Mulutmu kaubiarkan mengucapkan yang jahat, dan pada lidahmu melekat tipu daya. 

22 Perhatikanlah ini, hai kamu yang melupakan Allah; supaya jangan Aku menerkam, dan tidak ada yang melepaskan. 

23 Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya." 




πŸ’  Renungan

πŸ– Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. [Roma 12:1 (TB)]
 


IBADAH YANG SEJATI


Sering kali, kita merasa cukup baik kalau sudah rajin beribadah kepada Tuhan. Seolah, urusan kita dengan Tuhan hanya sebatas ritual belaka. Kemudian, kita beranggapan bahwa kehidupan sehari-hari adalah urusan kita semata; Tuhan tidak boleh ikut campur. Maka tidak heran bila di Indonesia tempat ibadah penuh sesak, namun ketidakadilan tetap marak. Kita hampir tidak melihat hubungan yang positif antara ketekunan menjalankan aktivitas agama dan perubahan perilaku sehari-hari.
 

Maka baiklah bila kita mendengar refleksi penulis mazmur dalam nas kali ini. Ia menggambarkan Allah sebagai Sang Pencipta yang memanggil umat-Nya untuk mendengarkan titah-Nya. Allah mengingatkan bahwa yang terpenting dari segala kurban persembahan adalah motivasi yang mendasarinya.
 

Bangsa Israel berusaha mencari kurban yang terbaik. Mereka percaya kualitas kurban atau ibadah yang dilakukan adalah sogokan agar Allah berbuat sesuatu. Padahal, bagi Allah yang terpenting adalah rasa syukur atas pemeliharaan-Nya. Inilah seharusnya yang tercermin melalui ritual-ritual tersebut.
 

Rasa syukur, yang mendasari ibadah orang percaya, harus tercermin pula dalam perilaku hidup sehari-hari. Allah mengkritik orang-orang fasik. Mereka rajin berkurban dan fasih akan ketetapan, hukum, dan peraturan dari Allah. Namun di sisi lain, mereka melakukan hal-hal yang mendukakan hati Tuhan. Orang-orang itu mengira bahwa mereka dapat menipu Allah, sebagaimana mereka menipu sesamanya lewat tampilan luar dengan jubah kegiatan agama.
 

Pada akhirnya, kebaikan-kebaikan Allah seharusnya menuntun kita untuk mewartakan kebaikan-Nya dalam hidup sehari-hari. Artinya, ibadah tidak berakhir di hari Minggu, tetapi juga berlanjut di hari-hari selanjutnya sebagai ibadah karya, yaitu ibadah yang sejati. Setiap hari, praktik hidup kita harus sama. Jika hari Minggu kita hidup jujur, maka pada hari yang lain pun kita mesti berlaku serupa.

Amin.

 



πŸ’  Menyanyi :  PKJ 264. (1, 2)
APALAH ARTI IBADAHMU


🎢
Apalah arti ibadahmu kepada Tuhan,
bila tiada rela sujud dan sungkur?
Apalah arti ibadahmu kepada Tuhan,
bila tiada hati tulus dan syukur?

Ref.
Ibadah sejati, jadikanlah persembahan.
Ibadah sejati: kasihilah sesamamu!
Ibadah sejati yang berkenan bagi Tuhan,
jujur dan tulus ibadah murni bagi Tuhan.


🎢
Marilah ikut melayani orang berkeluh,
agar iman tetap kuat serta teguh.
Itulah tugas pelayanan, juga panggilan,
persembahan yang berkenan bagi Tuhan.

Ref.
Ibadah sejati, jadikanlah persembahan.
Ibadah sejati: kasihilah sesamamu!
Ibadah sejati yang berkenan bagi Tuhan,
jujur dan tulus ibadah murni bagi Tuhan.




πŸ’  Berdoa :

Tuhan, mampukan kami untuk beribadah kepada-Mu setiap saat terutama melalui perilaku kami sehari-hari agar hidup kami menjadi ibadah yang sejati bagi-Mu.

*****

Bapa kami yang di sorga, 
Dikuduskanlah nama-Mu, 
Datanglah Kerajaan-Mu, 
Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.

BERKAT BAGI ORANG YANG TAAT | Mezbah Keluarga | 1 Juni 2021





MEZBAH KELUARGA 
1 Juni 2021
Ulangan 28 : 1-14
BERKAT BAGI ORANG YANG TAAT





πŸ’  Menyanyi :   GB 6 (1, 4)
BERNYANYILAH ORANG PERCAYA
(Wir Christen sind FrΓΆhlich auf Erden)



🎢
Bernyanyilah orang percaya,
bergemar dan gembira terus,
t’rang Kristus tetap bercahaya
di dalam berita kudus!


🎢
Berbakti dengan bersedia
kita ikut cahaya terang,
penuh bersyukur pada Dia
yang oleh salib-Nya menang!





πŸ’  Berdoa :

Ya Bapa Sorgawi yang maha kasih,
Ya Kristus Yesus penyelamat jiwa kami,

kami berterima kasih untuk pagi hari ini,
kami ber-terimakasih atas penyertaan-Mu menjaga kami tidur sepanjang malam.

Ya Roh Kudus,
Engkaulah sumber kearifan dan kekuatan, 

terangilah hati pikiran kami,
agar Sabda Kebenaran-Nya mengarahkan perjalanan hidup kami menuruti Kehendak-Nya. 

Dalam pengasihan-Mu, kami berdoa. 
Amin. 




πŸ’  Membaca Alkitab :
         πŸ“–   Ulangan 28:1-14 (BIMK)  

1 "Kalau kamu mentaati TUHAN Allahmu dan setia melakukan segala perintah yang saya berikan kepadamu hari ini, maka Ia akan menjadikan kamu bangsa yang paling masyhur di dunia. 

2 Taatilah TUHAN Allahmu, maka semua berkat ini akan diberikan kepadamu: 

3 Diberkatilah kota-kota dan ladang-ladangmu. 

4 Diberkatilah kamu, sehingga anak-anakmu banyak, hasil tanahmu berlimpah dan sapi serta kambing dombamu berjumlah besar. 

5 Diberkatilah panen gandummu serta makanan yang kamu buat dari gandum itu. 

6 Diberkatilah segala usahamu. 

7 Jika kamu diserang, TUHAN akan mengalahkan musuhmu. Mereka akan melancarkan serangan dengan teratur, tetapi lari dengan berantakan. 

8 TUHAN Allahmu akan memberkati usahamu dan mengisi lumbung-lumbungmu dengan gandum. Ia akan memberkati kamu di negeri yang diberikan-Nya kepadamu. 

9 Kalau kamu mentaati TUHAN Allahmu dan melakukan segala perintah-Nya, kamu akan dijadikan umat-Nya sendiri, seperti yang dijanjikan-Nya. 

10 Maka semua bangsa di bumi akan melihat bahwa kamu bangsa pilihan TUHAN, dan mereka akan menyegani kamu. 

11 Kamu akan dianugerahi banyak anak. Ternakmu akan banyak dan hasil tanahmu berlimpah di negeri yang dijanjikan TUHAN kepada nenek moyangmu untuk diberikan kepadamu. 

12 TUHAN akan menurunkan hujan pada musimnya dari tempat penyimpanan-Nya yang berlimpah di langit. Ia akan memberkati segala usahamu, sehingga kamu dapat memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi kamu sendiri tidak usah meminjam. 

13 TUHAN Allahmu akan menjadikan kamu pemimpin di antara bangsa-bangsa, dan bukan pengikut. Kalau kamu setia mentaati semua perintah TUHAN yang saya berikan kepadamu hari ini, kamu akan semakin makmur dan tak pernah mundur. 

14 Tetapi jangan sekali-kali melalaikan perintah-perintah itu dengan cara bagaimanapun juga. Jangan juga memuja dan mengabdi kepada ilah-ilah lain." 





πŸ’  Renungan


πŸ– Taatilah TUHAN Allahmu, maka semua berkat ini akan diberikan kepadamu : (ay. 2)


BERKAT BAGI ORANG YANG TAAT
 

Ketaatan kepada Allah mendatangkan berkat yaitu hidup yang berkenan kepada-Nya, hidup yang sesuai dengan kodrat kemanusiaan, yaitu sifat yang asli. Artinya, segala sesuatu akan berjalan sebagaimana hidup itu seharusnya. Tetapi ini bukan akibat otomatis sebab dosa sudah merusak dan mengotori keindahan kodrat ilahi atas manusia dan ciptaan lain. Berkat adalah anugerah Allah yang dinyatakan dengan melimpah.
 


Jika melihat Ulangan 27:11-26, tampaknya ada ketidakseimbangan dari segi jumlah antara berkat dan kutuk yang diberikan (berkat ada 4, kutuk ada 12). Ketidakseimbangan ini diberikan karena umat Tuhan cenderung berdosa, sehingga kutuk pun dominan. Dalam bacaan hari ini, bagian berkat ini terdiri dari bagian ringkas yang memaklumatkan berkat yang diterima Israel disusul dengan sedikit penjabaran yang berbentuk pembalikan susunan bagian kalimat; berkat berupa perlindungan dan kemenangan Israel atas musuhnya; berkat berupa kesejahteraan dan kelimpahan hidup di tanah perjanjian; berkat berupa relasi Israel dengan Allah yang menjadi dasar semua berkat lainnya. Keseluruhan berkat ini diapit oleh pesan dan syarat yang sama, yaitu kesetiaan, ketelitian dan kesungguhan melakukan apa yang dituntut Tuhan dalam perjanjian Sinai.
 

Berkat bagi Israel ini berhubungan dengan keberadaan mereka sebagai umat Allah. Namun, perwujudan berkat ini terjadi di dalam relasi intim Israel dengan Allah dan melalui tindakan nyata bangsa Israel yang menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain. Israel diberkati untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain.
 

Bagi umat Kristen yang setia mengikut Kristus inti berkat yang disediakan Allah adalah kehidupan yang menjadi berkat bagi orang di sekeliling kita. Menjadi berkat dalam materi, kesehatan, persahabatan dengan sesama.
 

Renungkan
Berkat yang dilimpahkan kepada kita adalah anugerah yang sebenarnya tidak layak kita terima, karena itu hendaklah kita menjadi saluran berkat  bagi orang lain.







πŸ’  Menyanyi  :  GB 284. (1, 3)
DI JALAN HIDUP YANG LEBAR, SEMPIT
(Out in the Highways and by ways of life/Make me a blessing)

🎢
Di jalan hidup yang lebar, sempit,
orang sedih mengerang.
Tolong mereka yang dalam gelap;
bawalah sinar terang!

Ref.
Pakailah aku, jalan berkat-Mu,
memancarkan cahaya-Mu!
Buatlah aku, saluran berkat
bagi siapa yang risau penat.


🎢
Seperti Tuhan memb'ri padamu
dan mengasihi dikau,
b'ri bantuanmu di mana perlu,
Yesus mengutus engkau!

Ref.
Pakailah aku, jalan berkat-Mu,
memancarkan cahaya-Mu!
Buatlah aku, saluran berkat
bagi siapa yang risau penat.



πŸ’  Berdoa :


*****

Bapa kami yang di sorga, 
Dikuduskanlah nama-Mu, 
Datanglah Kerajaan-Mu, 
Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.