Jumat, 21 Mei 2021

YA TUHANKU, KENALI HAMBAMU (Pikiran Orang Benar) | Mezbah Keluarga | 22 Mei 2021




MEZBAH KELUARGA 
22 Mei 2021
Amsal 12:1-14
YA TUHANKU, KENALI HAMBAMU
(Pikiran Orang Benar)




πŸ’  Menyanyi :   GB 222. (1, 2)
YA TUHANKU, KENALI HAMBAMU
(Cleanse Me)

🎢
Ya Tuhanku, kenali hamba-Mu;
ujilah hati dan pikiranku.
Pabila 'ku berdosa, bercela,
sucikan aku dan bebaskanlah.

🎢
Terpujilah nama-Mu, Tuhanku,
kar'na 'Kau hapus dosa-dosaku.
Penuhilah 'ku dengan Firman-Mu,
agar semakin memuliakan-Mu.



πŸ’  Berdoa :

Segala puji dan syukur kepada-Mu ya Tuhan, untuk tidur malam kami yang nyenyak dan bangun di pagi hari ini dengan tubuh yang segar dan sehat.
Terimakasih Tuhan, Engkau sungguh baik.


Dan apabila kami Engkau ijinkan untuk melangkah dan berkarya disepanjang hari ini, maka karuniakan kami pengharapan, sehingga pengharapan itu menguatkan langkah kami.
Terimakasih Tuhan, Engkau sungguh baik.


Ampuni salah dan dosa kami, serta baharuilah hidup kami ya Tuhan, agar dalam pengampunan dan pembaharuan-Mu itu, maka hidup dan karya kami memuliakan Engkau dan menjadi berkat bagi sesama yang kami jumpai dan yang menjumpai kami di sepanjang hari ini.
Terimakasih Tuhan, Engkau sungguh baik.


Bagi mereka yang masih bergumul dengan berbagai persoalan kehidupan, 
kami mohon berkenanlah Tuhan hadir dalam kehidupan mereka,
sehingga
yang sakit, Tuhan sembuhkan.
yang berduka, Tuhan hiburkan.
yang putus asa dan hilang harapan, Tuhan kuatkan.
yang mencari pekerjaan, Tuhan buka jalan.


Ya Tuhan, 
Jadilah kehendak-Mu atas hidup kami dan jangan biarkan kami bergumul dengan kehendak kami sendiri, terpujilah Engkau sekarang ini dan sampai selama-lamanya.

Amin.





πŸ’  Membaca Alkitab :
         πŸ“–   Amsal 12:1-14 (TB)  

1 Siapa mencintai didikan, mencintai pengetahuan; tetapi siapa membenci teguran, adalah dungu. 

2 Orang baik dikenan TUHAN, tetapi si penipu dihukum-Nya. 

3 Orang tidak akan tetap tegak karena kefasikan, tetapi akar orang benar tidak akan goncang. 

4 Isteri yang cakap adalah mahkota suaminya, tetapi yang membuat malu adalah seperti penyakit yang membusukkan tulang suaminya. 

5 Rancangan orang benar adalah adil, tujuan orang fasik memperdaya. 

6 Perkataan orang fasik menghadang darah, tetapi mulut orang jujur menyelamatkan orang. 

7 Orang fasik dijatuhkan sehingga mereka tidak ada lagi, tetapi rumah orang benar berdiri tetap. 

8 Setiap orang dipuji seimbang dengan akal budinya, tetapi orang yang serong hatinya, akan dihina. 

9 Lebih baik menjadi orang kecil, tetapi bekerja untuk diri sendiri, dari pada berlagak orang besar, tetapi kekurangan makan. 

10 Orang benar memperhatikan hidup hewannya, tetapi belas kasihan orang fasik itu kejam. 

11 Siapa mengerjakan tanahnya, akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia, tidak berakal budi. 

12 Orang fasik mengingini jala orang jahat, tetapi akar orang benar mendatangkan hasil. 

13 Orang jahat terjerat oleh pelanggaran bibirnya, tetapi orang benar dapat keluar dari kesukaran. 

14 Setiap orang dikenyangkan dengan kebaikan oleh karena buah perkataan, dan orang mendapat balasan dari pada yang dikerjakan tangannya. 






πŸ’  Renungan

"Rancangan orang benar adalah adil, tujuan orang fasik memperdaya." 
[Amsal 12:5 (TB)]

"Rencana-rencana orang benar itu adil, tetapi nasihat orang fasik itu menipu."
[Amsal 12:5 (AYT)]

"Orang jujur memikirkan hal-hal yang baik; orang jahat merencanakan tipu daya." 
[Amsal 12:5 (BIMK)]




YA TUHANKU, KENALI HAMBA-MU
(Pikiran Orang Benar)


Di mana kita dapat menemukan keadilan hari ini? Andai pun kita menemukannya, apa ukuran keadilan itu? Mungkin pertanyaan ini sering terdengar dalam hidup kita saat bermasyarakat. Pertanyaan tersebut cukup tepat diajukan ketika keadilan di dunia ini sudah kehilangan pedoman dan arah tujuannya.
 

Amsal dikenal sebagai pribadi jujur dan lugas dalam mengungkap realita seperti yang sudah kita baca beberapa kali. Tetapi, kejujuran ini yang dimaksudkan untuk mengajar kita menjadi bijaksana. Salah satu syarat bagi mereka yang mau belajar adalah siap untuk menerima koreksi. Kata "didikan" dalam ayat 1 sebenarnya berbicara tentang disiplin. Dalam pendidikan karakter dan kepribadian, kita membutuhkan disiplin yang ketat agar kita menjadi orang yang berhikmat dan bijaksana. Selain itu, kata "dungu" disini tidak mengandung arti hinaan, tetapi lebih sebagai istilah yang menunjuk pada sikap dan perilaku seseorang. Terjemahan lain akan menggunakan kata ‘bebal’.
 

Ayat kunci untuk memahami perikop ini ada di ayat 5, di mana pengamsal membuat perbandingan antara orang benar dan orang fasik. Orang benar mengarahkan diri kepada keadilan, sedangkan orang fasik cenderung untuk memperdaya. Pengamsal menjelaskan keadilan itu tidak bersifat untuk memperdaya, tidak egois, memiliki kualitas tahan lama, tanpa pamrih, setia, dan tekun. Intinya, mereka mengerjakan segala sesuatu sebagai bentuk pelayanan kepada Allah yang hidup.
 

Bagaimana dengan orang fasik? Mereka lebih mencari kepentingan dan keuntungan diri sendiri. Mereka tidak memiliki rasa takut akan Allah yang membuat mereka berpikir tentang adanya hari esok. Niat dan nafsu mereka dipenuhi dengan kedengkian, iri hati, dan kesia-siaan.
 

Bagi mereka yang melakukan kejahatan, mereka tidak akan memiliki dasar yang kokoh untuk berdiri. Namun, orang benar akan teguh berdiri di atas Kristus sebagai landasan yang teguh! 

Amin.






πŸ’  Menyanyi :   GB 222. (3, 4)
YA TUHANKU, KENALI HAMBAMU
(Cleanse Me)

🎢
Jadikanlah hidupku milik-Mu.
Isi hatiku dengan kasih-Mu.
Singkirkanlah segala congkakku;
ya Tuhan, tinggallah di dalamku.

🎢
Ya Roh Kudus, Pembangkit jiwaku,
berkaryalah di dalam hidupku,
teguhkanlah firman-Mu dalamku
dan berkat-Mu melimpah atasku




πŸ’  Berdoa :

Ya Tuhan, kami bersyukur atas nasihat pengamsal hari ini, yang mengingatkan kami untuk hidup sebagai orang benar yang mengarahkan diri kepada keadilan, memikirkan hal-hal yang baik.

Tolonglah kami untuk selalu yakin bahwa orang benar akan teguh berdiri di atas Kristus sebagai landasan yang teguh! 


*****

Bapa kami yang di sorga, 
Dikuduskanlah nama-Mu, 
Datanglah Kerajaan-Mu, 
Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.

KUPUJI KUASA TUHANKU | Mezbah Keluarga | 21 Mei 2021






MEZBAH KELUARGA 
21 Mei 2021
Rut 1
KUPUJI KUASA TUHANKU


πŸ’  Menyanyi :   GB 22. 
BESAR DAN AJAIB
(Great and Marvelous)


🎢
Besar dan ajaib segala karya-Mu,
Allah, yang Mahakuasa!
Adil dan benar segala jalan-Mu,
Raja segala bangsa!
Siapa tak takut, Tuhan,
tak mengagungkan nama-Mu?
Sebab hanya Kau yang kudus;
semua bangsa akan datang
dan sujud menyembah, 
sujud menyembah,
sujud menyembah, Engkau, Tuhan
dan sujud menyembah, 
sujud menyembah,
sujud menyembah Engkau, Tuhan.




πŸ’  Berdoa :

Ya Bapa Sorgawi yang maha kasih,
Ya Kristus Yesus penyelamat jiwa kami,
Pagi hari ini, kami ber-terimakasih 
atas penyertaan-Mu menjaga kami tidur nyenyak sepanjang malam. 

Ya Roh Kudus sumber kearifan dan kekuatan, 
Terangilah hati pikiran kami agar Sabda Kebenaran mengarahkan perjalanan hidup kami sepanjang hari ini menurut Kehendak TUHAN. 

Dalam pengasihan-Mu, 
Ya Tritunggal Kudus kami berdoa. 
Amin. 



πŸ’  Membaca Alkitab :
         πŸ“–   Rut 1:1-6, 11, 14, 16, 22 (TB)  

1 Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing.

2 Nama orang itu ialah Elimelekh, nama isterinya Naomi dan nama kedua anaknya Mahlon dan Kilyon, semuanya orang-orang Efrata dari Betlehem-Yehuda; dan setelah sampai ke daerah Moab, diamlah mereka di sana.

3 Kemudian matilah Elimelekh, suami Naomi, sehingga perempuan itu tertinggal dengan kedua anaknya. 

4 Keduanya mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama Rut; dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya.

5 Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya.

6 Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka. 

11 Tetapi Naomi berkata: "Pulanglah, anak-anakku, mengapakah kamu turut dengan aku? Bukankah tidak akan ada lagi anak laki-laki yang kulahirkan untuk dijadikan suamimu nanti?

14 Menangis pula mereka dengan suara keras, lalu Orpa mencium mertuanya itu minta diri, tetapi Rut tetap berpaut padanya.

16 Tetapi kata Rut: "Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; 

22 Demikianlah Naomi pulang bersama-sama dengan Rut, perempuan Moab itu, menantunya, yang turut pulang dari daerah Moab. Dan sampailah mereka ke Betlehem pada permulaan musim menuai jelai.



πŸ’  Renungan


πŸ– "... di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman." (Roma 1:17)


KUPUJI KUASA TUHANKU


Cara Tuhan bekerja di tengah umat-Nya memang unik dan tidak dapat diduga. Di dalam kitab Hakim-Hakim, Tuhan bertindak tegas dan keras secara langsung menyikapi perselingkuhan rohani umat Israel. Namun dalam kitab Rut ini cara Tuhan bekerja Tuhan sangat berbeda.
 
Nama Elimelekh (Ibr. = Allahku raja) seharusnya mencerminkan iman si pemilik nama. Namun ia membawa Naomi, istrinya, beserta kedua anaknya meninggalkan Israel untuk menetap di Moab. Kedua anaknya kemudian menikah dengan perempuan Moab. Padahal Israel harus menjaga kemurnian iman dengan tidak mengawini bangsa penyembah berhala. Seiring berjalannya waktu, Naomi lalu menjadi janda, karena suaminya meninggal. Kedua anaknya pun kemudian menyusul suaminya. Betapa sedihnya menjadi janda di negeri orang. Tak ada lagi yang dapat menjadi sandaran hidup. Sampai akhirnya, Naomi memutuskan untuk kembali ke Israel karena ia mendengar "TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka" (ayat 6). Itulah saat iman mulai memekar merespons kebaikan Allah yang mulai disadari. Meski demikian, Naomi tidak egois. Ia membebaskan kedua menantunya dari keterikatan dengan dia, toh kedua anaknya telah tiada.
 
Tindakan Orpa pulang ke rumah orang tuanya sangat wajar menurut ukuran dunia. Ia taat pada perintah mertuanya dan memang sudah tidak terikat dengan Naomi. Namun tindakan Rut melampaui itu karena ia melihat dengan kaca mata iman yang memandang bukan kepada situasi yang tak berpengharapan, seperti yang Naomi lihat. Iman Naomi pun bergumul, bertumbuh mengatasi apa yang ia sedang rasakan.
 
Dalam kuasa kasih-Nya Tuhan menerima iman umat-Nya, sama seperti iman yang polos dari Rut maupun iman yang bergumul seperti Naomi, kedua-duanya itu Tuhan terima. Karena itu dalam menjalani kehidupan ini, hendaklah kita fokus pada Tuhan, mendekatkan diri kita kepada-Nya sampai kita bisa melihat menembus kabut kehidupan kepada Allah yang berkuasa mengatur kehidupan ini, sehingga dengan begitu kita bisa mengalami kasih-Nya dan memuji kuasa-Nya.

Amin.






πŸ’  Menyanyi :   GB 203A. (1, 3)
KUPUJI KUASA TUHANKU
(I Sing the Almighty Power of God)


🎢
Kupuji kuasa Tuhanku,
Pencipta semesta: 
lautan, langit, gunungpun
diatur oleh-Nya.
Kupuji kebajikan-Nya,
lengkaplah dunia
diisi oleh firman-Nya,
dan baik semuanya.


🎢
Seluruh makhluk diberi
asuhan kasih-Nya;
ke manapun kita pergi,
Tuhan di situlah!
Tangan-Nyalah pengawalku
dan ‘ku dibimbing-Nya;
tiada jalan kutempuh
di luar kasih-Nya.

 


πŸ’  Berdoa :

Ya Tuhan, 
kami bersyukur, bahwa dalam kuasa kasih-Mu, Engkau menerima iman umat-Mu.

Sama seperti iman yang polos dari Rut maupun iman yang bergumul seperti Naomi, kedua-duanya itu Tuhan menerimanya. 

Karena itu kami mohon,
berilah kami iman, supaya dalam menjalani kehidupan ini kami dapat fokus kepada-Mu lalu kami boleh mengalami kuasa kasih-Mu.
 

*****

Bapa kami yang di sorga, 
Dikuduskanlah nama-Mu, 
Datanglah Kerajaan-Mu, 
Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.

Kamis, 20 Mei 2021

TUHAN SUMBER KEPUASAN HIDUP KITA | Mezbah Keluarga | 20 Mei 2021







MEZBAH KELUARGA 
20 Mei 2021
Filipi 4:10-20
TUHAN SUMBER KEPUASAN HIDUP KITA


πŸ’  Menyanyi :   GBL 202 
AGUNG SETIAMU
Great is Thy Faithfulness

🎢
Agung setia-Mu, Allah, Bapaku,
di kala suka, di saat gelap.
Kasih-Mu, Allahku, tiada berubah,
Kaulah Pelindung abadi, tetap.

Ref. :
Agung setia-Mu, agung setia-Mu.
Setiap pagi penuh rahmat-Mu.
Yang kuperlukan tetap Kau berikan.
Agung setia-Mu kepadaku.

🎢
Musim bertanam dan musim tuaian,
surya, rembulan di langit cerah,
bersama alam memuji, bersaksi
tentang setia-Mu tak bercela.

Ref. :
Agung setia-Mu, agung setia-Mu.
Setiap pagi penuh rahmat-Mu.
Yang kuperlukan tetap Kau berikan.
Agung setia-Mu kepadaku.





πŸ’  Berdoa :

Ya Allah,,
–Engkau yang berjalan di atas air ketakutan kami, ulurkan tangan-Mu memegang kami teguh, dan bersabda kepada kami, jangan takut – 

kami datang menyembah-Mu.

Ya Allah,,
– Engkau yang bersabda kepada kami dalam kisah dan kata-kata, dalam perjumpaan satu sama lain dan dalam hidup ini sendiri –

kami datang menyembah-Mu dalam iman, 
karena Engkaulah Allah kami, 
dan kami adalah umat-Mu.

Amin



πŸ’  Membaca Alkitab :
         πŸ“–  Filipi 4:10-20

4:10 Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu.

4:11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.  

4:12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.

4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

4:14 Namun baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku.

4:15 Kamu sendiri tahu juga, hai orang-orang Filipi; pada waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, tidak ada satu jemaatpun yang mengadakan perhitungan hutang dan piutang dengan aku selain dari pada kamu.

4:16 Karena di Tesalonikapun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku.

4:17 Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu.

4:18 Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah.

4:19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.

4:20 Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin.



πŸ’  Renungan


πŸ– Kukatakan ini ..., sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam setiap keadaan dan dalam segala hal tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam keadaan kenyang, maupun dalam keadaan lapar, baik dalam keadaan berkelimpahan maupun dalam keadaan berkekurangan. (Filipi 4:11,12)


TUHAN SUMBER KEPUASAN HIDUP KITA


Bagian terakhir surat ini mencatat sukacita Paulus karena jemaat di Filipi boleh berbagi dalam pelayanan Paulus termasuk dengan harta milik mereka, seperti yang dilakukan oleh jemaat di Filipi kepada Paulus. Sewaktu Paulus melakukan pelayanan dari Makedonia, mereka adalah satu-satunya jemaat yang membantu Paulus dalam hal materi untuk mendukung pelayanannya. Mereka memang tergolong jemaat yang mampu secara materi
Paulus mengangkat hal ini bukan dengan motivasi agar dia sebagai hamba Tuhan boleh menerima lebih banyak dan lebih banyak lagi. Tidak, bukan itu maksudnya. Paulus bukan seorang hamba Tuhan yang mempersoalkan fasilitas hidup atau lebih parah lagi serakah dan tamak, melainkan ia adalah orang yang telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan, karena ia pernah hidup dalam kekurangan maupun kelimpahan, dan segala perkara itu ditanggungnya di dalam Tuhan. Hidupnya tidak digoncangkan oleh keadaan miskin atau kaya, dia telah belajar untuk sepenuhnya bergantung pada Tuhan yang sanggup memberi kekuatan kepadanya.



Paulus telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan, walaupun sering mengalami dibelenggu, ditahan dan hidup berkekurangan, tetapi ia belajar menyesuaikan pikirannya dengan kondisi hidup, sehingga mampu berpikir tenang dan positif dalam melewati segala macam keadaan. Inilah pelajaran yang dapat kita ambil dari sikap Paulus dalam hidupnya : Pertama, mampu menyesuaikan diri dengan kesengsaraan. Dengan demikian sekalipun terhina dan berkekurangan kita tidak dikuasai oleh godaan yang menjadikan kita lupa akan penghiburan dalam Tuhan, tidak memercayai pemeliharaan-Nya, atau mencari jalan pintas demi mendapatkan kepuasan diri; Kedua, mampu menyesuaikan diri dengan kesejahteraan. Dengan demikian, walaupun dalam kelimpahan berkat, maka orang tidak akan menjadi sombong, lupa diri, merasa aman dan hidup berfoya-foya. Hendaklah kita meneladani sikap Paulus, dalam segala keadaan, ia tetap memandang kepada Tuhan sebagai sumber kepuasan hidup orang beriman.

    
TUHAN SELALU ADA DALAM KEKURANGAN MAUPUN KELIMPAHAN, JANGAN SAMPAI KITA MELUPAKANNYA!




πŸ’  Menyanyi :   KJ 3. (1, 2)
KAMI PUJI DENGAN RIANG


🎢
Kami puji dengan riang 
Dikau, Allah yang besar;
Bagai bunga t'rima siang, 
hati kami pun mekar.
Kabut dosa dan derita, 
kebimbangan, t'lah lenyap.
Sumber suka yang abadi, 
b'ri sinarMu menyerap.

🎢
Kau memb'ri, Kau mengampuni, 
Kau limpahkan rahmatMu
Sumber air hidup ria, 
lautan kasih dan restu.
Yang mau hidup dalam kasih 
Kau jadikan milikMu
Agar kami menyayangi, 
meneladan kasihMu.

 




πŸ’  Berdoa :


Bapa kami yang di sorga, 
Dikuduskanlah nama-Mu, 
Datanglah Kerajaan-Mu, 
Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.

Rabu, 19 Mei 2021

TUHAN MEMELIHARA HIDUPMU, TUHAN MENJAGAMU | Mezbah Keluarga | 19 Mei 2021





MEZBAH KELUARGA 
19 Mei 2021
Filipi 4:2-9
TUHAN MEMELIHARA HIDUPMU, TUHAN MENJAGAMU


πŸ’  Menyanyi :   GBL 202 
AGUNG SETIAMU
Great is Thy Faithfulness

🎢
Agung setia-Mu, Allah, Bapaku,
di kala suka, di saat gelap.
Kasih-Mu, Allahku, tiada berubah,
Kaulah Pelindung abadi, tetap.

Ref. :
Agung setia-Mu, agung setia-Mu.
Setiap pagi penuh rahmat-Mu.
Yang kuperlukan tetap Kau berikan.
Agung setia-Mu kepadaku.

🎢
Musim bertanam dan musim tuaian,
surya, rembulan di langit cerah,
bersama alam memuji, bersaksi
tentang setia-Mu tak bercela.

Ref. :
Agung setia-Mu, agung setia-Mu.
Setiap pagi penuh rahmat-Mu.
Yang kuperlukan tetap Kau berikan.
Agung setia-Mu kepadaku.





πŸ’  Berdoa :

(diucapkan bersama-sama) 

Ya Allah, 
terangi pikiranku dengan kebenaran;
Kobarkan hatiku dengan cinta;
Ilhami kehendakku dengan keberanian;
Perkaya hidupku dengan pelayanan;
Ampunilah salahku yang lalu;
Kuduskan hidup yang kujalani;
Dan bentuklah bagaimana aku seharusnya.
Amin




πŸ’  Membaca Alkitab :
         πŸ“–   Filipi 4:2-9 (TB)  

2 Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan. 

3 Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan. 

4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! 

5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! 

6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. 

8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. 

9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.






πŸ’  Renungan

πŸ–Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

TUHAN MEMELIHARA HIDUPMU, TUHAN MENJAGAMU


Semua orang tanpa terkecuali, setiap hari
dipusingkan oleh kebutuhan hidupnya. Ya, selama hidup di dunia ini semua orang harus memenuhi kebutuhan hidupnya, baik itu makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan sebagainya, termasuk harus juga menyelesaikan masalah-masalah yang lain. 
Sebagai manusia yang masih hidup di dunia, semua orang tidak bebas dari masalah, begitu juga dengan orang Kristen. 

Dalam bacaan hari ini, kita mengetahui bahwa baik Paulus maupun jemaat di Filipi juga memiliki masalah dalam kehidupan. 
Paulus di dalam pelayanannya, ia bukanlah seorang yang selalu berkecukupan secara keuangan. Antara kelimpahan dan kekurangan itu ia alami silih bergantian. Surat  Filipi ini seolah mengindikasikan bahwa Paulus sering berada di dalam kekurangan. Tetapi Paulus tidak berkecil hati karena ia yakin bahwa Tuhan akan memberikan kekuatan yang cukup untuk bertahan di dalam segala situasi, ia menuliskan pengalamannya, ... aku belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Ini sangatlah menakjubkan, ketika menuliskan surat ini Paulus sedang dipenjara di kota Roma untuk menunggu  kasusnya naik ke persidangan. Namun ia juga yakin, bahwa dalam situasi yang sulit Tuhan akan memenuhi kebutuhan hidupnya menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya.

Dalam mengalami situasi hidup yang sulit itu, Paulus memberikan kepada kita beberapa nasihat :
 
Pertama, di tengah masalah dan ancaman kita diajak untuk memelihara kesatuan dan kesehatian di antara umat Tuhan. Pandangan duniawi adalah berusaha untuk mencari kepentingan pribadi tanpa menghiraukan orang lain. Namun, Paulus mengajarkan yang sebaliknya, para pemimpin jemaat harus senantiasa mempererat kesatuan di antara jemaat dan saling memperhatikan kepentingan sesamanya.
 

Kedua, tetap bersukacita dan berbuat baik. Di tengah-tengah kesulitan, hanya sedikit orang yang mau berbuat baik bagi sesamanya, karena orang lebih cenderung  memikirkan dirinya sendiri. Namun, umat Tuhan dipanggil justru untuk menyatakan kebaikan kepada sesama, dalam keadaan apapun. Tentu saja ini bukan pamer perbuatan baik untuk mendapat pujian orang, tetapi untuk menyatakan berkat Tuhan buat sesama.
 

Ketiga, tidak khawatir, melainkan menyatakan segala keinginan hati kita kepada Tuhan di dalam doa. Jika kita hidup di dalam kekhawatiran maka kita akan tunduk dan dikuasai oleh kekhawatiran itu. Jika kita berdoa dan bergantung kepada Tuhan, maka damai sejahtera Tuhanlah yang akan mengendalikan dan memimpin hati dan pikiran kita.
 

Keempat, memikirkan dan melakukan segala sesuatu yang baik, seperti yang telah diajarkan Paulus. Berpikir mengenai hal-hal yang baik dan mulia adalah langkah pertama untuk tidak dikuasai masalah. Namun, agar dapat lolos dan menjadi pemenang, kita perlu mempraktikkan semua pikiran baik tersebut.
 

Dalam menghadapi situasi yang sulit dan masalah dalam hidup kita di tengah-tengah arus dunia ini, hendaklah kita memilih untuk mengambil yang baik dan bersikap yang positif. Ingatlah sikap yang positif itu bukan berdasarkan akal budi kita semata melainkan berdasarkan pada janji firman-Nya. Karena itu janganlah kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah keinginan kita itu dalam doa, sebab Tuhanlah yang memelihara hidup kita, Dia menjaga kita.


Amin.


πŸ’  Menyanyi :   KJ 438. (1, 3, 4)
APAPUN JUGA MENIMPAMU


🎢
Apapun juga menimpamu, 
Tuhan menjagamu.
Naungan kasihNya pelindungmu, 
Tuhan menjagamu.

Ref.
Tuhan menjagamu 
waktu tenang atau tegang,
Ia menjagamu, Tuhan menjagamu.

 

🎢
DipeliharaNya hidupmu; 
Tuhan menjagamu
dan didengarkanNya doamu; 
Tuhan menjagamu.

Ref.
Tuhan menjagamu 
waktu tenang atau tegang,
Ia menjagamu, Tuhan menjagamu.


🎢
Cobaan apa mengganggumu? 
Tuhan menjagamu.
Buatlah Yesus sandaranmu; 
Dia menjagamu.

Ref.
Tuhan menjagamu 
waktu tenang atau tegang,
Ia menjagamu, Tuhan menjagamu.




πŸ’  Berdoa :

Ya Tuhan,
kami bersyukur akan kasih-setia-Mu yang tidak pernah berubah.

kuatkanlah iman percaya kami, bahwa dalam situasi apapun Engkaulah yang memelihara dan menjaga hidup kami.


*****

Bapa kami yang di sorga, 
Dikuduskanlah nama-Mu, 
Datanglah Kerajaan-Mu, 
Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.

Senin, 17 Mei 2021

OH, KASIH ALLAH YANG BESAR | Mezbah Keluarga | 18 Mei 2021





MEZBAH KELUARGA 
18 Mei 2021
Yunus 2:1-10
OH, KASIH ALLAH YANG BESAR




πŸ’  Menyanyi :  KJ 66. (1, 3)
DI GUNUNG DAN DI LURAH


Di gunung dan di lurah, 
di tiap jalanku,
di padang dan di hutan, dekatlah Tuhanku.
Di darat dan angkasa Tuhanku beserta;
Dimana-mana saja Tuhanku hadirlah.

 

🎢
Hai makhluk semuanya 
di gunung dan lembah,
di laut, di udara, di mana sajalah,
hayati siang-malam segala kurnia
pemb'rian Khalik alam, pertanda kasihNya.

 



πŸ’  Berdoa :

Ya Bapa Sorgawi yang maha kasih,
Ya Kristus Yesus penyelamat jiwa kami,

kami berterima kasih untuk pagi hari ini,
kami ber-terimakasih atas penyertaan-Mu menjaga kami tidur sepanjang malam.

Ya Roh Kudus,
Engkaulah sumber kearifan dan kekuatan, 

terangilah hati pikiran kami,
agar Sabda Kebenaran-Nya mengarahkan perjalanan hidup kami menuruti Kehendak-Nya. 

Dalam pengasihan Allah Tri Tunggal Kudus, kami berdoa. 
Amin. 




πŸ’  Membaca Alkitab :
         πŸ“–  Yunus 2:1-10

1 Kemudian, Yunus berdoa kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan.

2 Ia berkata, "Dalam kesengsaraanku, aku berteriak kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku. Dari perut bumi aku berteriak, dan Engkau mendengar suaraku.

3 Engkau telah membuang aku ke tempat yang dalam, ke dalam laut, dan aliran air mengelilingi aku, seluruh pecahan ombak-Mu dan gelombang-Mu menghempas aku.

4 Lalu, aku berkata, 'Aku telah dibuang dari hadirat-Mu. Namun, aku akan memandang lagi ke bait-Mu yang kudus.'

5 Air mengelilingi aku, bahkan mengancam nyawaku, lautan yang dalam mengelilingi aku, rumput laut melilit kepalaku.

6 Aku turun ke dasar pegunungan, palang pintu bumi menutup di belakangku untuk selama-lamanya. Namun, Engkau mengambil kembali nyawaku dari lubang kubur, ya TUHAN, Allahku.

7 Ketika jiwaku lemah lesu di dalam aku, aku ingat kepada TUHAN, dan doaku sampai kepada-Mu, ke dalam tempat-Mu yang kudus.

8 Mereka yang bergantung pada berhala kesia-siaan, menolak kasih setia yang dapat mereka miliki.

9 Namun, aku akan mempersembahkan kepada-Mu ucapan syukur. Aku akan membayar apa yang telah kunazarkan. Keselamatan adalah dari TUHAN!"

10 Lalu, TUHAN berfirman kepada ikan itu, dan ikan itu memuntahkan Yunus ke darat.




πŸ’  Renungan

πŸ–  Keselamatan adalah dari Tuhan! (ay. 9)


OH, KASIH ALLAH YANG BESAR



Penyair Inggris, Francis Thompson, dalam puisinya yang terkenal "The Hound of Heaven” mengungkapkan isi hatinya, “Aku melarikan diri dari-Nya, sepanjang malam dan sepanjang hari,” demikian pembukaan puisi Thompson yang menggambarkan tentang pengejaran Tuhan Yesus yang tidak kenal lelah, sekalipun Thompson berusaha bersembunyi, bahkan melarikan diri dari Allah. Di akhir puisinya, sang penyair menyimpulkan, “Benar, akulah yang terus Engkau cari!”


Kasih Allah yang setia mengejar manusia merupakan tema utama kitab Yunus. Nabi Yunus menerima tugas untuk memberitahukan kepada orang-orang Niniwe (musuh bebuyutan bangsa Israel) bahwa mereka harus bertobat dan berpaling kepada Allah, tetapi ia justru "melarikan diri . . . jauh dari hadapan Tuhan."  Ia pun naik kapal yang berlayar ke arah yang berlawanan dari Niniwe, tetapi tak lama kemudian kapal itu diterjang badai dahsyat. Untuk menyelamatkan awak kapal, Yunus dicampakkan ke dalam laut lalu ditelan oleh seekor ikan besar.


Dalam puisi doanya yang indah itu, Yunus mengungkapkan bahwa sekalipun ia berusaha sekuat tenaga melarikan diri dari Allah, tetapi kuasa kasih Allah tetap mengejarnya. Ketika Yunus tidak mampu lagi mengatasi persoalannya dan perlu diselamatkan, ia berseru kepada Allah dalam doa dan berpaling kepada kasih-Nya. Allah menjawab dan menyelamatkan bukan hanya Yunus, tetapi juga bangsa Asyur yang dibencinya.


Seperti digambarkan kedua puisi di atas, mungkin adakalanya dalam hidup ini kita mencoba lari dari kuasa Allah. Namun, kuasa kasih Allah itu sangat besar, seperti diungkapkan dalam lagu THE LOVE OF GOD (KASIH ALLAH) yang dibuat pastor Frederick Marthin Lehman yang juga terinspirasi oleh puisi dari Meir Ben Isaac Nehorai, penyair Yahudi pada tahun 1050 yang menyatakan kuasa kasih Allah atas umat-Nya Israel seperti yang dinyatakan Tuhan melalui nabi Yeremia, kata-Nya: “Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu (Yeremia 31:3).


Kuasa kasih Allah yang besar itu telah Ia nyatakan dalam hidup dan karya Yesus Kristus. Sampai hari ini kuasa kasih Allah itu terus berkarya untuk membawa kita kembali kepada hubungan yang baik dengan-Nya. Karena itu ingatlah, kasih Allah itu sungguh mulia, tiada bandingannya. Marthin Lehman menyebutnya : THE LOVE OF GOD; Gita Bakti menyebutnya : Oh, Kasih Allah yang besar.

Amin.




πŸ’  Menyanyi :  GB 242. (1, 2)
OH, KASIH ALLAH YANG BESAR
( The Love of God )

🎢
Oh, kasih Allah yang besar, 
jauh melebihi apapun.
Menjangkau bintang manapun, 
bahkan neraka terendah.
Kar'na besarlah kasih-Nya 
dib'rikan Put'ra-Nya.
Oleh darah-Nya damailah, 
Allah dan manusia.

Ref.
Oh, kasih Allah mulia, 
tiada bandingannya.
Oh, kasih Allah s'lamanya 
di sorga terdengar.

🎢
Bumi dan juga isinya 
akan berlalu masanya.
Tetapi kasih mulia, 
takkan berakhir s'lamanya
Lagu malaikat terdengar 
agungkan kasih-Nya;
kasih-Nya pasti dan tetap, 
menebus manusia.

Ref.
Oh, kasih Allah mulia, 
tiada bandingannya.
Oh, kasih Allah s'lamanya 
di sorga terdengar.


 

πŸ’  Berdoa

Ya Tuhan Yesus, terima kasih karena dengan penuh kasih yang besar, Engkau mengejar kami dan menyelamatkan kami.

Ya Tuhan, 
tolonglah kami untuk merespons kasih-Mu untuk bersaksi tentang kabaikan-Mu.


*****

Bapa kami yang di sorga, 
Dikuduskanlah nama-Mu, 
Datanglah Kerajaan-Mu, 
Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.

Minggu, 16 Mei 2021

BERHIKMAT : PERCAYA TUHAN dan PEGANG SABDA-NYA | Mezbah Keluarga | 17 Mei 2021



MEZBAH KELUARGA 
17 Mei 2021
Amsal 2:1-10
HIKMAT : PERCAYA TUHAN dan PEGANG SABDA-NYA


πŸ’  Menyanyi :   KJ 405. (1, 2, 4)
KAULAH, YA TUHAN, SURYA HIDUPKU

🎢
Kaulah, ya Tuhan, Surya hidupku;
asal Kau ada, yang lain tak perlu.
Siang dan malam Engkau kukenang;
di hadiratMu jiwaku tenang!

🎢
Kaulah Hikmatku, Firman hidupku;
Kau besertaku dan 'ku sertaMu.
Engkau Bapaku, aku anakMu;
denganMu, Tuhan, 'ku satu penuh.

 
🎢
Tak kuhiraukan pujian fana;
hanya Engkaulah pusaka baka!
Raja di sorga, Engkau bagiku
harta abadi, bahagia penuh!




πŸ’  Berdoa :

Ya Bapa Sorgawi yang maha kasih,
Ya Kristus Yesus penyelamat jiwa kami,
Pagi hari ini, kami ber-terimakasih 
atas penyertaan-Mu menjaga kami tidur nyenyak sepanjang malam. 

Ya Roh Kudus sumber kearifan dan kekuatan, 
Terangilah hati pikiran kami agar Sabda Kebenaran mengarahkan perjalanan hidup kami sepanjang hari ini menurut Kehendak TUHAN. 

Dalam pengasihan-Mu, Tritunggal Kudus kami berdoa. 
Amin. 


πŸ’  Membaca Alkitab :
         πŸ“–  Amsal 2:1-10 (TB)  

1 Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam hatimu, 

2 sehingga telingamu memperhatikan hikmat, dan engkau mencenderungkan hatimu kepada kepandaian, 

3 ya, jikalau engkau berseru kepada pengertian, dan menujukan suaramu kepada kepandaian, 

4 jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, 

5 maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah. 

6 Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian. 

7 Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya, 

8 sambil menjaga jalan keadilan, dan memelihara jalan orang-orang-Nya yang setia. 

9 Maka engkau akan mengerti tentang kebenaran, keadilan, dan kejujuran, bahkan setiap jalan yang baik. 

10 Karena hikmat akan masuk ke dalam hatimu dan pengetahuan akan menyenangkan jiwamu; 





πŸ’  Renungan

πŸ–  Maka engkau akan mengerti tentang kebenaran, keadilan, dan kejujuran, bahkan setiap jalan yang baik. Karena hikmat akan masuk ke dalam hatimu dan pengetahuan akan menyenangkan jiwamu; 
[Amsal 2:9-10 (TB)]


BERHIKMAT : PERCAYA TUHAN dan PEGANG SABDA-NYA 

Di zaman ini orang lebih mengutamakan pencapaian materi atau prestasi yang
bisa diukur secara fisik. Itu sebabnya tidak banyak orang yang menganggap hikmat itu sebagai hal yang penting. Seseorang bisa dikatakan berhikmat, jika kita melihatnya dari karakter dan nilai-nilai yang dia anut.

 
Bila Alkitab bicara tentang hikmat, maka itu berarti bicara tentang takut akan Tuhan dan pengenalan akan Dia. Bicara tentang hikmat adalah bicara tentang kemampuan orang untuk hidup mengikuti kehendak Allah. Namun kemampuan itu bukan berasal dari orang itu sendiri, karena sumber hikmat ialah Tuhan. Hikmat itulah yang mewarnai hidup dan menolong orang untuk menjalani hari-harinya. Sebab itu orang harus merespons hikmat secara tepat. Orang harus menerima perkataannya, harus menyimpan perintahnya, serta memperhatikan dan mencondongkan hati kepada hikmat. Namun di sisi lain, hikmat itu tidak selalu mudah didapat. Hikmat harus dicari seperti orang mencari harta yang terpendam. Dan pada kenyataannya, tidak banyak orang
yang mau bersusah payah untuk memperoleh hikmat.



Namun sebagai orang beriman kita harus tahu makna hikmat bagi kita. Karena dengan hikmatlah, Tuhan mengajar kita agar piawai menghindari berbagai jebakan terhadap iman kita. Dengan hikmatlah Tuhan mempersenjatai kita untuk melawan aneka jerat dosa. Dan satu-satunya cara agar kita memiliki hikmat adalah melalui persekutuan kita dengan Tuhan secara pribadi hari demi hari. Melalui membaca Alkitab setiap hari, maka Tuhan akan mendidik kita agar menjadi pribadi yang bijak dan mengalami berkat yang tersedia bagi orang yang berhikmat. 



Melalui Alkitab itulah Tuhan menyatakan diri-Nya kepada kita. Hanya Alkitab yang dapat menjadi buku pegangan kita untuk tahu bagaimana kita harus hidup. Bahkan lebih dari itu, hikmat memberi kepada yang memilikinya lebih banyak kekuatan dari pada sepuluh penguasa dalam kota (Pkh. 7:19). Kiranya Tuhan menolong kita untuk mengisi hari-hari kita dalam percaya kepada-Nya dan berpegang pada Sabda-Nya, yaitu hikmat yang telah Dia sediakan bagi kita.

Amin.



πŸ’  Menyanyi :   GB 62. (1, 4)
SIAPA YANG BERPEGANG
(When We Walk with The Lord/Trust and Obey)

🎢
Siapa yang berpegang
pada sabda Tuhan
dan setia mematuhi-Nya.
Hidupnya mulia
dalam cah’ya baka
bersekutu dengan Tuhannya.

Ref.
Percayalah dan pegang sabda-Nya:
hidupmu dalam Yesus sungguh bahagia!

 
🎢
Kasih-Nya yang kekal
takkan kita kenal
sebelum pada-Nya berserah.
Hidup bahagia
disediakan-Nya
bagi yang berpegang pada-Nya.

 Ref.
Percayalah dan pegang sabda-Nya:
hidupmu dalam Yesus sungguh bahagia!

    

πŸ’  Berdoa

Ya Tuhan, Engkaulah sumber hikmat,

Ajarilah kami untuk setia menemukan hikmat-Mu dalam persekutuan bersama-Mu dengan rajin membaca Alkitab-firman Allah.

Ajarilah kami untuk percaya dan berpegang pada Sabda-Mu, agar hikmat-Mulah yang  menolong kami menjalani hari-hari hidup kami.


*****

Bapa kami yang di sorga, 
Dikuduskanlah nama-Mu, 
Datanglah Kerajaan-Mu, 
Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.

TERPUJILAH ALLAH, BESAR HIKMAT-NYA! | Mezbah Keluarga Hari Minggu | 16 Mei 2021





MEZBAH KELUARGA HARI MINGGU
16 Mei 2021
Amsal 3:1-10
TERPUJILAH ALLAH, BESAR HIKMAT-NYA!




Anak : Marilah kita berdiri untuk memuji Tuhan dengan menyanyi bersama ...

πŸ’  Menyanyi : KJ 6. (1)
HAI MASYHURKANLAH 

🎢
Hai masyhurkanlah Allahmu kudus:
besar namaNya maklumkan terus.
Agungkanlah Dia yang jaya megah;
kekal dan mulia kerajaanNya.


πŸ’  PEMBUKAAN (votum-salam) :
Papa :

Kita mulai Mezbah Keluarga ini dengan keyakinan bahwa pertolongan kepada kita adalah TUHAN yang telah menjadikan langit dan bumi, yang selalu menjaga kesetiaan-Nya terhadap kita sampai selama-lamanya dan yang tiada pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya. ~ Anugerah, Rahmat dan Damai Sejahtera dari Allah Bapa kita di dalam Anak-Nya, Tuhan Yesus Kristus yang telah naik ke surga dan meminta kita untuk menjadi saksi-Nya, dan Ia senantiasa menolong kita dalam tuntunan kuasa Roh Kudus menyertai kita sekalian,  Amin.


πŸ’  Menyanyi :   KJ 6. (2, 3)
HAI MASYHURKANLAH 

🎢
Yang Tinggi, Alhak di sorga baka
pun hadir dekat dengan abdiNya.
Nyanyikan jayaNya, hai umat kudus:
"Kekal Yesus Raja, kekal Penebus!"

🎢
Muliakanlah Sang Bapa kekal;
muliakanlah Sang Putra serta;
malaikat di sorga dengan bersujud
sembah Anak domba yang mahakudus.

πŸ’  DOA HARI MINGGU :
Mama :  

Ya TUHAN Kemuliaan, 
Allah yang pengasih,
dengan sukacita kami memuji-Mu.

Bersama dengan semua umat-Mu yang merayakan Ibadah Hari Minggu ini, 
kami menyembah-Mu Allah yang benar, 
Bapa, Anak dan Roh Kudus 

Luluhkanlah dosa dan kesedihan kami, singkirkanlah keraguan kami,
lalu isi kami dengan cahaya kasih-Mu.

Berikan kami suatu kesadaran Ilahi 
dan pengenalan akan Diri TUHAN, 
sehingga kami bisa melakukan setiap hal 
untuk menggenapi kehendak-Mu,
melalui Yesus Kristus, Penyelamat kami.

Amin

πŸ’  Menyanyi :  KJ 6. (4)
HAI MASYHURKANLAH 

🎢
KepadaNyalah syukur abadi!
KepadaNyalah sembah tak henti,
Kuasa dan hikmat, pujian merdu,
Kemuliaan, hormat dan kasih penuh!



πŸ’  DOA EPIKLESE :
Papa :  

Ya TUHAN, Bapa yang Mahamulia, 
oleh Yesus Kristus yang Mahapengasih, kami mohon,

Bimbinglah kami dengan Roh Kudus, 
sehingga melalui Pembacaan Alkitab dan Pemberitaan Firman Allah, kami dapat memahami Kehendak-Mu

Berbicaralah kepada kami, Ya TUHAN, 
kami sudah siap mendengar. 

Engkaulah Tri Tunggal Mahakudus yang kami muliakan, sekarang, selalu dan sepanjang segala masa. 

Amin. 




πŸ’  MEMBACA ALKITAB :
         πŸ“–   Amsal 3:1-10 (TB)  

Anak :   
Marilah kita mendengarkan Pembacaan Alkitab  dari :   ....... yang mengatakan demikian : 


1 Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, 

2 karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu. 

3 Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu, 

4 maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia. 

5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. 

6 Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. 

7 Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan; 

8 itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu. 

9 Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, 

10 maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya. 


 
Demikianlah pembacaan Alkitab, terpujilah Yesus Kristus, Haleluya. 

Semua :   πŸŽΆ Haleluya, Haleluya, Haleluya.




πŸ’  RENUNGAN
Papa



TERPUJILAH ALLAH, BESAR HIKMAT-NYA!


Hikmat tidak sama dengan pengetahuan dan pengetahuan bukanlah hikmat. Jika pengetahuan diibaratkan seperti sebuah kapal, maka hikmat itu adalah kompasnya.  Hikmat adalah arah dan tujuan. Pesawat yang berangkat dari Jakarta ke Makassar tapi salah 1 derajat saja ketika berangkat, maka pesawat itu  tidak akan sampai ke tempat tujuan. Dengan begitu, maka hikmat menentukan kemana kita harus pergi dan bagaimana menggunakan apa yang kita miliki. 


Hikmat yang kita renungkan menurut bacaan hari ini berkaitan dengan hidup orang beriman yang membangun hubungan atau relasi pribadinya dengan Tuhan. Dan jika kita memberi respons yang sesuai dengan kehendak-Nya, maka buah-buah kehidupan itu dengan hasilnya akan mengalir. 


Beginilah cara hidupnya orang yang berhikmat yang kita dapatkan dari pembacaan Amsal 3:1-10 ini, Pertama, percaya kepada Tuhan dengan segenap hati dan mengakui Dia dalam segala hal; kedua, bergantung sepenuhnya pada Tuhan dan tidak pada diri sendiri; ketiga, memuliakan Tuhan dengan harta. Cara hidup seperti inilah yang menjadi manifestasi dari ketergantungan manusia kepada Tuhan, Sang Sumber Hikmat.
 

Bila kita memiliki cara hidup orang berhikmat, maka berkat-berkat yang akan kita nikmati, adalah seperti: panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera, mendapatkan kasih dan penghargaan dari Allah dan manusia; jalan kita diluruskan, dan lumbung-lumbung kita akan diisi penuh bahkan sampai melimpah-limpah. 


Pengamsal dalam Amsal 3:1 menuliskan begini, "Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku", itu artinya kita diajak untuk selalu ingat akan hikmat-Nya, yaitu ajaran-ajaran firman-Nya yang selalu kita simpan dan pelihara dalam hati kita. Dan yang perlu kita ingat lagi, bahwa hikmat terbesar yang Allah kurniakan kepada orang-orang berhikmat adalah keselamatan kekal melalui hidup dan karya Yesus Kristus. Maka untuk kurnia besar dari Allah itu, kita patut bersyukur dan memuji-Nya dengan seruan iman, "Terpujilah Allah, hikmat-Nya besar."

Amin.


πŸ’  Menyanyi :  GB 164. 
TERPUJILAH ALLAH, HIKMATNYA BESAR
(To God Be the Glory)


🎢
Terpujilah Allah, hikmat-Nya besar;
begitu kasih-Nya ‘tuk dunia cemar,
sehingga dib’rilah Putra-Nya kudus,
mengangkat manusia serta menebus.

Ref.
Pujilah, pujilah! Buatlah dunia
bergemar, bergemar 
mendengar suara-Nya.
Dapatkanlah Allah demi Putra-Nya,
b’ri puji pada-Nya sebab hikmat-Nya.


🎢
Dan darah Anak-Nyalah yang menebus
mereka yang yakin ‘kan janji kudus;
dosanya, betapapun juga keji,
dihapus oleh-Nya, dibasuh bersih.

Ref.
Pujilah, pujilah! Buatlah dunia
bergemar, bergemar 
mendengar suara-Nya.
Dapatkanlah Allah demi Putra-Nya,
b’ri puji pada-Nya sebab hikmat-Nya.

(kesempatan memberi persembahan)

🎢
Tiada terukur besar hikmat-Nya;
penuhlah hatiku sebab Anak-Nya
Dan amatlah k’lak hati kita senang
melihat Sang Kristus di sorga cerlang.

Ref.
Pujilah, pujilah! Buatlah dunia
bergemar, bergemar 
mendengar suara-Nya.
Dapatkanlah Allah demi Putra-Nya,
b’ri puji pada-Nya sebab hikmat-Nya.


πŸ’  PENGAKUAN IMAN :


πŸ’  DOA SYAFAAT

Mama :

Ya Tuhan, terima kasih atas segala berkat-Mu. Ingatkanlah kami selalu akan hikmat-Mu yang besar itu agar selalu mempermuliakan-Mu dalam setiap aspek hidup kami.

Ya Tuhan, kami membawa ke dalam pengasihan-Mu usaha-usaha dalam pekerjaan misi dan penjangkauan; kiranya oleh penjangkauan, maka kabar sejati semakin dikenal oleh banyak orang.


Anak :

Ya Tuhan, kami juga mendoakan orang-orang percaya supaya semakin bersemangat dalam memanfaatkan media sosial untuk membagikan Injil; kami mendoakan gereja-gereja agar dapat memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi untuk menjadi media yang mendukung bagi pelayanan penginjilan dan pemuridan.


Papa :

Ya Tuhan, kami mohon kuat kuasa-Mu bekerja dalam hidup kami dan semua orang-orang percaya, sehingga menjadi saksi yang menginspirasi bagi orang-orang yang belum percaya.

Ya Tuhan, 
Engkaulah sumber damai sejahtera,
kami bawa ke dalam pengasihan-Mu akan gejolak yang terjadi di wilayah Timur Tengah, kiranya kasih-Mu menjadi penggerak bagi negara-negara yang bersengketa untuk bersedia tunduk dalam kedaulatan-Mu untuk terjadinya perdamaian yang sejati.

Ya Tuhan, peliharalah kami dalam Yesus Kristus yang sudah mengajarkan kami berdoa bersama, 

Bapa kami yang di sorga, 
Dikuduskanlah nama-Mu, 
Datanglah Kerajaan-Mu, 
Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.


πŸ’  Menyanyi :  KJ 332. (1) 
KEKUATAN SERTA PENGHIBURAN

🎢
Kekuatan serta penghiburan 
diberikan Tuhan padaku. 
Tiap hari aku dibimbingNya; 
tiap jam dihibur hatiku. 
Dan sesuai dengan hikmat Tuhan 
'ku dib'rikan apa yang perlu. 
Suka dan derita bergantian 
memperkuat imanku.


πŸ’  PENUTUPAN (pengutusan-berkat) :
Papa πŸ‘¨‍πŸ’Ό :    

Marilah kita kembali ke kehidupan setiap hari dan menjadi saksi bagi Kristus melalui perkataan dan perbuatan kita menyatakan Kasih dan Kebaikan-Nya.

Arahkanlah hati dan pikiran kita kepada TUHAN, lalu terimalah berkat-Nya : 

TUHAN, Allah Yang Maha Kuasa : 
BAPA, ANAK, dan ROH KUDUS 
melindungi dan membimbing kita sekalian.

Dan dalam pengasihan-Nya, Ia memberkati kita  mulai dari sekarang ini, selalu dan kekal sampai selama-lama-nya. 

 Semua  : 🎢 Amin, amin, amin....