Jumat, 11 Juni 2021

Renungan DUDUNG | 11 Juni 2021 | PEWAHYUAN KASIH ALLAH





PEWAHYUAN KASIH ALLAH

🖍 …Aku berdoa supaya kamu dapat mengenal kasih Al-Masih itu, yang melampaui segala pengetahuan sehingga kamu dipenuhi dengan seluruh kesempurnaan Allah. - Efesus 3:19


BACAAN: Roma 8: 9-15 

Kasih Allah begitu luas, begitu tinggi, begitu dalam, dan begitu panjang, sehingga Surah Efesus mengatakan kepada kita bahwa itu melampaui segala pengetahuan. Kita tidak dapat memahaminya dengan kemampuan kita sendiri. Buku-buku, orang lain, pengalaman - tidak ada apa pun di dunia ini yang dapat menyebabkan kita belajar tentang kasih Allah. Jika itu tidak dapat dipelajari, bagaimana kita dapat memahaminya?

Kasih Allah itu asing; bukan berasal dari dunia ini. Allah Sang Bapa harus masuk ke dunia kita dan mengungkapkannya kepada kita. Kasih Allah di dalam Al-Masih tidak kurang dari suatu pewahyuan.  Dalam Roma 8, Hawariyun Pa’ul mengatakan kepada kita bahwa kasih ini begitu berbeda (suci) sehingga Allah harus menaruh Ruh-Nya di dalam kita dan membuat kita berseru, "Abba Bapa."

Kasih Allah Sang Bapa didemonstrasikan di kayu salib dan dihidupkan di hati kita oleh Ruh Suci - adalah kebenaran kuat yang harus kita beritakan sebagai juru kabar firman Allah. 

Tidak ada khutbah yang cukup baik, tidak ada argumen yang cukup cerdas, dan tidak ada kepribadian yang cukup menawan. Penerapan kasih Allah ke dalam hati manusia adalah pekerjaan ilahi yang hanya dapat dilakukan oleh Ruh Suci. Kepintaran berbicara tidak cukup bagi Hawariyun Pa’ul dan tidak cukup bagi kita. Kita yang mati dalam pelanggaran kita dihidupkan bagi Allah oleh kuasa Allah, dan pada pekerjaan Allah ini kita sepenuhnya bergantung.

Persiapkan khutbah Anda dengan rajin dan setia. Tetapi berdoalah dan percayalah lebih sungguh-sungguh lagi karena mengetahui bahwa pekerjaan terpenting dilakukan oleh Ruh Suci. Bukankah Allah telah membuat bodoh hikmah dunia ini agar jangan sampai salib Al-Masih kosong kuasaNya?

Ya Allah, bangunkan aku kepada kasihMu dengan kekuatan Ruh SuciMu. Amin.  

Peter Sung

Kamis, 10 Juni 2021

HIDUP JUJUR MULAI DARI DIRI SENDIRI | Amsal 11:3-6 | MEZBAH KELUARGA | 11 Juni 2021



MEZBAH KELUARGA 
11 Juni 2021
Amsal 11:3-6
HIDUP JUJUR MULAI DARI DIRI SENDIRI



💠 MEMBACA MAZMUR :
(Mazmur 86:11, 12 dibaca bersama-sama)

11 Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu. 

12 Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya. 


 
💠 WAKTU TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).


💠 MENYANYI :  GB 61. (1, 2)
TUHAN, AJARKANLAH KEHENDAKMU
(Teach Me Thy Will, O Lord)

🎶
Tuhan, ajarkanlah kehendak-Mu;
nyatakan jalan-Mu dan firman-Mu.
‘Kus’rahkan hidupku pada bimbingan-Mu,
dekatkan diriku kepada-Mu

🎶
Ajarlah kukenal anug’rah-Mu.
Sinarilah dengan t’rang wajah-Mu
Hapuskan dosaku, diami hatiku,
kiranya ‘ku tetap bersama-Mu



💠 BACAAN ALKITAB :
  📖 Amsal 11:3-6

3 Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.

4 Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut. 

5 Jalan orang saleh diratakan oleh kebenarannya, tetapi orang fasik jatuh karena kefasikannya. 

6 Orang yang jujur dilepaskan oleh kebenarannya, tetapi pengkhianat tertangkap oleh hawa nafsunya. 



💠 RENUNGAN

HIDUP JUJUR MULAI DARI DIRI SENDIRI




Saat ini kejujuran semakin jarang dijumpai dalam kehidupan kita. Hampir pada semua aspek kehidupan ini, kita menjumpai semakin banyak kecurangan, perselingkuhan, atau korupsi, baik yang berskala kecil maupun besar. Berani bersikap jujur kemudian mengandung konsekuensi bahwa kita juga harus berani untuk menerima risiko dicap sebagai orang yang melawan arus. Apalagi istilah "jujur hancur" sudah begitu nyata terjadi di masyarakat kita.


Dalam Amsal 11, Tuhan menunjukkan perbedaan antara orang jujur dan orang curang. Kehidupan orang jujur dipimpin oleh ketulusan, sementara pengkhianat akan rusak oleh kecurangannya. Orang jujur hidup dalam kebenaran sehingga tidak perlu takut jika diperhadapkan dengan hukum. Sebaliknya, pengkhianat dihantui ketakutan kalau-kalau ia akan ditangkap karena kecurangannya. Kefasikan yang ia lakukan meruntuhkan kota, sedangkan orang jujur mengalirkan berkat sehingga bisa mengembangkan kota.


Nilai-nilai kejujuran merupakan sesuatu yang wajib ditanamkan dalam hati orang percaya. Jika kita berlaku jujur, dunia dapat melihat terang Kristus yang kita pancarkan melalui kehidupan kita. Firman-Nya mengingatkan, "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaruan budimu, sehingga kamu dapat membedakan mana kehendak Allah: Apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya dan sempurna" (Roma 12:2). ~ Salah satu cara untuk memuliakan TUHAN adalah dengan HIDUP DALAM KEJUJURAN. Ada kata bijak yang pernah diucapkan oleh Sir Walter Scott, "Saat kita mulai berlatih untuk tidak jujur maka kita sedang mulai menenun sebuah perangkap."  Memasuki hari baru hidup ini, hendaklah kita memohon pimpinan Roh Kudus agar dengan HIKMAT TUHAN kita mampu bertahan untuk hidup jujur mulai dari diri sendiri dan tidak terbawa arus cemar dunia ini! 



💠 WAKTU TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).
 

💠 MENYANYI :   GB 69. (1)
KUMULAI DARI DIRI SENDIRI

🎶
Kumulai dari diri sendiri
untuk melakukan yang terbaik.
Kumulai dari diri sendiri,
hidup jujur dengan hikmat Tuhanku.
Tekadku Tuhan: 
mengikut-Mu selama hidupku,
berpegang teguh 
kepada iman dan percayaku.
Akan kumulai dari diriku
melakukan sikap yang benar.
Biar pun kecil dan sederhana,
Tuhan dapat membuat jadi besar.

 
💠 DOA MENANGGAPI BACAAN ALKITAB :

Ya Tuhan, aku menyadari bahwa kebenaran-Mu lebih berharga dari segala harta, sebab kebenaran-Mu tidak pernah berubah untuk selama-lamanya. Apabila harta kekayaan bersifat tidak tetap dan terbatas gunanya, tidak demikian halnya dengan kebenaran-Mu. Aku bersyukur karena Engkau berkenan menyatakan kebenaran-Mu melalui firman-Mu. Kebenaran-Mu itu yang akan menuntun diriku untuk berjalan di jalan yang rata dan menjauhkan diriku dari kefasikan yang membinasakan.

 

Ya Tuhan, aku mohon, sertailah diriku dengan Roh dan firman kebenaran-Mu. Sehingga dengan demikian pada hari ini dalam sikap jujur dan Takut akan Tuhan, aku mampu mengerjakan tugas dan kewajibanku secara maksimal. Tolonglah diriku agar kehidupanku di sepanjang hari ini adalah merupakan ibadah kepada-Mu dan memuliakan nama-Mu di antara orang-orang yang ada di sekitarku. Sebab hanya dengan demikian barulah aku dapat hidup sebagai saksi-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang layak menerima segala pujian dan hormat, aku berdoa.


 ***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin. (Matius 6:9-13)
 

Renungan DUDUNG | 10 JUNI 2021 | Potensi Biotik Jemaah untuk Bertumbuh







POTENSI BIOTIK JEMAAH UNTUK BERTUMBUH 

🖍 Aku yang menanam dan Apolos yang menyiram, tetapi Allah yang menumbuhkan. ~ I Korintus 3: 6 


BACAAN: Markus 4: 26-29 


Potensi biotik adalah kapasitas yang melekat pada suatu organisme atau spesies untuk berkembang biak dan bertahan hidup. Karena Allah adalah Allah dari visi kita untuk penanaman jemaah baru, jemaah kita harus menghasilkan, bertumbuh, berkembang biak dan bertahan.  Namun, tantangan dan hambatan, serta beberapa praktik kita, mungkin cenderung membutakan perintis jemaah dari melihat potensi kapasitas untuk pertumbuhan dan reproduksi ini.

Perintisan jemaah dibentuk oleh umat Allah yang berkumpul untuk tujuan Allah. Allah telah memberikan karunia dan otoritas spiritual pada setiap orang percaya untuk tujuan memenuhi misi-Nya. Firman-Nya memiliki hidup, karunia-Nya diberikan untuk kebaikan bersama, umat-Nya diberi amanat, kehadiran-Nya dijamin, Ruh-Nya meyakinkan dunia, dan kedatangan-Nya untuk jemaah-Nya tidak dapat dibatalkan. Potensi biotik harus membuat setiap penanaman jemaah tumbuh.

Lalu apa peran kita dalam ikhtiar ini? Peran kita bukanlah menjadi benih tanaman kita; melainkan untuk melepaskan potensi biotik yang diberikan Allah di dalam penanaman jemaah.  Hawariyun Pa’ul, yang memiliki wawasan ini, berkata, "Allah yang menumbuhkan."

Apakah kita ingin membangun komunitas Allah di penanaman jemaah kita? Seberapa besar keunggulan yang kita berikan kepada firman Allah saat kita memuridkan orang yang tidak mengerti menjadi murid yang serupa dengan Al-Masih? Apakah kita puas menarik banyak orang atau apakah kita membentuk murid Isa Al-Masih? Apakah kita menggunakan karunia rohani yang diberikan Allah dalam umat-Nya untuk menumbuhkan jemaah-Nya atau apakah kita mengizinkan pengikut Isa untuk tetap menjadi penonton sirkus jemaah yang menarik? Apakah kita hanya memberitakan Amanah Agung atau melaksanakannya dengan menuai panen dari para murid yang berlipatganda?

Ya Allah, tolong saya untuk melihat potensi pertumbuhan bawaan yang telah Engkau berikan di dalam setiap jemaah yang ditanam dan untuk tidak melakukan hal merugikan saat saya menanam jemaah ini. Amin.

(oleh : R. Jayakumar)

Rabu, 09 Juni 2021

YESUS SUMBER DAMAI | Yohanes 20:19-21 | Mezbah Keluarga | 10 Juni 2021





MEZBAH KELUARGA 
10 Juni 2021
Yohanes 20:19-21
YESUS SUMBER DAMAI 



💠 MEMBACA MAZMUR :
(Mazmur 42:2, 3  dibacakan bersama-sama)
 
2 Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. 

3 Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. 



💠 WAKTU TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).





MENYANYIGB 262. (1, 3)
BAGAI RUSA RINDUKAN AIR
(As the Deer)

🎶
Bagai rusa rindukan air, 
jiwaku merindukan-Mu.
Engkau, Tuhan, hasrat jiwaku, 
'kusembah selamanya.

Ref.
Hanya 'Kau kekuatanku, 
perisai dan kes'lamatanku.
Engkau, Tuhan, hasrat jiwaku 
'kusembah selamanya.



🎶
Merindukan Engkau bagiku 
melebihi s'galanya
Sukacitaku 'Kau penuhi, 
'Kau puaskan jiwaku.

Ref.
Hanya 'Kau kekuatanku, 
perisai dan kes'lamatanku.
Engkau, Tuhan, hasrat jiwaku 
'kusembah selamanya.



 
💠 BACAAN ALKITAB :
   📖 Yohanes 20:19-21

19 Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu! 

20 Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. 

21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." 

 

 

💠 RENUNGAN :

            YESUS SUMBER DAMAI 

Bagaikan mata air di padang gurun demikianlah kehadiran Kristus akan mengubah keputusasaan menjadi hidup yang penuh dengan pengharapan. Bagi orang yang berjalan di padang gurun yang luas dengan tanpa bekal air yang cukup maka masa depan akan terasa sangat gelap. Kekuatiran dan rasa takut dapat menguasai hati yang bersangkutan. Di dalam situasi seperti itu bila ia bertemu dengan oase maka mata air tersebut akan memulihkan pengharapan di dalam hidupnya. Hal yang sama akan dialami oleh orang yang sedang berputus asa. Kehadiran Kristus akan menghapuskan ketakutan di hati mereka dan menggantinya dengan kesanggupan untuk memandang masa depan dalam pengharapan.

 


Kehadiran Kristus yang membawa perubahan positif itulah yang dialami oleh para murid Yesus. Sebagaimana yang dicatat di dalam Yohanes 20 mereka sedang berada di dalam ketakutan terhadap orang-orang Yahudi yang telah menyerahkan Yesus ke tangan penguasa Romawi untuk disalibkan. Ketakutan itu berubah menjadi sukacita ketika Kristus yang telah bangkit dari kematian hadir di tengah-tengah mereka. Yesus menghamparkan masa depan yang baru bagi mereka dengan berkata: "Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." Singkat kata, kehadiran Kristus akan menghapus keputusasaan dari di dalam hidup kita dan menggantinya dengan damai sejahtera.

 

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN :
Apakah yang perlu Anda lakukan untuk mengalami kehadiran Kristus di dalam hidup Anda? Mengapa demikian?


💠 WAKTU TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).
 


💠 MENYANYIGB 38. (1-3)
YESUS SUMBER DAMAI

🎶
Yesus Sumber damai, Tuhan Maha kudus,
kini kami datang, b'rilah kasih-Mu

🎶
S'lamatkanlah kami dari kuasa dosa.
B'rilah pada kami jiwa yang tenang.

 🎶
Jurus'lamat kami, hangatkanlah hati
dan satukan kami dalam rahmat-Mu.




💠 DOA MENANGGAPI BACAAN ALKITAB :

Ya Tuhan, Engkau telah bangkit dari kematian dan hidup selama-lamanya. Engkaulah sumber damai sejahtera dan kemenanganku. Engkau selalu memperhatikan kehidupan anak-anak-Mu, dan tidak pernah membiarkan diriku menghadapi kehidupan ini dalam rasa takut, cemas, maupun kuatir. Melalui Roh Kudus-Mu Engkau menyertai diriku, menghibur, serta memenuhi hatiku dengan kekuatan dan damai sejahtera. Engkau menjamin masa depanku dan mengubah kehidupanku dari kesia-siaan menjadi hidup yang penuh dengan makna.

 

Aku bersyukur kepada-Mu karena dapat mengawali hari ini dengan beribadah kepada-Mu. Melaluinya aku merasakan kehadiran-Mu dan membaharui iman serta penyerahan diriku kepada-Mu. Firman-Mu meneguhkan imanku, dan Roh-Mu menghibur hatiku. Dengan demikian aku dapat menatap waktu-waktu yang akan kulalui pada hari ini tanpa keraguan. Aku yakin Engkau akan menyertai diriku dan menolong diriku dalam mengatasi setiap kesukaran. Di dalam anugerah-Mu Engkau memberkati dan memakai diriku untuk menjadi saksi-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa. Amin.

 

 



LEKSIONARI UNTUK HARI INI
Yohanes 20
Amsal 10
Kidung Agung 4-6

 

 

 

 

Selasa, 08 Juni 2021

KESOMBONGAN MEMBUTAKAN MATA HATI | Mezbah Keluarga | 9 Juni 2021




MEZBAH KELUARGA 
9 Juni 2021
KESOMBONGAN MEMBUTAKAN MATA HATI

 
 

💠 MEMBACA MAZMUR 
(Mazmur 57:10-12, dibacakan bersama-sama)

10 Aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa, ya Tuhan, aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa; 

11 sebab kasih setia-Mu besar sampai ke langit, dan kebenaran-Mu sampai ke awan-awan. 

12 Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi! 


 

WAKTU TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).



MENYANYIGB 246. 
AKU MAU BERSYUKUR
(Be Axalted, O God)

🎶
Aku mau bersyukur 
di antara bangsa-bangsa,
aku mau bermazmur 
bagi-Mu, ya Tuhan.

Kar'na kasih-Mu besar 
mengatasi langit tinggi;
kebenaran-Mu sampai 
menembus awan-awan.

Ditinggikan dirimu di atas langit.
Kemuliaan-Mu mengatasi bumi.
Ditinggikan diri-Mu diatas langit.
Kemuliaan-Mu mengatasi bumi.

(ulangi dari atas)



💠 BACAAN ALKITAB :
    📖 Yohanes 19:8-11

8 Ketika Pilatus mendengar perkataan itu bertambah takutlah ia, 

9 lalu ia masuk pula ke dalam gedung pengadilan dan berkata kepada Yesus: "Dari manakah asal-Mu?" Tetapi Yesus tidak memberi jawab kepadanya. 

10 Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Tidakkah Engkau mau bicara dengan aku? Tidakkah Engkau tahu, bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau, dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?" 

11 Yesus menjawab: "Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas. Sebab itu: dia, yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya." 

 

 

💠 RENUNGAN :

KESOMBONGAN MEMBUTAKAN MATA HATI



Kesombongan membutakan mata hati, sehingga membuat orang hidup dengan tidak tahu diri. Orang yang rendah hati akan hidup dengan mawas diri. Sebab ia menyadari keterbatasan dirinya. Sedangkan orang yang congkak akan cenderung menjadi lupa diri. Itu sebabnya tidak jarang orang yang congkak akan bertindak dengan ceroboh, karena menganggap ringan bahaya yang mengancam dirinya. Mata hati yang bersangkutan menjadi buta sehingga ia tidak lagi dapat membedakan antara khayalan yang ada di benaknya dengan kenyataan yang ada di hadapannya. Itu sebabnya bila kerendahan hati membuat orang hidup dengan berhati-hati, maka kesombongan membuat orang hidup dengan tidak tahu diri.

 

Kesombongan seperti itulah yang dapat kita lihat pada diri Pilatus. Sebagaimana yang ditulis di dalam Yohanes 19 ia menyombongkan dirinya dengan berkata kepada Yesus: "Tidakkah Engkau tahu, bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau, dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?" Kesombongannya telah membutakan mata hatinya, sehingga ia tidak mengetahui dengan siapa sesungguhnya ia sedang berbicara. Ia tidak menyadari bahwa Yesus adalah Sang Penguasa alam semesta. Itu sebabnya Yesus menjawab: "Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku." Kalau saja Pilatus dan para pemuka agama Yahudi yang menyerahkan Yesus hidup dengan sikap rendah hati maka mata hati mereka akan terbuka. Sebagai akibat, mereka akan menyadari siapa Yesus yang sebenarnya.

 
PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN :
Sudahkah Anda hidup dengan mata hati yang terbuka? Apakah buktinya?

💠 WAKTU TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).

💠 MENYANYIGB 117. (1 - 3)
AJAR KAMI MELAKUKAN FIRMAN-MU

🎶
Ajar kami melakukan
firman-Mu, Tuhan,
dalam kata dan tindakkan
turut maksud-Mu.

🎶
Ajar kami hidup rukun,
damai dan tent'ram,
pun di mana kami ada
nyata kasih-Mu.

🎶
Ajar kami tidak sombong,
angkuh dan bebal,
tapi hidup bijaksana,
s'lalu merendah.


💠 DOA MENANGGAPI BACAAN ALKITAB :

Tuhan, Engkaulah teladan dari hidup di dalam kerendahan hati. Engkau yang mahamulia telah rela datang ke dunia bukan untuk dilayani, namun untuk melayani dan memberikan nyawa-Mu sebagai tebusan bagi semua orang. Ajarlah diriku untuk hidup meneladani kerendahan hati-Mu itu, yaitu dengan senantiasa bersikap mawas diri, menyadari akan keterbatasan diriku serta mengakui ketidakterbatasan diri-Mu. Hanya di dalam sikap seperti itulah kehidupanku akan menjadi kokoh, tak tergoyahkan oleh pencobaan, dan tidak akan terpikat oleh kecongkakan. Di dalam kerendahan hati itulah Engkau akan meninggikan diriku dan menopang hidupku dengan tangan-Mu yang teguh serta tak tergoncangkan.

 
Aku berterima kasih kepada-Mu karena Engkau selalu menolong diriku untuk hidup di dalam kehidupan yang penuh dengan makna dan tidak sia-sia. Melalui Roh-Mu Engkau selalu menolong diriku untuk menyadari betapa besar anugerah-Mu dan bahwa sesungguhnya aku senantiasa memerlukan anugerah-Mu itu. Oleh karena itu, ya Tuhan, tuntunlah aku di dalam kebenaran firman-Mu dan sanggupkan aku untuk menjalani hari ini di dalam kehidupan yang menyenangkan hati-Mu. Jadikan semua yang kukerjakan berhasil serta memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang penuh dengan rahmat dan anugerah, aku berdoa. 


 ***

 
Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin. (Matius 6:9-13)

 



=========
LEKSIONARI UNTUK HARI INI :
Yohanes 19
Amsal 9
Kidung Agung 1-3

 

 

 

 


Senin, 07 Juni 2021

TANGAN TUHAN YANG PEGANG | Mezbah Keluarga | 8 Juni 2021






MEZBAH KELUARGA
8 Juni 2021
TANGAN TUHAN YANG PEGANG



💠 MEMBACA MAZMUR :
(Mazmur 66:8, 9 ~ secara bersama)

8 Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya! 

9 Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah. 


 
💠 WAKTU TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).



💠 MENYANYI :  PKJ 7. (1, 2)
Bersyukurlah Pada Tuhan

 🎶
Bersyukurlah pada Tuhan, 
serukanlah namaNya!
 Bernyanyilah bagi Tuhan, 
mari bermazmurlah!

Ref.
Pujilah Tuhan, hai jiwaku, 
pujilah namaNya.
Aku hendak bernyanyi seumur hidupku.

🎶
Hatiku siap, ya Tuhan, 
bernyanyi dan bermazmur,
kar’na Engkau Maha baik, 
setia dan benar.

Ref.
Pujilah Tuhan, hai jiwaku, 
pujilah namaNya.
Aku hendak bernyanyi seumur hidupku.



 

💠 BACAAN ALKITAB
Yohanes 18:3, 7-9

3 Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata. 

7 Maka Ia bertanya pula: "Siapakah yang kamu cari?" Kata mereka: "Yesus dari Nazaret." 

8 Jawab Yesus: "Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi." 

9 Demikian hendaknya supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya: "Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorang pun yang Kubiarkan binasa." 

 

 

💠 RENUNGAN :

TANGAN TUHAN YANG PEGANG


Seorang pemimpin yang dapat diandalkan akan melindungi para pengikutnya dan bukan malahan bersembunyi di balik punggung mereka. Adakalanya seorang suami ketika menghadapi masalah justru menyuruh istrinya untuk maju mengatasi kesulitan itu, sedangkan ia sendiri bersembunyi untuk mencari selamat. Sikap tersebut bukan merupakan sikap dari seorang pemimpin yang dapat diandalkan. Seorang pemimpin yang sejati bukan hanya berani menghadapi masalah ia juga rela mengorbankan dirinya demi melindungi orang-orang yang ia pimpin. Ia tidak hanya memikirkan dirinya sendiri namun terlebih lagi ia memperhatikan kepentingan orang-orang yang dipimpinnya.


Sikap seperti itulah yang dapat kita lihat pada diri Yesus sebagaimana yang dicatat di dalam Yohanes 18. Kepada para prajurit dan penjaga Bait Allah yang datang ke taman Getsemani untuk menangkap diri-Nya Yesus berkata: "Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi." Dengan berkata seperti itu Ia meminta agar para pengikut-Nya tidak ikut ditangkap namun dibiarkan pergi dengan selamat. Artinya, sebaliknya dari menyuruh para murid-Nya untuk maju menghadapi bahaya dan Ia lari menyelamatkan diri-Nya, justru Yesus maju menghadapi para prajurit itu dan melindungi para pengikut-Nya. Sikap bertanggung jawab ini memberi jaminan bahwa semua orang yang berharap kepada-Nya tidak akan pernah dikecewakan-Nya, karena Tuhan memelihara hidup kita, Ia adalah pemimpin hidup kita. Tidak perlu kita kuatir karena tangan Tuhan yang pegang hidup kita.

Amin.
 


PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN
Sebagai pengikut Kristus perlukah Anda merasa kuatir akan hidup Anda? Mengapa demikian?

 💠 WAKTU TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).
 



💠 MENYANYI :  PKJ 241. (1)
Tak 'Ku Tahu 'kan Hari Esok

🎶
Tak ‘ku tahu ‘kan hari esok,
namun langkahku tegap
Bukan surya kuharapkan,
kar’na surya ‘kan lenyap.
O tiada ‘ku gelisah,
akan masa menjelang;
‘ku berjalan serta Yesus.
Maka hatiku tenang.

Ref.
Banyak hal tak kufahami
dalam masa menjelang.
Tapi t’rang bagiku ini:
Tangan Tuhan yang pegang.

 




💠 DOA MENANGGAPI BACAAN ALKITAB :
(diucapkan bersama-sama)

Tuhan, tidak pernah Engkau membiarkan umat-Mu menghadapi bahaya seorang diri. Terlebih lagi, tidak akan pernah Engkau berniat buruk terhadap anak-anak-Mu. Semua yang Engkau rencanakan bagi umat-Mu adalah demi kebaikan mereka. Engkau selalu melindungi dan membela para pengikut-Mu. Kalaupun Engkau mengizinkan umat-Mu mengalami kesukaran sesungguhnya hal itu adalah demi kebaikan mereka. Oleh sebab itu Engkau selalu mengulurkan tangan pertolongan-Mu tepat pada waktunya. Engkau adalah Pemimpin, Pembela serta Penolong yang dapat kuandalkan di setiap waktu.

 

Tuhan, aku berterima kasih kepada-Mu untuk hari yang baru yang Engkau berikan kepadaku pada pagi ini. Hari demi hari, Engkau senantiasa memelihara hidupku di dalam anugerah-Mu. Sehingga bila saat ini aku dapat beribadah kepada-Mu hal itu juga adalah karena kasih setia dan rahmat-Mu bagi diriku. Aku percaya Engkau memperhatikan seluruh sisi kehidupanku, dan tidak ada bagian dari hidupku yang Engkau abaikan. Di dalam tangan-Mu aku merasa aman dan sejahtera. Sertailah diriku di setiap waktu dan berkatilah semua yang kukerjakan pada hari ini dengan keberhasilan. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku, aku berdoa. Amin.


 
 PENGAKUAN IMAN RASULI

Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi.

Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang Tunggal, Tuhan kita.

Yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria.

Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut.

Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati.

Naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa, dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Aku percaya kepada Roh Kudus; gereja yang kudus dan am; persekutuan orang kudus; pengampunan dosa; kebangkitan tubuh; dan hidup yang kekal. Amin.

 
============
LEKSIONARI UNTUK HARI INI
Yohanes 18
Amsal 8
1Raja-raja 3-4

 

 

 

 

Minggu, 06 Juni 2021

MENGENAL ALLAH YANG BENAR | Yohanes 17:2-3 | Mezbah Keluarga | 7 Juni 2021




MEZBAH KELUARGA 
7 Juni 2021
MENGENAL ALLAH YANG BENAR
Yohanes 17:2-3
 

 

💠 MEMBACA MAZMUR 
(Mazmur 43:3-4, dibaca bersama)

3 Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu! 

4 Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku! 


💠 WAKTU TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan (1 menit).



💠 MENYANYI : GB 12. (1)
MASUKLAH SEMUA MENGHADAP TUHAN

🎶
Masuklah semua menghadap Tuhan, 
sujud di hadirat-Nya;
marilah rendahkan diri dan hati 
di hadapan takhta-Nya.
Dalam kekudusan dan kebenaran 
sujudlah kepada-Nya.
Muliakan Tuhan, sorak, sukacita, 
kini dan selamanya.


 
💠 BACAAN ALKITAB 
Yohanes 17:2, 3

2 Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya. 

3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. 

 

 

💠 RENUNGAN 


MENGENAL ALLAH YANG BENAR


Mengenal Allah, dan bukan sekadar mengetahui siapa diri-Nya akan memberi kebahagiaan yang sejati bagi orang yang hidup di dalamnya. Antara mengenal dan mengetahui nampak sama, padahal sesungguhnya sangatlah berbeda. Tidak semua pribadi yang kita ketahui adalah orang yang kita kenal. Dengan membaca riwayat hidupnya kita dapat mengetahui siapa presiden Amerika Serikat saat ini. Namun selama kita belum bertemu dan menjalin relasi dengan yang bersangkutan maka sebenarnya kita belum sungguh-sungguh mengenal dirinya. Berarti mengenal lebih dari sekadar memiliki pengetahuan, namun memiliki relasi. Dan hanya bila kita telah memiliki relasi dengan Allah barulah kita akan memperoleh kebahagiaan yang sejati.

 

Pentingnya untuk mengenal Allah ini dikemukakan oleh Yesus melalui doa-Nya sebagaimana yang dicatat di dalam Yohanes 17. Di situ Ia menyebut tentang hidup yang kekal. Itulah kebahagiaan yang sejati. Ia juga mengutarakan bahwa hidup yang kekal adalah bila orang mengenal Allah, yang adalah satu-satunya Allah yang benar. Mengenal Allah dan bukan hanya mengetahui tentang Allah. Lebih jauh Ia berkata bahwa para pengikut-Nya akan memiliki relasi dengan Allah karena mereka mengenal Yesus Kristus yang diutus oleh Allah. Berarti bila kita mengenal Yesus, yaitu memiliki relasi dengan Kristus, maka hubungan kita dengan Allah yang telah rusak oleh karena dosa akan dipulihkan. Sebagai akibat, kita akan menerima kebahagiaan yang sejati dan abadi.

 Amin.



PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN :
Sudahkah Anda mengenal Allah, dan bukan sekadar mengetahui tentang Dia? 
Apakah buktinya?


WAKTU TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan (2 menit).



MENYANYI :  GB 341. (1)
ALLAH BAPA, TUHAN

🎶
Allah Bapa, Tuhan, Allah maha agung.
Kaulah perlindungan, Benteng yang teguh.
Dilintasan waktu, kami Kaunaungi,
dalam kelemahan, kuat Kauberi.

Ref.
Curahan rahmat dan kasih setia-Mu 
lanjutkan Tuhan,
bagi orang-orang yang 
sudah mengenal Engkau.
Keadilan-Mu dan pembaharuan-Mu 
nyatakan Tuhan,
jadi kesukaan bagi yang tulus hatinya.
Kasih setia-Mu abadi.



 
DOA MENANGGAPI BACAAN ALKITAB :
(diucapkan bersama-sama)

Tuhan, aku bersyukur kepada-Mu karena oleh anugerah-Mu aku dapat mengenal diri-Mu. Sebab sesungguhnya aku adalah manusia yang berdosa dan hidup sebagai seteru-Mu. Namun oleh pengorbanan-Mu yang mulia aku dibebaskan dari ikatan dosa. Masa laluku yang kelam Engkau hapuskan dan aku diperdamaikan dengan diri-Mu. Dengan demikian hubunganku dengan Allah, Sang Sumber kehidupan dipulihkan. Aku dibebaskan dari kebinasaan dan memperoleh hidup yang kekal. Anugerah-Mu yang mulia itu memberikan kebahagiaan yang sejati di dalam hidupku.

 

Tuhan, tolonglah diriku agar selalu mensyukuri anugerah-Mu itu dengan hidup secara bertanggung jawab dan menyenangkan hati-Mu. Oleh sebab itu ampunilah diriku apabila acapkali aku hidup menurut kehendakku sendiri dan mengesampingkan tuntunan firman-Mu. Sebab dengan demikian aku mendukakan hati-Mu. Tuntunlah aku dengan Roh-Mu, serta berikan kepadaku hati yang taat kepada firman-Mu. Tolonglah aku agar semua yang kulakukan pada hari ini berkenan kepada-Mu dan mengalami keberhasilan. Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Sumber hidup yang kekal, aku berdoa. 

 ***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin. (Matius 6:9-13)
 


 



 

 ===========

LEKSIONARI UNTUK HARI INI
Yohanes 17
Amsal 7
1Tawarikh 27-29