Sabtu, 27 Februari 2021

IKUTILAH TELADAN YANG BENAR






MEZBAH KELUARGA 
Sabtu, 27 Februari 2021




Menyanyi  :  KJ 282. (1, 4, 5)
SELURUH UMAT TUHAN 

๐ŸŽถ
Seluruh umat Tuhan olehNya dikenal:
besar kecil semua, sekarang dan kekal.
Mereka dijagai di dalam dunia;
baik hidup maupun mati mereka milikNya.
Baik hidup maupun mati mereka milikNya.

๐ŸŽถ
Mereka dikenalNya yang kasihnya penuh,
yang ikut kehendakNya dan hidup dalam Roh,
berjalan dalam kasih dengan sesamanya
dan suka memberkati menurut contohNya.
dan suka memberkati menurut contohNya.

๐ŸŽถ
Begitu umat Tuhan olehNya dikenal
besar-kecil semua, sekarang dan kekal;
mereka menghayati kuasa Roh Kudus
iman, harapan, kasih pegangannya terus.
iman, harapan, kasih pegangannya terus.


Berdoa  :

๐Ÿคฒ  Ya Allah yang kekal,
Terima kasih untuk pagi hari yang indah ini, Kami bersyukur untuk istirahat malam yang cukup sehingga kami dapat bangun dalam kondisi bugar dan segar.

Ya Tuhan, terangilah hati pikiran kami dengan Kebenaran-Mu yang membimbing kami melakukan Kehendak-Mu dalam semua kegiatan sepanjang hari ini. 

Dalam pengasihan Tuhan Yesus Kristus, 
kami berdoa.

Amin.



Membaca Alkitab  :
๐Ÿ“–  Filipi 3:17-19 (AYT)  

3:17  Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikan dengan saksama orang-orang yang juga hidup sesuai dengan teladan yang kamu lihat dari kami. 

3:18  Sebab, ada banyak orang yang hidup sebagai musuh-musuh salib Kristus. Tentang hal ini, aku sudah sering menceritakannya kepadamu dan sekarang aku menceritakannya lagi dengan air mata. 

3:19  Akhir hidup mereka adalah kebinasaan, karena allah mereka adalah perut mereka, dan pujian mereka adalah hal-hal yang memalukan. Pikiran mereka hanyalah pada hal-hal duniawi. 



Renungan : 
☦️  IKUTILAH TELADAN YANG BENAR



๐Ÿ“Œ  "Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikan dengan saksama orang-orang yang juga hidup sesuai dengan teladan yang kamu lihat dari kami." 
Filipi 3:17 (AYT) 



Dalam bacaan hari ini, ada kita jumpai kata "teladan". Secara sederhana,  teladan itu adalah contoh yang bisa diikuti. Mudah kah menjadi teladan?  Mengenai teladan dan keteladanan, maka dikisahkan bahwa Seorang ibu membawa anaknya mendatangi Mahatma Gandhi. Ibu ini bercerita bahwa anaknya suka sekali makan permen. Untuk itu, dia minta bantuan Bapak bangsa India ini supaya menasihati anak ini agar menghentikan kebiasaannya yang buruk itu. Maka Ghandi berkata kepada sang ibu, “Tunggulah dua minggu lagi. Datanglah ke sini lagi sambil membawa anak ibu." Ibu ini pun heran, mengapa harus menunggu dua minggu lagi. Bukankah Gandhi bisa saja langsung memberi nasihat? Meski heran, ibu ini menuruti saja. 


Dua minggu kemudian, si ibu dan anaknya datang. Gandhi pun langsung menasihati anak itu. Sang ibu mengucapkan terimakasih. Sebelum pamit, ibu itu masih penasaran mengapa dia harus menunggu dua minggu. "Selama dua minggu ini, saya berusaha menghilangkan kebiasaan buruk saya. Soalnya, saya juga gemar makan permen," jawab Gandhi. 


Ternyata untuk "Menjadi Teladan" itu memang tidak mudah. Harus punya integitas yang kuat.  Coba bandingkan saja dengan kisah Gandhi yang berjuang untuk bisa menjadi seorang teladan: “Jangan makan permen ya, tetapi dia sendiri malah makan permen juga.” 


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata ‘teladan’ itu artinya adalah sesuatu yang patut ditiru atau baik untuk dicontoh : perbuatan, kelakuan, sifat, dsb. Keteladanan adalah perilaku seseorang yang bisa dijadikan contoh bagi orang yang mengetahuinya atau melihatnya. Adapun sinonim dari kata teladan itu adalah Panutan atau Model. Jadi dengan demikian,  maka Model adalah orang yang keteladanan-nya bisa  diikuti,dituruti atau dicontoh. Model sama dengan idola (idol). Ketika mengikuti bacaan Surat Filipi 3 ini,  kita temukan bahwa persoalan yang dihadapi oleh jemaat di Filipi waktu itu cukup pelik. Di Jemaat Filipi ada dua kelompok model atau "idol" yang punya pengaruh. Ada  kelompok Seteru Salib Kristus, yang memberi pengaruh buruk, karena orang-orang ini memiliki cara hidup yang bertentangan dengan teladan Kristus. Mereka tidak menempatkan Kristus sebagai yang utama. Mereka lebih mengutamakan kepentingan pribadi, harga diri dan nafsu pribadi. Garis akhir dari kehidupan yang ditunjukkan oleh seteru salib Kristus adalah kebinasaan. Kelompok lain, yaitu kelompok Pemimpin Umat, yaitu Paulus, Timotius, Epafriditus dan kawan sekerja yang lain. Mereka fokus utamanya adalah kehidupan Kristen yang bertumbuh dalam Pengenalan akan Yesus Kristus.


Dalam hidup bersama, baik sebagai anggota masyarakat bangsa,  maupun sebagai persekutuan umat percaya, semua kita  membutuhkan model sebagai panutan atau teladan. Kita  butuh “idola atau idol” yang bisa menginspirasi kehidupan kita. Akan tetapi apa jadinya bila kita menjadikan model atau idola dalam kehidupan kita itu adalah yang seperti yang dikatakan oleh Paulus dalam ayat 18-19 dalam bacaan tadi? Pasti Bencana!


Itulah yang Rasul Paulus cegah supaya tidak terjadi dalam kehidupan jemaat di Filipi, supaya mereka tidak mengikuti teladan atau model yang salah, yang nantinya akan menuju pada kebinasaan mereka sendiri. Dalam bacaan ini, Rasul Paulus menegaskan kepada jemaat di Filipi untuk mengikuti teladan atau model yang telah ditunjukkan oleh dirinya. Melalui perkataan ini, Paulus tidak hendak menganggap bahwa dirinya sempurna, tetapi dia dengan penuh cinta kasih mau mengajak, sama seperti seorang ayah yang sedang memberikan teladan bagi anaknya. Paulus mendorong orang Filipi untuk belajar dari mereka yang mengikuti teladannya. Maksudnya adalah orang-orang seperti Timotius dan Epafroditus, yang dia soroti sebelumnya sebagai hamba teladan Kristus. Jadi jelas, bahwa mengikuti teladan Paulus adalah berarti ikut bersama-sama dengan dia yang terus berupaya meneladani Kristus. Dan sambil memperhatikan teladan-teladan yang baik, jemaat Filipi juga perlu mawas diri terhadap orang-orang dari kelompok "seteru salib Kristus" yang dapat mengalihkan perhatian mereka dari fokus utama kehidupan Kristen. 


 Sebagai orang percaya kita tidak hanya diajak untuk mengikuti teladan Paulus, namun kita juga diminta bagaimana menjadi teladan yang baik. Menjauhi Cara hidup yang duniawi, yang egois, sikap yang mementingkan diri sendiri, harga diri dan nafsu pribadi. Sering kita melihat, bahwa cara hidup yang seperti itu begitu nyata di tengah-tengah persekutuan, di gereja. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa setia menjaga diri dari pengaruh-pengaruh yang tidak baik. Mari terus meneladani Kristus dalam kehidupan kita. 

Amin.



 

Menyanyi :  KJ 424. (1, 2, 3)
YESUS MENGINGINKAN DAKU

๐ŸŽถ
Yesus menginginkan daku 
bersinar bagiNya,
di mana pun 'ku berada, 
'ku mengenangkanNya.
Ref.
Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus;
bersinar, bersinar, aku bersinar terus.

๐ŸŽถ
Yesus menginginkan daku 
menolong orang lain,
manis dan sopan selalu, 
ketika 'ku bermain.
Ref.
Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus;
bersinar, bersinar, aku bersinar terus.

๐ŸŽถ
Ku mohon Yesus menolong 
menjaga hatiku,
agar bersih dan bersinar 
meniru Tuhanku.
Ref.
Bersinar, bersinar; itulah kehendak Yesus;
bersinar, bersinar, aku bersinar terus.



Berdoa  :

๐Ÿคฒ   Ya TUHAN, 
kami bersyukur kepada-Mu, 
karena Engkau memberi kami banyak teladan yang baik untuk diikuti oleh orang-orang yang hidup dengan mempertahankan iman. 

Kami bersyukur kepada-Mu atas kesempatan yang Engkau percayakan bagi kami untuk menjadi teladan buat sesama, 
semoga orang-orang percaya yang lebih muda akan mengamati cara hidup kami orang-orang tua. 

Yang TUHAN, Allah Bapa yang baik, 
Engkau tidak akan pernah membiarkan gereja-Mu tersesat tanpa teladan. 

Oleh sebab itu, dalam pengasihan-Mu 
ya Yesus Kristus, TUHAN penyelamat,
kami mohon, tolonglah tiap kami sebagai orang percaya senantiasa bisa menjadi teladan dalam seluruh kehidupan kami, agar Engkau juga dikenal dan dimuliakan dalam kehidupan kami. 


 (saat teduh)

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.

Jumat, 26 Februari 2021

LUPAKAN MASA LALU, TATAPLAH MASA DEPAN






MEZBAH KELUARGA 
Jumat, 26 Februari 2021




Menyanyi  :  KJ 341. (1)
KuasaMu dan NamaMulah

๐ŸŽถ
KuasaMu dan namaMulah hendak kami sebar
dan kar'na itu, ya Tuhan, kami takkan gentar.
Bagaikan padi segenggam 
mestilah busuk dipendam,
supaya tumbuh dan segar, 
di panas surya memekar berbuahlah. 
Tuaian pun besar.


Berdoa  :

๐Ÿคฒ  Ya Allah yang kekal,
Terima kasih untuk pagi hari yang indah ini, Kami bersyukur untuk istirahat malam yang cukup sehingga kami dapat bangun dalam kondisi bugar dan segar.

Ya Tuhan, terangilah hati pikiran kami dengan Kebenaran-Mu yang membimbing kami melakukan Kehendak-Mu dalam semua kegiatan sepanjang hari ini. 

Dalam nama pengasihan Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.

Membaca Alkitab  :
๐Ÿ“–  Filipi 3: 12 - 14 (AYT)  

3:12  Namun, bukan berarti aku telah mendapatkannya atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya supaya aku menangkapnya sebagaimana Kristus Yesus telah menangkap aku. 

3:13  Saudara-saudara, aku tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya. Akan tetapi, satu hal yang kulakukan: aku melupakan apa yang di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku. 

3:14 Aku terus maju kepada tujuan untuk mendapat hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Yesus Kristus. 


Renungan : 
☦️  LUPAKAN MASA LALU, TATAPLAH MASA DEPAN 



Paulus melihat dirinya sebagai seorang pelari dalam suatu pertandingan. Ya, ini adalah pertandingan iman. Sebagai  seorang pelari dalam pertandingan Paulus mengerahkan segenap kekuatannya untuk bergerak maju dengan sungguh-sungguh, memusatkan pikirannya, fokus kepada tujuan akhir, agar ia tidak gagal untuk tiba di garis finish seperti sasaran yang telah ditetapkan Kristus bagi kehidupannya. 

Namun, usaha Paulus belumlah sempurna, seperti perkataannya dalam Filipi 3:13, "Saudara-saudara, aku tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya. Akan tetapi, satu hal yang kulakukan: aku melupakan apa yang di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku." Maka itu dia fokus bergerak maju. Dia tidak mau tinggal pada posisi sekarang. Dia tidak ingin merasa puas, tidak ingin menjadi biasa-biasa saja. Dia membuat keputusan untuk terus bertumbuh dan berusaha untuk maju. Paulus melupakan apa yang ada di belakangnya, ia tidak terpaku dengan masa lalunya. Dia tidak membiarkan masa lalunya menahan dirinya. Sebaliknya, ia mengarahkan masa depannya dengan berpedoman pada Firman Tuhan. 

Hidup adalah perjuangan. Perjuangan untuk menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Rasul Paulus telah mengalami perjuangan melupakan pengalaman kelam di masa lalu dan mengijinkan Tuhan memproses hidupnya yang kelam itu menjadi kebaikan. Paulus telah mengalami prores pembentukan Tuhan. Dan kini hidupnya adalah hidup untuk Tuhan. Jika Tuhan sanggup mengubah kehidupan dari seorang SAULUS sang penjahat itu menjadi seorang PAULUS sang Pekabar Injil, maka Tuhan juga bisa mengulanginya kepada siapapun di masa kini. Bagi Tuhan, tidak penting apa yang telah terjadi di masa lalu kita, karena Dia sangat bisa membuat kekelaman hidup seseorang menjadi jalan bagi-Nya untuk menunjukkan karya hebat dalam diri orang itu. 

Seperti seorang pelari, marilah kita tidak menatap masa lalu yang dapat menghalangi upaya diri untuk menjadi sempurna. Jadi teruslah fokus pada tujuan yang ada di hadapan kita, yakni pengenalan akan Kristus dan persekutuan dengan-Nya. Apapun masa lalu diri ini, kita tetap dapat menjadi alat Tuhan, asalkan terus berupaya menjadi sempurna di dalam Dia. Ingatlah! Masa depan kita tidak berada di masa lalu. Karena itu lupakan masa lalu dan bersama dengan Tuhan tataplah masa depan .

Amin. 


Menyanyi :  KJ 341. (2)
KuasaMu dan NamaMulah

๐ŸŽถ
Teladan sudah Kauberi demi deritaMu
dan melalui salibMu Kau t'rima kuasaMu!
Bagian kami tak lebih, 
seperti segenggam benih,
melintas kubur yang gelap, 
agar kelak 'kan menetap
BersamaMu di Firdaus gemerlap.

 

Berdoa  :

๐Ÿคฒ   Ya Tuhan, kami bersyukur karena Engkau telah membuat kekelaman hidup masa lalu Paulus menjadi jalan bagi-Mu untuk menunjukkan karya-Mu yang hebat dalam dirinya. Dan Engkau telah memproses hidupnya menjadi ciptaan yang baru. 

Ya Tuhan, semangatilah kami meneladani Rasul Paulus. Dan tolonglah kami untuk tidak terikat pada masa lalu, tetapi bersama-Mu kami metatap masa depan penuh harapan serta berupaya menjawab panggilan-Mu di masa kini.

 (saat teduh) 

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.

Kamis, 25 Februari 2021

Minuman Tradisional : BANDREK

BANDREK 


Bandrรฉk adalah minuman tradisional Nusantara. Orang Indonesia biasanya mengonsumsi minuman Bandrรฉk ini untuk menghangatkan tubuh saat cuaca dingin ketika hujan atau waktu malam hari. 




Cara membuat minuman Bandrรฉk adalah sebagai berikut : 

SIAPKAN BAHAN2-NYA : 
200 gr Jahe Merah, dibakar & digeprek
150 gr Gula Merah, disisir
2 batang Kayu Manis, panjang 3 cm) 
1 sdt Cengkeh
1 batang Sereh, digeprek
2 lembar Daun Pandan, disimpul
½ sdt Garam
1 liter Air
   Pelengkap:
Daging Kelapa Muda, diserut 
Susu Kental Manis (bila suka) 


PETUNJUK MEMBUATNYA : 
1) Kedalam wadah (panci rebus) masukkan bahan2nya : air, jahe, gula jawa, kayu manis, cengkeh, sereh dan daun pandan. Kemudian rebus semua bahan, jangan lupa tambahkan garam. Aduk merata. 
2) Dengan api kecil, lanjutkan memasaknya selama 10 menit. Matikanlah api. Angkat, kemudian saring.
3) Tuang ke dalam gelas saji. Tambahkan daging kelapa muda dan susu kental manis sesuai selera. Sajikanlah selagi hangat.

Rabu, 24 Februari 2021

BERHATI-HATI TERHADAP PENYESATAN






MEZBAH KELUARGA 
Kamis, 25 Februari 2021 


Menyanyi  :  KJ 49. (1, 2, 4)
FIRMAN ALLAH JAYALAH 

๐ŸŽถ
Firman Allah jayalah 
sampai ujung dunia:
kita pun dipanggilNya 
untuk hidup yang baka.

๐ŸŽถ
Firman Khalik semesta 
yang mengasuh makhlukNya,
bimbinganNya pun tepat 
bagi orang tersesat.

 ๐ŸŽถ
Firman kesaksian Roh 
pandu s'lamat yang teguh:
kita mengikutiNya 
dalam karsa dan kerja.

 

Berdoa :

๐Ÿคฒ  Ya Bapa yang Mahakuasa,
Kami ucapkan terima kasih atas kesetiaan-Mu menjagai kami sepanjang malam ketika kami tidur dan beristirahat. 

Ya Kristus penyelamat kami, 
Pagi ini, ketika akan memulai segala aktivitas sepanjang hari ini,  kami mohon, bimbinglah kami dengan kuasa Roh Kudus, sehingga Dia mengarahkan hati pikiran kami memahami serta melakukan Kehendak-Mu. 

Ya Allah Tritunggal Kudus, 
Senantiasa kami menyembah dan memuji kemuliaan-Mu, 
seperti semula, kemarin dan hari ini 
dan sampai kekal, selama-lama-nya. 
Amin. 



Membaca Alkitab  :
๐Ÿ“–  Filipi 3: 1 – 4a (AYT) 

3:1  Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan. Aku tidak keberatan menuliskan lagi hal-hal yang sama kepadamu karena hal ini akan menjagamu. 

3:2  Waspadalah terhadap anjing-anjing, waspadalah terhadap para pelaku kejahatan, dan waspadalah terhadap mereka yang menyunat tubuh, 

3:3  sebab kitalah orang-orang bersunat yang sejati, yang menyembah dalam Roh Allah, memuliakan Yesus Kristus, dan yang tidak menaruh percaya pada hal-hal yang lahiriah 

3:4a  walaupun aku sebenarnya memiliki alasan untuk bermegah pada hal-hal yang lahiriah. 



Renungan : 
☦️  BERHATI-HATI TERHADAP PENYESATAN

๐Ÿ“Œ   "Waspadalah terhadap anjing-anjing, waspadalah terhadap para pelaku kejahatan, dan waspadalah terhadap mereka yang menyunat tubuh," (ay. 2)


Sekarang ini kita berada dalam era informasi. Banyak berita masuk begitu saja dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita kebanjiran informasi. Informasi datang membanjiri hidup kita tanpa ada filter yang memadai. Tidak jarang orang pun dapat terprovokasi oleh informasi-informasi yang menyesatkan. Penyesatan adalah ancaman yang luar biasa. Penyesatan bukan hanya terjadi di luar gereja tetapi penyesatan juga terjadi di dalam gereja. Ini adalah hal yang sangat mengerikan. Penyesatan yang paling dominan dan berbahaya adalah melalui pengajaran, melalui khotbah yang diangkat dari penafsiran yang tidak benar tentang Firman Allah.  Kualitas iman jemaat dan pertumbuhan rohani warga gereja sangat tergantung dari isi pengajaran yang benar. Karena itu Tuhan Yesus mengingatkan bahwa orang percaya harus berjaga-jaga terhadap pengaruh jahat yang merusak pikiran dari pengajaran yang digambarkan seperti ragi (Mat. 16:6). 


Selain mengalami penderitaan akibat persekusi, Jemaat di Filipi juga menghadapi ancaman penyesatan dari pengajar-pengajar palsu. Pengajar-pengajar ini adalah orang Kristen Yahudi yang masih tetap berpegang pada tradisi Yahudi. Mereka menganggap, bahwa syarat seseorang untuk memperoleh keselamatan adalah melaksanakan tradisi Yahudi, khususnya sunat. Tanpa disunat seseorang tidak dapat menjadi umat Allah. Dengan demikian, dia tidak dapat disebut sebagai anak-anak Allah.
 
Dengan keterikatan beberapa orang Kristen Yahudi pada tradisi, maka Rasul Paulus menilai mereka sebagai orang-orang yang telah menjadi "bangsa-bangsa lain". Dengan pengajaran keliru yang dilakukan, maka Paulus menyebut mereka sebagai pekerja-pekerja yang jahat. Pandangan keliru tentang sunat, membuat Paulus menilai mereka sebagai penyunat-penyunat palsu. Paulus ingin menegaskan kepada Jemaat di Filipi, bahwa dalam iman kepada Kristus, maka sesungguhnya merekalah yang telah menjadi anak-anak Allah, yang telah mengalami "sunat" yang sesungguhnya. Dengan demikian Paulus mengharapkan, agar jemaat tidak mudah dipengaruhi oleh pandangan yang keliru.
 
Saat ini ada banyak pandangan yang menyesatkan, yang dapat menghalangi gereja untuk memperhatikan kebutuhan masyarakat dengan sungguh-sungguh. Anggapan, bahwa gereja bukanlah lembaga sosial, atau harus mendahulukan kepentingan jemaat, dapat menjadi pandangan yang menyesatkan. Ketika kita menyadari, bahwa gereja adalah alat Allah untuk menghadirkan damai sejahtera bagi seluruh ciptaan, maka fokus pelayanan semestinya bukan hanya terbatas pada tembok persekutuan orang percaya namun juga harus nyata di tengah masyarakat.
 
 Amin. 

Menyanyi  :  KJ 413. (1, 2)
TUHAN, PIMPIN ANAKMU

๐ŸŽถ
Tuhan, pimpin anakMu, 
agar tidak tersesat.
Akan jauhlah seteru, 
bila Kau tetap dekat
Ref.
Tuhan pimpin! 
Arus hidup menderas;
Agar jangan 'ku sesat, 
pegang tanganku erat.

๐ŸŽถ
Hanya Dikau sajalah 
Perlindungan yang teguh.
Bila hidup menekan, 
Kau harapanku penuh.
Ref.
Tuhan pimpin! 
Arus hidup menderas;
Agar jangan 'ku sesat, 
pegang tanganku erat.


 

Berdoa :

๐Ÿคฒ  Ya Tuhan, 
Kami berdoa memohon, 
semoga kami tidak tergoda untuk menyesatkan sesama kami. 

Ya Tuhan, 
Jagailah pikiran dan indra kami, 
sehingga lebih ber-hati-hati dan teliti dalam membaca dan membagi informasi.

Ya Tuhan, 
tolong jauhkan dan lindungi kami dari penyesatan, sehingga dapat dengan teguh melaksanakan kehendak-Mu.



(saat teduh) 


Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.

 

MERESPON KEBUTUHAN SESAMA





MEZBAH KELUARGA 
Rabu, 24 Februari 2021 




Menyanyi  :

KJ 282. (1, 2)
SELURUH UMAT TUHAN OLEHNYA DIKENAL

๐ŸŽถ
Seluruh umat Tuhan 
olehNya dikenal:
besar kecil semua, 
sekarang dan kekal.
Mereka dijagai 
di dalam dunia;
baik hidup maupun mati 
mereka milikNya.
Baik hidup maupun mati 
mereka milikNya.

๐ŸŽถ
Mereka dikenalNya 
yang hidup beriman,
yang patuh dan percaya 
berdasarkan Firman.
Firmanlah yang menjadi 
santapan yang baka,
Firmanlah yang menjamin 
bertahan s'lamanya.
Firmanlah yang menjamin 
bertahan s'lamanya.




Berdoa  :

 ๐Ÿคฒ  Allah yang kekal,
Terima kasih untuk pagi hari yang indah ini, Kami bersyukur untuk istirahat malam yang cukup sehingga kami dapat bangun dalam kondisi bugar dan segar.

Ya Tuhan, terangilah hati pikiran kami dengan Kebenaran-Mu yang membimbing kami melakukan Kehendak-Mu dalam semua kegiatan sepanjang hari ini. 

Dalam pengasihan Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.


Membaca Alkitab :
๐Ÿ“–  Filipi 2:19-24 AYT 

2:19  Dalam Tuhan Yesus, aku berharap dapat segera mengutus Timotius kepadamu supaya aku dihiburkan ketika mendengar kabar tentang kamu. 

2:20  Sebab, aku tidak memiliki orang lain seperti dia, yang dengan tulus memedulikan kesejahteraanmu. 

2:21  Sebab, yang lain hanya sibuk memedulikan kepentingannya sendiri, bukan kepentingan Kristus Yesus. 

2:22  Seperti kamu tahu, Timotius telah membuktikan dirinya berharga, ia melayani bersamaku demi kemajuan pemberitaan Injil seperti seorang anak kepada ayahnya. 

2:23  Karena itu, aku berharap dapat mengutus dia segera setelah aku mengetahui apa yang akan terjadi denganku, 

2:24  dan aku percaya kepada Tuhan bahwa aku sendiri juga akan segera datang kepadamu. 



Renungan :
☦️  MERESPON KEBUTUHAN SESAMA 

๐Ÿ“Œ   "Sebab, aku tidak memiliki orang lain seperti dia, yang dengan tulus memedulikan kesejahteraanmu." (2:20 )


Ada dua kualitas utama di dalam melayani Tuhan. Yang pertama, bahwa pelayanan yang sungguh-sungguh adalah pelayanan yang tidak takut berkurban, dan yang kedua, bahwa pelayanan itu bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk menolong, mendukung, menghibur, memberkati, dan menguatkan orang lain. Itulah kualitas dari orang yang akan menjadi utusan Rasul Paulus. Berkaitan dengan itu, maka Paulus berbicara tentang Timotius yang akan diutus kepada jemaat Filipi. Inilah bentuk kepedulian atau respons Rasul Paulus, bahwa sekalipun ia dalam penantian keadaannya karena belum ada kepastian putusan bagi perkara yang dialami dalam pemenjaraannya di Roma, tetapi ia sangat memerhatikan kebutuhan Jemaat di Filipi. 

Paulus mengirimkan Timotius kepada Jemaat di Filipi. Peran Timotius bukan hanya sebagai pembawa surat, tapi juga untuk menjelaskan dan mengajarkan tentang nasihat-nasihat Paulus kepada Jemaat di Filipi. Kehadiran Timotius di tengah-tengah Jemaat Filipi, juga untuk memberikan penguatan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka di tengah pergumulan yang dihadapi. Begitu penting peran Timotius ini, sehingga di awal sapaannya, Paulus menyebut nama Timotius sebagai orang yang ikut berkontribusi dalam penulisan surat kepada Jemaat di Filipi. 
 
Melalui surat ini, Paulus menunjukkan bahwa dirinya dan Timotius sungguh-sungguh memerhatikan keadaan Jemaat di Filipi. Keterbatasan dan pergumulan yang sedang dialami Rasul Paulus tidak menghalangi dia untuk menyatakan respons atas kebutuhan orang lain. Melalui kesungguhan Paulus dalam memerhatikan kebutuhan jemaat dan kehadiran Timotius di Filipi, dia mengingin- kan mereka memiliki teladan untuk tidak mementingkan diri sendiri, sebagaimana yang dilakukan Yesus Kristus.
 
Walaupun beratnya pergumulan yang sedang dihadapi, tidaklah dapat kita jadikannya sebagai alasan untuk tidak mau merespons kebutuhan sesama. Meneladani Kristus, marilah terus berupaya merespons kebutuhan sesama dengan segala apa yang mampu kita lakukan.

Tuhan menolong dan memberkati kita. Amin. 
 
 



Menyanyi :   KJ 249. (1, 3)
SERIKAT PERSAUDARAAN

๐ŸŽถ
Serikat persaudaraan, 
berdirilah teguh!
Sempurnakan persatuan 
di dalam Tuhanmu.
Bersama-sama majulah, 
dikuatkan iman,
Berdamai, bersejahtera, 
dengan pengasihan.

 
๐ŸŽถ
Dan masing-masing kamu pun 
dib'ri anugerah,
supaya kamu bertekun 
dan rajin bekerja.
Hendaklah hatimu rendah, 
tahu: Tuhan berpesan
Jemaat menurut firmanNya 
berkasih-kasihan.



Berdoa  :

๐Ÿคฒ  Ya Tuhan, tolong mampukan kami untuk peka merespon kebutuhan sesama.


(saat teduh) 


Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.

 

Senin, 22 Februari 2021

BERJUANG DALAM PENDERITAAN




MEZBAH KELUARGA 
Selasa, 23 Februari 2021 



Menyanyi  :  GB 61. (1, 3, 4)
TUHAN, AJARKANLAH KEHENDAKMU
(Teach Me Thy Will, O Lord)

๐ŸŽถ
Tuhan, ajarkanlah kehendak-Mu;
nyatakan jalan-Mu dan firman-Mu.
‘Kus’rahkan hidupku pada bimbingan-Mu,
dekatkan diriku kepada-Mu

๐ŸŽถ
Ajarlah kukenal kuasa-Mu,
dalam deritapun kupandang Kau.
Hingga di dalam-Mu ‘ku bersejahtera
dan kebimbanganku hilang seg’ra.

 ๐ŸŽถ
Ajari aku bermadah syukur,
ya Raja, bagi-Mu ‘ku bermazmur.
‘Ku ingin ya Tuhan, tetap di dalam-Mu;
hidup dan matiku di tangan-Mu


Berdoa  :

๐Ÿคฒ  Ya Bapa Sorgawi yang maha kasih,
Ya Kristus Yesus penyelamat jiwa kami,
Pagi hari ini, kami ber-terimakasih atas penyertaan-Mu menjaga kami tidur nyenyak sepanjang malam hari. 
Ya Roh Kudus sumber kearifan 
dan kekuatan, 
Terangilah hati pikiran kami 
agar Sabda Kebenaran mengarahkan perjalanan hidup kami sepanjang hari ini menurut Kehendak TUHAN. 

Dalam pengasihan-Mu, kami berdoa. 
Amin. 


Membaca Alkitab :
๐Ÿ“–  Filipi 1:27-30 AYT 

1:27  Namun demikian, hiduplah dengan cara yang layak bagi Injil Kristus supaya kalau aku datang dan bertemu denganmu, atau kalau tidak datang, aku boleh mendengar bahwa kamu tetap berdiri teguh dalam satu roh, dengan satu pikiran, untuk berjuang bersama-sama bagi iman dari Injil. 

1:28  Jangan biarkan kamu ditakut-takuti oleh lawan-lawanmu, karena itu adalah tanda jelas kehancuran bagi mereka, tetapi keselamatan bagi kamu, dan tanda itu pun dari Tuhan. 

1:29  Sebab demi Kristus kamu telah dikaruniakan bukan hanya untuk percaya kepada-Nya, tetapi juga untuk menderita bagi Dia. 

1:30  Itulah sebabnya kamu menghadapi pergumulan-pergumulan yang sama seperti yang kamu lihat aku hadapi, dan yang sekarang kamu dengar aku masih sedang mengalami. 




Renungan :
☦️  BERJUANG DALAM PENDERITAAN

๐Ÿ“Œ  Filipi 1:27 (AYT)  
"... kamu tetap berdiri teguh dalam satu roh, dengan satu pikiran, untuk berjuang bersama-sama bagi iman dari Injil."



Situasi yang dihadapi oleh jemaat di Filipi tidaklah mudah. Paulus, pemimpin rohani yang mereka hormati dan kasihi sedang di penjara. Segenap jemaat tidak saja cemas dengan keadaan Paulus, tetapi juga dengan keadaan mereka sendiri. Jemaat mengalami hidup dalam penderitaan akibat persekusi dari orang-orang Yunani-Romawi yang menjadi lawan-lawan mereka. Selain itu, munculnya bibit-bibit perpecahan di antara warga jemaat semakin memperparah penderitaan mereka. 


Maka itu Paulus mengingatkan mereka untuk tetap hidup berpadanan dengan Injil Kristus. Tidak perlu takut terhadap pihak lain yang menekan. Dalam tekanan yang seberat apa pun, tugas orang Kristen adalah hidup sesuai dengan Injil Kristus. Paulus menegaskan bahwa sebagai umat percaya yang sudah diselamatkan oleh iman kepada Kristus, maka mereka harus dapat berdiri teguh ketika menghadapi berbagai tantangan. Harus dapat teguh berdiri dalam kesatuan dan berjuang bersama-sama mempertahankan keyakinan mereka.   Dalam kesungguhan dan semangat persatuan tanpa pernah menyerah, mereka harus bisa menghadapi tantangan dan penderitaan. Karena bagi orang Kristen ada dua karunia yang Kristus berikan, yaitu karunia untuk percaya kepada Kristus dan karunia untuk menderita bagi Kristus. Iman kepada Kristus bukanlah iman yang teoretis, tetapi iman yang taat mengikuti setiap jalan yang dilalui Kristus. Kita mungkin merasa tidak mampu, tetapi karunia percaya dan karunia menderita telah dianugerahkan itu bagaikan satu paket bagi kita, seperti yang telah disaksikan oleh Paulus di dalam hidupnya sendiri.


Selain itu, sebagai wujud nyata dari iman kepada Kristus, maka ada tanggung jawab untuk berbuah bagi sesama.  Karena itu, marilah kita terus berdiri teguh dalam kesatuan dan berjuang bersama-sama. Walaupun kita terkadang mengalami persekusi dan kecurigaan harus tetap berjuang sebagai persekutuan yang menjadi berkat. Ingatlah, penderitaan bukan semata bagian yang tak terelakkan dalam hidup ini. Penderitaan demi Kristus adalah panggilan bahkan karunia mulia yang patut kita sambut dari-Nya dalam hidup ini.

Amin



Menyanyi :  GB 270. (1&3)
TAAT, SETIA, BERTEKAD YANG BULAT
(True-hearted, Whole-hearted)

 ๐ŸŽถ
Taat, setia, bertekad yang bulat,
itulah janji Tuhan padamu.
Di bawah panji yang mulia berdaulat,
kami 'kan angkat perang bagi-Mu.
Ref.
Angkat semboyan, jangan diamkan!
Tiup serunai dan maju terus!
Angkat semboyan, jangan diamkan;
Kristuslah Raja serta Penebus!

 
๐ŸŽถ
Taat, setia, ya Raja abadi,
pimpinlah kami berjuang terus.
Tundukkanlah kehendak hati kami,
buat di sana takhta-Mu kudus.
Ref.
Angkat semboyan, jangan diamkan!
Tiup serunai dan maju terus!
Angkat semboyan, jangan diamkan;
Kristuslah Raja serta Penebus!

Berdoa  :

๐Ÿคฒ Ya TUHAN, 
Penderitaan menjadi bagian yang tak terelakkan dalam hidup ber-iman kami, Kami bersyukur Engkau kurniakan kami untuk percaya pada Kristus dan untuk menderita demi Kristus.
Tolonglah kami setia berjuang dalam kesatuan untuk menjalani penderitaan, dan menjadi berkat bagi sesama sampai kemuliaan-Mu dinyatakan. 

(saat teduh) 


Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.

 



TANTANGAN SEBAGAI PEMBUKA JALAN




MEZBAH KELUARGA 
Senin, 22 Februari 2021 



Menyanyi :  KJ 340. (1, 2)
HAI BANGKIT BAGI YESUS

๐ŸŽถ
Hai bangkit bagi Yesus, 
pahlawan salibNya!
Anjungkan panji Raja 
dan jangan menyerah.
Dengan semakin jaya Tuhanmu ikutlah,
Sehingga tiap lawan berlutut menyembah.

๐ŸŽถ
Hai bangkit bagi Yesus, 
dengar panggilanNya! 
Hadapilah tantangan, 
hariNya inilah!
Dan biar tak terbilang pasukan kuasa g'lap,
semakin berbahaya, semakin kau tegap.


Berdoa :

๐Ÿคฒ  Ya Allah yang kekal,
Terima kasih untuk pagi hari yang indah ini, Kami bersyukur untuk istirahat malam yang cukup sehingga kami dapat bangun dalam kondisi bugar dan segar.

Ya Tuhan, terangilah hati pikiran kami dengan Kebenaran-Mu yang membimbing kami melakukan Kehendak-Mu dalam semua kegiatan sepanjang hari ini. 

Dalam nama pengasihan Tuhan Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.


Membaca Alkitab : 
๐Ÿ“–  Filipi 1 : 12 - 17 AYT

1:12 Saudara-saudaraku, aku ingin kamu tahu bahwa apa yang telah terjadi padaku justru telah membawa kemajuan bagi Injil, 

1:13 sehingga seluruh pengawal istana dan semua orang lain tahu bahwa aku dipenjara bagi Kristus. 

1:14 Sebagian besar saudara seiman yang semakin yakin pada Tuhan karena pemenjaraanku ini, menjadi lebih berani memberitakan firman Allah tanpa rasa takut. 

1:15 Memang, ada orang-orang yang memberitakan Kristus karena iri dan persaingan, tetapi ada juga yang karena maksud baik. 

1:16 Mereka yang bermaksud baik melakukannya karena kasih sebab mereka tahu bahwa aku ditempatkan di sini bagi pembelaan Injil. 

1:17 Sedangkan yang bermaksud tidak baik, mereka melakukannya karena ambisi egois, tidak tulus dan berpikir mereka dapat menambah kesulitan untukku selama aku dipenjara. 



Renungan :
☦️ TANTANGAN SEBAGAI PEMBUKA JALAN




๐Ÿ“Œ  "Saudara-saudaraku, aku ingin kamu tahu bahwa apa yang telah terjadi padaku justru telah membawa kemajuan bagi Injil."  (Filipi 1:12)



Memberitakan Injil ke seluruh dunia adalah misi yang diemban Paulus. Karena itu, maka kesulitan dan penderitaan tidak menyurutkan niat dan kegiatannya, bahkan pemenjaraan yang dia alami tidak akan menjadi penghalang bagi pemberitaan Injil. Justru hal itu menjadi sesuatu yang menyebabkan kemajuan dalam upaya pemberitaan Injil. 

Keadaannya di penjara tidak membuat pekabaran Injil terhambat. Ia bisa memberitakan Injil kepada orang-orang di penjara, juga kepada pengawal dan pegawai istana di mana penjara itu berada. Lebih daripada itu, Paulus melihat akibat pemenjaraannya itu, orang lain semakin giat menginjili (ayat 14). Paulus menginginkan, agar Jemaat di Filipi tidak khawatir ataupun resah, melainkan menjadi semakin berani dan yakin untuk melanjutkan pekabaran Injil yang telah dimulai olehnya. Dengan kata lain, Paulus menginginkan Jemaat untuk melihat berbagai tantangan yang telah atau yang akan dialami, bukan sebagai penghalang yang menghentikan, tetapi peluang yang dapat membuka jalan dalam meraih tujuan.

Terkadang tantangan-tantangan yang dihadapi di masa lalu membuat kita merasa khawatir, resah atau bahkan enggan untuk terus melakukan yang terbaik di masa kini. Marilah kita terus maju untuk melakukan yang terbaik dalam pekerjaan, rumah tangga dan pelayanan. Mari melihat, bahwa setiap masalah atau tantangan yang dihadapi adalah pembuka jalan bagi kita untuk meraih tujuan. Tentu hal ini bukanlah sesuatu yang mudah kita lakukan. Karena itu mintalah senantiasa kekuatan dari Tuhan, sehingga kita mampu melakukan yang terbaik.
Amin. 



Menyanyi :  KJ 340. (3)
HAI BANGKIT BAGI YESUS

๐ŸŽถ
Hai bangkit bagi Yesus, mohon kuasaNya;
tenagamu sendiri tentu tak cukuplah.
Kenakan perlengkapan senjata Roh Kudus;
berjaga dan berdoa bersiaplah terus!

 

Berdoa :

๐Ÿคฒ  Ya Tuhan, 
mohon berikanlah hikmat dan kekuatan untuk kami melihat tantangan sebagai pembuka jalan dalam meraih tujuan.



Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.