Tampilkan postingan dengan label #kristen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #kristen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Mei 2021

INDAHNYA SERIKAT PERSAUDARAAN SEJATI | Mezbah Keluarga | 8 Mei 2021



MEZBAH KELUARGA 
8 Mei 2021
Mazmur 133
INDAHNYA SERIKAT PERSAUDARAAN SEJATI





💠 Menyanyi :   KJ 249. (1, 4)
SERIKAT PERSAUDARAAN

🎶
Serikat persaudaraan, 
berdirilah teguh!
Sempurnakan persatuan 
di dalam Tuhanmu.
Bersama-sama majulah, 
dikuatkan iman,
Berdamai, bersejahtera, 
dengan pengasihan.


🎶
Dan masing-masing kamu pun 
dib'ri anugerah,
supaya kamu bertekun 
dan rajin bekerja.
Hendaklah hatimu rendah, 
tahu: Tuhan berpesan
Jemaat menurut firmanNya 
berkasih-kasihan.




💠 Berdoa :

Ya TUHAN,
Setiap pagi ingatkanlah kami 
akan kasih-Mu, 
sebab kepada-Mulah kami berharap. 

Tunjukkanlah kepada kami 
jalan yang harus kami tempuh, 
sebab kepada-Mulah 
Allah Tritunggal Kudus 
kami berdoa. 
Amin. 




💠 Membaca Alkitab :
      📖   Mazmur 133:1-3 (TB)  

1  Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! 

2  Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. 

3  Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya. 





💠 Renungan

INDAHNYA SERIKAT PERSAUDARAAN SEJATI



Mazmur 133 ini mengumandangkan kidung ziarah yang indah. Keindahannya itu tampak dari isinya yang berupa pujian tentang kasih persaudaraan sejati, persaudaraan umat Tuhan. Bila kasih itu ada, maka berkat Tuhan pun melimpah.
 


Kristus merumuskan ulang hukum Allah di Perjanjian Lama menjadi: "Kasihilah Tuhan Allahmu..., dan kasihilah sesamamu manusia..." Kasih kepada Allah menjadi dasar kasih kepada sesama. Kasih kepada sesama menjadi bukti dan wujud kasih kepada Allah. Kasih kepada sesama hanya mungkin ada pada orang-orang yang sudah lebih dahulu mengalami kasih Allah.
 


Mazmur 133 ini melukiskan keindahan kasih kepada sesama saudara. Kasih Allah yang sudah dialaminya menjadi kekuatan bagi komunitas anak-anak Allah untuk dapat saling mengasihi. Mereka pun akan belajar mengasihi sesama yang belum menjadi komunitas umat Allah.
 

Mazmur 133 juga melukiskan bagaimana komunitas persaudaraan kasih tersebut menyenangkan Allah sehingga Dia mencurahkan berkat-Nya yang limpah. Seperti minyak urapan yang melimpah dan turun atas diri Harun, demikian berkat yang melimpah itu akan dialami anak-anak Tuhan seperti imam yang karena pengurapan atasnya, dapat melayani Tuhan di rumah-Nya. Berkat Tuhan ini pasti akan dialami dan dinikmati umat-Nya, yang mewujud dalam tindakan saling mengasihi dan saling memberkati!
 


Mazmur ini juga menggambarkan kasih persaudaraan sejati yang bagaikan embun gunung Hermon. Gunung yang puncaknya bersalju ini sangat dihormati karena menjadi sumber mata air bagi banyak sungai, yang aliran airnya dapat menghidupi banyak orang. Begitulah gambaran kasih persaudaraan sejati yang mendatangkan berkat kehidupan bagi semua orang.



Segenap umat sebagai komunitas persaudaraan sejati karena kasih itu berpadu memohon supaya Tuhan memerintahkan berkat, serta menganugerahkan kehidupan kepada semua makhluk untuk selama-lamanya.

Amin.




💠 Menyanyi :   KJ 448. (1, 2)
ALANGKAH INDAHNYA

🎶
Alangkah indahnya 
serikat beriman,
cerminan kasih Tuhannya 
di dalam sorga t'rang.


🎶
Baik suka, baik keluh 
berpadu berserah;
segala doa bertemu 
di takhta rahmatNya.


 



💠 Berdoa

Ya TUHAN,
Kami bersyukur oleh penggambaran Mazmur 133, Engkau mengingatkan kami akan persaudaraan yang rukun dalam keluarga dan dengan semua orang.

Maka itu sebagai persekutuan umat, sebagai komunitas persaudaraan sejati, yang oleh kasih itu, kami berpadu hati memohon supaya Tuhan memerintahkan berkat, serta menganugerahkan kehidupan kepada semua makhluk untuk selama-lamanya.


Ya Allah Sang Pemurah, 
Engkau melihat seluruh dunia saat ini terguncang lagi oleh varian baru virus corona, dan semua masih berduka untuk masa pandemik COVID-19 yang semakin panjang.

Saat ini ketika seluruh ciptaan 
mengerang kesakitan, 
kami bersandar pada Firman-Mu yang hidup dan memohon kemurahan-Mu kepada seluruh umat manusia; 
Pelihara kami di bawah sayap-Mu, 
dan lindungi kami dalam kehangatan-Mu; Jaga setiap kami dari krisis 
yang kami gumuli setiap hari; 
Engkaulah Allah yang mendengar kami; Engkaulah Allah yang memelihara kami. 

Ya Allah Sang Pemurah, 
pada saat ini sangat sulit bagi kami melihat terang di tengah pandemik; Kami hanya melihat gelap sekeliling kami; 
Pengharapan kami diguncang dan ambruk oleh begitu banyak penderitaan.

Namun Ya Allah, 
kami andalkan Engkau 
dan yakin pada nama-Mu yang hebat; 
Tolong kami melihat Terang dalam DIKAU; Tolong kami membangun 
Pengharapan dalam DIKAU; 
Tolong kami mewujudkan Damai
dalam DIKAU. 
Dengan sepenuh hati kami mohon semua ini dalam nama Yesus. 


*****


Bapa kami yang di sorga, 
Dikuduskanlah nama-Mu, 
Datanglah Kerajaan-Mu, 
Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.


DATANGLAH KERAJAAN-MU | Mezbah Keluarga | 7 Mei 2021






MEZBAH KELUARGA 
7 Mei 2021
Mazmur 132
DATANGLAH KERAJAAN-MU




💠 Menyanyi :   KJ 260. (1, 2)
DALAM DUNIA PENUH KERUSUHAN

🎶
Dalam dunia penuh kerusuhan, 
ditengah kemelut permusuhan
datanglah KerajaanMu; 
di Gereja yang harus bersatu, 
agar nyata manusia baru, 
datanglah KerajaanMu!

Ref.
Datanglah, datanglah, 
datanglah KerajaanMu!

🎶
Memerangi gelap kemiskinan, 
menyinarkan terang keadilan
datanglah KerajaanMu; 
di lautan, di gunung, di ladang
dan di bandar, di pasar, di jalan 
datanglah KerajaanMu!

Ref.
Datanglah, datanglah, 
datanglah KerajaanMu!


💠 Berdoa :

Ya Bapa Sorgawi yang maha kasih,
Ya Kristus Yesus penyelamat jiwa kami,
Pagi hari ini, kami ber-terimakasih 
atas penyertaan-Mu menjaga kami tidur nyenyak sepanjang malam. 

Ya Roh Kudus sumber kearifan dan kekuatan, 
Terangilah hati pikiran kami agar Sabda Kebenaran mengarahkan perjalanan hidup kami sepanjang hari ini menurut Kehendak TUHAN. 

Dalam pengasihan-Mu, Ya Tritunggal Kudus kami berdoa. 

Amin. 



💠 Membaca Alkitab :
         📖  Mazmur 132 (AYT)

1 Nyanyian Ziarah. Ingatlah, ya TUHAN, tentang Daud, segala penderitaannya.

2 Bagaimana dia bersumpah kepada TUHAN, dan bernazar kepada Yang Mahakuasa dari Yakub.

3 "Sebenarnya, aku takkan masuk ke dalam kemahku, atau berbaring di atas tempat tidurku.

4 takkan kubiarkan tertidur mataku, atau terlelap kelopak mataku.

5 Sampai aku menemukan tempat bagi TUHAN, suatu tempat kediaman Yang Mahakuasa dari Yakub!"

6 Lihat, kami telah mendengar tentang hal itu di Efrata, kami menemukannya di padang Yaar.

7 "Mari kita pergi ke tempat kediaman-Nya, mari kita menyembah pada tumpuan kaki-Nya!"

8 Bangkitlah, ya TUHAN, ke tempat peristirahatan-Mu, Engkau dan tabut kekuatan-Mu.

9 Biarlah para imam-Mu berbajukan kebenaran, dan biarlah orang-orang saleh-Mu bersorak-sorai.

10 Sebab, demi hamba-Mu, Daud, jangan Engkau berpaling dari wajah orang yang Kauurapi.

11 TUHAN telah bersumpah setia kepada Daud, yang takkan ditarik-Nya kembali: "Dari buah tubuhmu akan Kutempatkan ke atas takhtamu."

12 "Jika anak-anakmu memelihara perjanjian-Ku dan peraturan-peraturan yang Kuajarkan kepada mereka, anak-anak mereka juga akan selama-lamanya duduk di atas takhtamu."

13 Sebab, TUHAN telah memilih Sion, Dia menghendakinya menjadi tempat kediaman-Nya.

14 "Inilah tempat peristirahatan-Ku untuk selama-lamanya, di sini Aku akan diam karena Aku menghendakinya."

15 "Aku akan memberkati dengan berlimpah-limpah makanannya, Aku akan mengenyangkan orang-orang melaratnya dengan roti.

16 Imam-imam mereka akan Kupakaikan dengan keselamatan, dan orang-orang salehnya akan bersorak dengan girang.

17 Di sana, Aku akan menumbuhkan tanduk Daud, Aku telah menyiapkan sebuah pelita bagi yang Kuurapi.

18 Musuh-musuhnya akan Kupakaikan dengan malu, tetapi padanya, akan bersinar mahkotanya."


💠 Renungan

DATANGLAH KERAJAAN-MU

 
 
Dalam sejarah Israel, tema teologi penting yang mendasari jayanya kerajaan Israel ialah ikatan perjanjian Daud sebagai raja turun temurun atas Israel dan penetapan Allah akan Yerusalem atau Sion sebagai pusat pemerintahan Allah. Kedua tema inilah yang menjadi dasar mazmur 132 ini digubah.
 

Mazmur ini sepertinya digunakan pada ibadah pentahbisan bait Allah Salomo. Ayat 8-10 muncul pada bagian akhir dari doa Salomo yang dicatat dalam 2 Tawarikh 6:41-42. Mazmur ini dilantunkan secara bertanggapan antara Liturgos (pemimpin ibadah) dan Umat. Dibuka oleh pemimpin ibadah (1-5), direspons oleh umat (6-10), lalu pemimpin ibadah mengutip janji Allah kepada Daud (11-12), dan akhirnya ditutup oleh umat yang menyanyikan ulang janji Allah kepada Israel (13-18).
 

Ibadah dimulai dengan mengingat kembali kerinduan Daud untuk membangun bait Allah di Yerusalem (1-5). Daud telah lebih dahulu memindahkan tabut Perjanjian ke Yerusalem, tetapi Allah tidak mengizinkan dia untuk membangun bait Allah (2Sam. 6:1-7:7). Sebaliknya, Allah menjanjikan untuk menegakkan keturunan Daud sebagai raja atas Israel (2Sam. 7:12-16). Salomo adalah raja keturunan Daud, yang diperbolehkan Allah untuk mendirikan bait-Nya. Tindakan Salomo mendirikan bait Allah mempertegas tugas seorang raja Israel, yaitu membawa umat mengabdi kepada Allah sebagai Raja.
 

Dengan demikian janji Allah untuk menggembalakan umat-Nya dari Sion terwujud melalui ketaatan dinasti Daud sebagai urapan Allah. Takhta Daud mengabdi pada takhta Allah. Setiap raja keturunan Daud yang takut akan Allah, akan menggunakan kuasanya untuk menghantar umat menyembah Allah. Dengan demikian Kerajaan Allah ditegakkan.
 

Kristus adalah keturunan Daud yang menegakkan Kerajaan Allah bukan hanya atas Israel, tetapi seluruh dunia. Kita anak-anak-Nya, dipercaya dan diutus memberitakan Injil Kerajaan Allah kepada dunia.

Amin.




💠 Menyanyi :   KJ 260. (3)
DALAM DUNIA PENUH KERUSUHAN

🎶
Dalam hati dan mulut dan tangan 
dengan kasih, dengan kebenaran 
datanglah KerajaanMu; 
kar'na Kaulah empunya semua,
demi Kristus umatMu berdoa: 
datanglah KerajaanMu!

Ref.
Datanglah, datanglah, 
datanglah KerajaanMu!


💠 Berdoa

Ya TUHAN YESUS,
 Dengan hati yang penuh kerinduan kepada-Mu, kami berdoa, Datanglah Kerajaan-Mu!

Tolonglah kami untuk senantiasa hidup berjaga-jaga sesuai dengan Firman-Mu. 

*****

Bapa kami yang di sorga, 
Dikuduskanlah nama-Mu, 
Datanglah Kerajaan-Mu, 
Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.

Kamis, 08 April 2021

Mezbah Keluarga : "BERGANTUNG PENUH PADA KASIH-NYA"




MEZBAH KELUARGA 
Kamis, 8 April 2021
Yohanes 21:15-19
"BERGANTUNG PENUH PADA KASIH-NYA"

 


💠 Menyanyi :  GB 240. (1)
KASIH TUHANKU SUNGGUHLAH AJAIB

🎶
Kasih Tuhanku sungguhlah ajaib,
bagi umat yang mau percaya pada-Nya.
Kasih Tuhanku sungguh nyatalah
bagi umat yang mau bersandar pada-Nya.

Ref.
Kasih Tuhanku nyata, tak pernah berubah,
agung dan besar melebihi s’galanya.
Kasih Tuhanku sungguhlah ajaib,
bagi umat yang mau percaya pada-Nya.


💠 Berdoa :

🤲  Ya Tuhan, 
bukalah mulut kami
maka kami akan serukan 
pujian syukur kepada-Mu.

Ya Tuhan, 
berilah kami bersukacita atas penyelamatan-Mu
dan teguhkan kami 
dengan Roh-Mu Sang Pemberi-Hidup.

Kemuliaan bagi Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus: sebagaimana sejak permulaan, sekarang dan selama-lamanya. 

Amin


💠 Membaca Alkitab :
         📖  Yohanes 21:15-19 (AYT)  

21:15  Sesudah mereka selesai makan, Yesus berkata kepada Simon Petrus, “Simon, anak Yohanes, apakah kamu mengasihi Aku lebih daripada semua ini?” 
        Petrus menjawab, “Benar Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau.” 
        Kemudian, Yesus berkata kepadanya, “Gembalakanlah domba-domba-Ku!” 

21:16. Yesus berkata lagi untuk kedua kalinya kepadanya, “Simon, anak Yohanes, apakah kamu mengasihi Aku?” 
         Petrus menjawab, “Benar Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau.” 
         Yesus berkata kepadanya, “Gembalakanlah domba-domba-Ku!” 

21:17  Yesus berkata kepadanya untuk ketiga kalinya, “Simon, anak Yohanes, apakah kamu mengasihi Aku?” 
          Hati Petrus menjadi sedih karena Yesus bertanya untuk ketiga kalinya, “Apakah kamu mengasihi Aku?” Lalu, Petrus berkata kepada-Nya, “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu. Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau!” 
           Yesus berkata kepadanya, “Gembalakanlah domba-domba-Ku! 

21:18  Aku mengatakan yang sesungguhnya kepadamu, saat kamu muda, kamu sendiri yang mengikat pinggangmu dan berjalan ke mana pun kamu mau; tetapi saat kamu menjadi tua, kamu akan merentangkan tanganmu dan orang lain akan mengikat pinggangmu, dan membawamu ke tempat yang tidak kamu ingini.” 

21:19  Yesus mengatakan hal ini untuk menunjukkan dengan kematian seperti apakah Petrus akan memuliakan Allah. Dan, setelah mengatakan hal itu, Dia berkata kepada Petrus, “Ikutlah Aku!” 



💠 Renungan

🖍  Yesus berkata kepadanya untuk ketiga kalinya, “Simon, anak Yohanes, apakah kamu mengasihi Aku?” (21:17a)

"BERGANTUNG PENUH PADA KASIH-NYA"




Bacaan kita hari ini Yohanes 21:15-19 bercerita tentang Yesus yang mengajak dialog Petrus yang dulunya telah menyangkal tiga kali. Saat setelah sarapan Petrus diajak untuk kembali merenung tentang kasihnya kepada Yesus. Tiga kali Yesus menanyai dia, apakah Petrus mengasihi-Nya? "... kepadanya untuk ketiga kalinya, "Simon, anak Yohanes, apakah kamu mengasihi Aku?" Hati Petrus menjadi sedih karena Yesus bertanya untuk ketiga kalinya, "Apakah kamu mengasihi Aku?"" (ay. 17)


Petrus mengalami kesulitan untuk mengasihi Tuhan sehingga Yesus harus bertanya tentang kasih Petrus kepada Yesus. Hal ini berarti mengasihi Yesus tidak pernah ada dalam kesanggupan, pengalaman, dan pengetahuan manusia sendiri. Manusia harus menyadari dan bersandar penuh pada pengetahuan Allah. Karena Allah mengetahui segala sesuatu. Dua kali Yesus bertanya dengan menggunakan kata kasih yang dalam bahasa Yunani "agapao". Namun, Petrus hanya sanggup merespons dengan kasih yang dalam bahasa Yunani berasal dari kata "phileo", yaitu kasih antara seorang murid kepada gurunya. Itu sebabnya, pertanyaan Yesus yang ketiga kalinya tidak lagi menggunakan kata kasih yang sama, melainkan menggunakan kata "phileo" sebagaimana kesanggupan Petrus.


Kunci ketidakmampuan Petrus ada pada keterbatasan pengetahuannya akan kasih Tuhan. Petrus pernah dengan begitu yakin bergantung pada pengetahuannya sendiri bahwa ia tidak mungkin menyangkal Yesus, namun ia keliru. Itu sebabnya, kali ini Petrus mengatakan, "Tuhan, Engkau tahu". Hal ini menegaskan betapa kasih yang kita miliki tidak akan pernah sanggup diukur oleh pengetahuan kita sendiri.


Kalau selama ini kita menganggap bahwa kita lebih mengasihi Yesus daripada siapa pun, dan dengan yakin dapat berkata bahwa tidak akan pernah menyangkal Yesus, maka kita perlu sangat berhati-hati. Tuhan tahu seberapa kita mengasihi-Nya dan hanya Dialah yang mampu mengajar kita untuk mengasihi-Nya dengan kasih yang Ia kehendaki. Kita sungguh-sungguh bergantung penuh pada kasih dan kemurahan Allah yang memperbarui dan mendewasakan kasih kita. 
***




 
💠 Menyanyi :  GB 256. (1, 2)
DALAM LAUTAN YANG KELAM
(I Was Sinking Deep in Sin/Love Lifted Me)

🎶
Dalam lautan yang kelam, 
terancam jiwaku,
dalam dosa tenggelam, 
hilang harapanku.
Tapi Tuhan berkenan 
dengar seruanku,
lalu 'ku dis'lamatkan Mukhalisku.

Ref.
Kasih kudus! Kasih kudus!
yang t'lah mengangkatku: 
Kasih kudus!
Kasih kudus! Kasih kudus!
Yang t'lah mengangkatku: 
Kasih kudus!

🎶
Kasih-Nya kudus, besar, 
patut kubalaslah
karna itu 'ku gemar 
agungkan nama-Nya.
Kuserahkan hidupku 
bulat kepada-Nya,
melayani Tuhanku selamanya!

Ref.
Kasih kudus! Kasih kudus!
yang t'lah mengangkatku: 
Kasih kudus!
Kasih kudus! Kasih kudus!
Yang t'lah mengangkatku: 
Kasih kudus!


💠 Berdoa :

      🤲 Ya Tuhan Yesus Kristus,
Tolonglah kami, agar dapat merespon kasih-Mu bagi keselamatan kami. Berikanlah kami kekuatan untuk dapat mengasihi-Mu dengan segenap hati, jiwa dan akal budi, agar aku mampu menjadi pengikut dan pelayan-Mu yang setia. 

Ya Tuhan yang melihara hidup umat, 
Ajarlah kami untuk menaruh kepercayaan pada penyelenggaraan ilahi-Mu pada jalan hidup kami hari ini, sehingga kami mampu bersyukur dalam segala hal.

*****


Bapa kami yang di sorga, 
Dikuduskanlah nama-Mu, 
Datanglah Kerajaan-Mu, 
Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.

Selasa, 08 Desember 2020

JANGAN SEKEDAR TAKJUB, TAPI PERCAYA DAN TAAT

MEZBAH KELUARGA, Rabu 9  Desember 2020


MENYANYI :  GB 62. 
Siapa yang berpegang
pada sabda Tuhan
dan setia mematuhi-Nya.
Hidupnya mulia
dalam cah’ya baka
bersekutu dengan Tuhannya.
(Ref.)
Percayalah dan pegang sabda-Nya:
hidupmu dalam Yesus sungguh bahagia!

Kasih-Nya yang kekal
takkan kita kenal
sebelum pada-Nya berserah.
Hidup bahagia
disediakan-Nya
bagi yang berpegang pada-Nya.
(Ref.)
Percayalah dan pegang sabda-Nya:
hidupmu dalam Yesus sungguh bahagia!

DOA :
Ya Allah pengharapan kami, Engkau memanggil kami dari pembuangan dosa kami, dengan kabar baik pemulihan; 
Engkau membangun jalan raya melalui padang gurun; Engkau datang kepada kami dan menjemput kami pulang. 
Hiburkanlah kami dalam penantian kuasa penyelamatan-Mu, yang diperkenalkan kepada kami dalam Yesus Kristus, Tuhan kami.  Amin.

BACA ALKITAB : Markus 1:21-28

RENUNGAN : 
Di Kapernaum Yesus mendapat kesempatan untuk menjadi pengkhotbah tamu di sinagoge. Orang-orang yang beribadah di sinagoge itu merasa takjub dengan Yesus. (sinonem dari "takjub" = kagum, terpesona, heran, terkejut)

Dalam bacaan hari ini disebutkan dua kali mereka takjub. Yang pertama, mereka takjub (terpesona) ketika mendengar pengajaran Yesus penuh kuasa dan tidak seperti para ahli Taurat (22). Yang kedua, mereka takjub (terkejut atau heran) ternyata bukan hanya pengajaran Yesus yang penuh kuasa, tetapi pelayanan-Nya juga penuh dengan kuasa sehingga roh jahatpun tunduk kepada-Nya (25-27). Memang mereka membicarakan tentang Yesus sampai kabarnya itu cepat tersebar di seluruh Galilea (28). Tetapi semua itu hanya sebatas perasaan takjub saja, hanyalah sebatas kagum dan rasa heran saja.
Tragis sekali memperhatikan orang-orang yang beribadah dalam sinagoge itu. Firman telah mereka dengar, mukjizat telah mereka saksikan itu justru tidak membuat mereka ingin mengenal Yesus secara pribadi. Semua yang telah mereka lihat tidak mengubah hati mereka untuk berbalik dan percaya pada Yesus. Respon mereka justru berbeda sekali dengan roh jahat itu, Alkitab  menyebutkan bahwa roh-roh jahat itu tahu tentang Yesus (24), bahkan roh-roh itu takut kepada-Nya dan menaati-Nya (27). 

Bagaimana dengan kita? Apa yang kita utamakan? Mukjizat Yesus, ajaran Yesus, atau diri Yesus untuk kita imani, taati, dan kasihi? Hidup kekristenan seperti apa yang selama ini kita jalani? Apakah hidup kekristenan yang terjebak hanya pada takjub, tetapi sama sekali tidak mau mengenal Tuhan Yesus dengan lebih dalam? Atau kerohanian yang sekadar kagum saja tetapi tidak mau menaati-Nya? 

Seharusnya kita menjalani kehidupan kristiani yang sungguh-sungguh mengagumi Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan memiliki relasi pribadi dengan-Nya. Hubungan yang intim bersama Tuhan akan membangun kepercayaan kita pada-Nya. Kita menjadi percaya pada kuasa Tuhan Yesus, dan dengan begitu akan memampukan kita bersaksi tentang kasih-Nya bagi semua orang.

Marilah hidup di dalam Tuhan. Bukan hanya mengagumi-Nya saja, tetapi juga mengenal, percaya dan menaati firman-Nya. 

MENYANYI :  GB 62. 
O, betapa senang
hidup dalam terang
beserta Tuhan di jalan-Nya,
jika mau mendengar
serta patuh benar
dan tetap berpegang pada-Nya.
(Ref.)
Percayalah dan pegang sabda-Nya:
hidupmu dalam Yesus sungguh bahagia!

DOA :
Ya Hikmat Ilahi, datanglah atas kami; topang kami dengan tangan-Mu yang pengasih; gerakkan kami dengan nafas kehidupan-Mu, 
curahkan atas kami cahaya-Mu, 
kehangatan-Mu, 
kuasa-Mu ...

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga; Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. -- Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.