Senin, 21 Desember 2020

Mezbah Keluarga : BERKAT ALLAH BAGI KELUARGA SETIA

MEZBAH KELUARGA
Senin 21 Desember 2020

MENYANYI :  KJ 318. (1)
Berbahagia tiap rumah tangga, 
di mana Kaulah Tamu yang tetap:
dan merasakan tiap sukacita 
tanpa Tuhannya tiadalah lengkap;
di mana hati girang menyambutMu 
dan memandangMu denga berseri; 
tiap anggota menanti sabdaMu 
dan taat akan Firman yang Kaub'ri.

DOA :
ya Allah, kami bersyukur kepada-Mu
atas kasih setia-Mu yang menaungi hari-hari persiapan kami untuk peristiwa Kristus.
Terangi kami dengan rahmat-Mu, sehingga kami dapat menyambut orang-orang lain, sebagaimana Engkau menyambut kami.

Dalam nama Tiga yang Kudus,
Yang ada dahulu, kini dan nanti.
Amin

BACA ALKITAB : 1Tawarikh 17:16-22 

RENUNGAN : BERKAT ALLAH BAGI KELUARGA SETIA

1 Tawarikh 17:16,17 (AYT)  
Raja Daud ... di hadapan TUHAN, berkata, “Siapakah aku, ya TUHAN Allah, dan siapakah keluargaku sehingga Engkau membawa aku sampai sejauh ini? ..., Engkau juga berfirman mengenai keluarga hamba-Mu ini untuk masa yang masih jauh. 

Dalam doanya, hati Daud melimpah dengan pujian dan syukur karena janji-janji yang TUHAN nyatakan. Daud memuji TUHAN karena rancangan-Nya untuk memberkati umat-Nya (ayat 16-22). Anugerah TUHAN bagi Daud tidak membuat dia menjadi sombong. Bahkan dia menganggap bahwa ia belum layak menerima janji-janji TUHAN tersebut. Oleh anugerah-Nya yang luar biasa itu Daud makin memuliakan TUHAN. Daud bersyukur atas perbuatan TUHAN dalam kehidupannya dan rencana-Nya bagi keluarganya di masa depan. Janji TUHAN itu berdasarkan pada kasih karunia-Nya. TUHAN telah memilih Daud dan keluarganya, maka  Dia akan setia menyertai dan memelihara orang-orang pilihan-Nya itu sampai ke masa depan.

Kita adalah orang-orang pilihan Tuhan. Dia memiliki rencana masa depan bagi diri kita pribadi dan juga keluarga kita. Kasih karunia Tuhan itu hendaknya kita tanggapi dengan sikap rendah hati, taat dan setia kepada-Nya. Bersyukur dalam kehidupan kita yang memancarkan kemuliaan-Nya. Rumah menjadi tempat iman disemai. Cinta kasih Kristus menghidupi hubungan setiap anggota keluarga dengan menjadikan doa sebagai pondasi kehidupan. Ke dalam keluarga yang demikianlah Tuhan melimpahkan berkat-Nya. Dia yang kita percaya adalah Tuhan yang setia pada janji-Nya atas orang-orang pilihan-Nya

MENYANYI :  318. (2)
Berbahagia rumah yang sepakat 
hidup sehati dalam kasihMu,
serta tekun mencari hingga dapat 
damai kekal di dalam sinarMu;
di mana suka-duka 'kan dibagi; 
ikatan kasih semakin teguh; 
diluar Tuhan tidak ada lagi 
yang dapat memberi berkat penuh.

DOA
Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga; Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. -- Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

Minggu, 20 Desember 2020

PA NATAL : RAJA DAMAI



Bahan PA Untuk Menyambut Natal
Bacaan Alkitab: Yesaya 9:6; Lukas 2:8-19
RAJA DAMAI

Yesus adalah Raja Damai, dan pemerintahan-Nya penuh keadilan dan kedamaian.

    Ketika paduan suara malaikat menyanyi di dekat Betlehem pada hari kelahiran Yesus, pesan mereka adalah pesan damai. Mereka berkata, "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya" (Lukas 2:14).

    Kata Ibrani untuk damai dalam Yesaya 9:6 adalah "shalom". Kata itu berarti bukan hanya tidak adanya kekerasan. Kata itu bukan hanya tentang kedamaian, tetapi juga nuansa kepenuhan, keutuhan, kesehatan, ketenangan, kemakmuran, istirahat, dan harmoni. Bahkan, ia mencakup segala sesuatu yang baik!

     Kata Yunani untuk damai yang digunakan dalam Lukas 2:14 adalah "eirene", dan dalam perikop ini, kata itu digunakan untuk menggambarkan tentang ketenangan yang dinikmati oleh suatu bangsa ketika bangsa itu memiliki pemimpin yang peduli, berkompeten, dan aman. Kerajaan Allah yang diperintah oleh Yesus adalah kerajaan yang penuh kebenaran, sukacita, dan kedamaian (Roma 14:17). Kedamaian ini merupakan nuansa ketenangan, mengetahui bahwa hidup Anda benar-benar berada di dalam tangan Allah yang mengasihi, dan dengan demikian, mengalami ketenangan dalam diri Anda. Itu secara alami tidak masuk akal karena sifatnya supernatural! Ini melampaui segala akal pemikiran manusia (Filipi 4:7). Ini tidak bergantung pada keadaan, melainkan pada menaati dan memercayai Yesus. Sang penulis himne merangkumnya dalam ayat berikut ini:
"Hanya percaya setiap hari,
Percaya di tengah jalan yang penuh badai
Bahkan saat imanku kecil,
Percaya kepada Yesus itu segalanya."

    Hanya Yesus, Sang Raja Damai, yang dapat memberi Anda kedamaian ini. Dunia tidak dapat memberikannya kepada Anda. Sebelum Dia pergi ke kayu salib, Yesus berkata kepada para murid-Nya, "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu" (Yohanes 14:27). Pendidikan, keluarga, kekayaan, pekerjaan, semuanya itu baik, tetapi semuanya itu bukan sumber kedamaian seperti yang Yesus berikan ini. Yesus membawa kedamaian ini bagi kita ketika Dia mati di atas kayu salib (Yesaya 53:5).

Pertanyaan:
1. Apa saja hal-hal yang paling menghentikan kita dari menikmati kedamaian yang Yesus tawarkan (Yesaya 26:3; Yakobus 4:1-3; Markus 4:35-41)?
2. Menurut Anda, mengapa Yesus berkata, "Damai sejahtera bagi kamu!" sebanyak dua kali ketika Dia mengunjungi para murid di ruang atas (Yohanes 20:19-23)?
3. Dalam Filipi 4:7, Paulus mengatakan bahwa kedamaian dari Allah menjaga hati dan pikiran kita. Menurut Anda, apa artinya itu?

Sumber: Buku "Janji - Makna Natal yang Sejati" karya Michael Ross - Watson, halaman 49 - 50

PA Natal : BAPA YANG KEKAL

Bahan PA Untuk Menyambut Natal
Bacaan Alkitab: Yesaya 9:6; 
Yohanes 14:1-11; Ibrani 12:7-11
BAPA YANG KEKAL

    "Dia adalah Bapa yang Kekal." Dia bersifat kekal dan Dia adalah Allah, Bapa kita. Kita berada di alam yang begitu sulit untuk dipahami oleh pikiran manusiawi kita. Yesus sendiri berkata, "Aku dan Bapa adalah satu" (Yohanes 10:30). Dia menekankan hal ini sekali lagi, persis sebelum kematian-Nya, ketika Dia mengatakan bahwa Dia di dalam Bapa, dan Bapa-Nya di dalam Dia (Yohanes 17:21). Ketika Filipus meminta Yesus untuk menunjukkan Bapa kepadanya, Yesus menjawab dengan berkata, "Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa" (Yohanes 14:9).

    Apakah itu berarti bahwa Trinitas yang terdiri dari Bapa, Putra, dan Roh Kudus itu salah? Tidak, Yesus dan Bapa-Nya bukanlah Pribadi yang sama, tetapi mereka satu dalam esensi dan hakikat. Kita tidak melayani tiga Allah, seperti yang dikira oleh beberapa agama lain, melainkan satu Allah. Allah kita adalah esa.

    Yesus adalah satu dengan Bapa dalam esensi dan hakikat berarti bahwa Dia memiliki hati yang sama dengan Bapa. Seperti apakah hati Bapa milik Allah? Banyak orang memiliki pemahaman yang bengkok dan rusak tentang bapa karena bapa manusiawi mereka tidak memberikan pengalaman yang baik bagi mereka. Allah Bapa itu lemah lembut, membebaskan, teguh, memaafkan, dan ingin terlibat secara karib dengan anak-anak-Nya. Berikut adalah kata-kata yang menggambarkan Bapa yang seperti apakah Allah itu -- setia, murah hati, penuh kasih sayang, peduli, menerima, dan komunikatif. Ketika Anda melihat Yesus, Anda melihat hati Bapa.

    Barangkali salah satu gambaran terindah tentang hati Bapa dari Allah adalah bapa dalam perumpamaan tentang anak yang hilang. Dia melepaskan anaknya, meskipun menyakitkan bagi dia untuk melihat anaknya pergi ke jalan yang dia pilih. Dia terus menantikan kepulangan anaknya. Dia tidak mengutukinya karena kesalahan-kesalahan yang dia perbuat. Dia memberinya jubah yang indah untuk menutupi bekas- bekas dosanya. Sang bapa memakaikan cincin pada jari anaknya yang mengatakan bahwa engkau adalah milikku, dan karena cincin itu adalah cincin bersegel, sehingga ada otoritas yang tersemat pada cincin itu. Kemudian, dia memakaikan sepatu pada kaki anaknya -- hanya anak yang memakai sepatu, dan budak tidak. Sang bapa berkata, "Engkau adalah anakku!" Kemudian, dia mengadakan pesta dan bahkan mencoba untuk mengajak kakaknya yang cemburu untuk datang ke perayaan itu. Seperti itulah Allah Bapa.

Pertanyaan:
1. Pernahkah Anda memiliki pengalaman yang buruk dengan seorang bapa manusia yang telah merusak pemahaman Anda tentang Allah sebagai seorang Bapa? Mengapa Anda tidak datang dalam kesederhanaan kepada-Nya dan meminta Dia untuk mengungkapkan diri-Nya sebagai seorang Bapa kepada Anda! Kiranya penyataan itu bisa mengubah relasi Anda dengan Dia secara total.
2. Apakah yang dikatakan oleh Ibrani 12:7-11 kepada Anda tentang Allah sebagai Bapa dan bagaimana Dia mendisiplinkan kita demi kebaikan kita?

Sumber: Buku "Janji - Makna Natal yang Sejati" karya Michael Ross - Watson, halaman 47 - 48



IBADAH RUMAH PADA HARI MINGGU ADVENT IV, 20 Desember 2020


TATA IBADAH HARI MINGGU SEDERHANA KELUARGA  (TIHMS-K)
Hari Minggu Adven ke-4

----- saat teduh -----

(BERDIRI)
AJAKAN BERIBADAH :
Mama:
Hari ini kita memasuki minggu ke4 masa Adven. Tema ibadah kita adalah Doa dan Nyanyian Hidup. --- Marilah keluarga-ku, kita menghadap TUHAN untuk beribadah, dan menyanyi  dari :  KJ 4. (1, 2)

Hai mari sembah Yang Maha besar,
Nyanyikan syukur dengan bergemar.
Perisai umatNya, Yang Maha esa,
Mulia namaNya, takhtaNya megah

Hai masyhurkanlah keagunganNya;
cahaya terang itu jubahNya.
Gemuruh suaraNya di awan kelam;
Berjalanlah Dia di badai kencang.

DOA HARI MINGGU IV ADVEN:
Papa :
Kami bersyukur kepada-Mu ya Allah, 
atas terang-Mu yang menandai hari-hari persiapan kami untuk peristiwa Kristus.

Terangilah kami dengan rahmat-Mu, sehingga kami dapat menyambut orang lain, sebagaimana Engkau menyambut kami.

Kami bersyukur Ya Yesus, 
Engkau selalu datang ke tengah umat-Mu, sekalipun kami gagal melihat kehadiran-Mu. 

Di setiap saat ketika kami beroleh anugerah mengenali Engkau,
kini dan di sini, 
beri kami keberanian untuk melompat kegirangan atas kedatangan-Mu. 

Dalam nama Tiga yang Kudus,
Yang ada dahulu, kini dan nanti.
Amin

MENYANYI : KJ 4. (5, 6)

UmatMu lemah dan dari debu,
tetap memegang janjiMu teguh.
Kasih setiaMu berlimpah terus,
Ya Khalik, Pembela dan Kawan kudus!

Ya Mahabesar, kekal kasihMu;
malaikat memb'ri pujian merdu,
pun kami, mahlukMu kecil dan lemah,
mengangkat pujian serta menyembah.


DOA MOHON ROH KUDUS : 
Papa :  
Ya Roh Kudus, berhembuslah di dalam diri kami, supaya pikiran kami semua kudus;
Bertindaklah di dalam diri kami Ya Roh Kudus, supaya pekerjaan kami juga kudus;
Tariklah hati kami Ya Roh Kudus, supaya kami mencintai hanya yang kudus;
Kuatkanlah kami Ya Roh Kudus 
untuk membela apa yang kudus; 
Maka jagalah kami Ya Roh Kudus, 
supaya kami tetap kudus.
Amin.

PEMBACAN ALKITAB :
Anak :
Marilah mendengar Alkitab dibacakan dari : 1Tawarikh 16:8-13 yang menyatakan begini : .............  ......  ......
Demikianlah pembacaan Alkitab, terpujilah Yesus Kristus, Haleluya. 

Semua : Haleluyah, haleluyah, haleluyah...
(DUDUK)

RENUNGAN : "Doa & Nyanyian Hidup"
Papa

MENYANYI : KPRI 107. 
(nyanyian respon, sambil memberi persembahan)

‘Ku bersyukur pada-Mu 
di antara bangsa ya Tuhan.
‘Ku bermazmur bagi-Mu 
di antara bangsa.
S’bab kasih setia-Mu, besar 
sampai ke langit;
Kebesaran-Mu sampai ke awan-awan.
Tinggikan diri-Mu mengatasi langit;
Kemuliaan-Mu mengatasi bumi.
Tinggikan diri-Mu mengatasi langit;
Kemuliaan-Mu mengatasi bumi.

(BERDIRI)
PENGAKUAN IMAN RASULI :
(DUDUK)

DOA SYAFAAT, PERSEMBAHAN, BAPA KAMI :
Mama :   
Setelah TUHAN menyapa kita dengan Sabda-Nya, marilah kita berdoa kepada-Nya : ... (bersyukur untuk Firman Tuhan hari ini) .... 
Ya Tuhan kami mohon,

Semua  :  Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Papa :   
... (gereja dan pelayanan, Jemaat Maranatha, peranan keluarga)
Ya Tuham, kita mohon……

Semua : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Anak :  
Ya TUHAN , terimalah juga syukur hati kami, sebab Engkau setia memelihara hidup kami. Dalam pengasihan-Mu kami mohon.... 

Semua : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Papa : Peliharalah kami dalam kasih Kristus YESUS, yang mengajarkan kami berdoa bersama,  

Semua :  Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga; Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. -- Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

MENYANYI :  GB 113. (1-3)
Gita syukur menggema, 
naik kepada-Mu, Allah Bapa Mahabaik.
Kami bersyukur, kami bermazmur
kar’na rahmat-Mu bagi kami umat-Mu.
Ref.:
Gita syukur, gita syukur
naik kepada-Mu, Allah Mahabesar

Yesus Kristus, Penebus, 
b’rilah hikmat-Mu b’rilah kekuatan-Mu.
Layakkan kami untuk bersaksi,
siap sedia menyatakan kasih-Mu.
Ref.:
Gita syukur, gita syukur
naik kepada-Mu, Allah Mahabesar

(BERDIRI)
Roh Pengasih, Roh Kudus, 
tuntun umat-Mu lewat arus dunia.
Walau tantangan datang menghadang,
kami tetap bersatu kokoh dan teguh.
Ref.:
Gita syukur, gita syukur
naik kepada-Mu, Allah Mahabesar

PENGUTUSAN & BERKAT :
Papa :  
Arahkanlah hati dan pikiran kita kepada TUHAN dan terima berkat-Nya : 

TUHAN melindungi, membimbing dan memberkati kita sekalian, 
Allah Yang Maha Kuasa, yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus memberkati segala perjuangan kita sepanjang minggu kehidupan yang baru ini, mulai sekarang ini dan sampai selama-lama-nya 

Semua : Amin, amin, amin.... 

Sabtu, 19 Desember 2020

Mezbah Keluarga : HARGA SUKACITA KEHADIRAN-NYA

MEZBAH KELUARGA 
Sabtu 19 Desember 2020

MENYANYI : KJ 91 (1&2)
Putri Sion, nyanyilah; 
soraklah, Yerusalem!
Mari sambut Rajamu. 
Raja Damai t'rimalah!
Putri Sion, nyanyilah; 
soraklah, Yerusalem!

Hosiana, Putra Daud, 
umatMu berkatilah!
Dirikanlah takhtaMu 
mahatinggi, mulia.
Hosiana, Putra Daud, 
umatMu berkatilah!

DOA : 
Ya Tuhan bukakan kami gerbang kebenaran, Supaya kami masuk dan bersyukur kepada-Mu; Inilah hari yang dijadikan Tuhan; 
Marilah kita bersukacita dan bergembira. 
Ya, marilah kita bersyukur kepada Tuhan, karena Allah baik; kasih setia Allah kekal selama-lamanya.
Amin.

BACA ALKITAB : Matius 21:33-41

RENUNGAN :
HARGAI SUKACITA KEHADIRAN-NYA

Dari perumpamaan penggarap-penggarap kebun anggur ini kita belajar tentang betapa berdosanya manusia dan betapa sangat besarnya kasih Allah kepada manusia yang berdosa. Dengan memakai gambaran tentang penggarap penggarap kebun anggur, Yesus menegur akan kejahatan yang umat Israel dan para pemimpin agama Yahudi. Kemudian, para penggarap kebun yang menyiksa dan membunuh hamba-hamba-nya pemilik kebun adalah gambaran dari orang-orang Yahudi yang membunuh nabi-nabi. Mereka juga membunuh anak pemilik kebun, ini adalah gambaran dari orang-orang Yahudi yang membunuh Yesus (37-38). 

Kehadiran Tuhan Yesus ke dunia karena ada kerusakan, kejahatan, dan dosa yang menggagahi kehidupan ciptaan. Seluruh ciptaan telah terjerumus dalam jurang dosa. Ada HARGA yang harus dibayar guna memberikan sukacita sejati bagi seluruh ciptaan-Nya.

Hari ini, kita bersama mensyukuri karya keselamatan Allah yang sudah digenapi dengan kehadiran Tuhan Yesus dan karya penebusan-Nya. Inilah sukacita kita, dan kita menghidupinya dengan segala yang terbaik dalam membagikan sukacita Allah yang telah menebus kita dengan harga yang sangat mahal. Amin.

MENYANYI :  KJ 91 (3)
Hosiana, Putra Daud, 
Salam, Raja mulia.
Raja Damai abadi, 
Putra Allah yang kekal.
Hosiana, Putra Daud, 
Salam, Raja mulia!

DOA :
Tuhan Yesus, kami bersyukur atas sukacita yang Engkau beri dengan tebusan harga yang mahal.

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga; Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. -- Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

Jumat, 18 Desember 2020

PA Natal : ALLAH YANG PERKASA

Bahan PA Untuk Menyambut Natal
Bacaan Alkitab: Yesaya 9:6; Filipi 2:5-11
ALLAH YANG PERKASA

"Dia adalah Allah yang Perkasa." Ayat ini memberitahukan secara tepat siapakah Yesus itu -- Dia adalah Allah yang berinkarnasi, Dia yang Mahakuasa. Yesaya sedang menegaskan hakikat keilahian Mesias! Dia adalah Allah sendiri.
    Betapa menakjubkannya hal ini, yaitu bahwa Allah yang perkasa merendahkan diri-Nya sendiri dan menjadi seorang manusia. Dia meninggalkan kemuliaan rumah-Nya di surga, dan menjadi manusia, tinggal di dalam dunia yang rusak, berdosa, dan suka memberontak. Charles Wesley menyebutkan seperti ini dalam salah satu himnenya, "Secara tidak terpahami, Allah membatasi diri dalam satu rentang waktu buatan manusia."

    Bertahun-tahun yang lalu, salah satu teman kami pergi untuk bekerja di tengah-tengah orang miskin dan tunawisma di daerah kumuh di Calcutta, India. Dia berasal dari keluarga Inggris kelas menengah yang baik dan nyaman. Dia menulis surat kepada kami dan mengatakan bahwa dia mulai menyadari sedikit lebih banyak tentang apa artinya bagi Yesus untuk datang dari kemuliaan dan keajaiban surga dan hidup di dunia.
    Paulus mengutip dalam Filipi 2:6-11 yang mungkin merupakan himne dari gereja mula-mula. Alkitab Studi The Life Application secara mengagumkan merangkum apa arti Kristus menjadi manusia.
    "Inkarnasi merupakan tindakan dari Anak Allah yang sudah ada sebelumnya yang secara sukarela mengambil rupa manusia dan sifat manusia. Tanpa berhenti menjadi Allah, Dia menjadi manusia, manusia yang bernama Yesus. Dia tidak membuang keilahian-Nya untuk menjadi manusia, tetapi Dia rela tidak menggunakan hak-Nya atas kemuliaan dan kuasa-Nya. Dalam penundukkan diri kepada kehendak Bapa, Kristus membatasi kuasa dan pengetahuan-Nya. Yesus dari Nazaret dibatasi oleh waktu, tempat, dan banyak lagi keterbatasan manusia lainnya. Yang membuat kemanusiaan-Nya unik adalah keterbebasan-Nya dari dosa. Dalam kemanusiaan-Nya yang penuh, Yesus menunjukkan kepada kita segala sesuatu tentang karakter Allah yang dapat dinyatakan dalam istilah manusia."

Seperti yang ditulis oleh seorang penyair, "Inilah Allah kita, Raja yang Melayani ...."

Pertanyaan:
1. Paulus memberikan pengantar untuk himne dari gereja mula-mula ini dengan pernyataan, "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus" (Filipi 2:5). Apa yang Anda pelajari tentang sikap ini dari himne yang dikutip oleh Paulus ini?
2. Bagaimanakah kita secara praktis memiliki sikap ini dalam kehidupan Kristen kita sehari-hari?
3. Yesus secara sukarela membatasi kuasa dan pengetahuan-Nya ketika Dia menjadi manusia. Jika demikian, bagaimana Dia bisa melayani dengan cara yang Dia kerjakan (Kisah Para Rasul 10:38)? Apa artinya itu bagi kita?

Sumber: Buku "Janji - Makna Natal yang Sejati" karya Michael Ross - Watson, halaman 45 - 46

PA Natal : PENASIHAT AJAIB


Bahan PA Untuk Menyambut Natal
Bacaan Alkitab: 
Yesaya 9:6; Mazmur 32:1-71
PENASIHAT AJAIB

    Selama empat hari ke depan, kita akan melihat pada empat nama luar biasa yang diberikan kepada Yesus melalui Yesaya, dalam konteks kedatangan-Nya, 800 tahun sebelum kelahiran-Nya.
    "... dan nama-Nya disebutkan orang: Penasihat Ajaib ...." Ada banyak orang yang punya karunia dalam bidang konseling, tetapi konselor teragung dari semuanya adalah Yesus! Konselor dan ahli terapi sekuler, yang sering kali menuntut bayaran yang besar, mungkin bisa menolong orang untuk sementara waktu, tetapi tidak dapat menolong orang di wilayah roh atau isu-isu yang bersifat kekal. Hanya Yesus yang dapat melakukannya. Mazmur 33:10,11 mengontraskan nasihat Allah dan nasihat manusia. Nasihat (rencana) Allah berdiri teguh selama-lamanya.
    Kata "penasihat" dalam bahasa Ibrani berarti menasihati, mengarahkan, menyelesaikan, merancangkan, dan merencanakan. Kata ekuivalen dalam Perjanjian Baru adalah kata Yunani "parakletos", yang diturunkan dari kata Yunani lainnya yang berarti "mendampingi" dengan tujuan yang khusus, yaitu menasihati, menegur, menyemangati, dan menghibur.
    Ketika kita menyerahkan diri sepenuhnya kepada Yesus, Dia akan menuntun kita, mengarahkan kita, mendorong kita, menghibur kita, dan bilamana diperlukan, menegur kita. Kata "parakletos" dalam Yohanes 14:1,6 dan 16:7 merujuk secara khusus kepada Roh Kudus, tetapi juga kepada Yesus, dan sering kali diterjemahkan menjadi "Penolong". Ini disuarakan ulang dalam Mazmur 46:1, "Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti."
    Sekarang, Yesus sudah meninggalkan dunia dan kembali ke surga, tetapi Dia berkata, "Aku selalu menyertai kamu." Bagaimana mungkin? Sebelum Dia kembali ke surga, Yesus menghibur murid-murid-Nya dengan berkata, "Aku akan memberikan kepadamu seorang Penolong (Penasihat, Penghibur) yang lain." Dia berbicara tentang Roh Kudus. Kata kuncinya adalah "yang lain". Terdapat dua kata Yunani yang bisa diterjemahkan menjadi "yang lain". Kata yang pertama adalah "heteros", artinya "yang lain, tetapi berbeda jenis". Kata yang kedua adalah "allos", artinya "yang lain, tetapi dalam semua aspek lainnya sama persis". Kata yang kedua inilah yang Yesus gunakan ketika Dia mengatakan bahwa Dia akan mengirimkan Penasihat yang lain. Roh Kudus sama persis dengan Yesus dalam segala hal. Ia menuntun kita, membimbing kita, dan diam persis di dalam diri anak-anak Allah. Sungguh merupakan hak istimewa untuk memiliki Penolong yang menasihati kita, membimbing kita, mengajar kita, menguatkan kita, menolong kita dalam kelemahan kita dan menghibur kita, yang diam betul-betul di dalam diri kita.

Doa: 
Terima kasih, Bapa, sebab Engkau telah mengirimkan Yesus untuk menjadi Juru Selamat dan Penebusku. Terima kasih juga karena Dia adalah Penasihat Ajaibku. Terima kasih karena Engkau telah mengirim Roh Kudus untuk menuntunku, menghiburku, mengajarku, dan menguatkanku dalam kelemahanku. Aku mengundang Engkau untuk menjadi Penasihatku. Dalam nama Yesus, Amin.

Sumber: Buku "Janji - Makna Natal yang Sejati" karya Michael Ross - Watson, halaman 43 - 44