Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Desember 2020

Mezbah Keluarga : HARGA SUKACITA KEHADIRAN-NYA

MEZBAH KELUARGA 
Sabtu 19 Desember 2020

MENYANYI : KJ 91 (1&2)
Putri Sion, nyanyilah; 
soraklah, Yerusalem!
Mari sambut Rajamu. 
Raja Damai t'rimalah!
Putri Sion, nyanyilah; 
soraklah, Yerusalem!

Hosiana, Putra Daud, 
umatMu berkatilah!
Dirikanlah takhtaMu 
mahatinggi, mulia.
Hosiana, Putra Daud, 
umatMu berkatilah!

DOA : 
Ya Tuhan bukakan kami gerbang kebenaran, Supaya kami masuk dan bersyukur kepada-Mu; Inilah hari yang dijadikan Tuhan; 
Marilah kita bersukacita dan bergembira. 
Ya, marilah kita bersyukur kepada Tuhan, karena Allah baik; kasih setia Allah kekal selama-lamanya.
Amin.

BACA ALKITAB : Matius 21:33-41

RENUNGAN :
HARGAI SUKACITA KEHADIRAN-NYA

Dari perumpamaan penggarap-penggarap kebun anggur ini kita belajar tentang betapa berdosanya manusia dan betapa sangat besarnya kasih Allah kepada manusia yang berdosa. Dengan memakai gambaran tentang penggarap penggarap kebun anggur, Yesus menegur akan kejahatan yang umat Israel dan para pemimpin agama Yahudi. Kemudian, para penggarap kebun yang menyiksa dan membunuh hamba-hamba-nya pemilik kebun adalah gambaran dari orang-orang Yahudi yang membunuh nabi-nabi. Mereka juga membunuh anak pemilik kebun, ini adalah gambaran dari orang-orang Yahudi yang membunuh Yesus (37-38). 

Kehadiran Tuhan Yesus ke dunia karena ada kerusakan, kejahatan, dan dosa yang menggagahi kehidupan ciptaan. Seluruh ciptaan telah terjerumus dalam jurang dosa. Ada HARGA yang harus dibayar guna memberikan sukacita sejati bagi seluruh ciptaan-Nya.

Hari ini, kita bersama mensyukuri karya keselamatan Allah yang sudah digenapi dengan kehadiran Tuhan Yesus dan karya penebusan-Nya. Inilah sukacita kita, dan kita menghidupinya dengan segala yang terbaik dalam membagikan sukacita Allah yang telah menebus kita dengan harga yang sangat mahal. Amin.

MENYANYI :  KJ 91 (3)
Hosiana, Putra Daud, 
Salam, Raja mulia.
Raja Damai abadi, 
Putra Allah yang kekal.
Hosiana, Putra Daud, 
Salam, Raja mulia!

DOA :
Tuhan Yesus, kami bersyukur atas sukacita yang Engkau beri dengan tebusan harga yang mahal.

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga; Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. -- Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

Rabu, 16 Desember 2020

PERCAYA ADALAH AWAL SUKACITA SEJATI

Rabu, 16 Desember 2020

Bacaan Alkitab : Matius 17:14-21

Renungan :
PERCAYA ADALAH AWAL SUKACITA SEJATI

"Kamu angkatan yang tidak percaya dan sesat". -- "Kamu kurang percaya". -- "Sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, takkan ada yang mustahil bagimu". 
(Matius 17:17, 20)

Yesus memarahi orang banyak itu, Ia mencela mereka sebagai angkatan yang tidak percaya dan sesat. Tidak percaya, walau mereka sering bersama dan menyaksikan Yesus menyembuhkan, membangkitkan, mengusir setan, dll. Mereka juga sebagai angkatan yang sesat. Orang yang tidak percaya, akan sesat. Murid Kristus yang kurang percaya akan tidak berdaya melawan kuasa setan karena imannya lemah. 
Jadi, percaya adalah hal yang sangat penting dalam hidup orang beriman. Percaya adalah sikap hati yang utuh, seperti biji sesawi, kecil namun utuh.

Mengalami sukacita dalam Tuhan dimulai dengan percaya yang utuh kepada Tuhan. Memiliki sikap hati yang utuh untuk percaya, itu dibangun dengan kesungguhan hubungan yang sejati dengan Tuhan. Semakin kita mengenal Tuhan, kita menjadi semakin peka akan kehendak-Nya. Semakin mengenal Tuhan, maka kita semakin meyakini dan percaya akan Kasih dan Kuasa-Nya.

Mari kita bagikan sukacita kepada sesama, dengan mengawali hari ini dalam keyakinan percaya akan kasih dan kuasa Tuhan bagi kita.

Amin.

Sabtu, 12 Desember 2020

TUHAN YESUS MENGASIHI ORANG BERDOSA

MEZBAH KELUARGA, 
Sabtu 12 Desember 2020

MENYANYI  : KJ 353. 
Sungguh lembut Tuhan Yesus 
memanggil, memanggil aku dan kau.
Lihatlah Dia prihatin menunggu, 
menunggu aku dan kau.
(Ref.)
"Hai mari datanglah, kau yang lelah, 
mari datanglah!"
Sungguh lembut Tuhan Yesus 
memanggil, "Kau yang sesat, marilah!"

DOA :
Ya Allah pengharapan, 
Engkau memanggil kami 
dari pembuangan dosa kami, 
dengan kabar baik pemulihan; 
Engkau datang kepada kami 
dan menjemput kami pulang. 
Hiburkanlah kami dalam penantian 
kuasa penyelamatan-Mu, 
yang diperkenalkan kepada kami 
dalam Yesus Kristus, Tuhan kami. 
Amin.

BACA ALKITAB : Markus 2:13-17

RENUNGAN :
Yesus selalu menyempatkan diri untuk mengajar ketika Ia berkunjung ke suatu tempat. Hari itu Yesus tidak mengajar orang banyak dalam rumah ibadat, melainkan di tempat umum, di alam terbuka seperti di tepi danau Galilea (13). Suasana yang terbuka memudahkan Yesus berjumpa dengan setiap orang yang ingin bertobat dan mengenal kehendak Allah. Yesus tidak membedakan seseorang berdasarkan asal usul dan latar belakangnya. Siapa pun boleh menjadi murid-Nya. Sikap-Nya ini berbeda sekali dengan para ahli Taurat dan Farisi yang cenderung mengucilkan orang berdosa. Mereka yang dipandang berdosa tidak boleh beribadah kepada Allah dan tidak layak dijadikan teman (16).

Ketika Yesus sedang berjalan, Ia melihat Lewi yang profesinya sebagai penagih pajak, maka secara spontan Yesus mengajaknya untuk mengikuti-Nya (14). Sikap Yesus ini bertujuan untuk menghapus penilaian buruk dari masyarakat umum terhadap mereka yang bekerja sebagai penagih pajak. Yesus tidak menghakiminya sebagai orang berdosa, melainkan menerima orang berdosa (17). Hari itu Lewi mengalami perubahan hidup karena perjumpaannya dengan Yesus. Ya, saat itu juga, berdirilah Lewi, lalu mengikuti Yesus (14b). Ia tinggalkan pekerjaannya, kekayaannya, dan menjadi murid Kristus! Hidupnya berubah.

Tuhan dapat menjumpai kita melalui berbagai hal. Dia dapat memakai orang, keadaan, atau peristiwa tak terduga untuk menjumpai kita. Karena Dia turut berkarya di balik semua kisah hidup, peristiwa hidup, dan perjumpaan dengan sesama untuk  mendatangkan kebaikan bagi kita. Tuhan menjumpai kita  untuk mengubah jalan hidup kita.
Amin.

MENYANYI : KJ 353. 
Janganlah ragu, Tuhanmu 
mengajak, mengajak aku dan kau;
Jangan enggan menerima kasih-Nya 
terhadap aku dan kau.
(Ref.)
"Hai mari datanglah, kau yang lelah, 
mari datanglah!"
Sungguh lembut Tuhan Yesus 
memanggil, "Kau yang sesat, marilah!"

Yesus berjanji memb'rikan kasih-Nya 
kepada aku dan kau.
Ia mengampuni orang berdosa 
seperti aku dan kau.
(Ref.)

DOA :
Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga; Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. -- Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.
 

Kamis, 10 Desember 2020

BERDOA & BEKERJA


MEZBAH KELUARGA, Kamis 10 Desember 
2020

MENYANYI : KJ 249. 
Serikat persaudaraan, 
berdirilah teguh!
Sempurnakan persatuan 
di dalam Tuhanmu.
Bersama-sama majulah, 
dikuatkan iman,
Berdamai, bersejahtera, 
dengan pengasihan.

Serikatmu tetap teguh 
di atas Alasan,
yaitu satu Tuhanmu, 
dan satulah iman,
dan satu juga baptisan 
dan Bapa satulah,
yang olehmu sekalian 
dipuji, disembah.

DOA :
Ya Tuhan bukakan kami gerbang kebenaran, supaya kami masuk dan bersyukur kepada-Mu; Inilah hari yang dijadikan Tuhan; 
Marilah kita bersukacita dan bergembira. Ya, marilah kita bersyukur kepada Tuhan, karena Allah baik; kasih setia Allah kekal selama-lamanya.
Amin.

BACA ALKITAB : Markus 1:35-39

AYAT MAS : Markus 1:35 (AYT)  Pagi-pagi benar, ketika hari masih gelap, Yesus bangun dan pergi ke tempat yang sunyi, lalu Dia berdoa di sana. 


RENUNGAN :
Dalam hidup kekristenan,  berdoa dan bekerja tidak dapat dipisahkan. Tidak ada yang satu dianggap lebih penting daripada yang lain. Yesus memperlihatkan Harmonisasi antara berdoa dan bekerja dalam pelayanan-Nya. 

Di tengah pelayanan-Nya yang padat (Markus1:1-34), Yesus menggunakan kesempatan untuk berdoa sebelum memulai pekerjaaan-Nya. Pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, Yesus sudah pergi untuk berdoa di tempat sunyi (35). Doa memampukan Yesus untuk fokus pada tugas dan misi-Nya (36-37). Karena itu Yesus tidak menanggapi kalimat dari Simon dan kawan-kawan yang mengikuti-Nya. Perhatikan kata "Marilah kita ke tempat lain" (38) adalah ungkapan Yesus setelah Ia berdoa. Itu sebabnya, Ia begitu bersemangat bekerja (38-39) : memberitakan Injil ke berbagai kota di Galilea, mengajar di rumah-rumah ibadat, dan mengusir setan-setan.

Yesus meluangkan waktu terbaik-Nya untuk berkomunikasi dengan Bapa dalam doa di pagi hari. Yesus berdoa dan Ia disegarkan untuk melakukan pelayanan-Nya. Dalam konteks masa kini, hidup kita mungkin penuh dengan berbagai kesibukan pelayanan, pekerjaan, studi, dan lainnya. Namun sebagai anak-anak Tuhan, adakah kita menyediakan waktu untuk berdoa dan menikmati relasi dengan-Nya? Melalui doa, kita dapat bekerja dan melayani dengan fokus dan benar demi kemuliaan-Nya. 
Amin.

MENYANYI : KJ 249. 
Dan masing-masing kamu pun 
dib'ri anugerah,
supaya kamu bertekun 
dan rajin bekerja.
Hendaklah hatimu rendah, 
tahu: Tuhan berpesan
Jemaat menurut firmanNya 
berkasih-kasihan.

DOA:
Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga; Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. -- Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

Selasa, 08 Desember 2020

BELAS KASIHAN BUKAN RITUAL AGAMA

MEZBAH KELUARGA, Selasa 8 Desember 2020

MENYANYI :  GB 284. 
Di jalan hidup yang lebar, sempit,
orang sedih mengerang.
Tolong mereka yang dalam gelap;
bawalah sinar terang!
(Ref.)
Pakailah aku, jalan berkat-Mu,
memancarkan cahaya-Mu!
Buatlah aku, saluran berkat
bagi siapa yang risau penat.

DOA :
Ya TUHAN, terima kasih untuk anugerah pagi yang indah. Kami bergembira dan bersyukur untuk nafas kehidupan yang Engkau berikan. Kami ingin gunakan setiap waktu sepanjang hari ini dengan baik. Kiranya oleh hikmat bijaksana dari-Mu, ya TUHAN, hidup dan karya kami bermanfaat bagi sesama.
Kami berdoa dalam nama Yesus Kristus penyelamat kami, Amin.

BACAAN ALKITAB :Matius 12 : 9 - 15

AYAT MAS : Matius 12:12 (AYT)  Betapa jauh lebih bernilainya manusia daripada seekor domba! Karena itu, dibenarkan berbuat baik pada hari Sabat.” 

RENUNGAN :
Dalam peristiwa Yesus menyembuhkan orang yang mati sebelah tangannya pada hari 
Sabat. Perbuatan baik Yesus menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat itu dipersalahkan oleh orang-orang Farisi. Mereka menganggap Yesus telah melanggar Peraturan Sabat. Mengapa? Karena menurut mereka, perbuatan baik itu (menolong orang) dilakukan pada waktu hari Sabat.

Peraturan Sabat adalah hukum agama yang dibuat oleh orang Farisi. Itu adalah aturannya orang Farisi. Bagi Yesus, nilai hidup manusia jauh lebih penting daripada berbagai aturan tentang Sabat. Melakukan perbuatan baik karena menolong orang sakit, itu tidak pernah melanggar hukum Allah, tetapi itu hanya melanggar aturannya orang Farisi. Sebab bagi Farisi domba itu lebih utama daripada manusia dan ritual agama lebih utama daripada belas kasihan. Sebaliknya, bagi Yesus manusia lebih utama dari domba dan ritual agama. Sikap Yesus ini memperlihatkan bahwa Allah menghendaki belas kasihan daripada ritual agama.

Sekalipun tindakan-Nya menyulut kemarahan orang Farisi yang kemudian bersekongkol hendak membunuh Dia, Yesus sendiri rela menanggung kecaman sebagian orang itu sebagai akibat perbuatan baik yang Dia lakukan. Kita pun dapat menghadapi pilihan yang demikian itu. Apakah kita beragama sebatas ritual saja atau kah karena kasih kepada Tuhan dan sesama? Kita perlu punya keberanian untuk dapat meneladani keputusannya Yesus. Amin.

MENYANYI :  GB 284. 
Wartakan Kristus dengan kasih-Nya;
pengampunan-Nya penuh.
Orang 'kan datang 'pabila engkau
menjadi saksi teguh.
(Ref.)
Pakailah aku, jalan berkat-Mu,
memancarkan cahaya-Mu!
Buatlah aku, saluran berkat
bagi siapa yang risau penat.

Seperti Tuhan memb'ri padamu
dan mengasihi dikau,
b'ri bantuanmu di mana perlu,
Yesus mengutus engkau!
(Ref.)
Pakailah aku, jalan berkat-Mu,
memancarkan cahaya-Mu!
Buatlah aku, saluran berkat
bagi siapa yang risau penat.

DOA :
Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga; Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. -- Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

Minggu, 06 Desember 2020

PENANTIAN

Renungan Hari Minggu
6 Desember 2020

Bacaan Alkitab : Yesaya 30:18-26

Ayat Mas : Yesaya 30:18 (AYT)  
Oleh karena itu, TUHAN menanti-nanti untuk memberikan kasih karunia-Nya kepadamu. Dia berdiri untuk menyayangi kamu. Sebab, TUHAN adalah Allah yang adil. Diberkatilah semua orang yang menantikan Dia. 


Di dalam bacaan Alkitab hari ini, kita melihat bahwa Allah ingin segera memulihkan kembali umat-Nya yang sedang dijatuhi hukuman karena pemberontakan mereka. Allah digambarkan sedang menanti-nanti pertobatan umat-Nya untuk menunjukkan belas kasihan-Nya. Kepada mereka yang berharap dan berseru kepada-Nya, Allah adalah Pribadi yang akan segera bertindak untuk menjawab seruan mereka (18-19).

Pada hari minggu Adven ini, Firman Allah berbicara kepada kita tentang penantian. Penantian yang pertama, kita menantikan kedatangan Yesus sebagai Hakim dan Raja di zaman Akhir. Penantian yang kedua, adalah penantiannya Allah yang merindukan kita untuk bertobat. Dia menantikan kita berseru, menunggu pertolongan-Nya. Dia ingin agar kita mengenali-Nya setiap waktu (20), agar Ia menunjukkan jalan yang lurus bagi kita (21), dan menguduskan hidup kita dari kecemaran (22). Allah siap sedia untuk mencukupi segala kebutuhan kita (23-25) dan memulihkan sepenuhnya kehidupan kita (26). Penantian yang ketiga, adalah penantian kita akan pertolongan-Nya. Ketika kita menghadapi masalah hidup, maka kita perlu setia menantikan pertolongan Allah hingga waktu-Nya tiba. Ya, sabar menunggu Allah bertindak menurut waktu-Nya. Jika kurang sabar menantikan pertolongan-Nya bisa saja kita tergoda seperti bangsa Israel untuk mencari pertolongan dari pihak lain. Ketidaksabaran hanya akan membuahkan kesia-siaan. 

Ingatlah baik-baik, bahwa hanya Tuhan saja satu-satunya yang dapat memberikan pertolongan dan perlindungan kepada kita, karena hanya Dia yang mengasihi kita. 
Andalkan saja Tuhan Yesus untuk kehidupan yang penuh berkat. Diberkatilah semua orang yang menantikan Tuhan. Amin.

Sabtu, 05 Desember 2020

PA Natal : DALAM KEPENUHAN WAKTU

PA NATAL MASA COVID-19, Bahan 1


Bacaan Alkitab: Galatia 4:1-7

Di sepanjang Perjanjian Lama, terdapat perkataan nubuatan yang tidak terhitung banyaknya tentang kedatangan Tuhan Yesus. Pribadi-Nya, kelahiran-Nya, pelayanan-Nya, kematian-Nya di kayu salib, dan kebangkitan-Nya, semua sudah dinubuatkan dengan jelas secara detail ratusan tahun sebelum kedatangan-Nya. Nubuatan tentang kedatangan Yesus ditemukan paling awal di Kejadian 3, terjadinya di Taman Eden. Setelah ular memperdaya Adam dan Hawa, Allah berfirman kepada ular dan berkata, "... Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya" (Kejadian 3:15).

Sejak semula Allah tahu bagaimana akhirnya. Dia tahu bahwa manusia itu akan jatuh, lalu Ia berencana untuk menebusnya dengan mengutus Putra-Nya sendiri. Pertanyaan yang terkadang dilontarkan adalah, "Jika Allah tahu apa yang akan terjadi, mengapa Dia tidak mencegahnya?" Satu jawaban yang tidak terlalu rumit untuk pertanyaan tersebut adalah bahwa di surga, tidak akan ada siapa pun yang tidak di sana karena pilihan. Kehendak bebas sangatlah penting bagi Allah. Setiap orang yang ada di sana juga memilih untuk diselamatkan dan berada di sana!

Alkitab berkata bahwa Yesus datang dalam kepenuhan waktu (Galatia 4:4). Frasa "dalam kepenuhan waktu" secara harfiah berarti pada waktu yang tepat atau pada waktu yang sudah ditetapkan oleh Allah. Waktu Allah selalu tepat. Dia tidak pernah melakukan kesalahan. Dia merancangkan bahwa Yesus akan datang sebagai Juru Selamat sebelum dunia diciptakan, dan ketika Dia datang, itu benar-benar waktu yang tepat.

Berikut ini adalah beberapa kebenaran yang luar biasa menghibur. Pertama, sejak semula Allah tahu bagaimana nanti akhirnya. Kedua, Dia selalu tepat waktu -- tidak pernah terlalu awal, tidak pernah terlambat. Segala sesuatu berjalan sesuai dengan waktu-Nya. Ketiga, Allah tidak pernah membuat kesalahan. Dia dapat dipercaya seutuhnya dan selalu menepati janji-janji-Nya.

Kita bisa sepenuhnya percaya kepada Allah pada hari ini dan yakin bahwa "waktu kita ada di dalam tangan-Nya" (Mazmur 31:15). Orang yang percaya sepenuhnya kepada-Nya akan mendapati bahwa Dia sepenuhnya benar!

Pertanyaan:
1. Bisakah Anda mengingat janji yang Allah berikan kepada Anda secara pribadi dan bagaimana Dia menepati janji itu?

2. Adakah janji yang Allah berikan kepada Anda dan Anda masih menunggu Dia untuk menepatinya? Jika demikian, mintalah lagi dan percayalah kepada-Nya bahwa janji itu akan ditepati pada waktu-Nya yang tepat.

3. Adakah hal-hal yang mungkin menyebabkan Anda tidak memercayai Allah? Kesalahan selalu ada di pihak kita, tidak pernah di pihak Allah. Akuilah di hadapan-Nya dan mintalah Dia untuk menolong Anda untuk memercayai Dia. Ingatlah bahwa pernah ada orang yang berkata kepada Yesus, "Aku percaya. Tolonglah untuk ketidakpercayaanku ini!" dan dia tidak ditegur untuk kejujurannya.

Sumber: Buku "Janji - Makna Natal yang Sejati" karya Michael Ross - Watson, halaman 7 - 8.

PENGUTUSAN 12 MURID YESUS




MEZBAH KELUARGA, Sabtu 5 Desember 2020

MENYANYI :  KJ 388. 
S'lamat di tangan Yesus, 
aman pelukanNya;
dalam teduh kasihNya 
aku bahagia.
Lagu merdu malaikat 
olehku terdengar
dari neg'ri mulia: 
damai sejahtera.
(Ref.)
S'lamat di tangan Yesus, 
aman pelukanNya;
dalam teduh kasihNya 
aku bahagia.

Yesus, Perlindunganku, 
t'lah mati bagiku;
padaNya 'ku percaya: 
Yesus kekal teguh.
Biar bertabah hati 
'ku menantikanNya
sampai hariNya tiba 
dan fajar merekah.
(Ref.)
S'lamat di tangan Yesus, 
aman pelukanNya;
dalam teduh kasihNya 
aku bahagia.

DOA : 
Ya TUHAN,
Setiap pagi ingatkanlah kami akan kasih-Mu, sebab kepada-Mulah kami berharap. Tunjukkanlah kepada kami jalan yang harus kami tempuh, sebab kepada-Mulah kami berdoa. Amin


MEMBACA ALKITAB : Matius 10:5-10

RENUNGAN : 
 
Setelah menasihati para murid untuk memohon pekerja kepada Allah Bapa (Mat. 9:38), Yesus tidak membiarkan para murid lepas tangan. Sang Guru mengajak para murid-Nya terlibat langsung dalam pekerjaan Allah dengan menjadi pribadi yang diutus (rasuli).
 
Kisah pengutusan kedua belas murid itu sangat menarik untuk disimak.
 
Pertama, 
Yesus memanggil para murid tidak hanya untuk menikmati persekutuan dengan-Nya, tetapi mau diutus (5) untuk membagikan apa yang pernah mereka rasakan saat bersama Yesus. Orang Kristen dipanggil tidak untuk menikmati sendirian saja kasih Kristus, tetapi juga memberikan kesempatan bagi orang lain untuk merasakannya.
 
Kedua, 
Yesus tidak mengutus orang sendirian saja. Perhatikan kata "kedua belas murid itu". Bahkan, Markus mencatat bahwa para rasul itu diutus berdua-dua (Mrk. 6:7). Dengan berdua-dua, mereka dapat saling mendukung, menguatkan, atau menguji jika ada suatu pendapat. Bisa jadi, Yesus hendak menghindari kecenderungan sikap sombong dalam diri para murid-Nya. Jika hanya satu orang, saat berhasil mudah bagi dia untuk mengklaim sukses tersebut sebagai karyanya sendiri. Pengutusan secara kelompok memampukan orang belajar memahami bahwa keberhasilan bukan karyanya semata, tetapi orang lain, juga Tuhan.
 
Ketiga, 
Yesus memberi kuasa-kuasa memberitakan Injil, menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, dan mengusir setan-setan (7-8) Jelaslah bahwa utusan membawa wibawa pribadi pengutusnya. Kenyataan ini seharusnya membuat para utusan Kristus tak perlu bersikap rendah diri. Bagaimanapun, Kristus yang telah mengutus dan memberi kemampuan kepada mereka.
 
Keempat, 
Yesus melarang para murid membawa harta dan bekal (9-10). Yesus hendak mengajar para murid-Nya pasrah total kepada-Nya selaku Pengutus. Artinya, Kristus yang akan mencukupkan kebutuhan mereka melalui orang-orang yang menerima pelayanan mereka. Dan sewajarnyalah, setiap utusan berserah diri secara total kepada Pribadi yang mengutusnya.

MENYANYI : GB 277. 
Firman Allah sudah 'kau dengar.
Laksanakan dalam hidupmu.
Firman Allah hendaklah kau sebar
pada orang di sekelilingmu.
(Ref.)
Hai pergi segera, Tuhan utus dirimu;
wartakan karya kasih-Nya.
Roh kudus menolongmu 
dan memimpin langkahmu;
majulah tetap teguh.

Firman Tuhan jadi pandumu, 
janganlah andalkan egomu.
sangkal diri sebagai hamba-Nya;
jadi saksi setia dan tekun.
(Ref.)
Hai pergi segera, Tuhan utus dirimu;
wartakan karya kasih-Nya.
Roh kudus menolongmu 
dan memimpin langkahmu;
majulah tetap teguh.

DOA :
Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.; Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.; Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

Jumat, 04 Desember 2020

PERTANYAAN

"Jika saya berhenti mengajukan pertanyaan, di situlah saya akan tetap berdiam" 
(Lee Strobel)

Penemuan-penemuan besar di dunia selalu dimulai dengan pertanyaan, yang kemudian mendorong segala jenis upaya pencarian.

Sama halnya dalam kehidupan kerohanian kita. Ketika kita melihat ke masa lalu, pasti ada pertanyaan yang membawa kepada perjalanan kerohanian kita saat ini. Meski pandangan populer cenderung melihat pertanyaan sebagai hal yang negatif atau sebuah kemunduran, namun tidak bisa disangkal bahwa pertanyaan merupakan "roda" dalam perjalanan iman kita.

Kehidupan rohani yang sehat akan memiliki dan mengingini pengenalan akan Kristus yang bertambah dari hari ke hari. Tanpa pertanyaan, tidak akan ada upaya pencarian; tanpa pencarian, tidak akan ada pertumbuhan yang berarti.

Namun mengajukan pertanyaan tetap dengan berhikmat ya. 😊

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
#kutipankristen
#renungankristen

Jumat, 03 Juli 2020

PERBEDAAN

 Tiap orang disekitar kita berbeda. Dan kita memang saling berbeda. Perbedaan itu bukan untuk dibesar-besarkan dan bukan pula untuk ditutup-tutupi,  melainkan untuk dipahami dan dipadukan. Setiap kita belajar hidup sepadu sepadan meskipun berbeda karakter, gender, orientasi seksual, etnik, denominasi gereja, dan agama. 
Tiap orang memang mendambakan untuk berpadu hati dan berpadu janji dengan dunia sekitarnya apalagi dengan dunia di atasnya.

AKSARA


Aksara atau huruf merupakan salah satu penemuan manusia yang paling kuno, namun yang terus berguna sampai di zaman yang serba modern. Aksara adalah salah satu ciptaan manusia yang paling tua dan utama. Aksara menjadi alat komunikasi yang ampuh hingga hari ini.
Aksara disusun menjadi kata, lalu kata ditata menjadi kalimat yang berlogika. Lalu kalimat-kalimat itu disusun menjadi buku yang berbicara ke lubuk hati kita.
Meskipun sederhana dan sepele, namun aksara punya kuasa yang bisa membentuk diri kita dan menyegarkan jiwa.
Kita punya aksara, dan aksara menjadi buku-buku yang bisa kita baca.