Senin, 12 Juni 2023

Memasak : BOKCHOY TUMIS JAMUR SHIMEJI







BOKCHOY TUMIS JAMUR SHIMEJI 





BAHAN:

250 gr bokchoy

Segengam jamur shimeji

3 siung bawang putih, cincang halus

2 siung bawang putih, cincang halus lalu goreng kering buat taburan

2 sdm saus tiram

Garam, Gula secukupnya

Air matang secukupnya

Minyak goreng



CARA MEMASAK:
~ Belah 2 bokchoy kemudian cuci dibawah air mengalir sampai bersih.

~ Rebus air sampai mendidih.

~ Tambahkan sedikit minyak goreng lalu masukkan bokchoy kedalamnya.

~ Rebus sebentar angkat tiriskan lalu tata dipiring.

~ Tumis bawang putih cincang sampai wangi, Masukkan jamur kemudian tumis sebentar, Lalu masukkan saus tiram, garam dan gula secukupnya.

~ Tambahkan sedikit air kemudian masak sampai mendidih.

~ Angkat, lalu siram diatas bokchoy.

~ Sajikan degan taburan bawang putih goreng diatasnya.


Renungan Yesaya 35 : 3







KUATKANLAH TANGAN YANG LEMAH LESU



Yesaya 35:3 (TB) 
"Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah"

Isaiah 35:3 (NET) 
"Strengthen the hands that have gone limp, steady the knees that shake!” 


Dalam menghadapi pergumulan hidup sering kali tangan kita lemah dan lesu bahkan lutut kita pun goyah. Kita tidak mampu lagi menghadapi permasalahan hidup yang menerpa kita. Ada banyak masalah yang terbentang di hadapan kita yang tidak bisa kita hindari dan kita pun bingung mana yang harus kita selesaikan lebih dulu. Kita hampir putus asa dalam menghadapinya. Nas hari ini akan memberikan kita kekuatan baru untuk menghadapi pergumulan hidup yang berat itu, agar tangan kita tidak lemah dan lesu dan kaki kita tetap kuat dan kokoh. 


Yesaya dalam tulisannya beribu-ribu tahun yang lalu, telah menuliskan sebuah prinsip penting bagi kita, yaitu agar kita menguatkan tangan yang lemah lesu dan meneguhkan lutut yang goyah (ay. 3). 


Tangan yang lemah lesu berbicara tentang orang-orang yang sudah tidak mampu melakukan hal lain, yaitu orang-orang yang sudah mengalami masalah berat dan sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi. 


Sementara itu lutut yang goyah menggambarkan orang-orang yang sudah tidak dapat berdiri dan bangkit karena masalah yang ia hadapi. 


Alkitab mengatakan agar kita harus menguatkan tangan yang sudah lemah lesu dan meneguhkan lutut yang sudah goyah. 


Ini adalah perintah Tuhan bagi kita. Kita harus membantu orang-orang yang memerlukan dukungan kita, yang sudah tidak memiliki pengharapan, yang sudah tidak mungkin bangkit lagi. 


Tugas kita sebagai anak-anak Tuhanlah untuk menguatkan mereka. Kita dipanggil tidak untuk menjadi orang-orang yang “eksklusif” hanya untuk berdoa setiap hari, tetapi kita dipanggil untuk keluar dan menjadi garam dan terang bagi dunia, yaitu membantu orang-orang yang membutuhkan, sama seperti Yesus yang menjadi jawaban bagi kebutuhan orang-orang di sekitarnya ketika Ia masih berada di dunia ini.



Tuhan meminta kita untuk mengabarkan berita sukacita ini: “Kuatkan hati dan jangan takut” (ay. 4a). Satu-satunya alasan yang membuat kita boleh kuat dan tidak takut adalah karena kita memiliki Allah (ay. 4b). 


Kita memiliki Allah yang luar biasa, yang mampu datang dengan kekuasaanNya yang tidak terbatas untuk menyelamatkan kita. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita juga mengabarkan berita sukacita itu kepada orang lain yang membutuhkan, kepada orang-orang yang tangannya sudah lemah lesu, kepada orang-orang yang lututnya sudah goyah. 


Tuhan Yesus sendiri menyadari betul panggilanNya, yaitu untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, serta untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang kepada mereka (Luk 4:18-19). 


Bagaimana dengan kita? 
Adakah orang-orang yang membutuhkan kita yang saat ini sedang ada di sekitar kita? Adakah orang-orang di sekitar kita yang tangannya lesu dan lututnya goyah? 

Mungkin orang itu adalah jemaat di gereja kita, atau mungkin teman kita, atau mungkin anggota keluarga kita? 

Sudahkah kita membantunya? 


Hanya ada satu jalan untuk masalah mereka, yaitu Yesus Kristus. Ia akan memberi kelegaan kepada orang-orang yang mau datang kepadaNya (Mat 11:28). Tugas kita adalah menuntun orang-orang tersebut kepada Yesus, melalu perkataan kita, perbuatan kita, atau dengan cara-cara lainnya.


Mari kita menguatkan orang-orang yang lemah dan membutuhkan kita. Jangan justru menghakimi dan membuat orang-orang tersebut hilang pengharapan. 


Jadilah sama seperti Kristus yang memberikan solusi kepada mereka, sehingga mereka menemukan jalan keluar dalam hidupnya. Karena itu, jadilah kita menjadi orang yang menolong dan menguatkan Saudara kita yang lemah lesu agar mereka mendapatkan pertolongan. ✝️✝️✝️

Renungan Yesaya 35 :1-10







PERTOLONGAN DATANG DARI ALLAH




Ayat Bacaan: Yesaya 35:1-10


Kita harus mengakui bahwa tidak mudah menjadi umat Allah. Banyak yang mengira setelah beribadah kepada Allah, kehidupan akan lancar dan bebas hambatan. 

Sejatinya, Allah tidak pernah menjanjikan hal tersebut.

Selama masih berada di dunia, kita pasti akan mengalami persoalan hidup. Penyakit, pertengkaran, masalah keuangan, dan pergumulan lainnya yang bisa saja berkepanjangan. Semua itu bisa menenggelamkan kita, membuat kita terpuruk dan tidak berdaya.

Yesaya menggambarkan dengan sangat baik tentang PERTOLONGAN dari ALLAH . 

Ketika pertolongan dan keselamatan yang dari Allah datang, maka kegirangan akan memenuhi sekalian tempat. Semuanya akan bersorak menyambut datang-Nya Allah Sang Penyelamat dan Penebus umat-Nya. Padang gurun dan padang kering tidak dapat menahan sukacitanya, padang belantara akan bersorak dan berbunga (1).

Saat pertolongan dari Allah datang, semua keadaan manusia akan berubah secara total. Orang yang tidak dapat melihat kebenaran akan dicelikkan dan orang yang sudah tidak pernah mendengar kebesaran Allah akan kembali mendengarnya (5). 

Orang lumpuh, yaitu yang tawar hati dan tidak lagi memiliki semangat akan melompat-lompat dan orang yang menderita akan bersorak. 

Pertolongan Allah seperti mata air yang memancar di padang gurun, memberikan kesejukan. Seperti jalan raya yang tak ada hambatan, memberikan kepastian dan kedamaian. Seperti sebuah kehidupan tanpa bahaya.

Pertolongan dari Allah begitu sempurna. 
Ia membawa kesegaran, mengajarkan tentang makna kehidupan agar kita mengenal keterbatasan diri di hadapan-Nya Yang Mahakuasa, tak terpikirkan, tak terselami, dan sering kali mengejutkan. 

Oleh karena itu, berhentilah dari keluh kesah walaupun sulit keadaan kita pada hari ini. 

Mari kita berdiam dalam keheningan dan mencoba merasakan kehadiran Allah. 

Mari kita memohon agar Allah datang sebagai penyelamat. 

Marilah kita menantikan Allah, dengan cara-Nya yang ajaib, menjadi penolong dan sumber keselamatan hidup kita.

✝️🔴✝️

MENGENAL LEBIH DEKAT TENTANG DATA TERPADU KESEJAHTERAAN SOSIAL (DTKS)







KESEJAHTERAAN  SOSIAL dan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial)




Kesejahteraan Sosial merupakan suatu kondisi yang harus diwujudkan bagi seluruh warga negara di dalam pemenuhan kebutuhan material, spiritual, dan sosial agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya.






Kepanjangan DTKS adalah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. DTKS merupakan data yang dijadikan sebagai acuan dalam pemberian bantuan sosial kepada masyarakat dengan ketentuan tertentu.

Dilansir dari laman resmi DTKS Kemensos RI, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial atau DTKS adalah data induk yang berisi data Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), Penerima Bantuan dan Pemberdayaan Sosial, serta Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS).


Pengertian DTKS tersebut termuat dalam  2021 tentang Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Data Terpadu Kesejahteraan Sosial sebagaimana dimaksud di atas merupakan perseorangan, keluarga, kelompok, dan masyarakat.


Dalam Permensos No. 3 Tahun 2022 tentang DTKS disebutkan penjelasan tentang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) adalah perseorangan, keluarga, kelompok, dan/atau masyarakat yang karena suatu hambatan, kesulitan, atau gangguan, tidak dapat melaksanakan fungsi sosialnya, sehingga memerlukan pelayanan sosial untuk memenuhi kebutuhan hidupnya baik jasmani dan rohani maupun sosial secara memadai dan wajar.

Sementara penjelasan tentang Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) adalah perseorangan, keluarga, kelompok, dan/atau masyarakat yang dapat berperan serta untuk menjaga, menciptakan, mendukung, dan memperkuat Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial.


Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dulunya disebut Basis Data Terpadu (BDT) adalah informasi tentang status sosial ekonomi dan demografi dari 40% penduduk di Indonesia yang dihitung mulai dari yang paling rendah status kesejahteraannya. DTKS pada awalnya dikelola secara nasional oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) pada Kantor Sekretariat Wakil Presiden. Namun pada tahun 2017 diserahkan pengelolaannya kepada Pusat Data dan Teknologi Informasi Kesejahteraan Sosial (PUSDATIN- KESOS) Kementerian Sosial.



Pengertian Desil dalam DTKS
Rumah tangga dalam DTKS dikelompokkan ke dalam kelompok yang disebut DESIL. Desil adalah kelompok per-sepuluhan yang menunjukkan tingkat kesejahteraan Rumah Tangga.

Pengelompokan Desil rumah tangga dalam DTKS sebagai berikut :

Desil 1 adalah rumah tangga yang masuk dalam kelompok 1- 10 % dan merupakan
kelompok yang terendah tingkat kesejahteraannya dihitung secara nasional.

Desil 2 adalah rumah tangga yang masuk dalam kelompok 11- 20 % dihitung secara nasional.

Desil 3 adalah rumah tangga yang masuk dalam kelompok 21- 30 % dihitung secara nasional.

Desil 4 adalah rumah tangga yang masuk dalam kelompok 31- 40 % dihitung secara nasional


DTKS berisikan kelompok Desil 1, Desil 2, Desil 3, dan Desil 4 karena memuat 40% rumah tangga dengan peringkat kesejahteraan mulai dari yang paling terendah. DTKS hanya berisikan 40% rumah tangga karena cakupan 40% dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan penargetan program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan, Cakupan 40% juga meliputi kelompok penduduk miskin dan hampir miskin.


DTKS itu Untuk Apa? 
Kegunaan dan Tujuan DTKS
Data Terpadu Kesejahteraan Sosial atau kepanjangan DTKS kegunaannya adalah sebagai acuan dalam pemberian bantuan sosial untuk pemenuhan kebutuhan dasar baik bersumber APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) maupun APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).


Dilansir dari laman Puspensos Kemsos, disebutkan bahwa tujuan DTKS adalah agar penyelenggaraan kesejahteraan sosial dapat dilaksanakan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan oleh kementerian atau lembaga, pemerintah daerah dan masyarakat.


Kegunaan masuk ke dalam DTKS
Dalam Undang-Undang nomor 13 tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin, pasal 11 ayat (2) disebutkan bahwa data terpadu yang telah ditetapkan oleh menteri merupakan dasar bagi pemerintah dan pemerintah daerah untuk memberikan bantuan dan/atau pemberdayaan. DTKS adalah berbasis Rumah Tangga namun pengalokasian program pengentasan kemiskinan baik berupa bantuan sosial maupun pemberdayaan masyarakat adalah berbasis keluarga dan perorangan. Adapun bantuan sosial dan pemberdayaan yang berbasis keluarga diantaranya adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Pangan.


Sedangkan yang berbasis perorangan diantaranya adalah Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasioan (PBI-JKN), Kartu Prakerja, Kartu Indonesia Pintar serta bantuan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia.


Salah satu program penanggulangan kemiskinan yang berbasis DTKS adalah Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan program bantuan kepada keluarga sangat miskin (desil 1) dengan bersyarat: memiliki ibu hamil / nifas / menyusui, dan/atau memiliki anak balita atau anak usia 5-7 tahun yang belum masuk pendidikan SD, dan /atau memiliki anak usia SD dan/atau SMP dan/atau anak usia 15-18 tahun yang belum menyelesaikan pendidikan dasar. Jika terdapat dalam keluarga tersebut orang tua jompo dan penyandang disabilitas. Walaupun dalam suatu keluarga secara nyata tergolong miskin dan masuk dalam DTKS tetapi tidak memenuhi minimal salah satu syarat tersebut maka tidak berhak menjadi sasaran penerima bantuan PKH.


Demikian pula untuk Bantuan Sosial Pangan (BSP) yang dulunya disebut Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) prinsip dasar penetapan sasarannya adalah diprioritaskan kepada keluarga dalam DTKS yang berada pada desil 1 dalam hal ini adalah seluruh penerima bantuan PKH dan jika kuotanya melebihi jumlah penerima PKH maka akan diberikan kepada keluarga yang terdaftar dalam DTKS di luar penerima PKH. Namun demikian, khusus BSP perluasan, sasaran penerimanya adalah keluarga dalam DTKS tetapi yang belum pernah menerima bantuan sosial jenis apapun karena program BSP perluasan adalah secara khusus diluncurkan untuk penanganan dampak ekonomi dari Pandemi Covid-19.


Pihak yang berkewajiban melakukan update DTKS?
Mengacu pada UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, maka untuk pembagian penyelenggaraan urusan pemerintah di bidang sosial menjadi kewenangan dan tanggungjawab masing-masing. 


Tugas pemerintah pusat adalah pengelolaan data fakir miskin nasional, tugas pemerintah daerah provinsi adalah pengelolaan data fakir miskin cakupan daerah provinsi, sedangkan tugas pemerintah daerah kab/kota adalah pendataan dan pengelolaan data fakir miskin cakupan daerah Kab/Kota. Sehingga kewajiban dalam melakukan update DTKS melalui proses verifikasi dan validasi data adalah pemerintah daerah kab/kota yang menyelenggarakan urusan pemerintah di bidang sosial yaitu Dinas Sosial Kab/Kota.

sumber: 
https://pusdatin.kemensos.go.id

Sumber : 
https://news.detik.com/berita/d-6249228/kepanjangan-dtks-penjelasan-lengkap-dan-cara-daftar-dtks.


Rabu, 07 Juni 2023

MEMASAK : Tumis Okra







TUMIS OKRA
 
.
.
.
BAHAN
4 sendok makan minyak goreng
3 siung bawang merah (iris halus)
2 buah sosis sapi
150 gr okra (kacang bendi)
1 bungkus Saus Tiram Selera
50 ml air

CARA MEMBUAT 
1) Panaskan minyak, tumis bawang merah sampai harum.
2) Masukkan sosis dan okra, masak hingga matang.
3) Tambahkan Saus Tiram Selera dan air. Aduk rata, masak hingga matang dan bumbu meresap.
4) Tumis Okra siap disajikan.



MEMASAK : Tumis Cuciwis Daging Sapi







TUMIS CUCIWIS CAH DAGING SAPI


.
.
.
BAHAN: 
250 gram cuciwis, siangi, cuci bersih
100 gram daging sapi, cincang tipis
3 siung bawang putih, cincang
1/4 bawang bombay, cincang kasar
1 sdm saus tiram
Garam secukupnya
1/4 sdt gula pasir
1/4 sdt merica bubuk
100 ml air
2 sdm minyak goreng
.
CARA MEMASAKNYA :
1. Panaskan minyak, tumis bawang putih dan bawang bombay sampai harum, masukkan daging, tumis sampai berubah warna. 
2. Masukkan cuciwis, aduk, masak sampai layu. Masukkan air, bumbui dengan garam, gula, merica, dan saus tiram, aduk rata. Masak sampai tingkat kematangan yang diinginkan.

Minggu, 21 Mei 2023

Sambal Tomat







RESEP SAMBAL TOMAT




BAHAN-BAHAN :

- 150 gr bawang merah
- 50 gr bawang putih
- 100 gr cabai merah besar
- 100 gr rawit setan
- 400 gr tomat merah
- 1 ½ sdm terasi
- 2 sdt garam
- 1 ½ sdm gula
- 2 sdt kaldu jamur
- 6 lembar daun jeruk


CARA MEMBUAT :

- Goreng bahan-bahan sambal, seperti bawang dan cabai dan daun jeruk, lalu haluskan

- Goreng tomat yang sudah dipotong-potong secara terpisah, masukkan sambal yang sudah dihaluskan

Tambahkan garam, gula, kaldu jamur dan terasi, aduk dan koreksi rasa

Siap dinikmati