Senin, 25 Oktober 2021

TIDAK GELISAH MENYONGSONG AKHIR ZAMAN ~ Mezbah Keluarga ~ 25/10/2021






MEZBAH KELUARGA 
Senin, 25 Oktober 2021
Bacaan 2 Petrus 3:17b, 18
TIDAK GELISAH MENYONGSONG AKHIR ZAMAN


 


💠 MEMBACA MAZMUR :
       ðŸ“œ Mazmur 89:9, 15

Ya TUHAN, Allah semesta alam, siapakah seperti Engkau? 

ENGKAU KUAT, YA TUHAN, DAN KESETIAAN-MU ADA DI SEKELILING-MU. 

Keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Mu, 

KASIH DAN KESETIAAN BERJALAN DI DEPAN-MU. 



 
💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.


💠 MENYANYI :  KJ 289.

🎶
Tuhan, Pencipta semesta, 
Kaulah Yang Mahamulia;
sungguh besar karunia 
yang Kauberi.

🎶
Puji syukur terimalah 
atas berkat anugerah
di rumah yang sejahtera 
yang Kauberi.


💠 BACAAN ALKITAB :
      📖  2 Petrus 3:17b, 18
 
17b Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh. 

18 Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya. 




💠 RENUNGAN : 


TIDAK GELISAH MENYONGSONG AKHIR ZAMAN

Sikap yang tepat terhadap akhir zaman adalah dengan berjaga-jaga dan bertumbuh di dalam kehidupan rohani. Berbicara tentang akhir zaman, yaitu saat kedatangan Yesus Kristus ke dunia yang kedua kalinya, banyak orang yang menerka-nerka tentang kapan peristiwa itu akan terjadi. Suatu sikap yang keliru. Sebab berulang kali Yesus sendiri telah mengutarakan bahwa hari kedatangan-Nya itu akan datang bagaikan pencuri. Artinya kita tidak akan mengetahui kapan hal itu akan terjadi. Oleh karena itu sebaliknya dari sibuk menerka-nerka tentang hal tersebut, yang perlu kita lakukan adalah bersikap waspada. Yaitu dengan berupaya untuk bertumbuh dalam kehidupan rohani.

 


Sikap yang sepatutnya di dalam menyongsong akhir zaman tersebut ditulis di dalam 2Petrus 3. Di situ selain menegaskan bahwa hari kedatangan Tuhan akan tiba seperti pencuri, rasul Petrus juga menyampaikan sikap yang benar dalam mengantisipasi hari tersebut. Yaitu dengan bersikap waspada supaya kita jangan terseret ke dalam kesesatan. Kewaspadaan yang berjalan seiring dengan bertumbuh di dalam anugerah dan pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Artinya di dalam menyongsong akhir zaman maka sikap yang seharusnya ada pada diri kita adalah senantiasa berjaga-jaga dan bertumbuh di dalam kehidupan rohani.

 

PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :

Apakah yang telah Anda lakukan di dalam menyambut kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali ke dunia? Mengapa demikian?

 

💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
 

💠 MENYANYI :   PKJ 241. 

🎶
Tak ‘ku tahu ‘kan hari esok,
namun langkahku tegap
Bukan surya kuharapkan,
kar’na surya ‘kan lenyap.
O tiada ‘ku gelisah,
akan masa menjelang;
‘ku berjalan serta Yesus.
Maka hatiku tenang.

Ref.
Banyak hal tak kufahami
dalam masa menjelang.
Tapi t’rang bagiku ini:
Tangan Tuhan yang pegang.

 
🎶
Makin t’ranglah perjalanan,
makin tinggi aku naik.
Dan bebanku makin ringan,
makin nampaklah yang baik.
Di sanalah t’rang abadi,
tiada tangis dan keluh;
Di neg’ri seb’rang pelangi,
kita k’lak ‘kan bertemu.

Ref.
Banyak hal tak kufahami
dalam masa menjelang.
Tapi t’rang bagiku ini:
Tangan Tuhan yang pegang.


🎶
Tak ‘ku tahu ‘kan hari esok,
mungkin langit ‘kan gelap.
Tapi Dia yang berkasihan,
melindungi ‘ku tetap.
Meski susah perjalanan,
g’lombang dunia menderu,
dipimpinNya ‘ku bertahan
sampai akhir langkahku.

Ref.
Banyak hal tak kufahami
dalam masa menjelang.
Tapi t’rang bagiku ini:
Tangan Tuhan yang pegang.


💠 BERDOA :
 
......


Ya Tuhan, kami menyadari bahwa diri kami memerlukan pertolongan-Mu untuk menghadapi akhir dari zaman ini. 

Ingatkanlah diri kami agar senantiasa bersikap waspada secara rohani. Yaitu bukannya menerka-nerka tentang kapan kedatangan-Mu yang kedua kali akan terjadi, namun berupaya agar pertumbuhan dalam iman dan pengenalan yang benar akan diri-Mu. 

Ajarlah kami agar tidak terlena oleh kenyamanan hidup yang mengakibatkan kehidupan rohani kami menjadi berantakan. 

Kami percaya bahwa kasih setia dan kuasa-Mu tidak terbatas. Itu menjadi jaminan bagi diri kami dalam menyongsong masa depan indah yang telah Engkau sediakan bagi hidup kami

 

Tuhan, kami bersyukur untuk hari yang baru yang Engkau berikan kepada kami, yaitu hari ini. 

Kesempatan yang baru untuk bertumbuh di dalam iman dan pengenalan akan diri-Mu. Waktu yang sepatutnya kami isi dengan kehidupan yang menyenangkan hati-Mu. 

Oleh sebab itu tuntunlah diri kami dengan Roh-Mu agar kami hidup sesuai dengan kehendak-Mu. Sertailah diri kami di setiap langkah kehidupan yang kutempuh, karena kami sungguh memerlukan diri-Mu. 

Pakailah diri kami menjadi saksi-Mu bagi lingkungan kami. Berkatilah semua yang kami kerjakan pada hari ini dengan keberhasilan. 

Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, kami berdoa. 

 
***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 
Amin. 

Sabtu, 23 Oktober 2021

KESAKSIAN SEJATI : MEMULIAKAN NAMA TUHAN ~ Mezbah Keluarga Hari Minggu ~ 24/10/2021





MEZBAH KELUARGA HARI MINGGU
24 Oktober 2021
2 Petrus 2:1-3
KESAKSIAN SEJATI : MEMULIAKAN NAMA TUHAN

 
 




💠 PEMBUKAAN :

[Papa] :  Kita mulai Mezbah Keluarga Hari Minggu ini dengan pertolongan dari TUHAN yang menciptakan langit dan bumi, Dia tidak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya, dan Dia selalu dalam kesetiaan-Nya sampai selama-lamanya. ~ Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. Amin.


💠 MEMBACA MAZMUR :
 [Anak] :   ðŸ“œ  Mazmur 26:2-3, 7 (AYT)  

Periksalah aku, ya TUHAN, dan uji aku. 

MURNIKAN BATINKU DAN HATIKU. 

Sebab, kasih setia-Mu ada di hadapan mataku, 

DAN AKU BERJALAN DALAM KEBENARAN-MU. 

sambil menyatakan suara ucapan syukur, 

DAN MENCERITAKAN SEMUA PERBUATAN-PERBUATAN-MU YANG AJAIB.



💠 MENYANYI : PKJ 7. 

🎶
Bersyukurlah pada Tuhan, 
serukanlah namaNya!
Bernyanyilah bagi Tuhan, 
mari bermazmurlah!

Ref.
Pujilah Tuhan, hai jiwaku, 
pujilah namaNya.
Aku hendak bernyanyi 
seumur hidupku.

🎶
Hatiku siap, ya Tuhan, 
bernyanyi dan bermazmur,
kar’na Engkau Maha baik, 
setia dan benar.

Ref.
Pujilah Tuhan, hai jiwaku, 
pujilah namaNya.
Aku hendak bernyanyi 
seumur hidupku.



💠 BERDOA :

[Mama] :  Ya Tuhan, kami bersyukur kepada-Mu untuk pagi hari ini, juga kami berterima kasih atas penjagaan-Mu sepanjang tidur malam kami, dan kini dapat bangun dalam kondisi yang segar-bugar.


Kami bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, karena Engkau penuh dengan kasih setia dan adil. Di dalam kasih setia-Mu Engkau tidak akan mengabaikan orang yang berharap kepada-Mu. Di dalam keadilan-Mu Engkau tidak akan mengabaikan orang yang hidup dalam ketaatan kepada firman-Mu. 


Allah yang Kudus, Engkaulah Penebus kami dan kekuatan kami. Karena itu kami mohon, kiranya Roh-Mu menguasai diri kami dan menerangi hati pikiran kami dengan Kebenaran-Mu yang membimbing kami melakukan Kehendak-Mu dalam semua kegiatan kami setiap hari. 

Dalam pengasihan Yesus Kristus, Tuhan kami, kami berdoa, Amin.


💠 MENYANYI : GB 63. 

Ref.
Firman-Mu Tuhan 
suluh bagi langkahku
dan terang di jalanku.
Haleluya, amin.

🎶
Teriakku sampai kepada-Mu,
berikanlah aku pengertian-Mu.
Permohonanku hanya pada-Mu,
bebaskanlah aku sesuai janji-Mu.

Ref.
Firman-Mu Tuhan 
suluh bagi langkahku
dan terang di jalanku.
Haleluya, amin.

 ðŸŽ¶
Bibirku mengucapkan pujian,
Kau ajarkan aku pengertian-Mu.
Lidahku menyanyikan janji-Mu
karena benarlah s’gala p’rintah-Mu.

Ref.
Firman-Mu Tuhan 
suluh bagi langkahku
dan terang di jalanku.
Haleluya, amin.



💠 MEMBACA ALKITAB :
 [Anak] :  📖    2 Petrus 2:1-3

1 Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.

 2 Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. 

3 Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda. 



💠 RENUNGAN : 

KESAKSIAN SEJATI : MEMULIAKAN NAMA TUHAN

Kesaksian yang berkenan kepada Allah bertujuan untuk memuliakan nama-Nya dan bukan berisi cerita isapan jempol untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri. Memang bersaksi atau menceritakan pengalaman yang telah kita lewati bersama dengan Tuhan adalah penting. Sebab dengan demikian kita dapat memuliakan Tuhan yang telah berbuat baik di dalam kehidupan kita. Namun tidak semua kesaksian benar-benar merupakan kesaksian yang sejati. Itulah kesaksian yang berisi kisah yang dibuat-buat alias isapan jempol belaka. Sebaliknya dari memuliakan Tuhan, orang yang melakukannya bermaksud agar ia dikagumi orang lain, dan dengan demikian ia akan memperoleh keuntungan bagi dirinya sendiri.

 


Mengenai kesaksian yang palsu ini di dalam suratnya, yaitu 2Petrus 2, rasul Petrus menulis tentang guru-guru palsu yang menyampaikan pengajaran-pengajaran sesat di dalam jemaat. Untuk itu mereka berupaya memukau para pendengarnya dengan cerita-cerita isapan jempol. Itulah kesaksian-kesaksian yang palsu atau tidak sesuai dengan realitas yang sesungguhnya. Di balik semuanya itu mereka di dalam keserakahannya berusaha mencari untung dari jemaat. Namun tidaklah demikian kesaksian yang sejati. Kesaksian yang berkenan kepada Allah bertujuan untuk memuliakan nama-Nya dan bukan berisi cerita isapan jempol untuk mencari keuntungan bagi diri sendiri.



💠 MENYANYI :  KJ 427. 

🎶
'Ku suka menuturkan 
cerita mulia,
cerita Tuhan Yesus 
dan cinta kasihNya.
'Ku suka menuturkan 
cerita yang benar,
penawar hati rindu, 
pelipur terbesar.
'Ku suka menuturkan, 
'ku suka memasyurkan
cerita Tuhan Yesus 
dan cinta kasihNya.


🎶
'Ku suka menuturkan 
cerita mulia
yang sungguh melebihi 
impian dunia.
'Ku suka menuturkan 
semua padamu,
sebab cerita itu 
membawa s'lamatku.
'Ku suka menuturkan, 
'ku suka memasyurkan
cerita Tuhan Yesus 
dan cinta kasihNya.




✝️ PENGAKUAN IMAN RASULI
[ Berdiri-bersama] :
Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi.

Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang Tunggal, Tuhan kita.

Yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria.

Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut.

Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati.

Naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa, dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Aku percaya kepada Roh Kudus; gereja yang kudus dan am; persekutuan orang kudus; pengampunan dosa; kebangkitan orang mati; dan hidup yang kekal. 



💠 BERDOA : 

..........

****

Tuhan, kami bersyukur karena anugerah-Mu memungkinkan diri kami, manusia yang biasa ini, untuk hidup melampaui keterbatasan diri kami. 

Kerelaan diri-Mu dalam mendengarkan doa kami dan penghargaan-Mu terhadap iman kami memungkinkan diri kami untuk hidup melampaui keadaan di sekitar kami.

Oleh sebab itu, ya Tuhan, tambahkanlah iman kami dan teguhkanlah pengharapan kami kepada-Mu. 

Berkaryalah melalui Roh dan firman-Mu di dalam hidup kami ini, agar supaya dengan demikian iman kami kepada-Mu semakin bertambah kokoh dari waktu ke waktu.

 

Pagi hari ini kami mengangkat pujian dan syukur kami kepada-Mu ya Tuhan.

Sebab sebagaimana selama ini Engkau selalu menyertai diri kami, kami percaya pada hari inipun kami juga akan mengalaminya di dalam hidup kami.

Tuntunlah hidup kami,  ya Tuhan, dan jagalah langkah-langkah kami agar kami senantiasa berjalan sesuai dengan kehendak-Mu. 

Jadikanlah diri kami sebagai saluran kasih-Mu bagi orang-orang yang ada di sekitar kami.

Ya Tuhan, berkatilah semua yang kami kerjakan pada hari ini dengan keberhasilan. 

Jangan biarkan diri kami terjerumus ke dalam pencobaan dan lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang bersedia mendengar doa kami,  kami menyerahkan permohonan kami. 

 
*****


Bapa kami yang di sorga, 
Dikuduskanlah nama-Mu, 
Datanglah Kerajaan-Mu, 
Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.

PENGAKUAN IMAN RASULI ~ SYBOLUM APOSTOLORUM






PENGAKUAN IMAN RASULI


"Aku percaya kepada Allah Bapa yang Mahakuasa, khalik langit dan bumi.  Dan kepada Yesus Kristus AnakNya Yang Tunggal, Tuhan Kita. Yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria. Yang menderita dibawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan mati dan dikuburkan turun ke dalam kerajaan maut. Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati. Naik ke surga, duduk disebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa. Dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Aku percaya kepada Roh Kudus. Gereja Gereja yang kudus dan am, persekutuan Orang Kudus Pengampunan Dosa. Kebangkitan daging, dan Hidup yang kekal."

Demikian pengakuan iman yang biasa diucapkan oleh  jemaat protestan, setiap kali ibadah pada hari minggu. Biasanya pengakuan itu diucapkan bersama-sama sambil berdiri, dipimpin oleh pemimpin ibadah. 


SEJARAH TENTANG PENGAKUAN IMAN RASULI

Pengakuan Iman Rasuli (Latin: Symbolum Apostolorum atau Symbolum Apostolicum), kadang disebut Kredo Rasuli atau Kredo Para Rasul, adalah salah satu dari kredo yang secara luas diterima dan diakui oleh Gereja-gereja Kristen, khususnya Gereja-gereja yang berakar dalam tradisi Barat. Di kalangan Gereja Katolik Roma, kredo ini disebut Syahadat Para Rasul.

Menurut Katekismus Heidelberg, Pengakuan Iman Rasuli terbagi atas tiga bagian utama yaitu pertama mengenai Allah Bapa dan penciptaan kita. Yang kedua mengenai Allah Anak dan penebusan kita. Yang ketiga mengenai Allah Roh Kudus dan pengudusan kita.

Menurut sejarah, para rasul (murid-murid Yesus) sendirilah yang menulis kredo ini pada hari ke-10 setelah kenaikan Yesus Kristus ke sorga, yaitu pada Hari Pentakosta. Karena isinya mengandung 12 butir, ada keyakinan bahwa masing-masing murid Yesus menuliskan satu pernyataan di bawah bimbingan Roh Kudus.
Bukti historis konkret yang tertua tentang keberadaan kredo ini adalah sepucuk surat dari Konsili Milano (390 M) kepada Paus Siricius yang bunyinya demikian:
“Bila engkau tidak memuji ajaran-ajaran para imam … biarlah pujian itu setidak-tidaknya diberikan kepada Symbolum Apostolorum yang selalu dilestarikan oleh Gereja Roma dan akan tetap dipertahankan agar tidak dilanggar.” Kredo ini paling banyak digunakan dalam ibadah orang-orang Kristen di Barat.

Kredo ini adalah rumusan ajaran dasar Gereja perdana, yang dibuat berdasarkan amanat agung Yesus untuk menjadikan segala bangsa muridnya, membaptiskan mereka dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus (Matius 28:18-20). Karena itu, dari kredo ini kelihatan bahwa doktrin sentralnya adalah Tritunggal dan Allah sang Pencipta.

Pada masa ketika kebanyakan umat Kristen masih buta huruf, pengulangan secara lisan Pengakuan Iman Rasul ini seiring dengan Doa Bapa Kami dan Sepuluh Perintah Tuhan (Dasa Titah) membantu melestarikan dan menyebarkan iman Kristiani dari gereja-gereja Barat. Pengakuan Iman Rasul tidak memiliki peran di Gereja Ortodoks Timur.

Versi tertulis yang paling awal kemungkinan adalah Kredo Tanya Jawab Hipolitus (sekitar 215 M). Versi yang sekarang pertama kali ditemukan di dalam tulisan-tulisan Caesarius dari Arles (wafat 542). Pengakuan Iman Rasul ini rupanya digunakan sebagai ringkasan ajaran Kristen untuk calon-calon baptisan di gereja-gereja Roma. Oleh karena itu dikenal juga sebagai Symbolum Romanum (Roman Symbol). Dalam versi Hipolitus, Pengakuan Iman ini diberikan dalam bentuk tanya jawab dengan calon baptisan yang kemudian mengakui bahwa mereka percaya tiap pernyataan.

 


HAL YANG MELATARBELAKANGI MUNCULNYA PENGAKUAN IMAN  RASULI

Aliran-aliran sesat seperti “Gnostik dan Doketisme” termasuk kelompok yang berkembang pada masa gereja mula-mula. Guna melawan ajaran tersebut,  bapa-bapa gereja menyusun rumusan “Pengakuan Iman Rasuli” yang memuat unsur-unsur:  Aku percaya kepada Allah Bapa,  Aku percaya kepada Kristus Yesus,  Aku percaya kepada Roh Kudus.

Dalam surat Uskup Mercellus dari Ankyra yang hidup tahun AD 340 ditemukan kutipan rumusan Pengakuan Iman Rasuli tersebut dalam bahasa Yunani. Oleh Rufinus (meninggal AD 410) teksnya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan diberi judul “Symbolum Apostolorum” ( Pengakuan Iman Para Rasuli). Sampai sekarang telah menjadi milik seluruh gereja di dunia.

 

Makna Pengakuan Iman Rasuli
Jika seseorang berkata “Aku percaya” maka itu artinya dia tidak sekedar mengakui adanya Tuhan, beragama, menyetujui keberadaan Tuhan, menjalankan ibadat/kehidupan yang baik. Atau  menghormati Alkitab sebagai Firman Tuhan.  Tetapi “percaya” adalah tindakan iman, yang menuntun kita menjalani hidup sesuai dengan Firman Allah. Hal itu, sebenarnya bukan karena hasil usaha manusia, melainkan karena pimpinan Roh Kudus yang menuntun seseorang bersekutu dengan Allah (Ef 2:8-9).

Mantap berkata “Aku percaya kepada Allah Bapa yang Mahakuasa, khalik langit dan bumi” berarti menyatakan pada dunia, bahwa orang percaya kepada Allah yang dipanggil sebagai Bapa.

Pengakuan tersebut bermakna, seluruh hidup manusia dalam genggaman tangan Allah, sebab Dia Mahakuasa.  Seluruh pergumulan dan masalah dapat disampaikan dan diselesaikan Allah karena Dia Bapa kita.

Pengakuan kedua adalah “Aku percaya kepada Yesus Kristus!”  Pengakuan itu merupakan inti dari iman Kristen. Dialah Anak Allah Bapa Yang Tunggal, Tuhan kita. Rumusan ini dibuat sebagai respon terhadap kalangan yang mengaku Kristen namun tidak mengakui ketuhanan Yesus, seperti  Arianisme dan Ebionisme (abad AD 2-3).
Agar tidak terjadi kesimpangsiuran pemahaman iman diantara jemaat, maka gereja merumuskan “Pengakuan Iman” sebagai penegasan.

Yesus yang disebut Kristus adalah Tuhan. Yesus adalah Allah yang sejati. Dialah Juruselamat yang datang dari Allah untuk menyelamatkan dunia dan manusia (Mat 1:21). Dialah Kristus (Ibraninya Mesias) yaitu Dialah yang diurapi oleh Allah menjadi Nabi, Imam dan Raja yang tiada taranya. Dialah Anak Allah Yang Tunggal, sungguh-sungguh Tuhan, artinya : dalam kedatangan Yesus itu sebenarnya Allah sendiri yang mendatangi manusia dengan membawa keselamatan yang daripadaNya. Pengakuan, “Aku percaya kepada Allah Bapa……. Dan kepada Yesus Kristus….” merupakan penyataan yang sederajat karena kualitas ilahi keduanya sama.

Yesus itu manusia sejati, seperti halnya manusia lain, Yesus dikandung secara normal dan dilahirkan di Betlehem seperti bayi-bayi lainnya.  Ia dikandung daripada Roh Kudus sebagai hakekat ilahi yang nyata. Ia lahir dari seorang anak dara bernama Maria.  Kalimat “dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria” tidak boleh diartikan, bahwa ada suatu perkawinan antara Roh Kudus Allah sebagai Bapa dengan Maria sebagai ibu. Konsep itu harus dipahami secara rohani, karena peristiwa kelahiran Yesus Kristus adalah soal rohani, tidak bisa dimengerti secara akal budi.(I Kor 2:13).

Yesus harus mengalami penderitaan dan sengsara, bukan karena kesalahanNya sendiri.Tetapi,   Ia menyamakan diriNya dengan umat manusia.

Yesus Datang Untuk Menghakimi. Dalam pemahaman teologis yang semakin matang para rasul sadar, masa penantian dalam pengharapan kedatangan Yesus kedua kali merupakan hari-hari terakhir atau akhir zaman (bdk Kis 2:17; 1 Tes 4:13-18 khusus kita temukan dalam keseluruhan Kitab Wahyu). Masa itu pasti akan datang, tapi ada tanda-tanda yang akan mendahului untuk menjadi peringatan bahwa dunia dan umat manusia menuju pada hari pengadilan (bdk Mat 16:3, 24:3-14).

Pada rumusan Iman Rasuli,  juga dinyatakan “Aku percaya kepada Roh Kudus.”  Roh Kudus Adalah Allah. Kedatangan Roh Kudus yang sudah dijanjikan oleh Tuhan Yesus dalam Yohanes 14 : 15 diriwayatkan kedatanganNya dalam Kis 2. Terjadi tanda-tanda yang luar biasa dan mengagumkan : mereka berbahasa yang belum mereka pelajari, penuh kuasa dan keberanian memberitakan Injil, bersatu dan berkumpul setiap saat dalam pujian dan sukacita surgawi. Pada peristiwa pentakosta inilah berdirilah Gereja Tuhan pertama kali (Yoh 15:26-27, Kis 1:8).

Roh Kudus adalah Allah itu sendiri. Pernah dalam sejarah gereja dipertanyakan apakah Roh Kudus adalah Allah ? Dalam Konsili di Konstantinopel (AD381) gereja memutuskan untuk mengutuk ajaran Ananisme dan Masedonianisme yang bukan saja menolak Yesus adalah Tuhan, tapi juga menyangkali keilahian Roh Kudus.
Gereja dengan tegas menyatakan : Roh Kudus adalah Allah yang sejajar dalam keilahian dengan Allah Bapa dan Allah Anak / Yesus.

Mengenai  hakekat Gereja.  Juga dinyatakan secara mendalam.  Gereja  itu organisme, yaitu orang-orang yang sungguh menanggapi dan menjawab dalam iman dari panggilan Allah untuk mendapat bagian dalam karya keselamatan Kristus. (1 Petrus 2:9).

Gereja yang Kudus artinya persekutuan orang-orang yang dikuduskan oleh Allah sendiri. Roh Kudus sebagai pribadi ketiga Allah Tritunggal mendiami gerejaNya, dalam berkarya, menuntun, membimbing pada kesaksian yang sesuai dengan kehendak Allah.

Gereja adalah yang Am (universal) dalam arti keanggotaannya mencakup semua orang-orang percaya pada Yesus dari berbagai macam suku bangsa di seluruh permukaan bumi ini. Berarti gereja adalah satu. Sekalipun terdiri dari berbagai macam denominasi dan aliran, asalkan mereka percaya pada esensi iman Kristen yang dilandaskan pada keselamatan Kristus dan Alkitab sebagai firman Allah satu-satunya. Orang-orang pilihan tersebut disatukan oleh satu Tuhan, satu iman dan satu baptisan.

Gereja adalah apostolik dalam arti pengajaran para rasul yang adalah Firman Tuhan yang kudus merupakan dasar dari gereja. Artinya, gereja harus dikelola dengan otoritas dari pengajaran para rasul Tuhan Yesus. Di dalam Tuhan ada anugrah, karena itu ada “Pengampunan Dosa.” Karena diampuni, orang percaya beroleh jaminan kebangkitan tubuh dan hidup yang kekal.

[dari berbagai sumber]

Jumat, 22 Oktober 2021

SALING MENOPANG DAN SALING MEMBERI ~ Mezbah Keluarga ~ 23/10/2021





MEZBAH KELUARGA 
Sabtu, 23 Oktober 2021
2 Petrus 1:11-13
SALING MENOPANG DAN SALING MEMBERI


 
 

💠 MEMBACA MAZMUR :
       ðŸ“œ Mazmur 125:4

Lakukanlah kebaikan, ya TUHAN, kepada orang-orang baik 

dan kepada orang-orang yang tulus hati. 


 
💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.


💠 MENYANYI :  GB 4. 

🎶
Bersorak bagi Tuhan, wahai umat-Nya;
hendaklah orang jujur puji nama-Nya.
Mainkanlah kecapi dan tabuhlah rebana,
bermazmur bagi Tuhan dan bersyukurlah.

 ðŸŽ¶
Tindakan keadilan disukai-Nya,
dan bumi dipenuhi oleh kasih-Nya.
Dengan kuasa Firman, langit pun dijadikan;
Tentarapun tercipta oleh nafas-Nya.


💠 BACAAN ALKITAB :
      📖  2 Petrus 1:11-13
 
11 Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. 

12 Karena itu aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu akan semuanya itu, sekalipun kamu telah mengetahuinya dan telah teguh dalam kebenaran yang telah kamu terima. 

13 Aku menganggap sebagai kewajibanku untuk tetap mengingatkan kamu akan semuanya itu selama aku belum menanggalkan kemah tubuhku ini. 


💠 RENUNGAN : 




SALING MENOPANG DAN SALING MEMBERI

Di dunia ini tidak ada superman rohani, oleh sebab itu semua orang memerlukan orang lain untuk menopang kehidupan rohaninya. Di dalam cerita komik anak-anak dikenal tokoh yang bernama Superman, alias si Manusia Super. Ia dikatakan dapat terbang lebih cepat daripada peluru dan lebih kuat dibandingkan lokomotif. Di setiap masalah yang dihadapinya Superman selalu dapat mengatasinya seorang diri. Namun di dalam dunia nyata, termasuk di dalam hal kehidupan rohani, tidak ada manusia super seperti itu. Semua orang memiliki keterbatasannya masing-masing. Oleh sebab itu semua orang memerlukan satu sama lain, termasuk untuk menopang kehidupan rohaninya.

 


Bahwasanya orang memerlukan orang lain untuk menopang kehidupan rohaninya ini diutarakan di dalam 2Petrus 1. Di situ rasul Petrus menyebut bahwa mereka yang membaca suratnya itu telah mengetahui, menerima dan "telah teguh dalam kebenaran," yaitu tentang anugerah keselamatan di dalam Yesus Kristus. Walaupun demikian ia tetap merasa perlu untuk mengingatkan mereka tentang kebenaran tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa seteguh apapun iman seseorang ia tetap memerlukan orang lain untuk mengingatkan dirinya tentang kebenaran yang telah dipercayainya. Artinya, tidak ada superman secara rohani. Semua orang memerlukan orang lain untuk menopang kehidupan rohaninya.


PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :

Apakah Anda memerlukan orang lain untuk menopang kehidupan rohani Anda? Mengapa demikian?
 

💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
 

💠 MENYANYI :   GB 345. 

🎶
Allah, Sumber rahmat dan karunia,
inginkan umat-Nya rukun dan tent'ram,
hidup berdampingan dalam kasih;
saling menopang dan saling memb'ri.

Ref.
Mari membangun tatanan masyarakat
agar hidup rukun, damai, adil, benar.

🎶
Mari satu kata, satu rasa,
kita mewujudkan kasih yang benar
Kita bersehati, satu suara;
mari agungkan Allah yang akbar.

Ref.
Mari membangun tatanan masyarakat
agar hidup rukun, damai, adil, benar.


💠 BERDOA :
 
......


Ya Tuhan, yang Pengasih, kami bersyukur bahwa oleh anugerah-Mu, maka kami dapat menjadi anak-Mu. 

Bersama dengan semua orang yang beriman kepada-Mu kami hidup sebagai keluarga-Mu. Hidup untuk saling mengasihi, saling menopang dan tolong-menolong satu sama lain. 

Karena sesungguhnya kami semua adalah manusia yang terbatas dan yang saling memerlukan satu sama lain. 

Ya Tuhan, ampunilah diri kami apabila kami hidup hanya memikirkan diri kami sendiri dan tidak mempedulikan keadaan saudara-saudari kami seiman. 

Tuhan, penuhilah hati kami dengan kasih-Mu agar kami dapat mengasihi orang lain seperti Engkau telah mengasihi diri kami.

 


Kami bersyukur untuk rahmat-Mu yang sangat besar bagi hidup kami. Saat ini, ya Tuhan, kami menyerahkan diri kami di sepanjang hari ini ke dalam tangan pertolongan-Mu. 

Tolonglah diri kami agar semua yang kami kerjakan pada hari ini mengalami keberhasilan, dan memuliakan nama-Mu. 

Tuntunlah hidup kami supaya semua langkah yang kami tempuh sesuai dengan kehendak-Mu. 

Sertailah diri kami senantiasa dengan Roh-Mu, karena kami sangat memerlukan pertolongan-Mu di setiap keadaan yang kami lalui. 

Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami,  kami berdoa. 


 
****

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 
Amin. 

Kamis, 21 Oktober 2021

HIDUP BERKEMENANGAN ~ Mezbah Keluarga ~ 22/10/2021






MEZBAH KELUARGA 
Jumat, 22 Oktober 2021
1 Petrus 5:6-9
HIDUP BERKEMENANGAN

 

💠 MEMBACA MAZMUR :
       ðŸ“œ  Mazmur 25:4, 5

Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, 

TUNJUKKANLAH ITU KEPADAKU. 

Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, 

SEBAB ENGKAULAH ALLAH YANG MENYELAMATKAN AKU, ENGKAU KUNANTI-NANTIKAN SEPANJANG HARI. 


 
💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.


💠 MENYANYI :  KJ 412.
Tuntun Aku, Tuhan Allah

🎶
Tuntun aku, Tuhan Allah, 
lewat gurun dunia.
Kau perkasa dan setia; 
bimbing aku yang lemah.
Roti sorga, Roti sorga, 
puaskanlah jiwaku,
puaskanlah jiwaku.

 ðŸŽ¶ 
Buka sumber Air Hidup, 
penyembuhan jiwaku,
dan berjalanlah di muka 
dengan tiang awanMu.
Jurus'lamat, Jurus'lamat, 
Kau Perisai hidupku,
Kau Perisai hidupku.




💠 BACAAN ALKITAB :
      📖  1 Petrus 5:6-9
 
6 Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. 

7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. 

8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. 

9 Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. 




💠 RENUNGAN : 

HIDUP BERKEMENANGAN

Kerendahan hati dan iman kepada Tuhan selalu berjalan seiring dan memungkinkan orang untuk hidup berkemenangan. Orang yang hidup dengan iman yang teguh akan mempercayai ketidakterbatasan Tuhan. Sikap percaya ini akan menolong orang tersebut untuk menyadari tentang keterbatasan dirinya sehingga mengakibatkan yang bersangkutan hidup di dalam kerendahan hati. Itu sebabnya iman dan kerendahan hati selalu berjalan seiring. Bukan itu saja, iman dan kerendahan hati ini akan membawa yang bersangkutan hidup bergantung kepada Tuhan. Sebagai akibat, ia akan mampu mengatasi tantangan apapun yang ia hadapi di dalam hidupnya.

 


Pentingnya peranan dari iman dan kerendahan hati untuk mengatasi tantangan kehidupan ini dicatat dalam 1Petrus 5. Di situ rasul Petrus menulis bahwa tantangan yang sesungguhnya di dalam hidup kita adalah si Iblis, yang bagaikan singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Untuk itu kita harus merendahkan diri di bawah tangan Tuhan yang kuat, dan melawan Iblis dengan iman yang teguh. Di dalam sikap ini kita menyerahkan kekuatiran kita kepada Tuhan dan berjaga-jaga dengan waspada terhadap tipu daya dari Iblis. Dengan berlandaskan pada kerendahan hati dan iman itulah kita akan mengalami hidup yang berkemenangan.

 


PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :

Manakah yang lebih sukar bagi Anda, hidup di dalam iman atau kerendahan hati? Mengapa demikian?
 

💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
 

💠 MENYANYI :   KJ 436. 
Lawanlah Godaan

🎶 
Lawanlah godaan, 
s'lalu bertekun; 
tiap kemenangan
kau tambah teguh; 
nafsu kejahatan 
harus kautentang;
harap akan Yesus: 
pasti kau menang.

Ref.
Mintalah pada Tuhan, 
agar kau dikuatkan;
Ia b'ri pertolongan: 
pastilah kau menang.

🎶
Tinggalkan yang jahat, 
dosa dicegah; 
tindakanmu tulus 
tiada bercela: 
junjung kebenaran, 
hidup dalam t'rang, 
harap akan Yesus: 
pasti kau menang.

Ref.
Mintalah pada Tuhan, 
agar kau dikuatkan;
Ia b'ri pertolongan: 
pastilah kau menang.


🎶
Allah memberikan 
tajuk mulia 
bagi yang berjaya
di dalam iman; 
Kristus memulihkan 
kau yang tertekan, 
harap akan Yesus: 
pasti kau menang.

Ref.
Mintalah pada Tuhan, 
agar kau dikuatkan;
Ia b'ri pertolongan: 
pastilah kau menang.



💠 BERDOA :
 
......


Ya Tuhan, kami bersyukur untuk semua kebaikan-Mu di dalam hidup kami. 

Di dalam kemurahan-Mu Engkau berkenan menolong diri kami agar senantiasa hidup di dalam iman dan sikap rendah hati di hadapan-Mu. 

Dengan firman-Mu Engkau meneguhkan iman kami, dan dengan Roh-Mu Engkau mengajar diri kami agar tetap hidup di dalam sikap rendah hati di segala keadaan. 

Ya Tuhan, tanpa pertolongan-Mu itu tidak mungkin kami dapat hidup di dalam iman yang teguh dan kerendahan hati yang mendalam. Karena sesungguhnya hidup kami ini bergantung kepada-Mu.

 

Ya Tuhan, di awal dari hari ini, kembali kami menaikkan ucapan syukur kami kepada-Mu. 

Karena oleh pertolongan-Mu kami akan mampu mengisi hari ini dengan kehidupan yang tidak sia-sia dan yang berkemenangan. 

Apapun tantangan yang menghadang, maka di dalam iman kepada-Mu dan oleh pertolongan-Mu saja kami akan mampu melewati semuanya itu. 

Apapun ujian yang kami alami, di dalam sikap rendah hati dan bergantung kepada-Mu, maka kami akan mampu mengatasinya dalam kemenangan. 

Oleh sebab itu tuntun dan sertailah diri kami di sepanjang hari ini, ya Tuhan, karena kepada-Mu kami percaya dan berharap. 

Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Penolong kami, kami berdoa. 


  


 
***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 
Amin. 

Rabu, 20 Oktober 2021

IBADAH SEJATI : SETIA MELAYANI DENGAN MENGEMBANGKAN KARUNIA TUHAN ~ Mezbah Keluarga ~ 21/10/2021




MEZBAH KELUARGA 
Kamis, 21 Oktober 2021
1 Petrus 4
IBADAH SEJATI : SETIA MELAYANI DENGAN MENGEMBANGKAN KARUNIA TUHAN


💠 MEMBACA MAZMUR :
       ðŸ“œ Mazmur 118:25, 26

Ya TUHAN, berilah kiranya keselamatan! 

YA TUHAN, BERILAH KIRANYA KEMUJURAN! 


Diberkatilah dia yang datang dalam nama TUHAN! 

KAMI MEMBERKATI KAMU DARI DALAM RUMAH TUHAN. 


 
💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.


💠 MENYANYI :  KJ 246. 

🎶
Ya Allah yang Mahatinggi, 
Kau Pencipta dunia ini;
kami juga Tuhan ciptakan, 
agar Dikau tetap dipuji.
Engkau  Bapa yang memberkati 
tiap orang yang rendah hati.
Tolonglah kami sekarang ini 
dan selamanya.
 
🎶
Ya Allah yang Mahasuci, 
Engkau turun ke dunia ini;
Kau menyala bagaikan api; 
memurnikan nurani kami,
Mengobarkan semangat kami 
agar kami menjadi b'rani.
Utuslah kami ke dunia ini 
dengan kuasaMu.

 



💠 BACAAN ALKITAB :
      📖  1 Petrus 4:10, 11

10 Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah. 

11 Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah; jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah, supaya Allah dimuliakan dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus. Ialah yang empunya kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! Amin.


💠 RENUNGAN : 


IBADAH SEJATI : SETIA MELAYANI DENGAN MENGEMBANGKAN KARUNIA TUHAN

Allah memberi karunia kepada setiap orang percaya dan Ia menghendaki agar mereka mengembangkannya dengan melayani seorang akan yang lain. Memang sebagaimana setiap anggota tubuh memiliki fungsi demikianlah setiap orang yang percaya kepada Kristus berguna di dalam Kerajaan-Nya. Oleh sebab itu, sebagaimana Allah memberi kemampuan kepada semua anggota tubuh agar mereka dapat menjalankan fungsinya, demikianlah Allah memberi karunia kepada setiap orang percaya agar ia dapat bermanfaat bagi sesamanya dan memuliakan Allah. Berarti semua pengikut Kristus harus melayani satu sama lain agar karunia yang ia peroleh dari Allah tidak menjadi sia-sia.

 


Bahwasanya semua orang percaya berkewajiban untuk mengembangkan karunia Allah yang ada pada diri mereka dengan saling melayani itulah yang ditulis di dalam 1Petrus 4. Di situ rasul Petrus menulis agar para pengikut Kristus melayani seorang akan yang lain "sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah." Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada orang percaya yang tidak memperoleh karunia dari Allah. Selain itu, mereka juga berkewajiban untuk saling melayani satu sama lain. Hanya dengan demikian barulah mereka dapat dipandang sebagai pengurus yang baik dari karunia-karunia yang telah mereka peroleh dari Allah.

 



PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :

Mengapa Anda harus mengembangkan karunia yang ada pada diri Anda? Untuk itu, apakah yang telah Anda lakukan?
 

💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
 

💠 MENYANYI :   PKJ 264.

🎶
Apalah arti ibadahmu kepada Tuhan,
bila tiada rela sujud dan sungkur?
Apalah arti ibadahmu kepada Tuhan,
bila tiada hati tulus dan syukur?

Ref.
Ibadah sejati, jadikanlah persembahan.
Ibadah sejati: kasihilah sesamamu!
Ibadah sejati yang berkenan bagi Tuhan,
jujur dan tulus ibadah murni bagi Tuhan.


 ðŸŽ¶
Marilah ikut melayani orang berkeluh,
agar iman tetap kuat serta teguh.
Itulah tugas pelayanan, juga panggilan,
persembahan yang berkenan bagi Tuhan.

Ref.
Ibadah sejati, jadikanlah persembahan.
Ibadah sejati: kasihilah sesamamu!
Ibadah sejati yang berkenan bagi Tuhan,
jujur dan tulus ibadah murni bagi Tuhan


 ðŸŽ¶
Berbahagia orang yang hidup beribadah,
yang melayani orang susah dan lemah
dan penuh kasih menolong 
orang yang terbeban;
itulah tanggung jawab orang beriman.

Ref.
Ibadah sejati, jadikanlah persembahan.
Ibadah sejati: kasihilah sesamamu!
Ibadah sejati yang berkenan bagi Tuhan,
jujur dan tulus ibadah murni bagi Tuhan


💠 BERDOA :
 
......

Ya Tuhan, kami berterima kasih karena Engkau berkenan melengkapi diri kami dengan karunia-karunia yang memungkinkan kami untuk hidup secara berguna dan maksimal. 

Tolonglah diri kami agar tidak lalai di dalam mengobarkan karunia-karunia tersebut, yaitu dengan melayani sesama kami. 

Dengan hidup saling melayani itu, maka kami dapat mengasihi orang lain seperti Engkau telah mengasihi diri kami. 

Melalui sikap bertangung jawab terhadap karunia yang telah Engkau berikan kepada kami, yaitu dengan melayani orang lain, kamipun memuliakan nama-Mu.

 

Ya Tuhan, kami bersyukur untuk hari yang baru yang Engkau berikan kepada kami, yaitu hari ini. 

Kami menyadari bahwa hari ini merupakan kesempatan yang Engkau berikan kepada kami untuk hidup secara berguna, menjadi saluran dari kasih-Mu bagi orang lain dan menyenangkan hati-Mu. 

Oleh karena itu ya Tuhan, kami memohon Engkau berkenan menuntun dan menyertai diri kami. 

Arahkanlah langkah-langkah kehidupan kami agar selaras dengan firman-Mu. Jangan biarkan diri kami terjerumus ke dalam pencobaan, dan lindungilah diri kami dari pada yang jahat. 

Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Penolong kami,  kami berdoa.




 ***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 
Amin. 
 

Selasa, 19 Oktober 2021

AIR SUSU DIBALAS AIR TUBA ~ Mezbah Keluarga ~ 20/10/2021






MEZBAH KELUARGA 
Rabu, 20 Oktober 2021
1 Petrus 3
AIR SUSU DIBALAS AIR TUBA


 




💠 MEMBACA MAZMUR :
       ðŸ“œ  Mazmur 95:2
 
Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, 

BERSORAK-SORAK BAGI-NYA DENGAN NYANYIAN MAZMUR. 

 
💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.


💠 MENYANYI :   GB 4. 

🎶
Bersorak bagi Tuhan, 
wahai umat-Nya;
hendaklah orang jujur 
puji nama-Nya.
Mainkanlah kecapi 
dan tabuhlah rebana,
bermazmur bagi Tuhan 
dan bersyukurlah.

 ðŸŽ¶
Tindakan keadilan 
disukai-Nya,
dan bumi dipenuhi 
oleh kasih-Nya.
Dengan kuasa Firman, 
langit pun dijadikan;
Tentarapun tercipta 
oleh nafas-Nya.


💠 BACAAN ALKITAB :
      📖  1 Petrus 3:12-14
 
12 Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat." 

13 Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik? 

14 Tetapi sekalipun kamu harus menderita juga karena kebenaran, kamu akan berbahagia. Sebab itu janganlah kamu takuti apa yang mereka takuti dan janganlah gentar. 


💠 RENUNGAN : 




AIR SUSU DIBALAS AIR TUBA

Walaupun kita telah berbuat baik dan ternyata orang tetap berbuat jahat kepada kita, tak perlulah kita berputus asa karena Tuhan sendirilah yang akan membela diri kita. Memang tidak semua kebaikan yang kita lakukan akan dibalas orang dengan kebaikan. Hal ini disebabkan karena tidak semua orang bersifat setia dan tahu membalas budi. Sehingga bukan saja yang bersangkutan tidak membalas kebaikan kita dengan kebaikan, malahan ia membalasnya dengan kejahatan. Namun kalaupun hal itu yang kita alami, tidak perlu kita berputus asa. Sebab Tuhan setia, sehingga Ia sendirilah yang akan membela kita.

 


Janji Tuhan bahwa Ia akan membela orang yang walaupun telah berbuat baik namun tetap diperlakukan orang secara tidak adil ini dicatat di dalam 1Petrus 3. Di situ dijelaskan bahwa mata-Nya tertuju kepada orang yang benar, telinga-Nya terbuka kepada mereka yang minta tolong dan wajah-Nya menentang orang yang berbuat jahat. Sehingga kalau kita rajin berbuat baik dan justru karena itu orang berbuat jahat kepada kita maka Tuhan tidak akan berdiam diri. Ia akan bertindak untuk membela kita. Itu sebabnya di dalam segala keadaan kita tetap dapat berbahagia, termasuk ketika orang berbuat jahat terhadap diri kita.

 



PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :

Apakah yang perlu Anda lakukan ketika orang membalas kebaikan Anda dengan kejahatan? Mengapa demikian?
 

💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
 

💠 MENYANYI :  GB 49. 

🎶
Kasih pasti lemah lembut, 
kasih pasti memaafkan, 
kasih pasti murah hati.
Kasih-Mu, kasih-Mu Tuhan.
    
Kasih pasti lemah lembut, 
kasih pasti memaafkan, 
kasih pasti murah hati.
Kasih-Mu, kasih-Mu Tuhan.

Ref.
Ajarilah kami ini 
saling mengasihi.
Ajarilah kami ini 
saling mengampuni.
Ajarilah kami ini 
kasih-Mu ya Tuhan
kasih-Mu kudus 
tiada batasnya



💠 BERDOA :
 
......

Ya Tuhan, memang adakalanya air susu yang kami berikan kepada sesama kami dan air tuba yang mereka balaskan terhadap diri kami.

Kami melakukan kebaikan dan kebenaran, dan justru karena itu kami ini dibenci dan perkara-perkara yang jahat dirancangkan terhadap diri kami.

Namun kami percaya, ya Tuhan,  bahwa di balik semuanya itu tangan-Mu tidak akan pernah meninggalkan diri kami.

Engkau sanggup mengubah reka-rekaan yang jahat yang dirancang manusia terhadap diri kami justru akan mendatangkan kebaikan bagi hidup kami.

Itu sebabnya kami menyerahkan hidup kami ke dalam tangan-Mu dan di dalam naungan sayap-Mu kami berlindung.

 

Oh Tuhan, Engkaulah Pembela kami, kepada-Mu kami bersyukur untuk hari yang baru yang Engkau berikan kepada kami pada hari ini. 

Tolonglah diri kami, ya Tuhan, agar kami menjalaninya di dalam tuntunan dan penyertaan-Mu. 

Genggamlah hidup kami dengan tangan-Mu yang kuat dan yang tidak pernah mengenal lelah itu. 

Ya Tuhan, Penolong kami, di dalam anugerah-Mu luruskan langkah-langkah kehidupan yang kami ambil pada hari ini agar sesuai dengan firman-Mu, dan berkenan kepada-Mu. 

Lindungilah diri kami dari pada yang jahat dan pakailah hidup kami untuk menjadi saluran kasih-Mu bagi semua orang. 

Berkatilah semua yang kami kerjakan pada hari ini dengan keberhasilan. 

Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Pembela kami, kami berdoa. 

****

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 
Amin.