Rabu, 06 Oktober 2021

SEMATA-MATA KARENA ANUGERAH-NYA ~ Mezbah Keluarga ~ 7 Oktober 2021






MEZBAH KELUARGA 
Kamis, 7 Oktober 2021
Lukas 19
SEMATA-MATA KARENA ANUGERAH-NYA


 




💠 MEMBACA MAZMUR :
       ðŸ“œ  Mazmur 80 :2, 3, 4, 8 

Hai gembala Israel, pasanglah telinga, 

BANGKITKANLAH KEPERKASAAN-MU DAN DATANGLAH UNTUK MENYELAMATKAN KAMI. 

Ya Allah, pulihkanlah kami, 

BUATLAH WAJAH-MU BERSINAR, MAKA KAMI AKAN SELAMAT. 

Ya Allah semesta alam, pulihkanlah kami, 

BUATLAH WAJAH-MU BERSINAR, MAKA KAMI AKAN SELAMAT. 



 
💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.


💠 MENYANYI :  KJ 454. 

🎶
Indahnya saat yang teduh 
menghadap takhta Bapaku:
kunaikkan doa padaNya, 
sehingga hatiku lega.
Di waktu bimbang dan gentar, 
jiwaku aman dan segar;
'ku bebas dari seteru 
di dalam saat yang teduh.

🎶
Indahnya saat yang teduh 
dengan bahagia penuh.
Betapa rindu hatiku 
kepada saat doaku.
Bersama orang yang kudus 
kucari wajah Penebus;
Dengan gembira dan teguh 
kunanti saat yang teduh.

 



💠 BACAAN ALKITAB :
      📖  Lukas 19:5, 7, 9-10

5 Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." 

7 Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa." 

9 Kata Yesus kepadanya: "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. 

10 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." 



💠 RENUNGAN : 



SEMATA-MATA KARENA ANUGERAH-NYA

Kita mengalami keselamatan dari dosa dan hukuman dosa bukan karena usaha kita, namun semata-mata karena anugerah Allah. Sebab sesungguhnya semua usaha manusia, baik dalam bentuk amal maupun ibadah, tidaklah dapat mengubah keberadaan dirinya sebagai orang yang berdosa. Sama seperti sepandai apapun seekor beo berbicara dalam bahasa manusia tetap hal itu tidak akan mengubah kenyataan bahwa dirinya adalah seekor burung beo. Demikian juga dengan diri kita. Hanya bila Allah di dalam anugerah-Nya mengambil inisiatif untuk meraih dan menyelamatkan kita dari jurang kebinasaan barulah kita akan mengalami keselamatan dari dosa dan hukuman dosa.

 


Bahwasanya keselamatan merupakan anugerah Allah, hal tersebut dapat dilihat dari pernyataan Yesus sebagaimana yang dicatat di dalam Lukas 19. Di situ Ia berkata tentang maksud dari kedatangan-Nya ke dunia sebagai berikut: "Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." Ia yang mencari dan menyelamatkan kita, dan bukan kita yang mencari Dia agar kita diselamatkan. Dia yang mengambil inisiatif dengan mengundang diri-Nya sendiri untuk menumpang di rumah Zakheus. Bukan Zakheus yang mengundang Yesus untuk menumpang di rumahnya. Semua ini menunjukkan bahwa Tuhanlah yang mengambil inisiatif untuk menyelamatkan kita dengan anugerah-Nya.


PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :

Apabila keselamatan merupakan anugerah, masih perlukah kita melakukan kebaikan? Mengapa demikian?
 

💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
 

💠 MENYANYI :   KJ 40. 

🎶
Ajaib benar anugerah 
Pembaru hidupku!
'Ku hilang, buta, bercela; 
olehNya 'ku sembuh.

🎶
Ketika insaf, 'ku cemas, 
sekarang 'ku lega!
Syukur, bebanku t'lah lepas 
berkat anugerah!

🎶
Kudapat janji yang teguh, 
kuharap sabdaNya
dan Tuhanlah perisaiku 
tetap selamanya.



💠 BERDOA :
 
.........

Ya Tuhan,  Tuhan kami, Engkaulah Allah yang penuh dengan belas kasihan dan rahmat. 

Di dalam belas kasihan-Mu, Engkau bersedia mencari dan menyelamatkan diri kami, manusia yang berdosa ini. 

Bahkan Engkau rela menghapuskan segala dosa dan kesalahan kami. Di dalam rahmat-Mu Engkau telah menyelamatkan hidup kami dari kesia-siaan dan mengubahnya menjadi hidup yang penuh dengan makna. 

Ya Tuhan, kami berdoa agar kasih dan anugerah-Mu juga dapat dialami oleh semua orang, sehingga merekapun dapat menikmati kebahagiaan sejati yang bersumber dari pada-Mu.

 

Ya Tuhan, tolonglah diri kami untuk hidup bertanggung jawab terhadap anugerah yang telah Engkau berikan kepada kami. 

Yaitu tidak menyia-nyiakannya dengan hidup di luar kehendak-Mu, tetapi dengan berjalan di dalam rencana-Mu. 

Ajarlah diri kami untuk mensyukuri anugerah-Mu dengan hidup berbuat baik sesuai dengan firman-Mu, dan dengan menjadi berkat bagi sesama kami. 

Sehingga dengan demikian nama-Mu dimuliakan melalui hidup kami.

Tolonglah diri kami agar dapat mengisi hidup kami di sepanjang hari ini dengan kehidupan yang bermakna. 

Kepada-Mu kami berlindung, dan di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami , kami berdoa. 

 ****

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 
Amin. 
 

Selasa, 05 Oktober 2021

BILA ‘KU BERDOA ~ Mezbah Keluarga ~ 6 Oktober 2021







MEZBAH KELUARGA 
Rabu, 6 Oktober 2021
Lukas 18
BILA ‘KU BERDOA


 




💠 MEMBACA MAZMUR :
       ðŸ“œ Mazmur 57: 8-11

Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap; 

AKU MAU MENYANYI, AKU MAU BERMAZMUR. 


Bangunlah, hai jiwaku, bangunlah, hai gambus dan kecapi, 

AKU MAU MEMBANGUNKAN FAJAR! 

Aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa, ya Tuhan, 

AKU MAU BERMAZMUR BAGI-MU DI ANTARA SUKU-SUKU BANGSA; 


sebab kasih setia-Mu besar sampai ke langit, 

DAN KEBENARAN-MU SAMPAI KE AWAN-AWAN. 



 
💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.


💠 MENYANYI :  PKJ 7. 

🎶
Bersyukurlah pada Tuhan, 
serukanlah namaNya!
Bernyanyilah bagi Tuhan, 
mari bermazmurlah!

Pujilah Tuhan, hai jiwaku, 
pujilah namaNya.
Aku hendak bernyanyi 
seumur hidupku.

🎶
Hatiku siap, ya Tuhan, 
bernyanyi dan bermazmur,
kar’na Engkau Maha baik, 
setia dan benar.

Pujilah Tuhan, hai jiwaku, 
pujilah namaNya.
Aku hendak bernyanyi 
seumur hidupku.


💠 BACAAN ALKITAB :
      📖  Lukas 18:11-14

11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; 

12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. 

13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. 

14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." 

💠 RENUNGAN : 


BILA ‘KU BERDOA

Doa yang berkenan kepada Allah adalah doa yang bersumber pada kerendahan hati di hadapan-Nya. Pada dasarnya doa merupakan ungkapan dari keyakinan kita terhadap tidak terbatasnya kasih dan kuasa Tuhan, dan juga sekaligus kesadaran kita tentang keterbatasan diri kita sendiri. Oleh karena itu orang yang tidak percaya bahwa kasih dan kuasa Tuhan adalah tidak terbatas tidak akan berdoa kepada-Nya. Demikian juga kalau orang tidak menyadari tentang keterbatasan dirinya, sehingga ia hidup dalam kesombongan alias tidak rendah hati, maka doa yang ia panjatkan adalah sekadar basa-basi. Doa yang tidak sungguh-sungguh seperti itu tidak akan berkenan kepada Allah.

 


Bahwasanya Allah berkenan kepada doa yang lahir dari kerendahan hati ini dicatat di dalam Lukas 18. Di situ ditulis Yesus membandingkan doa seorang Farisi, yang adalah pemuka agama, dengan doa seorang pemungut cukai yang adalah orang yang berdosa karena hidup dengan memeras rakyat. Ia berkata bahwa bila doa sang pemungut cukai dikabulkan Allah, sehingga ia "pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah," maka tidak demikian halnya dengan doa si orang Farisi. Penyebabnya adalah bila si orang Farisi tersebut berdoa dengan sikap congkak, maka sang pemungut cukai berdoa dengan sikap rendah hati. Artinya doa tersebut lahir dalam kerendahan hati di hadapan Allah.

 


PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :

Sudahkah Anda hidup di dalam sikap rendah hati di hadapan Allah? Apakah buktinya?
 

💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
 

💠 MENYANYI :   NKB 140. 

🎶
Tuhan sambut jiwaku, 
bila ‘ku berdoa;
Dia dan ‘ku bertemu, 
bila ‘ku berdoa.

Bila ‘ku berdoa, 
bila ‘ku berdoa,
Tuhan sambut jiwaku, 
bila ‘ku berdoa.

🎶
Tiada bimbang dan gentar, 
bila ‘ku berdoa;
hatiku pun bergemar, 
bila ‘ku berdoa.

Bila ‘ku berdoa, 
bila ‘ku berdoa,
Tuhan sambut jiwaku, 
bila ‘ku berdoa.


 ðŸŽ¶
Yesus tahu dan mengerti, 
bila ‘ku berdoa;
pengampunan diberi, 
bila ‘ku berdoa.

Bila ‘ku berdoa, 
bila ‘ku berdoa,
Tuhan sambut jiwaku, 
bila ‘ku berdoa.
 



💠 BERDOA :
 
...........

Ya Tuhan, Engkau adalah pribadi yang rendah hati. Engkau pribadi yang mahamulia, Raja alam semesta, namun telah rela datang ke dunia menjadi sama dengan manusia. 

Engkau rela menderita sengsara sampai mati dalam kehinaan demi keselamatan manusia yang berdosa seperti diri kami. 

Ya Tuhan, ajarlah diri kami untuk hidup dalam kerendahan hati seperti diri-Mu. 

Di dalam iman dan kerendahan hati itulah baru hidup kami dan doa-doa kami akan berkenan kepada-Mu. Oleh sebab itu ampunilah diri kami atas kecongkakan yang masih menguasai hati kami.

 

Tuhan, kami  berterima kasih untuk semua kebaikan-Mu yang telah kami alami di dalam hidup kami. 

Dengan kasih setia-Mu yang tidak berkesudahan Engkau menggenggam hidup kami, dan tidak akan membiarkan diri kami terlepas dari tangan-Mu. 

Oleh sebab itu dengan penuh pengharapan kepada-Mu kami mau menyerahkan hidup kami di sepanjang hari ini ke dalam tangan-Mu. 

Besertalah dengan kami ya Tuhan, dan tuntunlah hidup kami agar senantiasa berjalan di dalam kehendak-Mu. 

Berkatilah semua yang kami kerjakan pada hari ini dan jadikanlah diri kami saluran berkat-Mu bagi lingkungan kami. 

Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang mahamulia, kami berdoa :


****

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 
Amin. 
 

Senin, 04 Oktober 2021

MARI BERSYUKUR SEMUA ~ Mezbah Keluarga ~ 5 Oktober 2021





MEZBAH KELUARGA 
Selasa, 5 Oktober 2021
Lukas 17
MARI BERSYUKUR SEMUA


 




💠 MEMBACA MAZMUR :
       ðŸ“œ Mazmur 17:7, 8

Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, 

YA ENGKAU, YANG MENYELAMATKAN ORANG-ORANG YANG BERLINDUNG PADA TANGAN KANAN-MU TERHADAP PEMBERONTAK. 

Peliharalah aku seperti biji mata, 

SEMBUNYIKANLAH AKU DALAM NAUNGAN SAYAP-MU. 


 
💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.


💠 MENYANYI :  PKJ 255. 

🎶
FirmanMu kupegang selalu,
saat duka saat senang.
Jalan hidup yang akan datang
tangan Tuhan yang memegang.
    
Pencobaan menghimpit aku
dan menjadi keluhanku,
firmanMu kupegang selalu,
sayapMu tempat berteduh.
    
FirmanMu, Tuhan, 
kupegang s’lalu.
Hilanglah keraguanku!
    
Bila hatiku rasa susah,
padaMu aku berserah,
firmanMu kupegang selalu,
maka amanlah jiwaku.






💠 BACAAN ALKITAB :
      📖  Lukas 17:15-18

15 Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, 

16 lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. 

17 Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? 

18 Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?" 




💠 RENUNGAN : 



 MARI BERSYUKUR SEMUA

Tuhan bukan hanya memperhatikan sikap kita sebelum kita mengalami pertolongan-Nya, namun terlebih lagi sesudah kita mengalami pertolongan tersebut. Merupakan hal yang umum, ketika orang sedang memerlukan pertolongan Tuhan maka ia akan berdoa kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Namun sesudah Tuhan menjawab doanya, dan menolong yang bersangkutan, orang tersebut melupakan Tuhan. Oleh sebab itu bukan sekadar bagaimana sikap kita sebelum mengalami pertolongan Tuhan saja yang penting, tetapi terlebih lagi adalah sikap kita sesudah mengalaminya.

 




Hal ini nampak di dalam sikap kesepuluh orang yang sakit kusta dan yang memohon pertolongan Yesus sebagaimana yang dicatat di dalam Lukas 17. Ketika mereka semua mengalami kesembuhan hanya satu orang saja yang kembali untuk mengucap syukur kepada Yesus. Sebagai akibat, Yesus memuji yang bersangkutan karena sikapnya yang tahu berterima kasih tersebut. Orang ini bukan hanya mencari Tuhan ketika ia sedang mengalami kesukaran untuk memohon pertolongan-Nya. Tetapi ia juga mencari Tuhan untuk mengucap syukur kepada-Nya sesudah mengalami pertolongan yang ia harapkan. Sikap seperti itulah yang harus ada pada diri kita sesudah mengalami berkat-berkat-Nya.

 


PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :

Selama ini bagaimana sikap Anda kepada Tuhan sesudah mengalami pertolongan-Nya? Apakah wujud dari sikap tersebut?
 

💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
 

💠 MENYANYI :   KJ 291. 

🎶
Mari bersyukur semua 
atas kebajikan Tuhan!
Kasih perjanjianNya 
sungguh nyata selamanya.

🎶
Langit bumi ciptaanNya 
mencerminkan kuasaNya.
Kasih perjanjianNya 
sungguh nyata selamanya.

🎶
Dia yang mengingat kita
dalam susah dan derita
Kasih perjanjianNya 
sungguh nyata selamanya.



💠 BERDOA :
 
......

Ya Tuhan yang Pengasih,
Engkau sungguh sangat baik bagi kami. Di dalam kebaikan-Mu yang berlimpah-limpah Engkau telah menolong diri kami agar terlepas dari tawanan dosa dan menyucikan hidup kami dari noda dosa. 

Di dalam kebaikan-Mu yang tak terkira itu, Engkau bersedia menolong dan membimbing hidup kami dari hari ke hari. 

Ya Tuhan, ajarlah kami untuk tidak melupakan semua kemurahan-Mu yang telah kami alami dalam hidup kami. Sehingga dengan demikian kami selalu hidup dengan sikap bersyukur kepada-Mu. 

Kiranya ucapan syukur kami ini bukan hanya kami utarakan dalam kata-kata, tetapi juga dapat kami wujudkan dalam perilaku kehidupan yang berkenan kepada-Mu.

 
Tuhan,  kami juga bersyukur kepada-Mu untuk hari yang baru yang Engkau berikan kepada kami pada hari ini. 

Kami  percaya bahwa sebagaimana di hari-hari yang lalu Engkau selalu mencukupkan semua keperluan hidup kami, demikian juga pada hari ini Engkau akan memelihara hidup kami.

Kesetiaan-Mu tidak akan pernah berubah dan selalu dapat kami andalkan. 

Tuhan, berkatilah semua yang kami kerjakan pada hari ini dengan keberhasilan. 

Mampukan diri kami untuk menghadapi semua kesulitan yang menghadang dan jadikanlah kami sebagai saluran kasih-Mu bagi lingkungan di manapun kami berada. 

Pakailah diri kami untuk menjadi saksi-Mu sehingga melalui hidup kami ini, banyak orang akan datang untuk menyembah Engkau.

Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan yang setia, kami berdoa kepada Allah Bapa kami.

 
***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 
Amin. 
 

TETAP BERHATI TULUS ~ Mezbah Keluarga ~ 4 Oktober 2021






MEZBAH KELUARGA 
Senin, 4 Oktober 2021
Lukas 16
TETAP BERHATI TULUS


 


💠 MEMBACA MAZMUR :
       ðŸ“œ Mazmur 97:12
 
Bersukacitalah karena TUHAN, hai orang-orang benar, 

DAN NYANYIKANLAH SYUKUR BAGI NAMA-NYA YANG KUDUS. 


 
💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.


💠 MENYANYI :  PKJ 2. 
Mulia, Mulia NamaNya

🎶
Mulia, mulia namaNya.
Bagi Yesus kemuliaan, 
puji, sembah
Mulia, kekuasaanNya
Memb’ri berkat bagi jemaat,
Bersyukurlah!

Pujilah, tinggikanlah 
Rajamu Yesus.
Dialah selamanya 
Sang Raja benar!
Mulia, mulia namaNya!
Sang Penebus, 
Mahakudus, Mahabesar.




 



💠 BACAAN ALKITAB :
      📖 Lukas 16:8, 9

8 Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang. 

9 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi." 

💠 RENUNGAN : 


TETAP BERHATI TULUS

Untuk mengelola kepercayaan yang diberikan kepada kita, di samping kecerdikan juga diperlukan sikap hati yang tulus. Itu sebabnya semua perusahaan bukan hanya ingin memiliki pegawai yang pandai namun juga yang jujur. Karena bila seorang pegawai hanya sekadar cerdik namun tidak berhati tulus, maka cepat atau lambat ia akan merugikan perusahaan tempat dirinya bekerja. Memang orang yang pandai dan sekaligus jujur merupakan pribadi yang langka, namun kualitas seperti itulah yang diperlukan untuk mengelola kepercayaan yang diberikan kepada seseorang. Kecerdikan dan kejujuran itu pula yang dikehendaki Yesus ada di dalam diri para pengikut-Nya.

 


Yesus menjelaskan hal itu melalui suatu perumpamaan dengan gaya bahasa sarkasme, dan dicatat di dalam Lukas 16. Sarkasme adalah gaya bahasa yang pedas dengan tujuan untuk memberi pelajaran yang mendalam. Seperti seorang ibu yang berkata kepada anaknya: "Tidak usah belajar, bermain sajalah, supaya kamu lulus ujian!" Tentu yang dimaksud oleh sang ibu adalah sebaliknya, yaitu bahwa si anak tidak akan lulus ujian. Demikian juga ketika Yesus berkata: "Tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik." Yang Ia maksud adalah sebaliknya, yaitu bahwa sang tuan akan murka karena ketidakjujuran dari bendahara yang cerdik itu. Memang kecerdikan dan ketulusan hati adalah sikap yang penting dalam mengelola kepercayaan yang kita terima dari Tuhan.




PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :

Sudahkah Anda mengelola kepercayaan yang Anda terima dengan sikap yang jujur? Apakah buktinya?
 

💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
 

💠 MENYANYI :   NKB 193. 
Aku Hendak Tetap Berhati Tulus

🎶
Aku hendak 
tetap berhati tulus
kar’na teman 
mempercayaiku.
Aku hendak 
tetap berjalan lurus,
kar’na teman 
t’lah mengasihiku;

🎶
Aku hendak 
teguh senantiasa,
walau besar 
tantangan dunia.
Aku hendak
tetap tegap perkasa
kar’na ‘ku tahu 
rintangan ‘kan enyah;
kar’na ‘ku tahu 
rintangan ‘kan enyah.

🎶
Aku hendak 
tetap menaikkan doa
dalam dunia 
yang sibuk dan cemar.
Aku hendak 
berpaut pada Allah
dan Kristuslah 
teladan yang benar;
dan Kristuslah 
teladan yang benar.

💠 BERDOA :
 
......

Ya Tuhan, seberapapun kepercayaan yang Engkau berikan kepada kami, sepatutnyalah kami ini mengelolanya dengan sikap bertanggung jawab dan tulus. 

Sebab sesungguhnya semua yang ada pada kami adalah berasal dari pada-Mu, dan kami menerimanya hanya karena anugerah-Mu. 

Ampunilah kami bila kami telah menggunakan kepercayaan yang Engkau berikan itu semata-mata untuk kepentingan diri kami sendiri, dan tidak untuk memuliakan nama-Mu. Sehingga akibatnya kami tidak mampu mempertanggungjawabkannya di hadapan-Mu. 

Ya Tuhan, luruskanlah hati kami yang bengkok ini.

 

Pagi hari, di awal dari hari yang baru ini, dengan merendahkan diri di hadapan-Mu kami memohon kemurahan-Mu. 

Ya Tuhan, tuntunlah diri kami di jalan-Mu yang benar itu, lalu mampukan diri kami untuk mengisi waktu dan kesempatan yang Engkau berikan dengan pikiran dan perilaku yang berhikmat. 

Agar supaya dengan demikian hidup kami tidak sia-sia, namun penuh makna serta memuliakan nama-Mu. 

Berkatilah semua yang kami kerjakan pada hari ini dengan keberhasilan, dan pakailah kami untuk menjadi saluran dari kasih-Mu bagi orang-orang di sekitar kami. 

Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan kami, kami berdoa. 

 

 




 ***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 
Amin. 
 

Minggu, 03 Oktober 2021

MENCARI JIWA YANG HILANG ~ Mezbah Keluarga Hari Minggu ~ 3 Oktober 2021





MEZBAH KELUARGA HARI MINGGU
3 Oktober 2021
Lukas 15
MENCARI JIWA YANG HILANG



💠 PEMBUKAAN :

[Papa] :  Kita mulai Mezbah Keluarga Hari Minggu ini dengan pertolongan dari TUHAN yang menciptakan langit dan bumi, Dia tidak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya, dan Dia selalu dalam kesetiaan-Nya sampai selama-lamanya. ~ Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. Amin.

💠 MEMBACA MAZMUR :
 [Anak] :   ðŸ“œ Mazmur 116:17

Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, 

DAN AKAN MENYERUKAN NAMA TUHAN.

💠 MENYANYI :  PKJ 14. 
Kunyanyikan Kasih Setia Tuhan

🎶
Kunyanyikan kasih setia Tuhan 
selamanya, selamanya.
Kunyanyikan kasih setia Tuhan 
selamanya, kunyanyikan s’lamanya.
    
Kututurkan tak jemu 
kasih setiaMu, Tuhan; 
kututurkan tak jemu
kasih setiaMu turun temurun.
    
Kunyanyikan kasih setia Tuhan 
selamanya, selamanya.
Kunyanyikan kasih setia Tuhan 


💠 BERDOA :

[Mama] :  Ya Tuhan, kami bersyukur kepada-Mu untuk pagi hari ini, juga kami berterima kasih atas penjagaan-Mu sepanjang tidur malam kami, dan kini dapat bangun dalam kondisi yang segar-bugar.

Ya Tuhan, Sang Kehidupan, Kasih-Mu yang besar mengubahkan segala sesuatu di dunia ini. Ubahkanlah diri kami menjadi orang-orang yang selalu menghargai kehidupan yang Engkau berikan.

Allah yang Kudus, Engkaulah Penebus kami dan kekuatan kami. Kami memohon, kiranya Roh-Mu menguasai diri kami dan menerangi hati pikiran kami dengan Kebenaran-Mu yang membimbing kami melakukan Kehendak-Mu dalam semua kegiatan kami setiap hari. 

Dalam pengasihan Yesus Kristus, Tuhan kami, kami berdoa, Amin.


💠 MENYANYI : KJ 427. 
 'Ku Suka Menuturkan

🎶
'Ku suka menuturkan cerita mulia,
cerita Tuhan Yesus dan cinta kasihNya.
'Ku suka menuturkan cerita yang benar,
penawar hati rindu, pelipur terbesar.
'Ku suka menuturkan, 
'ku suka memasyurkan
cerita Tuhan Yesus dan cinta kasihNya.

🎶
'Ku suka menuturkan cerita mulia;
setiap kuulangi bertambah manisnya.
'Ku suka menuturkan sabdaNya yang besar;
dan yang belum percaya, supaya mendengar.
'Ku suka menuturkan, 
'ku suka memasyurkan
cerita Tuhan Yesus dan cinta kasihNya.

🎶
'Ku suka menuturkan cerita mulia;
pun bagi yang percaya tak hilang indahnya.
Dan nanti kunyanyikan di sorga yang kekal
cerita termulia yang lama kukenal.
'Ku suka menuturkan, 
'ku suka memasyurkan
cerita Tuhan Yesus dan cinta kasihNya.




💠 MEMBACA ALKITAB :
 [Anak] :  📖   Lukas 15:8-10

8 "Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? 

9 Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan. 

10 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat." 


💠 RENUNGAN : 



MENCARI JIWA YANG HILANG


Memang keselamatan bukanlah karena usaha kita, namun untuk memberitakan kabar keselamatan diperlukan usaha tanpa putus asa. Adalah suatu kebenaran yang tak terbantahkan, yaitu bahwasanya keselamatan dari dosa dan hukuman dosa adalah karena anugerah Allah dan bukan karena kebaikan kita. Tetapi bukan berarti oleh karena itu maka kita tidak perlu berupaya untuk memperkenalkan orang kepada anugerah yang menyelamatkan tersebut. Justru sebaliknya, kita harus berusaha dengan gigih untuk mencari mereka yang terhilang di dalam kegelapan dosa serta membawa yang bersangkutan kepada pengenalan akan anugerah Allah di dalam Yesus Kristus.

 


Upaya yang gigih ini diajarkan Yesus sebagaimana yang dicatat di dalam Lukas 15. Di situ ditulis Ia menyampaikan perumpamaan tentang seorang perempuan yang mencari satu dirham miliknya yang hilang. Bila dirham itu ditemukan hal tersebut bukan karena upaya dari si dirham. Demikian juga bila kita diselamatkan hal itu bukan karena usaha kita. Dalam upaya untuk mencari dirham itu perempuan tadi "mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya." Sikap seperti itulah yang juga harus ada pada diri kita dalam upaya untuk mencari orang yang terhilang dalam dosa. Yaitu sikap yang tidak menyerah kepada keputusasaan sampai mereka mengenal anugerah Allah di dalam Yesus Kristus.





💠 MENYANYI :  GB 276. 
ADA INTAN CEMERLANG
(Gij, die Kroonjuwelen Zoekt)
 
🎶
Ada intan cemerlang
dalam lumpur yang keruh,
cari dan bersihkanlah
guna tajuk Rajamu.

Ref.
Jiwa-jiwa yang terhilang
bawa pada Tuhanmu;
jadi intan yang gemilang
di mahkota Rajamu.

🎶
Banyak jiwa mengeluh
dalam dosa terjerat;
bagai intan yang redup
angkat dan murnikanlah

Ref.
Jiwa-jiwa yang terhilang
bawa pada Tuhanmu;
jadi intan yang gemilang
di mahkota Rajamu.


✝️ PENGAKUAN IMAN RASULI
[ Berdiri-bersama] :
Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi.

Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang Tunggal, Tuhan kita.

Yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria.

Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut.

Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati.

Naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa, dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Aku percaya kepada Roh Kudus; gereja yang kudus dan am; persekutuan orang kudus; pengampunan dosa; kebangkitan orang mati; dan hidup yang kekal. 



💠 BERDOA : 

..............


Ya Tuhan, kami sangat  bersyukur untuk anugerah-Mu yang besar yang telah menyelamatkan hidup kami.

Tolonglah kami agar kami memiliki hati yang mengasihi jiwa-jiwa yang masih terhilang di dalam kegelapan dosa. Berikanlah  kepada kami hati yang rela berkorban untuk membawa mereka yang belum mengenal diri-Mu datang kepada takhta anugerah-Mu. 

Ya Tuhan, penuhilah hati kami dengan keberanian untuk menceritakan kasih dan anugerah-Mu kepada orang lain baik melalui perkataan maupun perbuatan kami. Supaya dengan demikian merekapun dapat datang kepada-Mu.

 

Tuhan yang Pengasih, pagi hari ini kami datang menghadap takhta-Mu dengan membawa pujian dan penyembahan kepada-Mu. Sebab sesungguhnya segala sesuatu yang ada pada kami, itu semua adalah berasal dari pada-Mu. 

Tiada hal yang baik yang kami perlukan di dalam hidup ini yang tak Engkau sediakan bagi kami. Sungguh,  di dalam genggaman tangan-Mu hati kami aman dan jiwa kami limpah dengan damai sejahtera. 

Ya Tuhan, tuntun dan sertailah hidup kami. Mampukan diri kami untuk mengisi hari ini dengan kehidupan yang menyenangkan hati-Mu. Kepada-Mu saja kami memohon, dan di dalam nama Yesus Kritus, Tuhan kami, kami berdoa. 


*****


Bapa kami yang di sorga, 
Dikuduskanlah nama-Mu, 
Datanglah Kerajaan-Mu, 
Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.

Jumat, 01 Oktober 2021

JANGANLAH BERMEGAH DAN MENINGGIKAN DIRI ~ Mezbah Keluarga ~ 2 Oktober 2021




MEZBAH KELUARGA 
Sabtu, 2 Okrober 2021
Lukas 14
JANGANLAH BERMEGAH DAN MENINGGIKAN DIRI


 



💠 MEMBACA MAZMUR :
       ðŸ“œ Mazmur 47:6-9
 
Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, 

YA TUHAN ITU, DENGAN DIIRINGI BUNYI SANGKAKALA. 

Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, 

BERMAZMURLAH BAGI RAJA KITA, BERMAZMURLAH! 

Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, 

BERMAZMURLAH DENGAN NYANYIAN PENGAJARAN! 

Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, 

ALLAH BERSEMAYAM DI ATAS TAKHTA-NYA YANG KUDUS. 


 
💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.


💠 MENYANYI :  PKJ 7. 
Bersyukurlah Pada Tuhan

🎶
Bersyukurlah pada Tuhan, 
serukanlah namaNya!
Bernyanyilah bagi Tuhan, 
mari bermazmurlah!

Ref.
Pujilah Tuhan, hai jiwaku, 
pujilah namaNya.
Aku hendak bernyanyi 
seumur hidupku.

🎶
Hatiku siap, ya Tuhan, 
bernyanyi dan bermazmur,
kar’na Engkau Maha baik, 
setia dan benar.

Ref.
Pujilah Tuhan, hai jiwaku, 
pujilah namaNya.
Aku hendak bernyanyi 
seumur hidupku.

🎶
Aku hendak mengagungkan 
Allahku dan Rajaku,
Dan memuliakan namaNya 
untuk selamanya.

Ref.
Pujilah Tuhan, hai jiwaku, 
pujilah namaNya.
Aku hendak bernyanyi 
seumur hidupku.


 

 



💠 BACAAN ALKITAB :
      📖  Lukas 14:10, 11
 

10 Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain. 

11 Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."

💠 RENUNGAN : 


JANGANLAH BERMEGAH DAN MENINGGIKAN DIRI
 

Tuhan akan merendahkan orang yang meninggikan dirinya, dan akan meninggikan orang yang merendahkan hati di hadapan-Nya. Memang merupakan kecenderungan dari manusia untuk tidak suka direndahkan oleh orang lain. Bukan itu saja, di saat yang sama ia juga suka meninggikan dirinya. Padahal kecongkakan merupakan awal dari runtuhnya kehidupan. Karena kecongkakan adalah sikap yang bertolak belakang dengan sifat Tuhan. Ia adalah pribadi yang rendah hati. Berarti orang yang congkak sesungguhnya telah menempatkan dirinya sebagai lawan dari Tuhan. Itu sebabnya daripada meninggikan diri sepatutnya kita hidup dengan merendahkan hati di hadapan Tuhan.

 


Kehendak Tuhan agar kita hidup di dalam sikap rendah hati ini dapat dilihat dari perkataan Yesus di dalam Lukas 14. Di situ Ia menggambarkan sikap ini seperti perilaku yang sepatutnya dari orang yang datang di sebuah pesta. Ia berkata: "Apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah." Suatu sikap rendah hati yang akan membuat tuan rumah mempersilakan kita untuk duduk di depan. Kemudian Ia berkata: "Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." Hal ini menegaskan bahwa Allah berkenan kepada orang yang rendah hati dan menentang mereka yang congkak hatinya.

 


PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :

Selama ini mana yang telah Anda lakukan, meninggikan diri sendiri atau merendahkan hati di hadapan Tuhan? Apakah buktinya?
 



💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
 

💠 MENYANYI :   PKJ 265. 
Bukan Kar’na Upahmu

🎶
Bukan kar’na upahmu 
dan bukan kar’na kebajikan hidupmu,
bukan persembahanmu 
dan bukan pula hasil perjuanganmu:
    
Allah mengampuni kesalahan umatNya, 
oleh kar’na kemurahanNya;
melalui pengorbanan Putra TunggalNya ditebusNya dosa manusia.

Ref.
Bersyukur, hai bersyukur, 
kemurahanNya pujilah!
Bersyukur, hai bersyukur selamanya!

🎶
Janganlah kau bermegah 
dan jangan pula meninggikan dirimu;
baiklah s’lalu merendah 
dan hidup dalam kemurahan kasihNya.
    
Keangkuhan tiada berkenan kepadaNya; orang sombong direndahkanNya.
Yang lemah dan hina dikasihiNya penuh, 
yang rendah ‘kan ditinggikanNya.

Ref.
Bersyukur, hai bersyukur, 
kemurahanNya pujilah!
Bersyukur, hai bersyukur selamanya!



💠 BERDOA :
 
......


Ya Tuhan, kami sadar bahwa tidak jarang kami ini meninggikan diri sendiri bukan hanya di hadapan orang lain, namun juga di hadapan-Mu. 

Ya Tuhan, ampunilah kesombongan kami karena sikap yang seperti ini akan menyeret diri kami ke dalam keruntuhan. Ajarlah kami untuk senantiasa merendahkan diri di hadapan-Mu. 

Sebab orang yang merendahkan hatinya akan Engkau tinggikan pada waktunya. Dan bila Engkau yang meninggikan seseorang maka Engkau pula yang akan menopang hidup yang bersangkutan. 

Sedangkan bila Engkau yang menopang maka tidak akan ada kuasa apapun yang dapat menjatuhkannya.

 

Oleh sebab itu ya Tuhan, kami merendahkan diri kami di hadapan-Mu, yaitu dengan menyerahkan hidup kami di sepanjang hari ini ke dalam tangan pengasihn-Mu.

Besertalah dengan kami, agar Roh-Mu menuntun diri kami  untuk senantiasa berjalan di dalam kebenaran-Mu. 

Berikan kepada kami hati yang peka terhadap tuntunan-Mu agar kami mampu membuat pilihan dan keputusan-keputusan yang sesuai dengan kehendak-Mu. 

Tolonglah kami agar semua yang kami kerjakan pada hari ini berkenan kepada-Mu. Lalu berkatilah semuanya itu dengan keberhasilan. 

Ya Tuhan, jadikanlah kami saluran berkat-Mu bagi orang-orang yang ada di sekitar kami. 

Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, kami berdoa. 

 

 ***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 
Amin. 
 

MARI MEMASAK ~ Mengolah Ati Ampela







ATI AMPELA KENTANG SAUS TIRAM


Bahan :⁣
- 5 pasang ati ampela, rebus dgn jahe, lengkuas, salam dan sedikit garam hingga matang. Potong dadu Sisihkan⁣
- 2 buah kentang, kupas potong dadu, goreng hingga matang. Sisihkan⁣
- 1 buah tomat, potong2⁣
- 3 buah cabe hijau, iris serong⁣
- 2 sdm kecap manis⁣
- 2 sdm saus tiram⁣
- 250ml air matang⁣
- Garam, gula secukupnya⁣
- 1sdt air jeruk limau⁣

Bumbu Daun : ⁣
2 cm jahe geprek⁣
2 cm lengkuas geprek⁣
1 lembar daun salam⁣
2 lembar daun jeruk⁣
Bumbu halus :⁣
6 buah bawang merah⁣
4 siung bawang putih⁣
1 cm kunyit⁣
4 buah cabai merah⁣
4 buah cabai rawit merah⁣
Cara memasak :⁣
1. Tumis bumbu halus dan bumbu daun hingga harum lalu masukan ati ampela aduk rata⁣

2. Tambahkan air, kecap manis, saus tiram, garam gula. Koreksi rasa⁣

3. Masukan kentang dan cabe hijau, Masak hingga bumbu meresap dan kuah mengental. Sesaat sebelum di angkat masukan tomat dan air jeruk limau.

4. Sajikan