Sabtu, 04 September 2021

BERSIKAP MAWAS DIRI ~ Mezbah Keluarga Hari Minggu ~ 5 September 2021





MEZBAH KELUARGA HARI MINGGU
5 September 2021
Hosea 13:4-6
BERSIKAP MAWAS DIRI




πŸ’  PEMBUKAAN :

[Papa] :  Kita mulai Mezbah Keluarga Hari Minggu ini dengan pertolongan dari TUHAN yang menciptakan langit dan bumi, Dia tidak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya, dan Dia selalu dalam kesetiaan-Nya sampai selama-lamanya. ~ Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. Amin.

πŸ’  MEMBACA MAZMUR :
 [Anak] :   πŸ“œ Mazmur 36:6, 8

Ya TUHAN, kasih-Mu sampai ke langit, 

SETIA-MU SAMPAI KE AWAN. 

Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! 

ANAK-ANAK MANUSIA BERLINDUNG DALAM NAUNGAN SAYAP-MU. 





πŸ’  MENYANYI :  PKJ 14. 
Kunyanyikan Kasih Setia Tuhan

🎢



πŸ’  BERDOA :

[Mama] :  Ya Tuhan, kami bersyukur kepada-Mu untuk pagi hari ini, juga kami berterima kasih atas penjagaan-Mu sepanjang tidur malam kami, dan kini dapat bangun dalam kondisi yang segar-bugar.

Ya Tuhan, Sang Kehidupan, Kasih-Mu yang besar mengubahkan segala sesuatu di dunia ini. Ubahkanlah diri kami menjadi orang-orang yang selalu menghargai kehidupan yang Engkau berikan.

Allah yang Kudus, Engkaulah Penebus kami dan kekuatan kami. Kami memohon, kiranya Roh-Mu menguasai diri kami dan menerangi hati pikiran kami dengan Kebenaran-Mu yang membimbing kami melakukan Kehendak-Mu dalam semua kegiatan kami setiap hari. 

Dalam pengasihan Yesus Kristus, Tuhan kami, kami berdoa, Amin.


πŸ’  MENYANYI : GB 61. (1, 2)
TUHAN, AJARKANLAH KEHENDAKMU
(Teach Me Thy Will, O Lord)

🎢
Tuhan, ajarkanlah kehendak-Mu;
nyatakan jalan-Mu dan firman-Mu.
‘Kus’rahkan hidupku pada bimbingan-Mu,
dekatkan diriku kepada-Mu

🎢
Ajarlah kukenal anug’rah-Mu.
Sinarilah dengan t’rang wajah-Mu
Hapuskan dosaku, diami hatiku,
kiranya ‘ku tetap bersama-Mu

πŸ’  MEMBACA ALKITAB :
 [Anak] :  πŸ“–   Hosea 13:4-6

4 Tetapi Aku adalah TUHAN, Allahmu sejak di tanah Mesir; engkau tidak mengenal allah kecuali Aku, dan tidak ada juruselamat selain dari Aku. 

5 Akulah yang mengenal engkau di padang gurun, di tanah yang gersang.

6 Ketika mereka makan rumput, maka mereka kenyang; setelah mereka kenyang, maka hati mereka meninggi; itulah sebabnya mereka melupakan Aku. 


πŸ’  RENUNGAN : 



BERSIKAP MAWAS DIRI

Kita harus senantiasa bersikap mawas diri, supaya ketika diberkati kita tidak menjadi lupa diri. Acapkali ketika seseorang mengalami persoalan ia menjadi rajin beribadah, membaca Alkitab maupun berdoa untuk memohon pertolongan Tuhan. Namun bila Tuhan sudah mengulurkan tangan untuk menolong serta memberkati dirinya maka tidak jarang yang bersangkutan menjadi lupa diri. Ia tidak lagi beribadah, membaca Alkitab maupun berdoa dengan rajin seperti sebelumnya. Itu sebabnya di dalam segala keadaan kita harus senantiasa bersikap mawas diri, yaitu dengan mengingat bahwa sesungguhnya di setiap saat hidup kita adalah bergantung kepada kemurahan Tuhan.

 


Pentingnya untuk senantiasa bersikap mawas diri ini dapat kita lihat di dalam kehidupan bangsa Israel seperti yang dicatat di dalam Hosea 13. Di situ Allah mengutarakan tentang kemurahan-Nya dengan memberkati bangsa Israel, dan menyelamatkan mereka dari perbudakan di Mesir. Bukan itu saja, Ia juga memelihara umat-Nya ini di padang gurun dalam perjalanan mereka menuju negeri Kanaan. Namun "setelah mereka kenyang, maka hati mereka meninggi," dan melupakan Tuhan. Kalau saja mereka bersikap mawas diri, yaitu dengan menyadari bahwa semua yang telah mereka alami adalah karena kemurahan Tuhan, maka di masa suka maupun sukar mereka akan tetap mengingat Dia.




πŸ’  MENYANYI :  NKB 14. (1, 4)
Jadilah Tuhan, KehendakMu

🎢
Jadilah, Tuhan kehendak Mu!
‘Kaulah Penjunan, ‘ku tanahnya.
Bentuklah aku sesuka Mu,
'kan ‘ku nantikan dan berserah.

🎢
Jadilah, Tuhan kehendak Mu!
S’luruh hidupku kuasailah.
Berilah Roh Mu kepadaku,
agar t’rang Kristus pun nyatalah.




✝️ PENGAKUAN IMAN RASULI
[ Berdiri-bersama] :
Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi.

Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang Tunggal, Tuhan kita.

Yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria.

Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut.

Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati.

Naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa, dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Aku percaya kepada Roh Kudus; gereja yang kudus dan am; persekutuan orang kudus; pengampunan dosa; kebangkitan orang mati; dan hidup yang kekal. 



πŸ’  BERDOA : 

Tuhan, kami berterima kasih kepada-Mu karena rencana-Mu selalu yang terbaik bagi hidup kami. Tidak berkesudahan kebaikan-Mu bagi diri kami.

Kasih-Mu sangat besar sehingga melampaui kemampuan akal kami untuk mencernanya. Kami  memohon kepada-Mu ya Tuhan, agar Engkau senantiasa menjaga hati kami, supaya di dalam segala keadaan kami tetap hidup dengan sikap mawas diri. 

Tolonglah diri kami agar kami tidak pernah melupakan bahwasanya semua hal yang baik yang kami alami dalam hidup kami adalah berasal dari pada-Mu. Sehingga dengan demikian kami senantiasa hidup bergantung kepada anugerah-Mu.



Ya Tuhan, menyongsong hari-hari yang ada di hadapan kami, maka kami yakin bahwa Engkau tidak pernah meninggalkan diri kami. 

Walaupun banyak hal yang tak kami pahami tentang masa depan kami, tetapi kami mau percaya kepada-Mu, bahwa Engkau mengatur semuanya dan menjadikannya indah pada waktunya. 

Oleh sebab itu kami memohon agar Engkau berkenan menuntun dan menyertai hidup kami di sepanjang hari yang akan kami lalui ini. 

Di dalam tuntunan-Mu saja kami akan terhindar dari jalan yang salah, dan di dalam penyertaan-Mu ada damai sejahtera serta keberhasilan akan mengiring hidup kami. 

Pakailah diri kami menjadi saluran kasih-Mu bagi orang-orang yang ada di sekitar kami. 

Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, kami berdoa kepada Bapa sorgawi.


*****


Bapa kami yang di sorga, 
Dikuduskanlah nama-Mu, 
Datanglah Kerajaan-Mu, 
Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.

MENGHARGAI KESABARAN TUHAN Mezbah Keluarga 4 September 2021





MEZBAH KELUARGA 
Sabtu, 4 September 2021
Hosea 11:1-2, 4-5
MENGHARGAI KESABARAN TUHAN




πŸ’  MEMBACA MAZMUR :
       πŸ“œ Mazmur 86:15

Tetapi Engkau, ya Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, 

PANJANG SABAR DAN BERLIMPAH KASIH DAN SETIA. 
 


πŸ’  SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.


πŸ’  MENYANYI :  KJ 58. (1, 3)

🎢
Mahakasih yang ilahi, 
nikmat sorga, turunlah
Mendiami hati kami; 
Kau mahkota kurnia.
Yesus, Kau berlimpah rahmat, 
Sumber kasih yang besar
Datanglah membawa s'lamat 
bagi kami yang gentar.
 

🎢
Penebus yang mahakuasa, 
b'rilah kami hidup-Mu.
Datang dan senantiasa 
tinggal dalam umat-Mu,
hingga beserta malaikat 
yang mengabdi, menyembah,
kami turut memuliakan 
kasih-Mu selamanya.





πŸ’  BACAAN ALKITAB :
      πŸ“– Hosea 11:1-2, 4-5
 
1 Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu.

2 Makin Kupanggil mereka, makin pergi mereka itu dari hadapan-Ku; mereka mempersembahkan korban kepada para Baal, dan membakar korban kepada patung-patung. 

4 Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan. 

5 Mereka harus kembali ke tanah Mesir, dan Asyur akan menjadi raja mereka, sebab mereka menolak untuk bertobat. 




πŸ’  RENUNGAN : 



MENGHARGAI KESABARAN TUHAN

Memang Allah bersifat panjang sabar, namun bukan berarti kesabaran-Nya tidak terbatas. Sama seperti seorang ayah yang mengasihi anaknya. Di dalam kesabarannya ia tidak segera menghukum anaknya ketika si anak melakukan kesalahan. Yang ia lakukan adalah memberikan peringatan agar anak tersebut berhenti berbuat salah. Namun apabila si anak meremehkan kesabaran dari ayahnya dengan terus melakukan pelanggaran yang sama tentu sang ayah tidak akan membiarkan hal tersebut. Demi kebaikan si anak ia akan menghukum yang bersangkutan. Dengan kata lain, walaupun sang ayah adalah pribadi yang panjang sabar, namun bukan berarti kesabarannya tiada batasnya.

 


Hal yang sama dengan diri Allah. Ia adalah pribadi yang panjang sabar, namun bukan berarti kesabaran-Nya boleh dipermainkan. Sebagaimana yang ditulis di dalam Hosea 11, walaupun umat Israel mengkhianati diri-Nya dengan menyembah berhala, Allah di dalam kesabaran-Nya tetap "menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih." Namun ketika umat-Nya tidak juga kunjung bertobat maka Iapun bertindak menghukum mereka. Sehingga "mereka harus kembali ke tanah Mesir, dan Asyur akan menjadi raja mereka." Hal ini menunjukkan bahwa Allah adalah pribadi yang panjang sabar namun bukan berarti kesabaran-Nya tiada batasnya.




PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :

Apakah yang harus Anda lakukan sebagai penghargaan Anda terhadap kesabaran Tuhan? Mengapa demikian?
 

πŸ’  SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
 

πŸ’  MENYANYI :   KJ 416. (1, 3)

🎢
Tersembunyi ujung jalan, 
hampir atau masih jauh;
'ku dibimbing tangan Tuhan 
ke neg'ri yang tak 'ku tahu.
Bapa, ajar aku ikut, 
apa juga maksudMu,
tak bersangsi atau takut, 
beriman tetap teguh.


🎢
Tuhan, janganlah biarkan 
kutentukan nasibku.
B'rilah hanya kudengarkan 
keputusan hikmatMu.
Aku ini pun selaku 
kanak-kanak yang bebal.
Bapa jua bimbing aku 
ke kehidupan kekal.

 




πŸ’  BERDOA :
 
Bapa sorgawi, Engkau adalah pribadi yang panjang sabar. Di dalam kesabaran-Mu Engkau bersedia menuntun hidup kami, menjaga diri kami agar tidak melangkah ke jalan yang salah dan mengangkat diri kami ketika kami jatuh. 

Di dalam kemurahan-Mu Engkau selalu mengingatkan kami agar hidup sesuai dengan kehendak-Mu. Karena sesungguhnya Engkau tidak pernah tersesat maupun bermaksud untuk menyesatkan diri kami. 

Oleh karena itu ampunilah diri kami apabila tak jarang kami ini mempermainkan kesabaran-Mu. Ajarlah diri kami untuk menghargai kemurahan-Mu agar supaya hidup kami memuliakan nama-Mu.


Ya Bapa Sorgawi, kami bersyukur kepada-Mu untuk hari yang baru yang Engkau berikan kepada kami pada hari ini. 

Kami percaya Engkau tidak akan pernah membiarkan diri kami berjalan seorang diri. Engkau selalu menuntun diri kami dengan Roh-Mu. 

Hikmat-Mu selalu tersedia bagi diri kami dan menyanggupkan kami untuk membuat keputusan-keputusan yang benar serta berkenan kepada-Mu. 

Berkatilah diri kami di dalam mengerjakan semua tugas dan tanggung jawab kami pada hari ini dengan keberhasilan. Jadikanlah diri kami berkat bagi orang-orang di sekitar kami. 

Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, kami berdoa.

 ***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 
Amin. 
 

 

Kamis, 02 September 2021

JIKA JIWAKU BERDOA | Mezbah Keluarga | 3 September 2021





MEZBAH KELUARGA 
Jumat, 3 September 2021
Markus 14:35, 36
JIKA JIWAKU BERDOA





πŸ’  MEMBACA MAZMUR :
       πŸ“œ Mazmur 113:2, 3

Kiranya nama TUHAN dimasyhurkan, 

SEKARANG INI DAN SELAMA-LAMANYA. 

Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari 

TERPUJILAH NAMA TUHAN.

 
πŸ’  SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.


πŸ’  MENYANYI :  KJ 6. (1, 4)
HAI MASYHURKANLAH

🎢
Hai masyhurkanlah Allahmu kudus:
besar namaNya maklumkan terus.
Agungkanlah Dia yang jaya megah;
kekal dan mulia kerajaanNya.


🎢
KepadaNyalah syukur abadi!
KepadaNyalah sembah tak henti,
Kuasa dan hikmat, pujian merdu,
Kemuliaan, hormat dan kasih penuh!



πŸ’  BACAAN ALKITAB :
      πŸ“– Markus 14:35, 36

35 Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya. 

36 Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."


πŸ’  RENUNGAN : 



JIKA JIWAKU BERDOA

Doa bukanlah upaya memaksa Tuhan agar menuruti kehendak kita, namun merupakan penyerahan diri kita kepada kehendak-Nya. Oleh karena itu slogan Pray Until Something Happens, berdoa sampai sesuatu terjadi, merupakan hal yang benar namun juga dapat dipahami secara keliru. Kalau slogan ini dimaknai sebagai kegigihan untuk berdoa, maka hal itu merupakan prinsip yang benar. Tetapi kalau diartikan bahwa kita harus gigih berdoa sampai Tuhan terpaksa menuruti kehendak kita, maka itu merupakan sikap yang keliru. Sebab bila kita dapat memaksa Tuhan maka berarti Dia bukanlah pribadi yang berdaulat. Oleh sebab itu yang benar adalah melalui doa kita menyerahkan diri kepada kehendak-Nya.

 


Prinsip tentang doa inilah yang dicontohkan Yesus dan dicatat dalam Markus 14. Ditulis di situ Ia berkata: "Janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki." Itulah contoh dari doa yang seharusnya. Yaitu bahwa di dalam doa kita tidak boleh memaksakan kehendak kita kepada Tuhan. Sebab kehendak kita tidak selalu tepat dan tidak selalu sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna. Justru melalui doa kita mengungkapkan keyakinan kita bahwa kehendak Tuhan adalah yang terbaik, dan kuasa-Nya tidak terbatas. Dengan kesadaran iman tersebut kita merendahkan diri serta memasrahkan hidup kita kepada kehendak-Nya.

 





PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :

Apakah selama ini Anda telah berdoa dengan menyerahkan diri kepada kehendak Tuhan? Apakah bukti dari jawaban Anda itu?

 
πŸ’  SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
 

πŸ’  MENYANYI :   KJ 460. (1, 3)
JIKA JIWAKU BERDOA

🎢
Jika jiwaku berdoa 
kepadaMu, Tuhanku,
ajar aku t'rima saja 
pemberian tanganMu
dan mengaku, s'perti Yesus 
di depan sengsaraNya:
Jangan kehendakku, Bapa, 
kehendakMu jadilah.

 
🎢
Aku cari penghiburan 
hanya dalam kasihMu.
Dalam susah Dikau saja 
perlindungan hidupku.
'Ku mengaku, s'perti Yesus 
di depan sengsaraNya:
Jangan kehendakku Bapa, 
kehendakMu jadilah.




πŸ’  BERDOA :
 
Ya Bapa yang baik, kami percaya bahwa kehendak-Mu selalu yang terbaik bagi kami. 

Tidak ada yang lebih baik di dunia ini melebihi mengikuti kehendak-Mu. Sebab di luar kehendak-Mu kami akan berjalan di dalam kegelapan dan menuju kepada kebinasaan. 

Ampunilah diri kami ya Tuhan, apabila acapkali kami hidup hanya untuk memuaskan keinginan kami sendiri dan tidak mempedulikan kehendak-Mu. 

Ya Roh Kudus, bimbinglah diri kami agar kami semakin mengenal kehendak-Mu dan berjalan sesuai dengan firman-Mu. Sehingga dengan demikian hidup kami akan berkenan kepada-Mu.

 

Ya Tuhan, ketika mengawali hari ini kami mengucap syukur kepada-Mu untuk semua kebaikan-Mu yang telah kami alami di dalam hidup kami. 

Kami menyerahkan hidup kami di sepanjang hari ini ke dalam tangan-Mu, dan memohon tuntunan-Mu agar kami sanggup melakukan semua tugas dan tanggung jawab kami. 

Berkatilah semua yang kami kerjakan dengan keberhasilan. Tuntunlah diri kami dengan hikmat-Mu agar kami sanggup mengambil keputusan-keputusan yang benar dan memuliakan nama-Mu. 

Jangan biarkan kami terjerumus ke dalam pencobaan dan lepaskanlah diri kami dari pada yang jahat. 

Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, kami berdoa. 


 ***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 
Amin. 
 

 

Rabu, 01 September 2021

KEWASPADAAN ROHANI | Mezbah Keluarga |2 September 2021





MEZBAH KELUARGA 
Kamis, 2 September 2021
Markus 13 : 5-8
KEWASPADAAN ROHANI


πŸ’  MEMBACA MAZMUR :
       πŸ“œ  Mazmur 111:1
 
Haleluya! Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, 

DALAM LINGKUNGAN ORANG-ORANG BENAR DAN DALAM JEMAAH. 


πŸ’  SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.


πŸ’  MENYANYI :  GB 246. 
AKU MAU BERSYUKUR

🎢
Aku mau bersyukur 
di antara bangsa-bangsa,
aku mau bermazmur 
bagi-Mu, ya Tuhan.
    
Kar'na kasih-Mu besar 
mengatasi langit tinggi;
kebenaran-Mu sampai 
menembus awan-awan.
    
Ditinggikan dirimu di atas langit.
Kemuliaan-Mu mengatasi bumi.
Ditinggikan diri-Mu diatas langit.
Kemuliaan-Mu mengatasi bumi.





πŸ’  BACAAN ALKITAB :
      πŸ“–  Markus 13:5-8

5 Maka mulailah Yesus berkata kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! 

6 Akan datang banyak orang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. 

7 Dan apabila kamu mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang, janganlah kamu gelisah. Semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. 

8 Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi di berbagai tempat, dan akan ada kelaparan. Semua itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. 




πŸ’  RENUNGAN : 


KEWASPADAAN ROHANI

Ajaran tentang akhir zaman yang benar adalah untuk membangkitkan kewaspadaan rohani dan bukan untuk menimbulkan rasa gelisah di hati. Sama dengan ajaran-ajaran lainnya demikianlah ajaran tentang akhir zaman diwarnai dengan ajaran yang benar dan yang keliru. Salah satu cara untuk membedakan keduanya adalah dengan melihat tujuan dari ajaran tersebut. Ajaran yang benar adalah untuk membangkitkan kewaspadaan rohani supaya dengan demikian orang tidak mudah tersesatkan dan menyembah juruselamat yang palsu. Sedangkan ajaran yang keliru adalah untuk membangkitkan rasa takut dan gelisah di hati, yang pada akhirnya justru akan membuat orang mudah untuk disesatkan.

 


Peringatan tentang kewaspadaan dan kegelisahan ini disampaikan Yesus kepada para murid-Nya dan dicatat di dalam Markus 13. Di situ Ia menjelaskan sikap yang seharusnya dari para pengikut-Nya dalam menghadapi zaman akhir. Ia berkata: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!" Lebih lanjut Ia juga berkata: "Janganlah kamu gelisah." Berarti ajaran yang benar akan membangkitkan kewaspadaan rohani dan bukan kegelisahan di hati. Kewaspadaan rohani yaitu agar kita tidak disesatkan orang. Bukan kegelisahan di hati karena zaman akhir merupakan awal dari zaman yang baru dan yang lebih baik. Dan di balik semua itu Tuhan yang memegang kendali atas jalannya sejarah.

 
 


PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :
Sudahkah Anda senantiasa bersikap waspada secara rohani? Apakah buktinya?



πŸ’  SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
 



πŸ’  MENYANYI :   KJ 413. (1,2)
Tuhan, Pimpin AnakMu

🎢
Tuhan, pimpin anakMu, 
agar tidak tersesat.
Akan jauhlah seteru, 
bila Kau tetap dekat

Ref.
Tuhan pimpin! 
Arus hidup menderas;
Agar jangan 'ku sesat, 
pegang tanganku erat.

🎢
Hanya Dikau sajalah 
Perlindungan yang teguh.
Bila hidup menekan, 
Kau harapanku penuh.

 Ref.
Tuhan pimpin! 
Arus hidup menderas;
Agar jangan 'ku sesat, 
pegang tanganku erat.




πŸ’  BERDOA :
 
Tuhan, Engkau selalu melindungi diri kami dan tidak membiarkan kami tersesat oleh rupa-rupa angin pengajaran. 

Roh-Mu menerangi pikiran kami dan firman-Mu menuntun hidup kami agar kami berjalan di dalam kebenaran. 

Ya Tuhan, tolonglah diri kami agar senantiasa bersikap waspada supaya kami ini tidak disesatkan oleh ajaran yang keliru dan yang membuat diri kami menjauh dari pada-Mu. 

Penuhilah hati kami ya Tuhan dengan damai sejahtera, sehingga kami tidak merasa gelisah di dalam menghadapi hari esok karena kami yakin Engkau memegang kendali atas segala sesuatu. 

Engkaulah Sang Penguasa sejarah yang menggenggam hidup kami dengan tangan-Mu.

 

Ya Tuhan, kembali pagi hari ini kami mengangkat pujian dan ucapan syukur kami kepada-Mu, karena Engkau berjanji akan senantiasa menyertai hidup kami. 

Oleh sebab itu apapun yang akan kami hadapi pada hari ini hati kami tidak merasa gelisah, karena Engkau tidak akan membiarkan diri kami berjalan seorang diri. 

Tolonglah diri kami di dalam mengerjakan semua tugas dan tanggung jawab kami, supaya dengan demikian berkat dan keberhasilan yang dari pada-Mu selalu mengiring kehidupan kami. 

Pakailah diri kami sebagai garam dan terang-Mu di manapun diri kami berada. 

Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, kami berdoa. 


 ***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 
Amin. 
 

 

Selasa, 31 Agustus 2021

KASIH YANG SEJATI | Mezbah Keluarga | 1 September 2021





MEZBAH KELUARGA 
Rabu, 1 September 2021
Markus 12
KASIH YANG SEJATI




πŸ’  MEMBACA MAZMUR :
      πŸ“œ  Mazmur 115:18

Tetapi kita, kita akan memuji TUHAN, 

SEKARANG INI DAN SAMPAI SELAMA-LAMANYA. 
HALELUYA!


πŸ’  SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.


πŸ’  MENYANYI :  KJ 7. (1, 4)
Ya Tuhan, Kami Puji NamaMu Besar

🎢
Ya Tuhan, kami puji namaMu besar.
Ya Bapa, makhlukMu menyanyi bergemar.
Langit, buana, laut bersyukur semua
Malaikat segenap memuji Dikau jua.
KemuliaanMu tetap senantiasa.
Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Mahakuasa!


🎢
Ya Roh Kudus, berilah iman yang teguh,
sucikan kami di persekutuanMu,
supaya kami jangan mengandalkan diri
dan janganlah sesat ke kanan dan ke kiri.
Ya Bapa, Putra, Roh, kiranya Kauberikan
Kepenuhan harapan yang kami nantikan.



πŸ’  BACAAN ALKITAB :
      πŸ“–  Markus 12:41-44

41 Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. 

42 Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. 

43 Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. 

44 Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya." 




πŸ’  RENUNGAN : 


KASIH YANG SEJATI


Kasih kepada Tuhan bukan hanya diukur dari apa yang kita lakukan bagi Dia, tetapi juga dari bagaimana sikap kita dalam melakukannya. Pada umumnya orang mengukur kasih dari apa yang dilakukan oleh orang secara lahiriah. Padahal apa yang nampak secara kasat mata belum tentu mencerminkan apa yang tersimpan di dalam hati. Sebagai contoh, orang yang menolong orang lain. Kalau tindakan tersebut bukan bersumber dari kerelaan untuk berkorban, namun hanya untuk mencari nama, maka sesungguhnya pertolongan yang ia lakukan bukan bersumber dari kasih yang sejati. Karena wujud dari kasih yang sejati adalah sikap rela berkorban bagi orang lain tanpa pamrih.

 


Ukuran dari kasih yang sejati itulah yang diajarkan Yesus di dalam Markus 12. Di situ dicatat bahwa banyak orang kaya yang memberi persembahan dari kelimpahan mereka. Kemudian datanglah seorang janda miskin yang memberi "dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya." Artinya janda ini memberi persembahan kepada Tuhan dengan pengorbanan. Sikap ini dihargai oleh Yesus, sehingga Ia berkata bahwa janda ini memberi lebih banyak daripada semua orang yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa kasih kita kepada Tuhan bukan hanya diukur dari jumlah persembahan yang kita berikan kepada-Nya, namun juga dari bagaimana sikap hati kita dalam melakukannya.




PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :
Sudahkah Anda sungguh-sungguh mengasihi Tuhan? Apakah buktinya?

 
πŸ’  SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
 

πŸ’  MENYANYI :   KJ 367. (1, 5)
PadaMu, Tuhan dan Allahku

🎢
PadaMu, Tuhan dan Allahku, 
kupersembahkan hidupku:
dariMu jiwa dan ragaku, 
hanya dalamMu 'ku teduh.
Hatiku yang Engkau pulihkan 
padaMu juga kuberikan.


🎢
NamaMu, Yesus, suci agung, 
ya Sumber kasih kurnia;
padamu datanglah umatMu 
mencari hidup yang baka.
Yang bertelut bertadah-tangan, 
berlimpah-limpah Kau kenyangkan.



πŸ’  BERDOA :

Ya Tuhan, Engkau telah terlebih dahulu mengasihi manusia sebelum kami mengasihi diri-Mu. 

Di dalam kasih-Mu Engkau telah rela mengorbankan diri-Mu sampai mati di kayu salib demi menyelamatkan manusia dari dosa dan hukuman dosa. Sungguh besar kasih-Mu bagi hidup kami.

Tolonglah diri kami agar juga mampu mengasihi semua orang seperti kasih yang telah kami alami dari-Mu. Sehingga melalui hidup yang mengasihi dalam pengorbanan yang tanpa pamrih itu orang dapat melihat hati-Mu melalui hidup kami.

Supaya dengan demikian nama-Mu dimuliakan oleh karena pikiran, perkataan dan perbuatan kami sehari-hari.

 

Pagi hari ini kembali kami menghadap takhta-Mu untuk mengangkat pujian dan syukurku kepada-Mu. Engkau layak menerima segala pujian dan hormat untuk selama-lamanya. 

Izinkan diri kami untuk kembali mengalami kebaikan-Mu di dalam hidup kami. Oleh karena itu tuntun dan sertailah diri kami di sepanjang hari ini dengan firman dan Roh Kudus-Mu. 

Bawalah diri kami untuk senantiasa berjalan di jalan-jalan-Mu yang benar, dan penuhilah hidup kami dengan hikmat yang dari pada-Mu. 

Berkatilah semua yang kami kerjakan pada hari ini dengan keberhasilan. Jadikanlah diri kami saluran berkat-Mu bagi semua orang. 

Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, kami berdoa. 

****

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 
Amin. 
 

 

Momen aku








SAAT 31 AGUSTUS 2021


Foto2 HUT 












Senin, 30 Agustus 2021

TUJUAN HIDUP YANG BENAR | Mezbah Keluarga | 31 Agustus 2021





MEZBAH KELUARGA 
Selasa, 31 Agustus 2021
Markus 11
TUJUAN HIDUP YANG BENAR





πŸ’  MEMBACA MAZMUR :
       πŸ“œ Mazmur 5:9 (AYT)  

Ya TUHAN, tuntun aku dalam kebenaran-Mu oleh karena musuh-musuhku; 

BUATLAH JALAN-MU LURUS DI HADAPANKU. 

 
πŸ’  SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.


πŸ’  MENYANYI :  KJ 412. 
TUNTUN AKU, TUHAN ALLAH

🎢
Tuntun aku, Tuhan Allah, 
lewat gurun dunia.
Kau perkasa dan setia; 
bimbing aku yang lemah.
Roti sorga, Roti sorga, 
puaskanlah jiwaku,
puaskanlah jiwaku.

🎢
Buka sumber Air Hidup, 
penyembuhan jiwaku,
dan berjalanlah di muka 
dengan tiang awanMu.
Jurus'lamat, Jurus'lamat, 
Kau Perisai hidupku,
Kau Perisai hidupku.




πŸ’  BACAAN ALKITAB :
      πŸ“–  Markus 11:7-10

7 Lalu mereka membawa keledai itu kepada Yesus, dan mengalasinya dengan pakaian mereka, kemudian Yesus naik ke atasnya. 

8 Banyak orang yang menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang menyebarkan ranting-ranting hijau yang mereka ambil dari ladang. 

9 Orang-orang yang berjalan di depan dan mereka yang mengikuti dari belakang berseru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, 

10 diberkatilah Kerajaan yang datang, Kerajaan bapak kita Daud, hosana di tempat yang maha tinggi!" 




πŸ’  RENUNGAN : 


TUJUAN HIDUP YANG BENAR

Hidup yang mulia bukanlah sekadar hidup dengan tujuan yang jelas, namun juga hidup dengan tujuan yang benar. Memang kita perlu memiliki tujuan hidup yang jelas, sebab bila tidak demikian maka hidup kita akan berputar-putar tanpa arah. Itulah hidup di dalam kesia-siaan. Namun bukan saja tujuan tersebut harus jelas, ia juga harus benar. Seperti sebuah kapal yang berlayar dengan arah yang jelas namun keliru kemungkinan ia akan karam karena menabrak karang. Oleh sebab itu kita perlu memastikan bahwa di samping tujuan hidup kita harus jelas, tujuan tersebut juga haruslah benar. Termasuk di dalam hal ini yaitu tujuan kita dalam mengikut Kristus.

 

Pentingnya tujuan yang benar ini dapat dilihat pada sambutan penduduk Yerusalem terhadap Yesus seperti yang dicatat di dalam Markus 11. Mereka menyambut kedatangan-Nya dengan sangat meriah karena berharap bahwa Yesus akan membebaskan negeri mereka dari penjajahan bangsa Romawi. Suatu tujuan yang keliru. Sebab Yesus datang ke dunia dengan maksud yang berbeda, yaitu untuk membebaskan manusia dari dosa dan hukuman dosa. Sebagai akibat, lima hari kemudian mereka yang tadinya menyambut Yesus dengan berseru: "Hosana!" sekarang berteriak: "Salibkan Dia!" Hal ini menjelaskan tentang pentingnya untuk hidup dengan tujuan yang bukan hanya jelas, tetapi juga benar.




PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :
Sudahkah Anda memiliki tujuan hidup yang benar? Apakah buktinya?

 
πŸ’  SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
 

πŸ’  MENYANYI :   GB 245. (1, 2)
HIDUPKU DISENTUH OLEH KASIH TUHAN
(Touched by the Master's Love)

🎢
Hidupku disentuh oleh kasih Tuhan,
dengan cara ajaib 'ku disentuh-Nya.
Giranglah hatiku walau aku cemas.
'Ku disentuh oleh kasih-Nya.

Ref.
kasih besar Tuhanku menyentuh hidupku,
lebih besar dari kasih yang dunia beri.
Seluruh hidupku 'ku memuji Tuhan;
'ku disentuh oleh kasih-Nya.


🎢
Hidupku disentuh oleh kasih Tuhan,
bagiku nyatalah dalam firman-Nya.
S'lamanya 'ku tetap berpegang pada-Nya
'Ku disentuh oleh kasih-Nya.

Ref.
kasih besar Tuhanku menyentuh hidupku,
lebih besar dari kasih yang dunia beri.
Seluruh hidupku 'ku memuji Tuhan;
'ku disentuh oleh kasih-Nya.


πŸ’  BERDOA :
 
Ya Tuhan, kami berterima kasih kepada-Mu karena Engkau telah menyelamatkan diri kami dari dosa dan hukuman dosa. 

Di dalam anugerah-Mu Engkau telah memanggil kami untuk hidup dengan tujuan yang baru, yaitu untuk memuliakan nama-Mu. 

Ampunilah diri kami apabila kami hidup dengan tujuan yang lain, dan kehidupan kami tidak memuliakan nama-Mu. 

Tuhan, ubahlah hati kami dengan Roh dan firman-Mu, dan murnikanlah motivasi diri kami di dalam mengikut Engkau. 

Sebab hanya dengan demikian barulah kami dapat hidup menyenangkan hati-Mu dan bersikap setia kepada-Mu sampai pada akhir hidup kami.

 

Tuhan yang setia, kami juga bersyukur kepada-Mu untuk hari yang baru yang Engkau berikan kepada kami pada hari ini. 

Sebab kepada-Mu kami percaya, bahwa sebagaimana di hari-hari yang lalu Engkau selalu memelihara diri kami, maka demikian juga pada hari ini Engkau akan mencukupkan seluruh keperluan hidup kami. 

Kesetiaan-Mu tidak pernah berubah dan selalu dapat kami andalkan. Oleh sebab itu kami menyerahkan hidup dan masa depan kami ke dalam tangan-Mu. 

Ya Tuhan, berkatilah semua yang kami kerjakan pada hari ini dengan keberhasilan. Jadikanlah diri kami saluran kasih-Mu bagi orang-orang di sekitar kami, supaya dengan demikian mereka akan datang untuk menyembah diri-Mu.

Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan kami yang setia, kami berdoa. 


 ***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 
Amin.