Minggu, 04 April 2021

IBADAH HARI PASKAH GEREJA RUMAH, Minggu 4 April 2021





"KUBUR KOSONG BUKTINYA"



TATA IBADAH PASKAH GEREJA RUMAH



(Berdiri)

💠 AJAKAN BERIBADAH :

Anak : 🗣  Hari ini, Yesus Kristus telah bangkit dari antara orang mati. Malaikat itu berkata :  "Janganlah kamu takut; ... kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, ... Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. (Matius 28:5-6)

Hari ini sejarah mencatat bahwa Yesus Kristus pernah mati dan Ia bangkit dari kematiannya. 

Karena itu, ya keluargaku, marilah kita aminkan peristiwa sejarah iman ini, marilah kita mengarahkan hati dan pikiran untuk menghadap TUHAN dalam Ibadah ini, dengan menyanyi dari :  KJ 188 (1, 2)
KRISTUS BANGKIT! SORAKLAH'

🎶
Kristus bangkit! Soraklah: Haleluya!
Bumi, sorga bergema: Haleluya!
Berbalasan bersyukur: Haleluya!
Muliakan Tuhanmu! Haleluya!

🎶
Karya kasihNya genap: Haleluya!
KemenanganNya tetap: Haleluya!
Surya s'lamat jadi t'rang: Haleluya!
Takkan lagi terbenam: Haleluya!



💠 DOA HARI PASKAH :

Mama  : 🤲 Tuhan Sang Hidup, 
Terima kasih atas karunia keselamatan dalam Kristus Yesus. Kasih-Mu yang besar mengubahkan segala sesuatu di dunia ini. 
Oleh karena itu, ubahkanlah diri kami menjadi orang-orang yang selalu menghargai kehidupan yang Engkau berikan.

Terima kasih atas topangan dan penghiburan dari-Mu di tengah masa-masa sulit pamdemi Covid ini. 

Oleh karena itu, tolonglah kami memperolah ketenangan dan kedamaian di dalam hati kami, agar kami mampu menjalani hari demi hari di dalam pengharapan.

Terima kasih atas kasih dan janji pemulihan yang Engkau nyatakan. 

Oleh karena itu, buatlah kami melakukan apa yang Engkau perintahkan, untuk selalu mengambil langkah-langkah aktif untuk menghadirkan kehidupan bagi sesama yang menderita dan lemah. 

Tuhan Sang Hidup, 

Ampunilah kesalahan dan dosa-dosa yang kami perbuat, baik sengaja maupun tidak. 

Jadikanlah kami saksi yang setia mengabarkan karya kematian dan kebangkitan-Mu dimana pun kami berada. 

Amin



💠 Menyanyi :   KJ 194. (1, 2)
DIKAU YANG BANGKIT, MAHAMULIA

🎶
Dikau, Yang Bangkit, mahamulia!
Dikaulah abadi jaya dan megah!
Turun malak sorga putih cemerlang;
kubur ia buka, tanda Kau menang.

Ref.
Dikau, Yang Bangkit, mahamulia!
Dikaulah abadi jaya dan megah!

 🎶
Lihatlah Dia, Yesus, Tuhanmu!
Dialah Mesias; yakinlah teguh!
Mari, umat Tuhan, bergembiralah!
Bertekun maklumkan kemenanganNya!

Ref.
Dikau, Yang Bangkit, mahamulia!
Dikaulah abadi jaya dan megah!


💠 DOA MOHON ROH KUDUS

Papa :  🤲  Ya Bapa yang Mahamulia,
Ya Kristus yang Mahapengasih, 
Bimbinglah kami dengan Roh Kudus, 
agar kami memahami Kehendak-Mu 
melalui Pembacaan Alkitab dan Pemberitaan Firman Allah. 

Berbicaralah kepada kami, Ya TUHAN, 
kami sudah siap mendengar. 

Engkaulah TriTunggal Kudus yang kami muliakan kini dan sepanjang segala masa. 

Amin. 



💠 PEMBACAN ALKITAB :

Anak :  🗣 Marilah mendengar Alkitab dibacakan dari : Yohanes 20:1-10 yang menyatakan demikian : 

20:1  Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.

20:2  Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan."

20:3  Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. 

20:4  Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.

20:5  Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. 

20:6  Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,

20:7  sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.

20:8  Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. 

20:9  Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.

20:10  Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah. 


Demikianlah pembacaan Alkitab, terpujilah Yesus Kristus, Haleluya

Semua :   🎶 Haleluya, Haleluya , Haleluya...

(Duduk)


💠 RENUNGAN HARI PASKAH :

"KUBUR KOSONG BUKTINYA"


Papa :  🗣  Salah satu baris lagu Sebab Dia Hidup, bertuliskan: "Kubur kosong membuktikan Dia hidup." Benarkah kubur kosong membuktikan Ia hidup? Simaklah pengalaman dan respons beberapa murid yang menyaksikan kubur kosong itu.
 
Maria Magdalena merupakan saksi pertama yang melihat kubur Yesus yang sudah terbuka itu dan mungkin ia tidak masuk ke dalam kubur itu. Ia segera berlari memberitahu Petrus dan dan murid yang dikasihi Yesus seraya berkata bahwa tubuh Yesus telah dicuri, tetapi ia tidak tahu di mana tubuh Yesus itu berada. Ini adalah respons umum yang dapat diterima secara logika oleh banyak orang karena mustahil seseorang bangkit dari kematian.
 
Petrus dan murid yang dikasihi Yesus berangkat ke kubur itu dan masuk ke dalamnya. Petrus masuk lebih dahulu dan melihat dalam ruang kubur yang kosong hanya terdapat kain kafan dan kain peluh pembungkus tubuh Yesus. Namun, murid yang dikasihi Yesus kemudian masuk dalam kubur kosong itu dan menyaksikan kejadian tersebut. Penulis Injil Yohanes mencatat respons murid itu adalah percaya. Ia percaya bahwa Yesus sudah bangkit sebagaimana pernyataan Perjanjian Lama yang sudah menubuatkan hal ini dan perkataan Yesus sendiri yang sudah mengajarkan hal itu kepada para murid-Nya.
 
Bagi murid yang dikasihi Yesus, kubur kosong membuktikan kebenaran nubuat Perjanjian Lama dan pengajaran Yesus bahwa Dia adalah Kebangkitan dan Hidup (Yoh. 11:25). Namun bagi Maria, diperlukan perjumpaan pribadi dengan Yesus yang sudah bangkit itu supaya Maria sungguh percaya akan kebangkitan-Nya. Apakah Anda memerlukan bukti untuk percaya bahwa Yesus sungguh sudah bangkit dari kematian?
 
Amin.

💠 Menyanyi :   KJ 191. (1, 2, )
HARI MINGGU, HARI KEBANGKITAN

🎶
Hari Minggu, Hari Kebangkitan, 
kami sambut fajarmu.
Di terangmu daya maut hilang, 
kalah sudah seteru.
Kristus, Matahari Kehidupan, 
o, pancarkan sinar penghiburan 
dan harapan yang penuh 
akan damai Sabatmu.

(kesempatan memberi persembahan)

🎶
Atas panggilanMu kami bangkit, 
hidup dalam hidupMu.
Dari kubur-dosa kami tampil, 
dibebaskan Roh Kudus.
Ajar kami tiap-tiap hari 
di kematianMu turut mati,
agar bangkit dan teguh 
ikut jalan jayaMu.




(Berdiri) 

💠 PENGAKUAN IMAN RASULI :

Semua :

(Duduk)

💠 DOA SYAFAAT :

Mama :   🤲  Ya Bapa yang baik,
Kami bersyukur, Sabda Kebenaran-Mu telah kami dengar. Oleh kebangkitan Yesus Kristus dari kematian, Engkau meneguhkan percaya kami bahwa Dialah Tuhan yang hidup dan sudah mengalahkan kuasa maut. 

Kuatkan iman kami agar kami dapat bersaksi dengan berani tentang kuasa kasih-Mu.

Ya Bapa yang kekal,
tolonglah kami menghidupi iman sejati dengan menuruti kehendak-Mu sampai kepada kekalan menjadi bagian kami.

Ya Tuhan, oleh pengasihan-Mu kami mohon,

Semua :  Kabulkanlah doa kami,

Papa :  🤲 Ya Tuhan yang mengaruniakan iman. Kami berdoa supaya semua warga gereja semakin bertumbuh di dalam iman kepada Yesus Kristus.

Kiranya semua anggota jemaat, mengalami kasih yang semakin bertumbuh di dalam pengetahuan dan segala pengertian yang benar.

Ya Tuhan,
Kami mohon perlindungan-Mu atas bangsa dan negara kami, kiranya kehendak baik meliputi semua orang sehingga kegiatan pembangunan untuk mensejahterakan rakyat banyak dapat terus berlanjut dengan hasil yang menggembirakan.

Ya Tuhan, dalam pengasihan-Mu kami mohon,

Semua : Kabulkanlah doa kami.

Anak :  🤲 Ya Tuhan , Engkaulah Allah yang selalu setia memelihara hidup kami, terimalah pernyataan syukur hati kami ini dan berkatilah itu agar berguna untuk pelayanan Gereja-Mu.

Dalam pengasihan-Mu kami mohon.... 


Semua : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Papa :  🤲 Peliharalah kami dalam kasih Kristus YESUS, yang mengajarkan kami berdoa bersama,  

Semua  :   Bapa kami yang di sorga, 
Dikuduskanlah nama-Mu, 
Datanglah Kerajaan-Mu, 
Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.


💠 Menyanyi :  GB 182. (1)
ANAK ALLAH TURUN KE DUNIA
(Because He Lives)

🎶
Anak Allah turun ke dunia;
mengasihi, mengampuni,
dan menebus s’luruh hidupku.
Kubur yang kosong bukti kebangkitan-Nya

Ref.
‘Ku tak cemas akan hari esok,
kuatir pun hilang lenyap.
Sekarang hidup ‘ku makin bermakna,
karena Yesus hidup, aku pun hidup.

 
(Berdiri) 

💠 PENGUTUSAN  :

Papa : 🗣 Marilah kita kembali dalam kehidupan dan kegiatan setiap hari dalam damai sejahtera, dan percayalah bahwa kebangkitan Yesus Kristus memberikan kita harapan akan hari depan yang lebih baik meski kita ini rapuh dan ringkih. Dalam pengharapan itu, kita berkata: 
Biarlah Yesus Kristus yang bangkit,

Semua : meneguhkan dan mengokohkan kami dalam kerapuhan dan keringkihan hidup yang kami alami.

Papa : Biarlah Yesus Kristus yang bangkit,

Semua : berjalan terus dengan kami, karena jalan di depan tidaklah mudah untuk dilewati.

Papa : Biarlah Yesus Kristus yang bangkit,

Semua : bersama-sama dengan kami dalam kehidupan ini, supaya karya kebangkitan-Nya menjadi nyata dalam kehidupan kami.


💠 Menyanyi :  GB 182. (2)
ANAK ALLAH TURUN KE DUNIA
(Because He Lives)

🎶
O manisnya bersama Yesus,
aku tent’ram, bahagia.
Terjaminlah masa depanku,
hidupku jadi baru oleh hidup-Nya.

Ref.
‘Ku tak cemas akan hari esok,
kuatir pun hilang lenyap.
Sekarang hidup ‘ku makin bermakna,
karena Yesus hidup, aku pun hidup.


💠 BERKAT

Papa :  🤲 Arahkanlah hati dan pikiran kita kepada TUHAN dan terima berkat-Nya : 

TUHAN melindungi 
dan membimbing kita sekalian, 
Allah Yang Maha Kuasa, 
yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus 
memberkati segala perjuangan kita sepanjang satu minggu kehidupan yang baru ini, mulai sekarang ini dan sampai selama-lama-nya 


Semua  : 🎶 Amin, amin, amin.... 

Sabtu, 03 April 2021

MENJUMPAI TUHAN DALAM KEHENINGAN






Renungan Sabtu Sunyi Menjelang Paskah


"MENJUMPAI TUHAN DALAM KEHENINGAN"


💠 Membaca Alkitab : 
      📖 Matius 27:57-66 (TB)  

27:57  Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga.

27:58  Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk menyerahkannya kepadanya. 

27:59  Dan Yusuf pun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, 

27:60  lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia.

27:61  Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ duduk di depan kubur itu. 

27:62  Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus,

27:63  dan mereka berkata: "Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. 

27:64  Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama." 

27:65  Kata Pilatus kepada mereka: "Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya." 

27:66  Maka pergilah mereka dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeterai kubur itu dan menjaganya. 


💠 Renungan :

"MENJUMPAI TUHAN DALAM KEHENINGAN"

Sabtu Sunyi atau Sabtu Sepi atau Sabtu Suci (bahasa Latin : Sabbatum Sanctum - “Hari Sabat Suci”) adalah hari setelah Jumat Agung dan sebelum Minggu Paskah. Hari Sabtu Sunyi memperingati pada saat tubuh Yesus Kristus dibaringkan di kubur setelah pada hari Jumat Agung mati disalibkan. Keesokan harinya (Paskah) Yesus bangkit dari kematian-Nya.

Perayaan Sabtu Sunyi umumnya dilaksanakan dalam keheningan, tentu tidak melulu soal kesedihan, melainkan refleksi dan evaluasi diri atas pengurbanan Kristus sampai mati dikubur. Sabtu Sunyi adalah keheningan yang menjembatani antara Jumat berdarah dengan Minggu bergelora, jembatan antara kematian Anak Domba dengan Kebangkitan Mesias Yesus Kristus. Ada kesalehan yang dalam dan keluhuran yang agung, yang penting direnungkan mengenai Sabtu Sunyi. Pada masa interval ini membentang antara harapan yang kandas dari para murid dan kejutan yang tidak diharapkan dari episode kemesiasan Yesus. Dia mati, namun tidak seperti yang diharapkan dan dibayangkan oleh pengikut-Nya. Situasi mencekam karena para murid tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya . 

Sabtu Sunyi adalah masa mengharapkan, meski kita tidak tahu pasti apa yang dapat diharapkan. Masa menanti, meski tidak tahu pasti apa yang sedang dinantikan. Lebih dari itu, Sabtu itu adalah masa dimana ketakutan untuk mengharapkan, dan kekuatiran untuk berani menanti menjadi suatu kristalisasi situasi yang dingin dan mencekam. Ditambah dengan ketakutan akan terjadi sesuatu seperti yang pernah dikatakan Yesus, “Pada hari yang ketiga Aku akan bangkit!” (Mat 27:63-64).

Bukankah situasi semacam ini terjadi dalam kehidupan kita saat ini? Sejak Maret 2020 kita hidup dalam ketakutan, situasi yang mencekap, tanpa harapan dan kehilangan segalanya, bahkan kita nyaris tidak berbuat apa-apa karena kita tidak tahu harus berbuat apa. Kita benar-benar berada di Sabtu Sunyi sehari setelah kematian-Nya di kayu salib. 

Dalam Sabtu Sunyi mari kita belajar hidup sejenak dalam keheningan dan memohon kepada Tuhan: ”Penuhi Kami ya Tuhan, dengan damai-Mu.” Dalam keheningan Sabtu Sunyi ini kita meminta Tuhan memenuhi kita dengan damai Tuhan. Bukan damai kita, tetapi damai Tuhan. Bukan damai menurut kita, tetapi damai menurut Tuhan.

Hening adalah saat di mana kita bisa mendengarkan lebih jelas suara kita dan Tuhan. Kebisingan dunia ini dengan segala ketakutan dan keputusasaan kita, kadang membuat kita sulit mendengar suara hati kita sendiri; apa lagi suara Tuhan. Tuhan yang ita kenal adalah Tuhan yang selalu hadir dalam keheningan. Doa-doa dan peribadatan yang sudah ribuan tahun umurnya adalah bentuk komunikasi dengan yang Ilahi dalam keheningan. Karena dalam hening itu kita dapat saling mendengarkan. Apa yang Saudara dengar di Sabtu Sunyi ini? Seperti murid-murid Yesus yang tidak melakukan apa-apa dan hanya diam sambal menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya, demikianlah yang perlu kita lakukan di Sabtu Sunyi ini. Menunggu dan mendengar suara Tuhan menyapa kita dalam keheningan.

Sumber :

https://www.alkitab.or.id/layanan/berita-detail/menjumpai-tuhan-dalam-keheningan?j=1886581&sfmc_sub=163618248&l=51_HTML&u=42391944&mid=7313798&jb=1056

Hari Paskah : KUBUR KOSONG BUKTINYA








Kristus sungguh bangkit! Ia tidak dicuri orang. Penulis Alkitab yang mencatat setiap detail dari peristiwa kebangkitan Yesus. Kebangkitan-Nya benar-benar terjadi. 


💠 Bacaan Alkitab
     📖  Yohanes 20:1-10

20:1  Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.

20:2  Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan."

20:3  Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. 

20:4  Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.

20:5  Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. 

20:6  Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah,

20:7  sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.

20:8  Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. 

20:9  Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.

20:10  Lalu pulanglah kedua murid itu ke rumah. 



 💠  Renungan Paskah

"KUBUR KOSONG BUKTINYA"
 
Salah satu baris lagu Sebab Dia Hidup, bertuliskan: "Kubur kosong membuktikan Dia hidup." Benarkah kubur kosong membuktikan Ia hidup? Simaklah pengalaman dan respons beberapa murid yang menyaksikan kubur kosong itu.

Maria Magdalena merupakan saksi pertama yang melihat kubur Yesus yang sudah terbuka itu dan mungkin ia tidak masuk ke dalam kubur itu. Ia segera berlari memberitahu Petrus dan dan murid yang dikasihi Yesus seraya berkata bahwa tubuh Yesus telah dicuri, tetapi ia tidak tahu di mana tubuh Yesus itu berada. Ini adalah respons umum yang dapat diterima secara logika oleh banyak orang karena mustahil seseorang bangkit dari kematian.
 


Petrus dan murid yang dikasihi Yesus berangkat ke kubur itu dan masuk ke dalamnya. Petrus masuk lebih dahulu dan melihat dalam ruang kubur yang kosong hanya terdapat kain kafan dan kain peluh pembungkus tubuh Yesus. Namun, murid yang dikasihi Yesus kemudian masuk dalam kubur kosong itu dan menyaksikan kejadian tersebut. Penulis Injil Yohanes mencatat respons murid itu adalah percaya (ayat 8). Ia percaya bahwa Yesus sudah bangkit sebagaimana pernyataan Perjanjian Lama yang sudah menubuatkan hal ini (ayat 9) dan perkataan Yesus sendiri yang sudah mengajarkan hal itu kepada para murid-Nya.
 
Bagi murid yang dikasihi Yesus, kubur kosong membuktikan kebenaran nubuat Perjanjian Lama dan pengajaran Yesus bahwa Dia adalah Kebangkitan dan Hidup (Yoh. 11:25). Namun bagi Maria, diperlukan perjumpaan pribadi dengan Yesus yang sudah bangkit itu supaya Maria sungguh percaya akan kebangkitan-Nya. Apakah Anda memerlukan bukti untuk percaya bahwa Yesus sungguh sudah bangkit dari kematian?
 

💠 Berdoa :

🤲 Ya Tuhan yang sudah bangkit,
Kuatkanlah imanku agar sungguh-sungguh percaya bahwa Engkau adalah Tuhan yang hidup dan sudah mengalahkan kuasa maut. 

Kuatkanlah imanku agar aku dapat bersaksi dengan berani tentang Engkau dan kuasa kebangkitan-Mu.

Amin.

Mezbah Keluarga : SABTU SUNYI, YESUS DIMAKAMKAN.






MEZBAH KELUARGA 
3 April 2021
Matius 27:57-61
SABTU SUNYI, YESUS DIMAKAMKAN.
 

💠 Menyanyi :   KJ 186. (1, 2)
SAAT SEDIH

🎶
Saat sedih, tak terperi; 
air mata bercucuran:
Putra tunggal BapaNya 
kini dikuburkan.

🎶
Terbaringlah di kuburNya 
Yang mati pada salib,
 agar kurnia firdaus 
diberi kembali.


💠 Berdoa :

      🤲 Ya Allah, Bapa yang pengasih,
Hari ini, kami mengenang akan  Putra-Mu yang mati di kayu salib pada Jumat Agung, dan kini dalam Sabtu Sunyi kami rasakan kesepian, ketiadaan, karena Ia dikuburkan dan turun ke dalam alam maut.

Berilah kuasa Firman-Mu menerangi hati dan pikiran kami sehingga mengalami kemerdekaan oleh Kebenaran-Nya.

Dalam pengasihan PuteraMu Yesus Kristus, Tuhan kami, yang kami muliakan bersama Engkau dan Roh Kudus, sekarang dan sampai selama-lamanya.

Amin.

💠 Membaca Alkitab :
         📖  Matius 27:57-61 (AYT)  

27:57  Ketika hari mulai malam, datanglah seorang yang kaya dari Arimatea bernama Yusuf, yang juga telah menjadi murid Yesus. 

27:58  Ia pergi kepada Pilatus dan meminta tubuh Yesus. Lalu, Pilatus memerintahkan agar tubuh Yesus diberikan kepada Yusuf. 

27:59  Dan, Yusuf mengambil tubuh Yesus, dan membungkus-Nya dengan kain linen yang bersih, 

27:60  dan membaringkan-Nya dalam kuburan yang baru, miliknya sendiri, yang sudah ia gali pada bukit batu. Lalu, Yusuf menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kuburan itu dan pergi. 

27:61  Dan, di sana, ada Maria Magdalena dan Maria yang lain sedang duduk di hadapan kuburan itu. 



💠 Renungan :

 🖍  " Yusuf mengambil tubuh Yesus, dan membungkus-Nya dengan kain linen yang bersih, dan membaringkan-Nya dalam kuburan yang baru, miliknya sendiri, ... " 
[27:59-60a (AYT)]




" SABTU SUNYI, YESUS DIMAKAMKAN "

 
Ketika orang yang kita kasihi meninggalkan kita untuk selama-lamanya, apakah yang kita rasakan? Sedih, bingung, kehilangan, tidak terima, tidak percaya, dan lain-lain hal yang mungkin kita rasakan. Kira-kira seperti inilah yang dirasakan oleh orang-orang terdekat Yesus pada hari setelah Ia mati di kayu salib. Orang yang selama ini mereka kasihi, mengayomi mereka, mengajar mereka, sekarang tidak bersama dengan mereka lagi. Secara manusiawi, pasti ada goncangan psikis yang muncul ketika orang yang kita kasihi pergi meninggalkan kita. Dalam bacaan kita hari ini, dikatakan bahwa murid-murid perempuan Yesus, Maria Magdalena dan Maria yang lainnya duduk di depan kubur Yesus (61). Bisa dipastikan perasaan yang mereka rasakan pasti tidak jauh dari terguncang dan kesepian. Tidak jauh beda perasaan para murid yang lainnya. Mungkin mereka telah hancur hati dan kehilangan harapan.


 
Hari Sabtu antara Jumat Agung dan Paskah dalam tradisi gereja disebut sebagai Sabtu Sunyi. Apa maknanya? Apa yang harus dilakukan pada hari Sabtu Sunyi? Mungkin tidak banyak dari kita sekalian yang menghayati makna Sabtu Sunyi. Ketika kita diliputi oleh perasaan yang tidak menentu karena kematian Yesus di kayu salib, Sabtu Sunyi ada sebagai hari di mana kita seharusnya merenungkan peristiwa kematian Yesus. Direnungkan sebagai apa? Direnungkan sebagai sebuah momen di mana kita berjaga dan berharap akan kebangkitan Yesus. Sabtu Sunyi adalah sebuah ruang kosong yang di dalamnya Allah bekerja untuk membuktikan bahwa Yesus pernah ada dalam alam kubur, hal yang sangat manusiawi karena Yesus juga sepenuhnya manusia. Melalui Sabtu Sunyi kita disadarkan juga bahwa pada saat inilah Yesus berjuang melawan kematian, melawan kuasa kegelapan yang sedang membelenggu manusia berdosa.
 

Sabtu Sunyi merupakan momen kita seharusnya berjaga dan berdoa, bukan merasa takut dan gentar. Biarlah kita menjadi murid-murid Kristus yang percaya bahwa keesokan hari, batu besar yang menutup kubur itu akan terguling, dan Yesus telah bangkit.

 
💠 Menyanyi :   KJ 186. (3, 5)
SAAT SEDIH

🎶
Manusia, dosamulah 
yang menyebabkan ini:
semestinya kamulah 
yang rebah disini

 
🎶
Bahagialah manusia 
yang sadar merenungkan
bahwa Raja mulia 
rela dikuburkan.


💠 Berdoa :

      🤲 Ya Allah yang kekal dan kuasa, 
Putera-Mu yang tunggal telah turun ke dalam alam maut dan Ia akan naik kembali dengan mulia pada hari Paskah. Kiranya semua orang beriman yang telah dikuburkan bersama Kristus melalui tanda baptisan, akan bangkit pula bersama Dia kepada kehidupan yang kekal. 

Ya Tuhan Yesus Kristus, seperti biji yang jatuh ke tanah, Engkau telah menghasilkan buah kehidupan ilahi bagi kami, kiranya kami meneladani Engkau, sehingga kami mati terhadap dosa, dan kami hidup bagi Allah.


*****


Bapa kami yang di sorga, 
Dikuduskanlah nama-Mu, 
Datanglah Kerajaan-Mu, 
Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.

Jumat, 02 April 2021

Mezbah Keluarga Hari Jumat Agung







MEZBAH KELUARGA 2 April 2021
Hari Jumat Agung
Matius 27:32-44 (AYT)  
PENDERITAAN YANG TAK TERTANGGUNGKAN
 


💠 Menyanyi :   KPRI 49. 
MEMANDANG SALIB RAJAKU

🎶
Memandang salib rajaku
yang mati untuk dunia,
Kurasa hancur congkakku
dan harta hilang harganya.

🎶
Berpadu kasih dan sedih
mengalir dari luka-Mu,
mahkota duri yang pedih
menjadi keagungan-Mu.


💠 Berdoa :

🤲  Ya Bapa, Allah yang pengasih.
Hari ini, seluruh orang Kristen merayakan Jumat Agung untuk mengenang kematian Putra-Mu, Yesus di kayu salib. 
Kematian-Nya itu menjadi cara yang telah Engkau tetapkan untuk menebus dosa-dosa kami, umat manusia.

Kami bersyukur kepada-Mu atas pengorbanan Yesus di kayu salib bagi setiap kami, orang yang percaya.

Kami berdoa supaya setiap orang percaya dapat memaknai Jumat Agung dengan benar sehingga iman mereka makin diteguhkan dan makin rindu menyebarkan berita kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus kepada banyak orang.

Dalam kuasa-Mu ya Bapa, dan oleh pengasihan Yesus Kristus, Tuhan penyelamat kami, yang memerintah bersama dengan Roh Kudus sejak semula, kini dan sepanjang segala masa. 

Amin

💠 Menyanyi :

GB 169. (1)
NUN DI BUKIT YANG JAUH

🎶
Nun di bukit yang jauh, tampak kayu salib:
lambang kutuk, nestapa, cela.
Salib itu tempat Tuhan mahakudus
menebus umat manusia.

Ref.
Salib itu kujunjung penuh,
hingga tiba saat ajalku.
Salib itu kurangkul teguh
dan mahkota kelak milikku


💠 Membaca Alkitab :
         📖   Matius 27:32-44 (AYT)  

27:32  Ketika para tentara itu keluar, mereka menjumpai seorang laki-laki dari Kirene yang bernama Simon. Mereka memaksa Simon untuk memikul salib Yesus. 

27:33  Dan, ketika mereka tiba di sebuah tempat yang bernama Golgota, yang berarti “Tempat Tengkorak”, 

27:34  mereka memberi-Nya anggur untuk diminum yang dicampur dengan empedu, dan setelah mencecapnya, Dia tidak mau meminumnya. 

27:35  Ketika mereka menyalibkan Yesus, mereka membagi-bagikan pakaian-Nya di antara mereka dengan membuang undi. 

27:36  Kemudian, mereka duduk dan mengawasi-Nya di situ. 

27:37  Dan, di atas kepala-Nya, mereka memasang tuduhan terhadap-Nya, “INILAH YESUS, RAJA ORANG YAHUDI.”

27:38  Pada saat itu, ada dua orang penjahat yang disalibkan bersama dengan Yesus. Satu di sebelah kanan dan yang satu di sebelah kiri. 

27:39  Dan, orang-orang yang lewat menghujat Dia sambil menggeleng-gelengkan kepala, 

27:40  dan berkata, “Engkau yang akan merobohkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu sendiri! Jika Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!” 

27:41  Demikian juga imam-imam kepala, bersama ahli-ahli Taurat, dan para tua-tua mengejek Yesus, kata mereka, 

27:42  “Ia menyelamatkan orang lain, tetapi Ia tidak dapat menyelamatkan Diri-Nya sendiri. Jika Ia adalah Raja Israel, biarlah Ia turun dari salib itu sekarang dan kita akan percaya kepada-Nya. 

27:43  Ia percaya kepada Allah, maka biarlah Allah menyelamatkan-Nya sekarang, jika Allah menghendaki-Nya. Karena Ia sendiri mengatakan, ‘Aku adalah Anak Allah.’” 

27:44  Para penjahat yang disalibkan bersama dengan Dia juga mengejek-Nya. 

💠 Renungan :

PENDERITAAN YANG TAK TERTANGGUNGKAN

 
 

Penyaliban adalah suatu bentuk hukuman yang sangat mengerikan. Bagi orang Roma, penyaliban hanya dikhususkan bagi para budak yang melakukan kesalahan, dan penjahat yang terjahat. Selain itu, penyaliban juga merupakan suatu penganiayaan yang dengan sengaja memperberat penderitaan dan menunda kematian. Melalui pengertian ini kita tahu bagaimana pemerintah Roma dan orang-orang Yahudi menempatkan keberadaan Tuhan kita Yesus Kristus. Mereka bisa saja menempatkan Yesus pada posisi itu, tetapi mereka tidak dapat memahami keberadaan Yesus yang sesungguhnya di tiang itu. Mereka tidak dapat menyamakan Yesus dengan kedua penjahat yang berada di sebelah kanan dan kiri Yesus yang harus disalib karena kejahatan yang mereka lakukan. Tetapi tidak demikian halnya dengan Yesus. Dia harus menderita di kayu salib untuk menggenapi perjuangan-Nya menghubungkan kembali persekutuan manusia dengan Allah yang terputus karena dosa. Yesus menderita karena kejahatan yang tidak Dia lakukan. Bahkan untuk kejahatan kita Yesus rela disiksa, disakiti, diolok, dihina, ditelanjangi, dibuat tak berdaya, hingga akhirnya di salib.
 

Kita diingatkan bahwa keterbuangan penderitaan yang dialami-Nya adalah hukuman Ilahi yang seharusnya ditanggung oleh dosa-dosa kita. Dia menenggak "cawan" murka Allah yang seharusnya menjadi bagian kita. Hingga akhirnya Dia harus mengorbankan nyawa- Nya, juga untuk kita. Kematian-Nya diiringi peristiwa dahsyat dimana bumi bergoyang, bukit batu terbelah, gelap gulita, kubur terbuka, orang mati bangkit! Mata dunia terbuka, bahwa kematian yang dialami-Nya bukanlah kematian manusia biasa.
 
RENUNGKAN
Hendaklah mata hati dan iman kita pun tetap terbuka untuk melihat fakta bahwa persekutuan kita dengan Allah terjalin kembali karena Kristus, melalui kematian-Nya, telah mengangkut seluruh dosa- dosa kita.

 
💠 Menyanyi :  GB 169. (3)
NUN DI BUKIT YANG JAUH

🎶
Indahlah bagiku salib hina keji,
berlumuran darah-Nya kudus:
hilanglah dosaku, sucilah hatiku
berkat korban Yesus Penebus.

Ref.
Salib itu kujunjung penuh,
hingga tiba saat ajalku.
Salib itu kurangkul teguh
dan mahkota kelak milikku


💠 Pengakuan Iman Rasuli


☦️ Perjamuan Kudus ☦️

🕯 Penetapan Perjamuan Kudus

Markus 14:22-25 (AYT)  

Ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti dan setelah memberkatinya, Dia memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, serta berkata, “Ambillah, ini tubuh-Ku.” 

Lalu, Dia mengambil cawan, dan setelah mengucap syukur, Dia memberikannya kepada mereka, dan mereka semua minum dari cawan itu. 

Yesus berkata kepada mereka, “Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang dicurahkan bagi banyak orang. 

Sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, Aku tidak akan meminumnya lagi dari buah pohon anggur, sampai pada hari ketika Aku meminum anggur yang baru di dalam Kerajaan Allah.” 


🕯 Berdoa :

      🤲 Tuhan Yesus Kristus, 
Kami percaya,
bahwa Engkau mencurahkan darah-Mu 
untuk mengampuni dosa-dosa kami,
dan untuk menawarkan kepada kami suatu kehidupan yang baru. 
Bebas dari rasa bersalah dan malu, 
sehingga dengan berani dan yakin
kami mendekati takhta Bapa surgawi. 
Hari ini, kami menerima anugerah 
tubuh-Mu dan darah-Mu, 
dan kuasa kasih-Mu 
yang kami kenangkan peristiwa-Mu itu dalam roti dan anggur Perjamuan Kudus.

*****


Bapa kami yang di sorga, 
Dikuduskanlah nama-Mu, 
Datanglah Kerajaan-Mu, 
Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.

🕯Menyanyi :  KJ 144A. (2)
SUARA YESUS KUDENGAR

🎶
Suara Yesus kudengar, 
"Yang haus, datanglah,
dan air hidup Kuberi, 
hai mari minumlah."
Kepada Yesus, Tuhanku, 
'ku datang berserah;
Kudapat Air Alhayat 
dan hidup dalamNya.


🕯Roti dan Anggur :

Supaya kita dipelihara dengan Roti Sorgawi, yakni Yesus Kristus, maka janganlah hati dan pikiran kita melekat pada roti dan anggur yang kelihatan ini, melainkan hendaklah dalam iman, kita mengarahkan hati dan pikiran kita kepada Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita. ”Carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada duduk di sebelah kanan  Allah”.



Perjamuan

Roti  ini adalah lambang Tubuh Kristus,
Ambillah dan makanlah

(makan roti)

Ingatlah dan percayalah bahwa Tubuh Tuhan kita Yesus Kristus telah diremukkan untuk pengampunan atas dosa-dosa kita.


Cawan ini melambangkan Darah Kristus,
Ambillah dan minumlah.

(minum anggur)

Ingatlah dan percayalah bahwa Darah Tuhan kita Yesus Kristus telah dicurahkan untuk pengampunan atas dosa-dosa kita.


🕯Berdoa


💠 Menyanyi  :   KJ 183. 
MENJULANG NYATA ATAS BUKIT KALA

🎶
Menjulang nyata atas bukit kala
t'rang benderang salibMu, Tuhanku.
Dari sinarnya yang menyala-nyala
memancar kasih agung dan restu.
Seluruh umat insan menengadah
ke arah cahya kasih yang mesra.
Bagai pelaut yang karam merindukan
di ufuk timur pagi merekah.


🎶
SalibMu, Kristus, tanda pengasihan
mengangkat hati yang remuk redam,
membuat dosa yang tak terperikan
di lubuk cinta Tuhan terbenam.
Di dalam Tuhan kami balik lahir,
insan bernoda kini berseri,
Teruras darah suci yang mengalir
 di salib pada bukit Kalvari.



💠 Berdoa / Berkat :

Allah Bapa sumber segala rahmat dan penghiburan, memberikan berkat berlimpah ke atas kita yang telah mengenangkan sengsara dan kematian Putra-Nya Yesus Kristus sambil kita mengharapkan kebangkitan-Nya;
Ya Allah Bapa kami, berikanlah pengampunan, anugerahkanlah penghiburan, kesehatan, tumbuhkanlah iman yang kudus, berikanlah keyakinan jaminan penebusan yang kekal. 
Dengan pengasihan Yesus Kristus, Tuhan kami.

Semua : 🎶 Amin, Amin, Amin ....

Kamis, 01 April 2021

Kamis Putih

Kamis Putih :
Aku membasuh kakimu dalam kerendahan

Yohanes 13:1-17, 31-35

https://www.alkitab.or.id/layanan/berita-detail/aku-membasuh-kakimu-dalam-kerendahan?j=1885751&sfmc_sub=163618248&l=51_HTML&u=42369342&mid=7313798&jb=1099

Mezbah Keluarga : JANGAN MENYALAHGUNAKAN KEKUASAAN!





MEZBAH KELUARGA 
1 April 2021
Matius 26 :47-56
JANGAN MENYALAHGUNAKAN KEKUASAAN!

Yesus berkata kepadanya, “Kembalikan pedangmu ke tempatnya, karena semua yang menggunakan pedang akan binasa oleh pedang. Atau, kamu pikir aku tidak mampu memohon kepada Bapa-Ku, dan Ia, sekarang juga, akan memberi lebih dua belas pasukan malaikat untuk-Ku? (Matius 26:52-53 AYT)


💠 Menyanyi :   KJ 367. (1, 3)
PADAMU, TUHAN DAN ALLAHKU

🎶
PadaMu, Tuhan dan Allahku, 
kupersembahkan hidupku
dariMu jiwa dan ragaku, 
hanya dalamMu 'ku teduh.
Hatiku yang Engkau pulihkan 
padaMu juga kuberikan.


🎶
Kumuliakan kuasa kasih, 
yang dalam Yesus terjelma;
'ku berserah sebulat hati 
di dalam arus rahmatNya.
Diriku tak kuingat lagi, 
lautan kasih kuselami.

💠 Berdoa :

     🤲 Ya Allah yang kekal,
Kami bersyukur untuk pagi ini, 
terima kasih atas penjagaan-Mu sepanjang tidur malam kemarin, dan kini dapat bangun dalam kondisi yang segar-bugar.

Kami mohon, terangilah hati pikiran kami dengan Kebenaran-Mu yang membimbing kami melakukan Kehendak-Mu dalam semua kegiatan sepanjang hari ini. 

Oleh pengasihan Tuhan Yesus Kristus, 
kami berdoa. 

Amin.


💠 Membaca Alkitab :
         📖  Matius 26:47-56 (AYT)  



26:47  Sementara Yesus masih berbicara, Yudas, satu dari kedua belas murid itu datang. Bersama-sama dengan dia, kerumunan besar orang banyak dari imam-imam kepala dan tua-tua bangsa itu, dengan pedang dan pentung. 

26:48  Sekarang, ia yang menyerahkan Yesus memberi mereka tanda, katanya, “Siapa yang aku cium, itulah Dia, tangkaplah Dia.” 

26:49  Yudas segera mendekat kepada Yesus dan berkata, “Salam, Rabi!” Dan, Yudas mencium-Nya. 

26:50  Yesus berkata kepadanya, “Teman, lakukanlah maksud kedatanganmu.” Kemudian orang banyak itu mendekat, meletakkan tangan pada Yesus, dan menangkap-Nya. 

26:51  Dan, lihat, satu dari mereka yang bersama Yesus mengulurkan tangannya, menarik pedangnya, dan menyerang hamba imam besar itu, dan memotong telinganya. 

26:52  Kemudian, Yesus berkata kepadanya, “Kembalikan pedangmu ke tempatnya, karena semua yang menggunakan pedang akan binasa oleh pedang. 

26:53  Atau, kamu pikir aku tidak mampu memohon kepada Bapa-Ku, dan Ia, sekarang juga, akan memberi lebih dua belas pasukan malaikat untuk-Ku? 

26:54  Namun, bagaimana kemudian Kitab Suci akan digenapi yang mengatakan bahwa harus terjadi demikian? 

26:55  Pada waktu itu, Yesus berkata kepada orang banyak itu, “Apakah seperti melawan perampok kamu keluar dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Setiap hari, Aku duduk mengajar di Bait Allah dan kamu tidak menangkap Aku. 

26:56  Akan tetapi, semua ini terjadi supaya kitab-kitab para nabi digenapi.” Kemudian, semua murid meninggalkan-Nya dan melarikan diri.



💠 Renungan :

  
🖍 Yesus berkata kepadanya, “Kembalikan pedangmu ke tempatnya, karena semua yang menggunakan pedang akan binasa oleh pedang. Atau, kamu pikir aku tidak mampu memohon kepada Bapa-Ku, dan Ia, sekarang juga, akan memberi lebih dua belas pasukan malaikat untuk-Ku? (Matius 26:52-53 AYT)


JANGAN MENYALAHGUNAKAN KEKUASAAN!

 
 


Ketika Yesus berbicara kepada kesebelas murid-Nya, Yudas, sang pengkianat itu datang beserta serombongan prajurit dan penjaga Bait Allah yang berseragam lengkap. Melalui ciumannya, Yudas memberikan tanda kepada para serdadu tersebut siapakah orang harus mereka tangkap. Sedangkan Yesus menyapa Yudas sebagai "teman" karena dia telah melecehkan relasi murid dan guru.
 
Ketika Yesus dipegang dan ditangkap, salah seorang murid Yesus berusaha membela-Nya. Dengan pedangnya ia memotong telinga hamba Imam Besar. Yesus menegur keras murid itu sebab cara yang dipakainya adalah jalan kekerasan dunia untuk menunjukkan kuasanya. Apabila Yesus mau, maka Dia bisa saja memanggil 12 pasukan  malaikat untuk membantu-Nya (ay. 53; catatan :12 pasukan = 72.000, 1 pasukan Romawi = 6000 prajurit). Namun Yesus tidak tidak memilih melakukan tindakan itu. Sebab jika Ia memilih tindakan itu, maka Ia gagal menggenapi apa yang telah dinubuatkan oleh Kitab Suci (ay. 54).
 
Yesus menyindir para prajurit dan penjaga Bait Allah yang hanya berani menangkap Yesus di malam hari, seolah-olah Dia adalah seorang kriminal, dan bukan di Bait Allah saat Ia sedang mengajar. Menariknya, Yesus tidak mempermasalahkannya sebab peristiwa itu memang harus terjadi sesuai dengan nubuat para nabi. Yang lebih ironis adalah justru para murid Yesus melarikan diri dan meninggalkan guru-Nya. Tiada satu murid pun yang menemani-Nya.
 
Kecenderungan orang yang berkuasa adalah menggunakan kekuasaannya entah untuk maksud baik atau jahat. Teladan yang Yesus tunjukkan adalah Ia tidak menggunakan kuasa Allah untuk membela diri-Nya, tetapi Ia rela menanggalkan kuasa-Nya (Flp. 2:6-7a) demi menggenapi kehendak Bapa-Nya.
 
Apa pun posisi kita, entah pejabat negara, pemimpin gereja, kepala perusahaan atau keluarga, atau sebagai orangtua, janganlah menyalahgunakan kekuasaan secara semena-mena atau untuk hal yang jahat. Sepatutnya kita menggunakan kekuasaan selaras dengan misi Allah untuk dunia ini. 


 
💠 Menyanyi :    GB 61. (1, 2)
TUHAN, AJARKANLAH KEHENDAKMU
(Teach Me Thy Will, O Lord)


🎶
Tuhan, ajarkanlah kehendak-Mu;
nyatakan jalan-Mu dan firman-Mu.
‘Kus’rahkan hidupku pada bimbingan-Mu,
dekatkan diriku kepada-Mu

🎶
Ajarlah kukenal anug’rah-Mu.
Sinarilah dengan t’rang wajah-Mu
Hapuskan dosaku, diami hatiku,
kiranya ‘ku tetap bersama-Mu




💠 Berdoa :

      🤲 Ya Tuhan Yesus Kristus
Tolonglah kami agar dapat merespon kasih-Mu bagi keselamatan kami, sehingga kami mampu bersyukur dalam segala hal.

Ya Tuhan, kami mohon jauhkanlah daripada kami keinginan untuk menyalahgunakan kekuasaan secara semena-mena atau untuk hal yang jahat, tetapi tolonglah kami untuk mampu menggunakan kekuasaan dengan bijaksana.

Ya Tuhan yang melihara hidup umat, 
Ajarlah kami untuk menaruh kepercayaan pada penyelenggaraan ilahi-Mu pada jalan hidup kami hari ini. 



*****


Bapa kami yang di sorga, 
Dikuduskanlah nama-Mu, 
Datanglah Kerajaan-Mu, 
Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.