Minggu, 31 Januari 2021

Ibadah Hari Minggu Gereja Rumah (di Rumah Saja) - KEKAYAAN ANDA TIDAK BISA MEMBELI HIDUP KEKAL




Ibadah Gereja Rumah (di Rumah Saja)
Hari Minggu IV Sesudah Epifani 
31 Januari 2021






TATA IBADAH HARI MINGGU SEDERHANA GEREJA RUMAH (di Rumah Saja)


(BERDIRI)
AJAKAN BERIBADAH :
Anak :

🗣
Hari ini kita memasuki hari minggu yang terakhir di bulan Januari 2021, Marilah kita mengarahkan hati untuk menghadap TUHAN  karena kasihsetia-Nya untuk selama-lamanya.
Kita menyanyi  dari : GB 12, MASUKLAH SEMUA MENGHADAP TUHAN

🎶
Masuklah semua menghadap Tuhan, 
sujud di hadirat-Nya;
marilah rendahkan diri dan hati 
di hadapan takhta-Nya.
Dalam kekudusan dan kebenaran 
sujudlah kepada-Nya.
Muliakan Tuhan, sorak, sukacita, 
kini dan selamanya.

🎶
Bukalah hatimu, minta Roh Kudus 
menerangi jiwamu.
Buanglah semua angkuh dan sombong 
dan mengaku dosamu.
T'rimalah anug'rah, rahmat dan kasih 
dari Yesus, Tuhanmu.
Muliakan Tuhan, sorak sukacita, kini 
dan selamanya.


DOA HARI MINGGU :
Mama :
🤲
Ya ALLAH, Engkaulah ilham yang menyesuaikan dan mengubah hidup kami; Kuasa-Mu saja yang mampu membawa kami pada tantangan dan peluang-peluang baru; 

Bentuklah kami, menjadi ciptaan-Mu yang baru, yang oleh kasihsetia-Mu dalam Yesus Kristus  telah menebus hidup kami dari kuasa dosa dan kematian kekal dengan darah-Nya yang sangat mahal.

Bimbinglah kami dengan Roh Kudus untuk berjalan dalam hidup yang baru, dengan memerhatikan dan belajar, mengasihi dan memercayai, sampai kerajaan-Mu datang.

Amin


MENYANYI  GB 50. PERUBAHAN AJAIB

🎶
Perubahan ajaib terjadi padaku,
ketika kasih Yesus masuk di hatiku.
Api Roh-Nya yang Kudus murnikan jiwaku,
hingga hidupku yang lama kini jadi baru.

Ref.
Hidupku yang sekarang bukan lagi milikku,
tetapi milik Kristus yang mengubah hidupku.
Aku ingin selalu tetap di jalan-Nya
dan menjadi saksi Kristus kini dan s'lamanya.



DOA MOHON ROH KUDUS : 
Papa :
🤲
Berhembuslah di dalam diri kami Ya Roh Kudus, supaya pikiran kami semua kudus;
Bertindaklah di dalam diri kami Ya Roh Kudus, supaya pekerjaan kami juga kudus;
Tariklah hati kami Ya Roh Kudus, 
supaya kami mencintai hanya yang kudus;
Kuatkanlah kami Ya Roh Kudus 
untuk membela apa yang kudus; 
Maka jagalah kami Ya Roh Kudus, 
supaya kami tetap kudus.
Amin.



PEMBACAN ALKITAB :
Anak :
🗣 Marilah mendengar Alkitab dibacakan dari : Markus 10 : 17 - 27 yang menyatakan begini : .............  ......  ......

Demikianlah pembacaan Alkitab, terpujilah Yesus Kristus, Haleluya. 

Semua :   
🎶  Haleluyah, haleluyah, haleluyah...

(DUDUK)



RENUNGAN :  
KEKAYAAN ANDA TIDAK BISA MEMBELI  HIDUP KEKAL

Papa : 
☦️🗣
         Seorang kaya ingin memperoleh hidup kekal, tetapi ternyata ia belum benar-benar serius untuk memiliki hidup kekal itu. Ia memang telah melakukan semua hukum Taurat, bahkan sejak masa mudanya. Ia mengira bahwa ketaatannya itu bisa menjadi modal untuk memiliki kehidupan kekal. Namun ketika ada syarat yang Yesus ajukan, yaitu untuk menjual harta kekayaannya, ia merasa keberatan. Bagi dia, harta kekayaannya jauh lebih berharga daripada harta di surga yang belum kelihatan. Mungkin dia telah bersusah payah untuk mendapatkan harta sebanyak itu. Lalu bagaimana mungkin ia harus membagikannya begitu saja kepada orang lain, meski mereka miskin? Lagi pula bagaimana ia dapat hidup selanjutnya? Ternyata ia telah menyandarkan hidupnya pada hartanya. Penolakannya untuk berpisah dari hartanya memperlihatkan bahwa ia telah menjadikan harta sebagai berhala. Kekayaannya telah membuat dia menolak hidup kekal.
 
          Kekayaan memang dapat membuat orang merasa tidak memerlukan Allah. Haus harta dapat menggantikan kehausan akan kebenaran. Meski demikian, Yesus bukan sedang mengajarkan bahwa orang miskin lebih mudah masuk surga atau bahwa tiap orang harus melepaskan kekayaannya. Namun tiap orang harus menyadari kebutuhannya akan Allah. Semua orang harus sadar bahwa tidak ada sesuatu apapun yang bisa dilakukan untuk memperoleh hidup kekal. Hidup kekal hanya bisa diperoleh dengan harga yang sangat mahal. Dan hanya Yesuslah yang dapat membayar harga itu.
 
         Syukur kepada Allah karena hidup kekal itu bisa kita terima dengan cara menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita.

Amin.



MENYANYIKJ 365B (1, 4, 5). 
TUHAN, AMBIL HIDUPKU
(sambil memberikan persembahan)


🎶
Tuhan, ambil hidupku 
dan kuduskan bagiMu;
pun waktuku pakailah 
memujiMu s'lamanya.
memujiMu s'lamanya.


🎶
Harta kekayaanku 
jadi alat bagiMu;
akal budi dan kerja, 
Tuhan, pergunakanlah!
Tuhan, pergunakanlah!


🎶
KehendakMu sajalah 
dalam aku terjelma;
jadikanlah hatiku 
takhta kebesaranMu.
takhta kebesaranMu.


(BERDIRI)

PENGAKUAN IMAN RASULI

(DUDUK)



DOA SYAFAAT, PERSEMBAHAN dan
BAPA KAMI :

Papa :
Setelah TUHAN menyapa kita dengan Sabda-Nya, marilah kita berdoa kepada-Nya :

Ya TUHAN, Allah kami, kami berdoa supaya kerajaan-Mu datang dalam Gereja Yesus Kristus, sehingga menjadi persekutuan yang kuat dalam pengabdian, kasih, dan pelayanan yang murah hati.  

YaTUHAN, dalam pengasihan-Mu kami mohon….

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Mama :
Ya Allah Bapa, kami berdoa agar kerajaan-Mu datang dalam diri para pemimpin bangsa, pemimpin Negara dan pemimpin umat sehingga terciptalah kehidupan dunia yang sejahtera, rukun dan damai. 

YaTUHAN, dalam pengasihan-Mu kami mohon…….

U  :  Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Anak:
Ya Allah sumber sukacita umat-Mu, 
Kami bersyukur hari ini bersama dengan  Pelkat Persekutuan Teruna GPIB karena kasihsetia-Mu telah membimbing Pelkat PT sepanjang 38 tahun melayani dan bersaksi.

Ya Allah, kami mendoakan kerajaan-Mu datang dan menguasai keluarga besar Jemaat GPIB Maranatha Banjarmasin, sehingga kami memilih jalan kebenaran dan keadilan dalam pengabdian yang tulus seperti yang ditunjukkan oleh Yesus kepada kami. 

YaTUHAN, dalam pengasihan-Mu, kami mohon……

U  Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.


Papa :
Ya TUHAN, Allah Bapa yang baik, kiranya kerajaan-Mu datang sehingga ketika ada orang yang menderita karena kekurangan atau karena sakit. Kami berdoa buatlah mereka mengalami limpahan kasih dan kemurahan-Mu dalam ujud uluran tangan dan kata-kata yang menghibur.

Dalam pengasihan-Mu, kami mohon…..

U  :  Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.


Mama :
Ya Allah, kiranya dengan kerajaan-Mu datang kepada kami, maka kami boleh memaknai setiap pekerjaan yang kami geluti itu sebagai sarana untuk melayani sesama manusia. Terlebih lagi, anugerahilah kami kesehatan yang cukup sehingga kami boleh memberikan diri melalui pekerjaan-pekerjaan yang kami tekuni. 

Marilah kita Mohon……

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Anak :
Ya TUHAN , terimalah syukur hati kami,  karena Engkau setia memelihara hidup kami. Kiranya persembahan kami menjadi berkat untuk pelayanan dan kekasian gereja-Mu.

Dalam pengasihan-Mu kami mohon.... 

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Papa :
Peliharalah kami dalam kasih Kristus YESUS, yang mengajarkan kami berdoa bersama,  

U  : Bapa kami yang ada di sorga,  ....... Amin.



MENYANYI :  GB 116. (1, 2)
YESUS INGINKAN DIRIMU BERSINAR T'RANG

Yesus inginkan dirimu bersinar t’rang
agar seluruh dunia memuji-Nya.
Bawa cahaya-Nya di tiap langkahmu,
agar terang-Nya makin jauh tersebar.
Ref.
Di dalam perbuatanmu, 
di dalam perkataanmu,
ingatlah Kristus minta darimu;
pancarkan sinar kasih-Nya 
kepada dunia yang gelap,
supaya dunia mengagungkan nama-Nya

 (BERDIRI)

Yesus inginkan kau menjadi saksi-Nya,
bagi semua orang yang berkesah.
Jadikan firman-Nya pelita bagimu,
agar hidupmu jadi saksi teguh.
Ref.
Di dalam perbuatanmu, 
di dalam perkataanmu,
ingatlah Kristus minta darimu;
pancarkan sinar kasih-Nya 
kepada dunia yang gelap,
supaya dunia mengagungkan nama-Nya



PENGUTUSAN & DOA MOHON BERKAT :
Papa :

🗣☦️
Arahkanlah hati dan pikiran kita kepada TUHAN dan terima berkat-Nya : 

TUHAN melindungi dan membimbing  kita sekalian, Allah Yang Maha Kuasa, yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus memberkati segala perjuangan kita sepanjang minggu kehidupan yang baru ini, mulai sekarang ini dan sampai selama-lama-nya 

Semua :
🎶  Amin, amin, amin.... 

 


Sabtu, 30 Januari 2021

PELAJARAN DARI WABAH VIRUS CORONA

DELAPAN PELAJARAN DARI WABAH VIRUS CORONA



1. Manusia rapuh, tidak berdaya
Pemazmur (103: 15-16) menyatakan: 
"Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi."
Di Mazmur lainnya, 90: 12, dinyatakan: 
"Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana."

2. Kesetaraan manusia. 
Di hadapan virus semua manusia dari semua sukubangsa dan latar belakang berbeda sama saja. Perbedaan hanya pada yang kuat daya tahan tubuhnya dengan yang lemah melawan virus Corona.

3. Kehilangan kontrol atas kehidupan. 
Dengan teknologi moderen manusia dapat mengontrol berbagai hal dengan mudah, dari remote TV atau AC, alarm HP, sampai tombol senjata pemusnah. Tetapi virus Corona tidak/belum dapat dikontrol manusia. Tidak semua hal dapat diatur, selalu ada keterbatasan manusia.

4. Mengalami penderitaan karena dikucilkan. 
Banyak orang yang dicurigai terpapar virus Corona disisihkan, bahkan diisolasi, dari kehidupan bersama dalam masyarakat (dan gereja). Rasa sakitnya lebih dari penyakit itu sendiri.


5. Membedakan antara ketakutan dan iman. 
Hidup dalam kecurigaan bahwa orang-orang di sekitar kita pembawa virus Corona amatlah tidak nyaman. Pilihan sebaliknya adalah tetap waspada menjaga kesehatan, namun beriman kepada Tuhan, yang pengasih dan setia menjaga hidup kita. Lukas 21: 24,
"Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang."


6. Kita makin sadar untuk berserah dan berdoa kepada Tuhan. 
Mendoakan diri sendiri dan orang lain yang menderita. Juga mendoakan pemerintah dan semua orang yang berjuang mencari solusi atas wabah ini. 

7. Reorientasi kehidupan. 
Kesibukan sehari-hari dalam upaya mencapai hidup sukses membuat orang lupa makna dan tujuan hidup. Wabah virus Corona memaksa kita menempatkan hidup kita pada arah yang benar. 

8. Sadar akan dosa dan kebinasaan. 
Alkitab mewartakan mengenai realitas dosa, yang lebih buruk daripada virus Corona. Kuasa dosa adalah maut, kebinasaan. Jalan keluarnya adalah menerima hidup kekal dalam penebusan Kristus. 
Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” (Yohanes 11: 25-26). 


Sumber :
zngelow@maret2020
Disarikan dari Mark Oden
https://www.thegospelcoalition.org


GEREJA-GEREJA MENGHADAPI REVOLUSI TEKNOLOGI DAN MEDIA SOSIAL




”GEREJA-GEREJA MENGHADAPI REVOLUSI TEKNOLOGI DAN MEDIA SOSIAL”



78. Gereja-gereja di Indonesia juga menghadapi tantangan serius yang dibawa oleh revolusi digital. Efek “disruptif” yang dibawa oleh revolusi digital itu tidak hanya berpengaruh besar dalam dunia bisnis maupun politik (penyebaran hoaks, pelintiran kebencian, kampanye hitam), yang telah mengakibatkan polarisasi berbahaya dalam masyarakat, tetapi juga ditengarai telah mengubah suasana kebudayaan kita yang berdampak luas pada kehidupan menggereja. Kemajuan teknologi itu tidak dapat dihentikan. Namun, tanpa kedewasaan dalam mengelolanya, revolusi teknologi yang melahirkan budaya digital tersebut bisa menceraiberaikan kita semua.


105. Revolusi teknologi telah sampai pada apa yang disebut sebagai Era Industri 4.0, yang ditandai dengan ekonomi digital, kecerdasan buatan (AI, Artificial Intelligence), big data, robot, dsb., dan akan terus berkembang. Revolusi ini mengakibatkan apa yang disebut pengalihan digital (digital disruption), terutama dalam dunia bisnis. Revolusi ini juga sangat berpengaruh dalam teknologi komunikasi, baik secara positif maupun negatif.

106. Revolusi teknologi modern melahirkan budaya digital, yakni kecanggihan kontemporer teknologi informasi dan komunikasi, dan dampaknya baik terhadap pengumpulan dan proses informasi maupun interaksi, pandangan dunia, keyakinan dan pendapat orang. Gereja dan orang Kristen perlu merespons perkembangan ini agar dapat menjalankan  panggilan kesaksian dan pelayanannya, juga melalui teknologi digital. Gereja perlu meningkatkan kreativitas dalam pelayanan digital, seperti membuat video-video pendek yang dapat disebarluaskan lewat Youtube, misalnya, agar dapat menjangkau kalangan milenial. Hal-hal yang lebih teknis, misalnya penggunaan Alkitab digital atau buku nyanyian digital dalam ibadah, perlu pengarahan pimpinan gereja supaya mendukung ibadah. Kalaupun ada upaya mengembangkan cyber church, tetaplah ditegaskan bahwa persekutuan gerejawi adalah perjumpaan pribadi, muka dengan muka.



107. Di era digital, masyarakat disuguhi informasi palsu (hoaks), ujaran kebencian, kampanye hitam, fitnah, dan sebagainya. Sebab itu, warga gereja dan masyarakat diimbau untuk bijak dengan media sosial: media sosial bukan ruang pameran pribadi, hindari mengumbar kehidupan pribadi; selektif berteman; interaktif, bukan pasif; media swafoto (selfie) yang informatif, disertai narasi singkat; dan saring informasi sebelum diteruskan (sharing); jangan ikut menyebarkan informasi palsu (hoaks). Ketika menulis di media sosial, tulislah hal yang menarik, menginspirasi, dan membawa damai kepada pembaca. Untuk itu, pendidikan dalam literasi digital di kalangan umat sangat dibutuhkan.

108. Selain itu, gereja-gereja perlu mendidik umat agar tidak tergantung, apalagi kecanduan pada gawai-gawai yang semakin canggih, melainkan mampu memakainya ke arah yang produktif. Begitu juga, model pelayanan gerejawi perlu lebih  terbuka dan dialogis serta kritis, mengingat revolusi digital juga memberi akses sangat luas pada umat.

109. Selain pada revolusi digital, dibutuhkan juga perhatian khusus gereja pada generasi milenial dan pascamilenial yang merupakan penghuni digital (digitally native). Peran serta generasi milenial amat diperlukan dan harus mendapat tempat dalam gereja: 

a. Model kepemimpinan dan pelayanan. 
Gereja-gereja perlu melakukan kajian dalam rangka mencari dan menerjemahkan model kepemimpinan serta pelayanan, termasuk ruang perjumpaan, yang kontekstual dengan kebutuhan generasi milenial dan pascamilenial sebagai subjek di dalam kepemimpinan dan pelayanan gereja. 

b. Literasi digital. 
Konteks generasi milenial dan pascamilenial yang dinamis dan dekat dengan pekembangan teknologi informasi membuat gereja perlu mengembangkan literasi digital (kemampuan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi, mengolah konten digital dan mengomunikasikannya secara baik) yang sesuai dengan konteks dari generasi milenial dan pascamilenial. 

c. Spiritualitas dan peran di era digital. Kedekatan generasi milenial dan pascamilenial dengan pengembangan teologi membuat perkembangan spiritualitas mereka pun berkembang di dalam serat-serat komunikasi digital. Di sini dibutuhkan pencarian model spiritualitas di era digital yang menjadi setting dari pergumulan generasi  milenial dan pascamilenial, termasuk tempat mereka di tengah pelayanan gereja dalam rangka mengoptimalkan pembangunan jemaat.

Sumber :
Pokok-Pokok Panggilan dan Tugas Bersama Gereja-Gereja di Indonesia (PPTB PGI) 2019–2024
DKG PGI 2019 - 2024, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2019 (hlm 54 - 57)

PENGAKUAN IMAN NICEA KONSTANTINOPEL

Naskah Teks : 
PENGAKUAN IMAN NICEA KONSTANTINOPEL




Aku percaya kepada  satu Allah, Bapa Yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi, segala yang kelihatan dan yang tak kelihatan.

Dan kepada satu Tuhan, Yesus Kristus, Anak Allah Yang Tunggal, yang lahir dari Sang Bapa sebelum ada segala zaman. Allah dari Allah, Terang dari Terang. Allah Yang Sejati dari Allah Yang Sejati, diperanakkan, bukan dibuat; sehakekat dengan Sang Bapa, yang dengan perantaraan-Nya segala sesuatu dibuat; yang telah turun dari sorga untuk kita manusia dan untuk keselamatan kita; dan menjadi daging oleh Roh Kudus dari anak dara Maria;dan menjadi manusia; yang disalibkan bagi kita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus; menderita dan dikuburkan; yang bangkit pada hari ketiga, sesuai dengan isi kitab-kitab, dan naik ke sorga; yang duduk di sebelah kanan Sang Bapa dan akan datang kembali dengan kemuliaan untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati; yang kerajaan-Nya takkan berakhir.

Aku percaya kepada Roh Kudus, yang adalah Tuhan dan yang menghidupkan, yang keluar dari Sang Bapa dan Sang Anak, yang bersama-sama dengan Sang Bapa dan Sang Anak disembah dan dimuliakan; yang telah berfirman dengan perantaraan para nabi. Aku percaya satu gereja yang kudus dan am dan rasuli. Aku mengaku satu baptisan untuk pengampunan dosa. Aku menantikan kebangkitan orang mati dan kehidupan di zaman yang akan datang.

Amin.

Jumat, 29 Januari 2021

Mezbah Keluarga : TUHAN YESUS PASTI DATANG, BERJAGA-JAGA-LAH !






MEZBAH KELUARGA
Sabtu, 30 Januari 2021

Menyanyi  :  KJ 227. (1, 2)

🎶
UmatMu bersembah sujud, 
berdoa dan bernyanyi,
menghadap singgasanaMu, 
ya Kristus, Tuhan kami.
Segala kuasa dunia 
akhirNya 'kan mengaku
Engkaulah raja mulia, 
kar'na kebangkitanMu.

🎶
Dengan darahMu yang kudus 
Engkau sucikan kami
membuat kami bagiMu 
imamat yang rajawi.
PadaMu diberikanlah 
mahkota kemenangan:
Di sorga dan di dunia 
namaMu berkumandang.




Berdoa
🤲
Ya Allah yang Mahamulia, 
terangilah hati kami 
dan beri kami 
suatu iman yang sejati, 
suatu pengharapan yang jelas dan 
suatu kasih yang sempurna. 

Beri kami suatu kesadaran Ilahi 
dan pengenalan akan Diri Tuhan, 
sehingga kami bisa melakukan setiap hal 
untuk menggenapi kehendak-Mu; 
melalui Yesus Kristus, Tuhan kami.
Amin


Membaca Alkitab : 
📖  Matius 24:37-44 


Ayat pilihan :
📌
Karena itu, berjaga-jagalah karena kamu tidak tahu pada hari apa Tuhanmu akan datang [Matius 24:42 (AYT)].




Renungan :
☦️
           Kedatangan Anak Manusia itu pasti, meski harinya tidak bisa dipastikan oleh manusia. Perikop bacaan hari ini menggambarkan tiga sikap hidup manusia dalam masa penantian kedatangan Anak Manusia. Tanda-tanda yang akan mendahului peristiwa itu sudah diberitahukan. Oleh sebab itu tidak ada alasan bagi orang yang pernah mendengar atau membaca pengajaran tentang kedatangan Anak Manusia berdalih tidak atau belum siap. Seperti yang pernah terjadi pada zaman Nuh (2Pet.2:5). Nuh memang tidak tahu kapan air bah itu akan melanda bumi, tetapi Nuh terus mempersiapkan bahtera sambil mewartakan berita hukuman Allah. Kehidupan berjalan biasa sampai saatnya Allah mendatangkan hukuman air bah.
 
             Alkitab mencatat seluruh manusia musnah kecuali keluarga Nuh. Itu pula yang akan terjadi pada saat kedatangan Anak Manusia. Ketika semua orang bekerja, yang siap dibawa yang tidak siap ditinggalkan. Mereka yang menggumuli kehidupan sehari-hari dengan tetap terfokus pada pengharapan kedatangan Anak Manusia, yang akan mempersiapkan diri. Hari-hari hidup mereka diisi dengan berbagai upaya dan aktivitas dengan tetap menjaga hati dan pikirannya. Orang-orang inilah yang akan diangkat saat Anak Manusia datang dengan tiba-tiba.


 


          Sikap berjaga pasti ada dalam hidup kita sehari-hari. Setiap hari bukankah kita terus waspada terhadap copet, perampok, atau pencuri, dan mengantisipasinya dengan berbagai cara agar harta benda kita tidak beralih tangan tanpa kita ketahui. Seharusnya demikian pula kita mewaspadai hidup ini sehari lepas sehari. Kedatangan Anak Manusia tidak diberitahukan agar kita berpola hidup dan berpola pikir selalu siap sedia. Pengharapan yang pasti akan tibanya hari yang mulia itu yang akan meneguhkan iman kita dalam masa penantian ini. Setiap hari yang akan kita lalui bisa menjadi hari akhir dari sejarah panjang dunia ini. Kedatangan Anak Manusia harus terus menerus menjadi pusat perhatian kita saat kita berkata, berkarya dan berupaya pada jam- jam, hari-hari yang Tuhan masih berikan kesempatan pada banyak orang yang belum siap.
 
Renungkan
Mengetahui dengan pasti bahwa kedatangan Yesus Kristus begitu tiba-tiba dan tidak terduga, karena itu bersiap sedialah, ingatkan orang lain supaya waspada dan berjaga. Agar pada hari kedatangan-Nya tidak ada yang tertinggal.


Menyanyi :  KJ 227. (3, 4)

🎶
Ya, Jurus'lamat dunia, 
penuh kemuliaan
Kau datang lagi segera 
di atas awan-awan.
Semua 'kan memandangMu, 
termasuk yang menikam;
Semua mengagungkanMu 
dan mohon pengasihan.

🎶
Baik lambat atau segera, 
hariMu pasti datang;
cahaya fajar yang cerah 
semakin kelihatan.
Ya, haleluya, datanglah, 
umatMu sudah yakin.
Malaikat dan manusia 
bersorak, "Amin, amin!"



Berdoa :
🤲
Ya Tuhan Yesus Kristus, 
kami bertekad untuk senantiasa waspada dan berjaga-jaga untuk menantikan Engkau datang sebagai Raja yang akan menghakimi umat manusia. Bimbinglah kami dengan Roh Kudus-Mu agar kami mampu memusatkan pandangan kepada-Mu, agar dengan demikian kami senantiasa siap untuk menanggapi kehendak-Mu dalam hidup kami, dalam Gereja, dan dalam dunia. Datanglah, ya Tuhan Yesus. 


Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

Rabu, 27 Januari 2021

Mezbah Keluarga : HATI YANG BERBELAS KASIHAN





MEZBAH KELUARGA 
Kamis, 28 Januari 2021



MenyanyiKJ 39. (1, 2)  
'KU DIBERI BELAS KASIHAN

🎶
'Ku diberi belas kasihan, 
walau tak layak hatiku;
tadi 'ku angkuh, kini heran: 
Tuhan, besarlah rahmatMu!
Kidung imanku bergema: 
rahmatMu sungguh mulia,
Kidung imanku bergema: 
rahmatMu sungguh mulia!

🎶
Walau 'ku patut dihukumkan, 
Kaulah penuh anugerah:
darah PutraMu dicurahkan 
membasuh dosa dan cela.
Di manakah selamatku? 
Hanyalah dalam rahmatMu,
Di manakah selamatku? 
Hanyalah dalam rahmatMu.



Berdoa :

🤲

Ya Allah, 
terangi pikiran kami dengan kebenaran;
Kobarkan hati kami dengan cinta;
Ilhami kehendak kami dengan keberanian;
Perkaya hidup kami dengan pelayanan;
Ampunilah salah kami yang lalu;
Kuduskan hidup yang kami jalani;
Dan bentuklah bagaimana kami seharusnya.

Amin


Membaca Alkitab :
📖   Matius 15:32-39


Ayat Pilihan :
Matius 15:32 (AYT)  Lalu, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata, “Aku berbelas kasihan terhadap orang-orang itu karena mereka sudah bersama-Ku selama tiga hari dan tidak mempunyai makanan. Dan, Aku tidak mau menyuruh mereka pulang kelaparan supaya mereka tidak pingsan dalam perjalanan.” 




Renungan :
HATI YANG BERBELAS KASIHAN

 

       Dalam perikop ini, Matius menekankan kembali, bahwa mukjizat memberi makan orang banyak itu terjadi karena belas kasihan Yesus kepada orang banyak, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan menyaksikan banyak yang sudah lelah dan kelaparan. Selama tiga hari
orang banyak itu telah mendengarkan pengajaran Yesus. Selama tiga hari itu Yesus dan tim pelayanan-Nya tidak menyediakan makanan untuk mereka. Karena itu, Ia tidak dapat menyuruh mereka pulang karena mereka akan pingsan di jalan. Yesus ingin memenuhi kebutuhan fisik mereka. 
 
        Berbeda dengan Yesus, para murid-Nya tidak mempunyai perasaan yang sama seperti guru mereka dan juga tidak yakin bahwa Yesus mampu melakukan mukjizat yang sama di lingkungan orang non Yahudi. Pertanyaan mereka, bagaimana dapat memberi orang banyak itu makanan, memperlihatkan keraguan dan ketidakpedulian mereka. Saat itu yang masih ada pada mereka hanyalah tujuh roti dan beberapa ikan kecil. Yesus bersyukur dan melipatgandakannya serta kembali memakai para murid-Nya untuk menyalurkan berkat itu kepada orang banyak. Hasilnya, semua orang dapat makan sampai kenyang dan masih tersisa tujuh keranjang besar yang penuh. Setelah itu orang banyak itu pulang, mereka dengan kepuasan rohani dan jasmani. Setelah itu Yesus meneruskan misi ke daerah Magadan.
 



          Yesus juga mengharapkan kita menunjukkan belas kasihan dan kepedulian terhadap semua orang tanpa membedakan status, jenis kelamin, suku, dan ras. Kita perlu memperhatikan kebutuhan manusia secara holistik, secara menyeluruh. Jangan cemas, bila kita merasa potensi dan kemampuan kita tidak seberapa, serahkanlah kepada Yesus. Ia akan mencukupkan kita untuk menjadi saluran berkat bagi banyak orang. Oleh karena itu, selain memberitakan Injil kita juga harus melayani kebutuhan fisik mereka yang menderita agar mereka disentuh oleh kasih Allah yang sungguh nyata di dalam hidup kita sehingga mau percaya Tuhan Yesus.


MenyanyiNKB 200. (1, 3)
DI JALAN HIDUP YANG LEBAR, SEMPIT

🎶
Di jalan hidup yang lebar, sempit,
orang sedih mengerang.
Tolong mereka yang dalam gelap;
bawalah sinar terang!

Ref.
Pakailah aku, jalan berkatMu,
memancarkan cahayaMu!
Buatlah aku, saluran berkat
bagi siapa yang risau penat.

 
🎶
Seperti Tuhan memb’ri padamu
dan mengasihi dikau,
b’ri bantuanmu di mana perlu,
Yesus mengutus engkau!

Ref.
Pakailah aku, jalan berkatMu,
memancarkan cahayaMu!
Buatlah aku, saluran berkat
bagi siapa yang risau penat.





Berdoa :

🤲
"Ya Allah yang hidup dan berbelaskasih, Engkau memanggil kami mengasihi sesama kami dan menjadi pembawa harapan dan anugerah-Mu dalam hidup kami. 

Lapangkan hati dan visi kami untuk menyambut dengan belas kasih mereka yang di sekitar kami, 
yang bergumul di masa yang tak menentu ini, bingung, berduka dan menderita.
Berilah kami keberanian melakukan kebaikan".

---- saat teduh ----


Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

AMIN

Selasa, 26 Januari 2021

Mezbah Keluarga : YANG BARU MENIADAKAN YANG LAMA








MEZBAH KELUARGA
Selasa, 26 Januari 2021

MenyanyiGB 50. (1) 
PERUBAHAN AJAIB

🎶
Perubahan ajaib terjadi padaku,
ketika kasih Yesus masuk di hatiku.
Api Roh-Nya yang Kudus murnikan jiwaku,
hingga hidupku yang lama kini jadi baru.

Ref.
Hidupku yang sekarang bukan lagi milikku,
tetapi milik Kristus yang mengubah hidupku.
Aku ingin selalu tetap di jalan-Nya
dan menjadi saksi Kristus kini dan s'lamanya.




Berdoa :

🤲
Ya Allah yang Kudus,
Kekuatan kami dan Penebus kami,
dengan Roh-Mu kuasai kami selamanya
sehingga melalui rahmat-Mu
kami boleh menyembah Engkau
dan dengan setia melayani Engkau,
mengikuti dan gembira mencari Engkau,
melalui Yesus Kristus,
Juruselamat dan Tuhan kami.
Amin.




Membaca Alkitab :
📖  Matius 9:14-17



Renungan :
YANG BARU MENIADAKAN YANG LAMA
 

            Ketika malam hari tiba, maka orang akan menyalakan lampu atau lilin untuk menghalau kegelapan. Dan ketika matahari sudah terbit, maka semua alat penerang itu tidak lagi diperlukan. Demikian juga dengan upacara keagamaan yang biasa dipraktikkan oleh para ahli Taurat, orang-orang Farisi, termasuk hal berpuasa, yang menjadi pertanyaan murid-murid Yohanes pembaptis. 

                Yesus menggunakan dua ilustrasi  untuk memperingatkan orang-orang yang mengikuti-Nya dan melihat-Nya, agar tidak mencoba memasukkan Yesus dan ajaran-Nya ke dalam ajaran Yudaisme abad pertama. Pada dasarnya peraturan-peraturan tersebut dibuat untuk menolong mengarahkan harapan  dan penantian orang-orang pada kedatangan Yesus Sang Mesias itu. Namun, ketika Sang Mesias itu sudah hadir di antara  mereka, maka seharusnya mereka berhenti untuk menanti dan menikmati sukacita kehadiran-Nya di tengah-tengah mereka. 




            Yesus ingin menyatakan bahwa Ia datang bukan untuk menambalkan atau menambahkan sesuatu yang baru kepada ajaran agama yang lama. Ajaran Yahudi telah menjadi tidak fleksibel karena akumulasi dari tradisi-tradisi nonalkitabiah yang sudah berabad-abad. Kini ajaran Yahudi tersebut sudah berubah menjadi upacara semata-mata yang malah menjauhkan mereka dari Allah. Dengan demikian, Ia sedang menyatakan bahwa masa yang baru dan kerajaan yang baru itu sudah tiba dengan kehadiran-Nya. Yesus membuat definisi pola berpikir dan cara hidup yang baru di dalam Kerajaan yang sedang Ia dirikan. Jadi, mereka yang ingin ambil bagian dalam kerajaan yang baru itu harus meninggalkan semua pemahaman agama dan sikap hidup yang lama lalu menerima Kristus dan hidup dalam kebenaran-Nya.

           Peringatan Yesus ini juga berlaku bagi kita saat ini, agar berhati-hati,  tidak memaksakan ajaran-ajaran Yesus ke dalam pola berpikir kita, karena Ia adalah Tuhan. Ia mempunyai hak mutlak untuk menentukan cara hidup kita.  Pesan-Nya ini terkait juga dengan tradisi rohani orang Kristen masa kini. Artinya, kita tetap perlu bergereja, berdoa, membaca Firman, dsb. Namun, semua kebiasaan rohani itu akan menjadi sia-sia kalau kita tidak intim dengan Tuhan Yesus. Jika Tuhan Yesus hadir dalam hidup dan ibadah kita, pasti suasananya adalah kesukaan dan bukan kedukaan.

              Karena itu, Marilah kita tunduk kepada-Nya, membuka hati dan pikiran, agar pengajaran Yesus menyatakan kepada kita jalan dan cara yang baru untuk menghadapi tantangan dalam kehidupan dan peribadahan kita.






MenyanyiGB 50. (2) 
PERUBAHAN AJAIB

🎶
Hati tulus dan jujur, juga lemah lembut
setia, murah hati, bawa sukacita,
rendah hati dan ramah terhadap orang lain
itu sikap nyata dari perubahan ajaib.

Ref.
Hidupku yang sekarang bukan lagi milikku,
tetapi milik Kristus yang mengubah hidupku.
Aku ingin selalu tetap di jalan-Nya
dan menjadi saksi Kristus kini dan s'lamanya.


Berdoa :

🤲
Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.