Jumat, 04 Desember 2020

PERTANYAAN

"Jika saya berhenti mengajukan pertanyaan, di situlah saya akan tetap berdiam" 
(Lee Strobel)

Penemuan-penemuan besar di dunia selalu dimulai dengan pertanyaan, yang kemudian mendorong segala jenis upaya pencarian.

Sama halnya dalam kehidupan kerohanian kita. Ketika kita melihat ke masa lalu, pasti ada pertanyaan yang membawa kepada perjalanan kerohanian kita saat ini. Meski pandangan populer cenderung melihat pertanyaan sebagai hal yang negatif atau sebuah kemunduran, namun tidak bisa disangkal bahwa pertanyaan merupakan "roda" dalam perjalanan iman kita.

Kehidupan rohani yang sehat akan memiliki dan mengingini pengenalan akan Kristus yang bertambah dari hari ke hari. Tanpa pertanyaan, tidak akan ada upaya pencarian; tanpa pencarian, tidak akan ada pertumbuhan yang berarti.

Namun mengajukan pertanyaan tetap dengan berhikmat ya. 😊

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
#kutipankristen
#renungankristen

PUTRI SION -Finger Style Guitar

MASA ADVEN TANPA HARAPAN?

Konteks Natal adalah ketidakadilan dan kematian — yang telah terjadi sejak awal seputar kelahiran Yesus. Kisah Natal itu kelam, namun ada nama: "Imanuel" yang membawa harapan. Dengan kelahiran Yesus, Tuhan mengabulkan harapan umat : Dia mengutus Diri-Nya sendiri. Melalui Natal, Allah masuk ke dalam kisah hidup kita dengan daging dan darah. Dia masuk di tengah kisah kita, di tengah ketidakadilan dan kematian. Masa Adven bukanlah pelarian ke dalam kedamaian yang palsu. Masa Adven menjelang Natal adalah suatu disiplin yang melatih kita untuk mengalami kerinduan akan kesembuhan dan ratapan atas ketidakadilan. Tanpa rasa kerinduan itu, Natal tidak menawarkan harapan sejati. 

Kamis, 03 Desember 2020

Mengalami Karya Yesus



Mezbah Keluarga, Jum'at 4 Desember 2020

MENYANYI : KJ 40. 
Ajaib benar anugerah 
Pembaru hidupku!
'Ku hilang, buta, bercela; 
olehNya 'ku sembuh.

Kudapat janji yang teguh, 
kuharap sabdaNya
dan Tuhanlah perisaiku 
tetap selamanya.

DOA :
Ya Tuhan bukakan kami gerbang kebenaran, Supaya kami masuk dan bersyukur kepada-Mu; Inilah hari yang dijadikan Tuhan; 
Marilah kita bersukacita dan bergembira. Ya, marilah kita bersyukur kepada Tuhan, karena Allah baik; kasih setia Allah kekal selama-lamanya.
Amin.

BACA ALKITAB : Matius 9:18-38

RENUNGAN :
Kuasa kerajaan surga dialami oleh mereka yang sudah berjumpa dengan Yesus. Dan dari karya penyelamatan yang dilakukan Yesus itu, kita menemukan respons-respons yang berbeda sebagai berikut :
1. Kepala rumah ibadat itu percaya bahwa tangan Yesus berkuasa menghidupkan anak perempuannya yang baru meninggal (18).
2. Wanita yang pendarahan itu percaya bahwa cukup menjamah jubah-Nya ia akan sembuh (20).
3. Dua orang buta itu, sekalipun tidak melihat, tetapi imannya dapat menembus keterbatasannya mengakui bahwa Yesus adalah Mesias (Anak Daud) yang dijanjikan para nabi (27).
4. Sahabat atau keluarga orang yang bisu itu percaya bahwa Yesus sanggup menyembuhkannya (32). 
5. Orang banyak yang menyaksikan kuasa Yesus, memahsyurkan nama-Nya ke seluruh wilayah (26, 31, 33). 
6. Orang Farisi yang adalah pemuka agama, justru mereka merespons negatif dengan tuduhan Yesus memakai kuasa Iblis untuk mengusir roh jahat (34). 

Landasan karya Yesus, sang Raja kerajaan surga adalah belas kasih terhadap mereka yang "lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala" (36). Ketika menyadari begitu banyak tuaian, sedangkan pekerja begitu sedikit, Yesus mau berbagi tanggung jawab. Dan Ia mendorong para murid-Nya untuk meminta kepada Pemilik tuaian untuk mengirimkan para pekerja di ladang-Nya (37-38). Sehingga pada akhirnya misi Yesus menjadi misi banyak orang. Ia lebih suka banyak orang turut dalam pekerjaan Tuhan.

Yesus juga mengundang semua kita yang sudah mengalami belas kasih dan kuasa-Nya untuk menjadi bagian dalam memberitakan karya-Nya dan menjadi saluran berkat kuasa-Nya kepada sesama kita. Semoga kita pun bersedia menjadi pekerja-pekerja untuk tuaian milik Allah. Amin.

MENYANYI : KJ 425. 
Berkumandang suara dari seberang,
"Kirimlah cahyamu!"
Banyak jiwa dalam dosa mengerang,
"Kirimlah cahyamu!"
(Ref.)
Kirimlah pelita Injili 
menyentak yang terlelap.
Kirimlah pelita Injili 
menyentak yang terlelap.

Jangan kita tinggal diam mendengar:
"Kirimlah cahyamu!"
Injil Tuhan haruslah kita sebar,
 "Kirimlah cahyamu!"
(Ref.)
Kirimlah pelita Injili
menyentak yang terlelap.
Kirimlah pelita Injili
menyentak yang terlelap.

DOA :
Ya Allah terang dan kehidupan,
Berilah kami pengharapan sementara kami menanti kedatangan-Mu kembali.
Bila kami tergoda untuk bersyukur telah dipertemukan dengan Tuhan, sementara orang-orang lain terhilang,
Utuslah kami ke dalam kegelapan mencari mereka yang paling memerlukan Engkau.

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.; Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat.; Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

Dalam hidup beriman



Mezbah Keluarga, Kamis 3 Desember 2020

MENYANYI : GB 298. 
Waktu doa yang kudus 
kala hati keluh,
dengan Yesus, Sahabat; 
menyatu teduh.
Perlindungan-Nya dib'ri 
bagi yang beriman.
Lipur hati terluka, 
oh, betapa indahnya.
(Ref.)
Waktu doaku,
saat yang kudus
lipur hati terluka,
oh, betapa indahnya.

Waktu doa yang kudus, 
di cobaan berat,
pada Juruselamat 
percaya teguh.
Ia pasti memberi 
kelepasan penuh.
Lipur hati terluka, 
oh, betapa indahnya.
(Ref.)
Waktu doaku,
saat yang kudus
lipur hati terluka,
oh, betapa indahnya.

DOA HARI INI :
Ya Tuhan, Engkau baik, kasih setia-Mu tidak berkesudahan; Dalam segala situasi, kami selalu memiliki alasan untuk menyembah-Mu; Terima kasih, oleh Yesus Kristus, Engkau memberi kemenangan yang berkelimpahan kepada kami dengan kasih dan pengampunan tanpa syarat; Apa pun yang terjadi, kami akan bersorak, karena Engkau beserta kami, menghibur dan memberkati kami, kami lebih dari pada pemenang; Dimuliakanlah nama-Mu, ya Tuhan. Kami rindu hidup yang memuliakan-Mu. Kiranya perkataan dan pikiran kami berkenan pada-Mu; Dalam Nama Yesus, Amin.

MEMBACA ALKITAB : Matius 9:18-26

RENUNGAN : 
Iman akan menuntun seseorang melakukan tindakan untuk mengalami kesembuhan, dan menemukan jalan kehidupan yang membawa kepada keselamatan.
 
IMAN menuntun orang melakukan tindakan yang konkret. Teks Bacaan Alkitab hari ini memperlihatkan bagaimana Yesus menerima iman yang sederhana dan terbatas dari kedua orang ini. Iman dari si kepala rumah ibadat adalah merupakan iman yang kepepet, ia datang menyembah dan memohon belas kasihan Yesus untuk menghidupkan anaknya yang mati. Imannya si perempuan yang menderita pendarahan selama 12 tahun adalah iman yang takhayul, ia memercayai akan kuasa yang bisa dialirkan lewat jubah seorang yang suci. Yesus menerima iman dari kedua orang itu. Yesus menyatakan kuasa-Nya yang menghidupkan, yang mengubah suasana berkabung menjadi sukacita. Kuasa Yesus juga membawa kesembuhan dan pentahiran.

Di tengah persoalan hidup yang menghimpit saat pandemi melanda, tindakan iman seperti apa yang harus kita lakukan? Ingatlah, Allah dalam Yesus Kristus mampu membawa kita keluar dari permasalahan yang ada, asalkan kita datang memohon dan berserah diri kepada-Nya.
Amin.

MENYANYI : GB 231. 
Dalam hidup beriman,
kadang badai menerjang.
Saat iman ku lemah,
Yesuslah andalanku.
(Ref.)
Biar waktu melenyap,
yakin pada-Nya tetap
Bersama-Nya ‘ku teguh;
Yesuslah andalanku!

Cah’ya Roh-Nya yang cerlang
masuk hati yang gersang,
tuntunan-Nya pun teguh;
Yesuslah andalanku!
(Ref.)

DOA :
Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

I have decided, to follow Jesus.



Mezbah Keluarga, Rabu 2 Desember 2020

MENYANYI : KPRI 103. 
Mengikut Yesus keputusanku,
Mengikut Yesus keputusanku,
Mengikut Yesus keputusanku.
‘Ku tak ingkar, ‘Ku tak ingkar.

I have decided, to follow Jesus,
I have decided, to follow Jesus,
I have decided, to follow Jesus,
No turning back, no turning back!

Maukah engkau mengikut Yesus,
Maukah engkau mengikut Yesus,
Maukah engkau mengikut Yesus.
Selamanya, selamanya.

DOA HARI INI :
Ya Tuhan bukakan kami gerbang kebenaran, Supaya kami masuk dan bersyukur kepada-Mu; Inilah hari yang dijadikan Tuhan; Marilah kita bersukacita dan bergembira. Ya, marilah kita bersyukur kepada Tuhan, karena Allah baik; kasih setia Allah kekal selama-lamanya.
Amin.

MEMBACA ALKITAB : Matius 9:1-13

RENUNGAN :
Misi Yesus  untuk menyatakan kuasa kerajaan surga kepada manusia, maka Kota Kapernaum Ia pilih untuk menyatakan otoritas dan kuasa-Nya. Dalam interaksi-Nya dengan berbagai kelompok di Kapernaum, Yesus menyatakan tentang siapa diri-Nya kepada empat kelompok, yaitu : 1] Kepada keluarga atau teman si lumpuh, Ia menghargai iman mereka (2a). 2] Kepada si lumpuh, Ia mengampuni dosanya serta menyembuhkan kelumpuhannya (2b), 3] Kepada ahli-ahli Taurat yang ada di situ, Yesus membuktikan diri-Nya adalah Anak Allah, yang tahu pikiran manusia yang tersembunyi (4) dan berhak mengampuni dosa (6). 4] Kepada orang banyak yang menyaksikan karya-Nya Ia membukakan pikiran dan hati mereka sehingga mereka memuliakan Allah (8).

Bahwa Keselamatan orang berdosa adalah merupakan anugerah kasih Allah, bukan karena melakukan Taurat.  Orang berdosa, seperti si lumpuh (2) dan seperti Matius si pemungut cukai (9-13), mereka itu merupakan sasaran anugerah Allah. Yesus mengundang Matius untuk menjadi pengikut-Nya, karena Ia mengasihi orang berdosa dan ingin menyelamatkannya (ayat 13). Matius bertobat secara tiba-tiba setelah mendengar undangan Yesus, "Ikutlah Aku." Dan melalui peristiwa ini menunjukkan kepada banyak orang bahwa Yesus adalah Tuhan atas segalanya. Maka dengan demikian, Penulis Injil Matius telah memaparkan bukti yang kuat, bahwa Yesus sungguh-sungguh memiliki otoritas Allah. Dengan otiritas-Nya, Ia menyatakan dan menghadirkan kerajaan surga dalam pengampunan dan pemulihan orang berdosa. 

Hari ini, lewat pembacaan kita, maupun melalui pengalaman bersama Yesus, kita dituntut untuk komitmen memercayai dan mengikut Dia dengan sungguh-sungguh.
Amin.

MENYANYI : KJ 376. 
Ikut Dikau saja, Tuhan, 
jalan damai bagiku;
Aku s'lamat dan sentosa 
hanya oleh darahMu
Ref.
Aku ingin ikut Dikau
dan mengabdi padaMu:
Dalam Dikau, Jurus'lamat,
'ku bahagia penuh!

Ikut dan menyangkal diri, 
aku buang yang fana,
hanya turut kehendakMu 
dan padaMu berserah.
Ref.

DOA :
Ya Allah terang dan kehidupan; Berilah kami pengharapan sementara kami menanti kedatangan-Mu kembali; Kami bersyukur telah dipertemukan dengan Tuhan, sementara orang-orang lain terhilang;  Utuslah kami ke dalam kegelapan mencari mereka yang paling memerlukan Engkau.

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

Serigala buas

 MEZBAH KELUARGA, Selasa 1 Desember 2020


MENYANYI : KJ 415. 

Gembala baik, 

bersuling nan merdu,

membimbing aku pada air tenang

dan membaringkan aku berteduh

di padang rumput hijau berkenan.

   Ref.:

O, Gembalaku itu Tuhanku,

membuat aku tent'ram hening.

Mengalir dalam sungai kasihku

kuasa damai cerlang, bening.


DOA HARI INI :

Ya Tuhan bukakan kami gerbang kebenaran, supaya kami masuk dan bersyukur kepada-Mu. Inilah hari yang dijadikan Tuhan; Marilah kita bersukacita dan bergembira. Ya, marilah kita bersyukur kepada Tuhan, karena Allah baik; kasih setia Allah kekal selama-lamanya. Amin.


BACA ALKITAB : Matius 7:21-23


RENUNGAN :

"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga." ( 7:21). Perkataan Yesus ini Ia arahkan pada pengajar sesat, guru-guru palsu. Karena pada awal perikop, di ayat 15, Yesus sudah mengingatkan, bahwa mereka ini sangat berbahaya. Mereka ini adalah serigala yang menyamar sebagai domba. Mereka adalah serigala yang buas. Kata *buas* itu dari bahasa aslinya diterjemahkan sebagai pemeras, perampok, yaitu pembuat kejahatan. Mereka adalah 'serigala buas yang berbulu domba'. Secara kontekstual SBU GPIB memakai ungkapan : "serigala buas, ber-iklan domba" untuk judul renungan hari ini. 


Dari buahnya kita mengenal mereka (ayat 16, 20). Pengajar sesat dapat dikenali tentu dari ajarannya yang bertentangan dengan firman Tuhan. Kita akan mudah untuk mengenali ajaran yang salah kalau kita sendiri sudah mengenal ajaran yang benar dari firman Tuhan. Dengan belajar cara dan gaya hidup Tuhan Yesus, sebagai model pengajar yang benar, maka kita bisa membedakan sikap yang tulus hamba Tuhan dari sikap yang munafik atau dibuat-buat pengajar sesat.

Karena pelayanan yang baik itu selalu dihasilkan oleh pelayan-pelayan yang mengikuti Kehendak Tuhan. Dan karena itu pelayanannya akan menghasilkan buah yang berlimpah, menghasilkan multi kebaikan.

Pengajar sesat tidak akan mudah menipu kita dengan ajaran-ajarannya yang salah namun memikat, jika kita selalu ada dalam persekutuan dengan saudara-saudara seiman yang komit untuk melakukan firman Tuhan. 

Amin.


MENYANYI : KJ 40. 

Ajaib benar anugerah 

Pembaru hidupku!

'Ku hilang, buta, bercela; 

olehNya 'ku sembuh.


Kudapat janji yang teguh, 

kuharap sabdaNya

dan Tuhanlah perisaiku 

tetap selamanya.


DOA :

Ya Allah terang dan kehidupan,

Berilah kami pengharapan sementara kami menanti kedatangan-Mu kembali.

Bila kami tergoda untuk bersyukur telah dipertemukan dengan Tuhan, sementara orang-orang lain terhilang,

Utuslah kami ke dalam kegelapan mencari mereka yang paling memerlukan Engkau.


Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.