Rabu, 15 Juni 2022

MEZBAH KELUARGA ~ Kamis, 16/6/2022







MEZBAH KELUARGA ~ Kamis, 16/6/2022
 


💠 MEMBACA MAZMUR : 
      (Mama, mulai)
        📜 Mazmur 7:18; 9:9; 85:12

Aku hendak BERSYUKUR KEPADA TUHAN KARENA KEADILAN-NYA,

dan bermazmur bagi nama TUHAN, Yang Mahatinggi. 


DIALAH YANG MENGHAKIMI  DUNIA DENGAN KEADILAN 

dan mengadili bangsa-bangsa dengan kebenaran. 


KESETIAAN AKAN TUMBUH DARI BUMI, 

dan keadilan akan menjenguk dari langit. 








💠 MENYANYI :   GB 78 (1, 2)

Yesus Kristus, Sumber Hidup,
Jurus’lamat, Dialah!
Dalam t’rang-Nya ada hidup;
puji Dia s’lamanya!

🎶
Keadilan dan hukum-Nya
bagai benteng yang teguh,
bagi orang yang percaya,
tempat lindung yang teduh.

Yesus Kristus, Sumber Hidup,
Jurus’lamat, Dialah!
Dalam t’rang-Nya ada hidup;
puji Dia s’lamanya!

🎶
Di naungan kasih Tuhan
manusia berteduh;
dikenyangkan siang malam
dengan berkat yang penuh.


Yesus Kristus, Sumber Hidup,
Jurus’lamat, Dialah!
Dalam t’rang-Nya ada hidup;
puji Dia s’lamanya!





💠 DOA HARI INI :
      (Dilla)

Ya Tuhan yang baik bagi hidup kami, 
Kami bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah melindungi dan menaungi hidup kami dengan sejahtera-Mu di sepanjang malam yang telah lewat.

Ya Tuhan, kami juga berterima kasih untuk hari yang baru yang Engkau berikan kepada kami pada pagi ini. 

Kami percaya kasih setia-Mu senantiasa baru bagi diri kami, dan rahmat-Mu tak pernah berkesudahan bagi orang yang bersandar kepada-Mu. 
 
Karena itu ya Tuhan, kami mohon, bimbinglah kami dengan firman-Mu dan Roh-Mu, agar kami mengerti kehendak-Mu dan memuliakan nama-Mu melalui kehidupan kami sepanjang hari ini.

Dalam nama-Mu yang kudus dan mulia, kami berdoa. Amin.

     

💠 BACAAN ALKITAB :
      (papa mulai)
      📖  Amos 8:1-10 

1 Inilah yang diperlihatkan Tuhan ALLAH kepadaku: Tampak sebuah bakul berisi buah-buahan musim kemarau. 

2 Lalu berfirmanlah Ia: "Apakah yang kaulihat, Amos?" Jawabku: "Sebuah bakul berisi buah-buahan musim kemarau." Berfirmanlah TUHAN kepadaku: "Kesudahan telah datang bagi umat-Ku Israel. Aku tidak akan memaafkannya lagi

3 Nyanyian-nyanyian di tempat suci akan menjadi ratapan pada hari itu," demikianlah firman Tuhan ALLAH. "Ada banyak bangkai: ke mana-mana orang melemparkannya dengan diam-diam." 

4 Dengarlah ini, kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini 

5 dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu, 

6 supaya kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan?" 

7 TUHAN telah bersumpah demi kebanggaan Yakub: "Bahwasanya Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka! 

8 Tidakkah akan gemetar bumi karena hal itu, sehingga setiap penduduknya berkabung? Tidakkah itu seluruhnya akan naik seperti sungai Nil, diombang-ambingkan dan surut seperti sungai Mesir?" 

9 "Pada hari itu akan terjadi," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan membuat matahari terbenam di siang hari dan membuat bumi gelap pada hari cerah. 

10 Aku akan mengubah perayaan-perayaanmu menjadi perkabungan, dan segala nyanyianmu menjadi ratapan. Aku akan mengenakan kain kabung pada setiap pinggang dan menjadikan gundul setiap kepala. Aku akan membuatnya sebagai perkabungan karena kematian anak tunggal, sehingga akhirnya menjadi seperti hari yang pahit pedih." 


💠 RENUNGAN :

Matius 23:23
Celakalah kamu, ..., hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan ... kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Amos 8:9 
"Pada hari itu akan terjadi," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan membuat matahari terbenam di siang hari dan membuat bumi gelap pada hari cerah. 


KETIDAKADILAN ITU ADA DIANTARA KITA

Siapa saja yang Tuhan peringatkan dalam penglihatan yang Amos terima? 
Dan apa saja dampak perbuatan mereka terhadap kehidupan bangsa Israel? 

Yang Tuhan peringatkan adalah mereka yang tidak berpihak kepada orang miskin dan yang curang dalam perdagangan. Kehidupan yang mereka jalani telah menjerat orang miskin menjadi lebih miskin. 

Perbuatan jahat yang mereka lakukan adalah menggunakan neraca palsu, menjadikan orang miskin sebagai budak hanya gara-gara sandal, dll. Jelas sekali pikiran mereka sangat materialistik dan dualistik. Pada hari Sabat mereka seakan hidup kudus, tetapi setelah itu mereka hidup dalam rupa-rupa dosa. Tuhan bahkan bersumpah tidak akan melupakan perbuatan mereka.



Yang kaya semakin menindas yang miskin.

Amos menyampaikan firman Tuhan dalam ayat 4-6.

Keberadaan mereka yang disebut, “kamu yang menginjak-injak orang miskin”, “ ... yang membinasakan orang sengsara”, “ ... yang berbuat curang (supaya mereka untung dan yang lain buntung)”, “mereka yang membeli dan menjual dengan memanfaatkan kelemahan dan kekurangan orang”.




Perikop yang kita baca hari ini adalah sebuah jaminan dari Tuhan bahwa Dia tidak akan tinggal diam, melihat “satu dunia” yang telah Dia ciptakan “dengan sangat baik” itu menjadi hancur karena oknum-oknum bangsa Israel yang melupakan bagaimana kasih setia Tuhan kepada hidup mereka (ayat 1-3, 7-10).

Kita tentu tahu bahwa Amos adalah salah satu nabi yang diutus Tuhan sebelum keputusan Tuhan untuk menghukum Israel ke tanah Pembuangan itu terjadi.

Hari ini, mari kita bertanya pada diri kita masing-masing: Haruskah pola “dihukum terlebih dahulu” baru menyadari pentingnya hidup bersama dalam sebuah keadilan dan keharmonisan yang menciptakan rasa damai sejahtera itu berulang lagi?

Tidakkah sejarah telah mengajar kita banyak hal tentang ketidak-adillan yang kemudian menghancurkan kehidupan bersama, bukan hanya sejarah dalam Alkitab, tetapi rasanya juga sejarah kehidupan kita semua.

Berharap kita tidak terlalu memikirkan dengan sangat luas sekali: mengimpikan terjadinya dunia yang adil dan sejahtera itu terjadi oleh karena kita.

Mulailah dengan sesuatu yang dekat dengan hidup kita.

Di tengah keluarga? Melawan hadirnya anggapan “ada anak emas, perak, perunggu” mungkin adalah sesuatu yang paling realistis untuk kita lakukan.

Di tengah jemaat? Melayani sepenuh hati dengan tidak memandang muka (Siapa dia yang kita layani? Siapa rekan sekerja saya?).

Bentuk-bentuk konkret macam apa yang bisa kita lihat dan rasakan hari ini tentang ketidakadilan itu (dalam keluarga, dalam jemaat)? Apa yang bisa kita lakukan untuk melawan hadirnya ketidakadilan itu?

ORANG YANG ADIL BUKANLAH ORANG YANG TIDAK BERBUAT KEADILAN, MELAINKAN ORANG YANG BISA BERBUAT TIDAK ADIL, TETAPI TIDAK MAU BERBUAT DEMIKIAN. (Menandes)


💠 MENYANYI :  GB 121 (1, 2)

🎶
Hai, pergi dan wartakan Injil Kristus
dalam karya dan dalam karsamu.
Baik di rumah, sekolah dan di kantor;
juga disetiap waktu dan tempat.
Bawa kasih dan bawa sukacita,
panjang sabar serta lemah lembut.
Itu sikap yang harus kau lakukan
kar'na Kristus nyata dalam hidupmu.

🎶
Hai, pergi dan wartakan Injil Kristus
dalam kata dan perbuatan-Mu.
Juga dalam segala tindakanmu,
jadikanlah Firman Tuhan pandumu.
Jangan takut tegakkan keadilan
dan berani berkata yang benar.
Jangan bimbang dan jangan kau kuatir;
Roh Kudus membimbing dan menolongmu.


💠 BERDOA : 
      (Papa, mulai) 

Tuhan dan Bapa kami, oleh sapaan firman-Mu, kami Engkau ingatkan ..........


Ya Bapa Sorgawi, di pagi hari ini dengan merendahkan diri di hadapan-Mu kami menyerahkan hidup kami ke dalam tangan-Mu. 

Genapilah kehendak dan rencana-Mu di dalam hidup kami, karena apapun yang Engkau rancangkan bagi hidup kami adalah senantiasa baik adanya. 


Dalam kehidupan di sepanjang hari ini, kami memohon tuntunan-Mu bagi diri kami. Agar kami senantiasa berjalan di dalam kehendak-Mu. Dan sertailah setiap langkah kehidupan yang kami tempuh ini dengan keberhasilan.


             (doa syafaat untuk .... )

Ya Bapa, dalam pengasihan-Mu kami mohon, dengarlah permohonan kami, yang kami sampaikan di dalam nama Yesus Kristus, TUHAN dan Juruselamat kami, yang mengajarkan kami berdoa bersama : ...




***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

(🎶 Doksologi, KJ 475)
Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.  Amin. 

Selasa, 14 Juni 2022

MEZBAH KELUARGA ~ Rabu, 15/6/2022







MEZBAH KELUARGA ~ Rabu, 15/6/2022
 


💠 MEMBACA MAZMUR : 
        📜Mazmur 113:3; 96:2
         (Dilla, mulai)

Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari 

TERPUJILAH NAMA TUHAN. 

Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya,

KABARKANLAH  KESELAMATAN YANG DARI PADA-NYA DARI HARI KE HARI. 




💠 MENYANYI :   GB 58 NKB 217 (1, 2, 5)

🎶
Semua yang tercipta, hai alam semesta,
agungkan nama Tuhan dan puji kasihNya.
Matahari, bulan, bintang, 
burung-burung, ikan-ikan, 
seluruh margasatwa di gunung dan lembah.

🎶
Semua manusia, hai ikutlah serta
memuji kasih Tuhan yang agung mulia.
Dalam Yesus, PuteraNya, 
kita s’lamat selamanya;
segala sesuatu dibaharuiNya.

🎶
Semua yang tercipta, hai alam semesta,
Agungkan nama Tuhan dan puji kasihNya.
Oleh Yesus disampaikan 
pengampunan, pendamaian.
Kelak di bumi baru genap semuanya.


💠 DOA HARI INI :
      (Mama)

Ya Tuhan yang baik bagi hidup kami, 
Kami bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah melindungi dan menaungi hidup kami dengan sejahtera-Mu di sepanjang malam yang telah lewat.

Ya Tuhan, kami juga berterima kasih untuk hari yang baru yang Engkau berikan kepada kami pada pagi ini. 

Kami percaya kasih setia-Mu senantiasa baru bagi diri kami, dan rahmat-Mu tak pernah berkesudahan bagi orang yang bersandar kepada-Mu. 
 
Karena itu ya Tuhan, kami mohon, bimbinglah kami dengan firman-Mu dan Roh-Mu, agar kami mengerti kehendak-Mu dan memuliakan nama-Mu melalui kehidupan kami sepanjang hari ini.

Dalam nama-Mu yang kudus dan mulia, kami berdoa. Amin.

     

💠 BACAAN ALKITAB :
      📖  Amos 7:10-17 

10 Lalu Amazia, imam di Betel, menyuruh orang menghadap Yerobeam, raja Israel, dengan pesan: "Amos telah mengadakan persepakatan melawan tuanku di tengah-tengah kaum Israel; negeri ini tidak dapat lagi menahan segala perkataannya. 

11 Sebab beginilah dikatakan Amos: Yerobeam akan mati terbunuh oleh pedang dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan." 

12 Lalu berkatalah Amazia kepada Amos: "Pelihat, pergilah, enyahlah ke tanah Yehuda! Carilah makananmu di sana dan bernubuatlah di sana!

13 Tetapi jangan lagi bernubuat di Betel, sebab inilah tempat kudus raja, inilah bait suci kerajaan." 

14 Jawab Amos kepada Amazia: "Aku ini bukan nabi dan aku ini tidak termasuk golongan nabi, melainkan aku ini seorang peternak dan pemungut buah ara hutan.

15 Tetapi TUHAN mengambil aku dari pekerjaan menggiring kambing domba, dan TUHAN berfirman kepadaku: Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel. 

16 Maka sekarang, dengarlah firman TUHAN! Engkau berkata: Janganlah bernubuat menentang Israel, dan janganlah ucapkan perkataan menentang keturunan Ishak. 

17 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Isterimu akan bersundal di kota, dan anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan tewas oleh pedang; tanahmu akan dibagi-bagikan dengan memakai tali pengukur, engkau sendiri akan mati di tanah yang najis, dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan." 








💠 RENUNGAN :


"Tetapi TUHAN mengambil aku dari pekerjaan menggiring kambing domba, dan TUHAN berfirman kepadaku: Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel." (Amos 7:15)


Menegur seseorang dalam kebenaran bukan perkara mudah. Ya kalau orang tersebut menganggap teguran sebagai wujud kasih sehingga ia mau membuka hati untuk menerima dengan sukacita. 
Jika tidak, bisa-bisa pihak yang menegur malah mendapat masalah. 


Amos mendapat panggilan dari Tuhan untuk menyampaikan nubuat kepada bangsa Israel.  Amos menyampaikan nubuatan dari Tuhan, yang isi nubuatan itu tentang kesalahan dan hukuman bagi Israel. Oleh karena itu Amos dipandang melawan raja dan bangsa Israel. Amos ditolak, ia diusir.

 
Namun keadaan  itu tidak menyurutkan niat Amos menjalankan tugasnya. Amos tetap menyampaikan berita itu sekalipun ia ditolak. Dan Amos tidak  takut untuk menyuarakan kebenaran. Amos hanya mau menaati perintah Tuhan yang mengutusnya ke Israel.


Ada beberapa hal yang kita dapat pelajari dari bacaan Alkitab pagi ini,

1) Panggilan kita sebagai orang beriman adalah menyuarakan kebenaran Tuhan

 2) Amazia adalah pemimpin agama yang korup, mengabaikan kebenaran Tuhan. 
Kita melihat betapa beratnya hukuman yang akan menimpa pemimpin agama yang seperti itu (ay.17) : Sebab itu beginilah firman TUHAN: Isterimu akan bersundal di kota, dan anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan tewas oleh pedang; tanahmu akan dibagi-bagikan dengan memakai tali pengukur, engkau sendiri akan mati di tanah yang najis, dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan." 


3) Seruan nubuatan yang disampaikan oleh Amos mengajak kita untuk keluar dari kemunafikan beragama. Yaitu keagamaan yang hanya terlihat dari penampilan dan pakaian, namun sikap, perilaku yang tidak bercerminkan kebenaran firman Tuhan. Sikap-sikap seperti ini hanya akan menghancurkan hidup kita sendiri.




💠 MENYANYI :  GB 62 (1, 5)

🎶
Siapa yang berpegang
pada sabda Tuhan
dan setia mematuhi-Nya.
Hidupnya mulia
dalam cah’ya baka
bersekutu dengan Tuhannya.

Percayalah dan pegang sabda-Nya:
hidupmu dalam Yesus sungguh bahagia!

🎶
O, betapa senang
hidup dalam terang
beserta Tuhan di jalan-Nya,
jika mau mendengar
serta patuh benar
dan tetap berpegang pada-Nya.

Percayalah dan pegang sabda-Nya:
hidupmu dalam Yesus sungguh bahagia!






💠 BERDOA : 
      (Papa, mulai) 

Tuhan dan Bapa kami, oleh sapaan firman-Mu, kami Engkau ingatkan ..........


Ya Bapa Sorgawi, di pagi hari ini dengan merendahkan diri di hadapan-Mu kami menyerahkan hidup kami ke dalam tangan-Mu. 

Genapilah kehendak dan rencana-Mu di dalam hidup kami, karena apapun yang Engkau rancangkan bagi hidup kami adalah senantiasa baik adanya. 


Dalam kehidupan di sepanjang hari ini, kami memohon tuntunan-Mu bagi diri kami. Agar kami senantiasa berjalan di dalam kehendak-Mu. Dan sertailah setiap langkah kehidupan yang kami tempuh ini dengan keberhasilan.


             (doa syafaat untuk .... )

Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, yang mengajarkan kami berdoa bersama : ...




***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

(🎶 Doksologi, KJ 475)
Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.  Amin. 

Sabtu, 11 Juni 2022

MEZBAH KELUARGA ~ Sabtu, 11/6/2022







MEZBAH KELUARGA ~ Sabtu, 11/6/2022
 



💠 MENYANYI :   GB 243 (1, 2)

🎶
Kasih setia Tuhan membuatku tegun.
Kasih setia Tuhan ajaib bagiku.
Kasih setia Tuhan melampaui akalku,
kasih setia Tuhan tiada taranya.

🎶
Kasih setia Tuhan menghalau kuatirku,
kasih setia Tuhan pelipur jiwaku.
Kasih setia Tuhan pengharapan hidupku,
kasih setia Tuhan membuatku tent’ram




💠 DOA HARI INI :
      (Mama)

Ya Tuhan yang baik bagi hidup kami, 
Kami bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah melindungi dan menaungi hidup kami dengan sejahtera-Mu di sepanjang malam yang telah lewat.

Ya Tuhan, kami juga berterima kasih untuk hari yang baru yang Engkau berikan kepada kami pada pagi ini. 

Kami percaya kasih setia-Mu senantiasa baru bagi diri kami, dan rahmat-Mu tak pernah berkesudahan bagi orang yang bersandar kepada-Mu. 
 
Karena itu ya Tuhan, kami mohon, bimbinglah kami dengan firman-Mu dan Roh-Mu, agar kami mengerti kehendak-Mu dan memuliakan nama-Mu melalui kehidupan kami sepanjang hari ini.

Dalam nama-Mu yang kudus dan mulia, kami berdoa. Amin.



     ======== on line =========

💠 BACAAN ALKITAB :
      📖  Markus 5:11-20

5:11 Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan, 

5:12 lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: "Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!" 

5:13 Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya. 

5:14 Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi. 

5:15 Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka. 

5:16 Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu. 

5:17 Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka. 

5:18 Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia. 

5:19 Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: "Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!" 

5:20 Orang itupun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.


💠 RENUNGAN :




PERCAKAPAN  IMAN DI RUMAH

Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu. –Markus 5:19








💠 MENYANYI :  KJ 427 (1, 3)
🎶
'Ku suka menuturkan cerita mulia,
cerita Tuhan Yesus dan cinta kasihNya.
'Ku suka menuturkan cerita yang benar,
penawar hati rindu, pelipur terbesar.

'Ku suka menuturkan, 'ku suka memasyurkan
cerita Tuhan Yesus dan cinta kasihNya.


🎶
Ku suka menuturkan cerita mulia
yang sungguh melebihi impian dunia.
'Ku suka menuturkan semua padamu,
sebab cerita itu membawa s'lamatku.

'Ku suka menuturkan, 'ku suka memasyurkan
cerita Tuhan Yesus dan cinta kasihNya.





💠 BERDOA
      (Papa, mulai) 

Tuhan dan Bapa kami, oleh sapaan firman-Mu, kami Engkau ingatkan ..........

Ya Tuhan, jadikanlah hidup kami sebagai hidup yang semakin berkenan kepada-Mu. 
Karena dengan demikian, maka hidup kami akan menjadi bermanfaat, menjadi berkat bagi sesama kami.


Ya Bapa, dengan meyakini bahwa kasih-Mu tidak pernah berubah, tetapi tetap untuk selama-lamanya, kami menyerahkan kehidupan kami di sepanjang tahun yang sedang berjalan ke dalam tangan-Mu. 

Jagalah langkah-langkah kami agar senantiasa berjalan sesuai dengan firman-Mu. Penuhilah hidup kami dengan Roh-Mu agar kami berjalan bukan dengan kekuatan kami sendiri tetapi dengan mengandalkan hikmat dan kuasa-Mu. 

Pakailah diri kami menjadi terang-Mu di tengah kegelapan dan membawa banyak orang untuk datang kepada-Mu. 

             (doa syafaat untuk .... )

Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, yang mengajarkan kami berdoa bersama : ...




***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

(🎶 Doksologi, KJ 475)
Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.  Amin. 

Selasa, 07 Juni 2022

MEZBAH KELUARGA ~ Rabu 8 Juni 2022







MEZBAH KELUARGA ~ Rabu 8/6/2022
 


💠 MEMBACA MAZMUR :
      (Papa, mulai)
       ðŸ“œ   Mazmur 92:2 

Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada TUHAN, 

dan untuk menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi, 







💠 MENYANYI :   PKJ 7 (1, 2)


Bersyukurlah pada Tuhan, serukanlah namaNya!
Bernyanyilah bagi Tuhan, mari bermazmurlah!

Pujilah Tuhan, hai jiwaku, pujilah namaNya.
Aku hendak bernyanyi seumur hidupku.

🎶
Hatiku siap, ya Tuhan, bernyanyi 
dan bermazmur,
kar’na Engkau Maha baik, setia dan benar.

Pujilah Tuhan, hai jiwaku, pujilah namaNya.
Aku hendak bernyanyi seumur hidupku.





💠 DOA HARI INI :
      (Mama)

Ya Tuhan yang baik bagi hidup kami, 
Kami bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah melindungi dan menaungi hidup kami dengan sejahtera-Mu di sepanjang malam yang telah lewat.

Ya Tuhan, kami juga berterima kasih untuk hari yang baru yang Engkau berikan kepada kami pada pagi ini. 

Kami percaya kasih setia-Mu senantiasa baru bagi diri kami, dan rahmat-Mu tak pernah berkesudahan bagi orang yang bersandar kepada-Mu. 
 
Karena itu ya Tuhan, kami mohon, bimbinglah kami dengan firman-Mu dan Roh-Mu, agar kami mengerti kehendak-Mu dan memuliakan nama-Mu melalui kehidupan kami sepanjang hari ini.

Dalam nama-Mu yang kudus dan mulia, kami berdoa. Amin.



💠 BACAAN ALKITAB :
      (Dilla, mulai)
      📖  Yoel 2:28-32 

28 "Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. 

29 Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. 

30 Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. 

31 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu.  

32 Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas."  






💠 RENUNGAN :

Nabi Yoel menubuatkan tentang suatu hari. Hari itu disebut sebagai Hari Tuhan. Imajinasi kita agak sulit membayangkan keadaan pada hari itu karena Nabi Yoel melukiskan kondisi saat itu dengan kontradiksi yang tajam. Ia memberitakan kabar suka cita dan duka nestapa datang bersamaan.

Pada satu sisi, Yoel memberitakan kabar gembira. Ia mengatakan bahwa Allah akan mencurahkan Roh ke atas manusia (28). Roh itu akan memenuhi manusia tanpa memandang sekat usia dan gender. Strata sosial dipukul rata. Para hamba/budak akan mendapatkan juga curahan Roh itu (29). Yoel menubuatkan sebuah dunia yang penuh kesetaraan.

Namun pada sisi lain, Yoel juga menggambarkan sebuah kengerian tak terperikan. Darah, api, dan gumpalan asap menjadi corak pertama saat hari Tuhan itu tiba (30). Alam menunjukkan paras mengerikan. Matahari padam dan bulan berwarna merah darah (31).


Imajinasi kita mungkin sulit untuk memahaminya. Kita hanya disodorkan dengan ragam spekulasi. Hal ini lumrah karena Yoel menyampaikan nubuatnya dengan aneka simbol. Akibatnya, teks ini pun menjadi sangat multitafsir.


Walaupun demikian, Yoel memberi kita satu pengharapan mutlak. Siapa pun yang berseru kepada TUHAN akan diselamatkan (32). Apa pun kondisi dan situasi yang terjadi kelak, Allah adalah panji keselamatan. Ini adalah kebenaran yang tak bisa diganggu gugat.

Petrus mengutip nubuat ucapan Nabi Yoel ini dalam khotbahnya pada hari Pentakosta (Kis. 2:13), ia memberi harapan baru bagi jemaat mula-mula. Saat tantangan berat menghadang, tetaplah kita menjalaninya. Janji nubuat ini telah digenapi Allah karena Roh Kudus telah turun dan sedia menolong kita yang berseru kepada-Nya.














 

💠 MENYANYI :  KJ 387 (1, 2)

🎶
'Ku heran, Allah mau memb'ri 
rahmatNya padaku
dan Kristus sudi menebus 
yang hina bagaiku!

Namun 'ku tahu yang kupercaya
dan aku yakin 'kan kuasaNya,
Ia menjaga yang kutaruhkan
hingga hariNya kelak!

🎶
'Ku heran, oleh rahmatNya. 
Hatiku beriman
dan oleh kuasa SabdaNya 
jiwaku pun tent'ram.


Namun 'ku tahu yang kupercaya
dan aku yakin 'kan kuasaNya,
Ia menjaga yang kutaruhkan
hingga hariNya kelak!






💠 BERDOA : 
      (Papa, mulai) 

Tuhan dan Bapa kami, oleh sapaan firman-Mu, kami Engkau ingatkan ..........

Ya Tuhan, jadikanlah hidup kami sebagai hidup yang semakin berkenan kepada-Mu. Hidup yang semakin hidup. Karena dengan demikian, maka hidup kami akan menjadi bermanfaat, menjadi berkat bagi sesama kami.


Ya Bapa, dengan meyakini bahwa kasih-Mu tidak pernah berubah, tetapi tetap untuk selama-lamanya, kami menyerahkan kehidupan kami di sepanjang tahun yang sedang berjalan ke dalam tangan-Mu. 

Jagalah langkah-langkah kami agar senantiasa berjalan sesuai dengan firman-Mu. Penuhilah hidup kami dengan Roh-Mu agar kami berjalan bukan dengan kekuatan kami sendiri tetapi dengan mengandalkan hikmat dan kuasa-Mu. 

Pakailah diri kami menjadi terang-Mu di tengah kegelapan dan membawa banyak orang untuk datang kepada-Mu. 

             (doa syafaat untuk .... )

Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, yang mengajarkan kami berdoa bersama : ...




***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

(🎶 Doksologi, KJ 475)
Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.  Amin. 

Minggu, 05 Juni 2022

MEZBAH KELUARGA ~ Senin, 6/6/2022







MEZBAH KELUARGA ~ Senin, 6/6/2022
 


💠 MEMBACA MAZMUR :
      (Papa, mulai)
       ðŸ“œ   Mazmur 79:9; 22:28

Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami, 

demi kemuliaan nama-Mu! 

Lepaskanlah kami  dan ampunilah dosa kami 

oleh karena nama-Mu! 


Segala ujung bumi akan mengingatnya 

dan berbalik kepada TUHAN; 

dan segala kaum dari bangsa-bangsa 

akan sujud menyembah di hadapan-Nya. 




💠 MENYANYI :   PKJ 43 bait 1

🎶
Tuhan, kami berlumuran dosa.
Tuhan, sudilah ampuni kami.





💠 DOA HARI INI :
      (Mama)

Ya Tuhan yang baik bagi hidup kami, 
Kami bersyukur kepada-Mu, sebab Engkau telah melindungi dan menaungi hidup kami dengan sejahtera-Mu di sepanjang malam yang telah lewat.

Ya Tuhan, kami juga berterima kasih untuk hari yang baru yang Engkau berikan kepada kami pada pagi ini. 

Kami percaya kasih setia-Mu senantiasa baru bagi diri kami, dan rahmat-Mu tak pernah berkesudahan bagi orang yang bersandar kepada-Mu. 
 
Karena itu ya Tuhan, kami mohon, bimbinglah kami dengan firman-Mu dan Roh-Mu, agar kami mengerti kehendak-Mu dan memuliakan nama-Mu melalui kehidupan kami sepanjang hari ini.

Dalam nama-Mu yang kudus dan mulia, kami berdoa. Amin.



💠 BACAAN ALKITAB :
      (Dilla, mulai)
      📖  Yoel 2:12-17 


12 "Tetapi sekarang juga," demikianlah firman TUHAN, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh." 

13 Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. 

14 Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, dan ditinggalkan-Nya berkat, menjadi korban sajian dan korban curahan bagi TUHAN, Allahmu. 

15 Tiuplah sangkakala di Sion, adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; 

16 kumpulkanlah bangsa ini, kuduskanlah jemaah, himpunkanlah orang-orang yang tua, kumpulkanlah anak-anak, bahkan anak-anak yang menyusu; baiklah penganten laki-laki keluar dari kamarnya, dan penganten perempuan dari kamar tidurnya; 

17 baiklah para imam, pelayan-pelayan TUHAN, menangis di antara balai depan dan mezbah, dan berkata: "Sayangilah, ya TUHAN, umat-Mu, dan janganlah biarkan milik-Mu sendiri menjadi cela, sehingga bangsa-bangsa menyindir kepada mereka. Mengapa orang berkata di antara bangsa: Di mana Allah mereka?" 




💠 RENUNGAN :

PERTOBATAN : BERBALIK KEPADA TUHAN

Teguran keras nabi Yoel sebagai bukti bahwa umat benar-benar bertobat dengan kalimat: “Tetapi sekarang juga! Benar ritual ibadah yang selama ini dilakukan sebagai rutinitas belaka apalagi dengan penuh kemunafikan. Bagi Yoel, ada hal utama yang harus diwujudkan yakni: ”koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu”. Artinya sebuah pertobatan itu haruslah dengan sungguh-sungguh dari dalam hati batin.

Yoel 2:13
Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. 


Ditimpa bencana serangan belalang yang sudah menjadi bencana nasional saat itu saja sudah mendatangkan penderitaan dan kengerian yang teramat dahsyat, apalagi jika hari Tuhan sesungguhnya itu datang, pasti akan jauh lebih dahsyat lagi. Dalam bagian ini, Yoel menyerukan pertobatan dengan cara yang lebih keras dan tegas. Dalam bahasa aslinya kata bertobat itu berarti: berbalik dari jalan semula, lalu berubah (berbalik dari dosa dan jalan kita) kepada Tuhan.


Tuhan melihat kedalaman hati dan kesadaran akan kesalahan manusia. sambil berserah dan setia menunggu anugerah pengampunan-Nya (ay.14). 
Bagi sang nabi, pertobatan umat perlu dilakukan baik secara pribadi maupun secara bersama-sama (ay.17). 

Tuhan rindu kita rela mengakui dosa-dosa kita kepada-Nya dan menerima pengampunan-Nya, agar kemudian kita dapat mengasihi dan melayani-Nya dengan seganap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan kita. 

Sebelum segala sesuatunya terlambat di mata Tuhan, sekarang juga berbaliklah dari jalan kehendak diri kita kembali berada di jalan kebenaran Allah. 

Mari segera menyatakan komitmen untuk masuk dan membuktikan sikap pertobatan yang benar. Tidak perlu menunda untuk melakukan pertobatan kepada Allah dan menyatakan kebaikan bagi sesama.

✝️ ✝️ ✝️






 

💠 MENYANYI :  GB 25 (1, 6)

🎶
Tuhan, kami berlumuran dosa.
Tuhan, sudilah ampuni kami

🎶
Tuhan, kami patut ucap syukur.
Tuhan, Kaulah Sumber pengharapan








💠 BERDOA
      (Papa, mulai) 

Tuhan dan Bapa kami, oleh sapaan firman-Mu, kami Engkau ingatkan ..........

Ya Tuhan, jadikanlah hidup kami sebagai hidup yang semakin berkenan kepada-Mu. Hidup yang semakin hidup. Karena dengan demikian, maka hidup kami akan menjadi bermanfaat, menjadi berkat bagi sesama kami.


Ya Bapa, dengan meyakini bahwa kasih-Mu tidak pernah berubah, tetapi tetap untuk selama-lamanya, kami menyerahkan kehidupan kami di sepanjang tahun yang sedang berjalan ke dalam tangan-Mu. 

Jagalah langkah-langkah kami agar senantiasa berjalan sesuai dengan firman-Mu. Penuhilah hidup kami dengan Roh-Mu agar kami berjalan bukan dengan kekuatan kami sendiri tetapi dengan mengandalkan hikmat dan kuasa-Mu. 

Pakailah diri kami menjadi terang-Mu di tengah kegelapan dan membawa banyak orang untuk datang kepada-Mu. 

             (doa syafaat untuk .... )

Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, yang mengajarkan kami berdoa bersama : ...




***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

(🎶 Doksologi, KJ 475)
Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.  Amin. 

Jumat, 03 Juni 2022

MEZBAH KELUARGA ~ Sabtu, 4 Juni 2022







MEZBAH KELUARGA ~  Sabtu, 4/6/2022
 



💠 MEMBACA MAZMUR :
      (Dilla, mulai)
       ðŸ“œ   Maz 126:4-6; 112:4 

Pulihkanlah keadaan kami ya TUHAN, 

seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!

Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, 

akan menuai dengan bersorak-sorai.

Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, 

pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.  

Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar





💠 MENYANYI : KJ 249

🎶
Serikat persaudaraan, berdirilah teguh!
Sempurnakan persatuan di dalam Tuhanmu.
Bersama-sama majulah, dikuatkan iman,
Berdamai, bersejahtera, dengan pengasihan.

🎶
Dan masing-masing kamu pun dib'ri anugerah,
supaya kamu bertekun dan rajin bekerja.
Hendaklah hatimu rendah, tahu: Tuhan berpesan
Jemaat menurut firmanNya berkasih-kasihan.









💠 DOA HARI INI :
(Mama)

Bapa Sorgawi yang mahakasih,
Pagi hari ini, oleh anugerah Kristus Yesus penyelamat jiwa kami, kami bersyukur, berterimakasih, sebab dengan damai sejahtera-Mu Engkau telah melindungi dan menaungi hidup kami di sepanjang malam yang telah lewat. 

Dan pagi hari ini, dalam kesegaran baru,  kami menikmati hari baru pemberian-Mu.


Ya Roh Kudus sumber kearifan dan kekuatan,, Terangilah hati pikiran kami agar Sabda Kebenaran mengarahkan perjalanan hidup kami di sepanjang hari ini menurut Kehendak TUHAN. 

Ya Bapa yang mahakuasa, dalam pengasihan-Mu, kami berdoa dalam nama Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin




 



💠 BACAAN ALKITAB :
      (Mama, mulai)  
      📖  Ester 9:1-19 

1 Dalam bulan yang kedua belas — yakni bulan Adar —, pada hari yang ketiga belas, ketika titah serta undang-undang raja akan dilaksanakan, pada hari musuh-musuh orang Yahudi berharap mengalahkan orang Yahudi, terjadilah yang sebaliknya: orang Yahudi mengalahkan pembenci-pembenci mereka. 

2 Maka berkumpullah orang Yahudi di dalam kota-kotanya di seluruh daerah raja Ahasyweros, untuk membunuh orang-orang yang berikhtiar mencelakakan mereka, dan tiada seorang pun tahan menghadapi mereka, karena ketakutan kepada orang Yahudi telah menimpa segala bangsa itu. 

3 Dan semua pembesar daerah dan wakil pemerintahan dan bupati serta pejabat kerajaan menyokong orang Yahudi, karena ketakutan kepada Mordekhai telah menimpa mereka.

4 Sebab Mordekhai besar kekuasaannya di dalam istana raja dan tersiarlah berita tentang dia ke segenap daerah, karena Mordekhai itu bertambah-tambah besar kekuasaannya.

5 Maka orang Yahudi mengalahkan semua musuhnya: mereka memukulnya dengan pedang, membunuh dan membinasakannya; mereka berbuat sekehendak hatinya terhadap pembenci-pembenci mereka.

6 Di dalam benteng Susan saja orang Yahudi membunuh dan membinasakan lima ratus orang. 

7 Juga Parsandata, Dalfon, Aspata, 

8 Porata, Adalya, Aridata, 

9 Parmasta, Arisai, Aridai dan Waizata, 

10 kesepuluh anak laki-laki Haman bin Hamedata, seteru orang Yahudi, dibunuh oleh mereka, tetapi kepada barang rampasan tidaklah mereka mengulurkan tangan.

11 Pada hari itu juga jumlah orang-orang yang terbunuh di dalam benteng Susan disampaikan ke hadapan raja. 

12 Lalu titah raja kepada Ester, sang ratu: "Di dalam benteng Susan saja orang Yahudi telah membunuh dan membinasakan lima ratus orang beserta kesepuluh anak Haman. Di daerah-daerah kerajaan yang lain, entahlah apa yang diperbuat mereka. Dan apakah permintaanmu sekarang? Niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu lagi? Niscaya dipenuhi."

13 Lalu jawab Ester: "Jikalau baik pada pemandangan raja, diizinkanlah kiranya kepada orang Yahudi yang di Susan untuk berbuat besok pun sesuai dengan undang-undang untuk hari ini, dan kesepuluh anak Haman itu hendaklah disulakan pada tiang." 

14 Raja pun menitahkan berbuat demikian; maka undang-undang itu dikeluarkan di Susan dan kesepuluh anak Haman disulakan orang.

15 Jadi berkumpullah orang Yahudi yang di Susan pada hari yang keempat belas bulan Adar juga dan dibunuhnyalah di Susan tiga ratus orang, tetapi kepada barang rampasan tidaklah mereka mengulurkan tangan.

16 Orang Yahudi yang lain, yang ada di dalam daerah kerajaan, berkumpul dan mempertahankan nyawanya serta mendapat keamanan terhadap musuhnya; mereka membunuh tujuh puluh lima ribu orang di antara pembenci-pembenci mereka, tetapi kepada barang rampasan tidaklah mereka mengulurkan tangan. 

17 Hal itu terjadi pada hari yang ketiga belas dalam bulan Adar. Pada hari yang keempat belas berhentilah mereka dan hari itu dijadikan mereka hari perjamuan dan sukacita.

18 Akan tetapi orang Yahudi yang di Susan berkumpul, baik pada hari yang ketiga belas, baik pada hari yang keempat belas dalam bulan itu. Lalu berhentilah mereka pada hari yang kelima belas dan hari itu dijadikan mereka hari perjamuan dan sukacita. 

19 Oleh sebab itu orang Yahudi yang di pedusunan, yakni yang diam di perkampungan merayakan hari yang keempat belas bulan Adar itu sebagai hari sukacita dan hari perjamuan, dan sebagai hari gembira untuk antar-mengantar makanan. 




💠 RENUNGAN :

KARENA HABIS MALAM PAGI MEREKAH


Nyanyian ziarah dari Daud yang berbunyi demikan : 
Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya. ( Maz 126:4-6 )

 

Tepatlah nyanyian ziarah ini ditujukan kepada Ester, Mordekhai, dan bangsa Israel. Mereka mengadakan perjamuan pada hari yang ketigabelas di seluruh daerah kerajaan dan pada hari keempat belas di benteng Susan setelah mereka membunuh delapan ratus orang di Benteng Susan (6,15) dan tujuh puluh lima ribu orang di seluruh wilayah kerajaan 16), yaitu mereka yang memusuhi dan membenci orang-orang Yahudi yang berikhtiar memusnahkan mereka. Disampingnya itu sepuluh anak-anak Haman disula di tiang sula atas permintaan Ester dan tentu atas persetujuan dan perintah raja Ahasyweros.






Kitab Ester pasal 9 ini adalah merupakan antiklimaks kisah bangsa Israel yang berada dalam pembuangan di Babel, dibawah kekuasaan Persia setelah mengalahkan Babelonia. Mereka berada dalam kondisi yang sangat riskan dan kritis, yakni diambang pemusnahan. Namun keadaan dan posisi terbalik seratus delapan puluh derajat. Para lawan yang hendak memusnahkan mereka malah dihukum mati dan dibinasakan. 



Melalui perjuangan Mordekhai yang pantang menyerah, sabar, tegar, yang mendesak keponakannya Ester, yang bukan merupakan suatu kebetulan, tetapi diyakini bahwa sudah direncanakan oleh TUHAN menjadi ratu mengganti Wasti, dan melaluinya bangsa Israel bebas dari pemusnahan. Sri ratu sangat disayangi oleh raja Ahasyweros, sehingga segala permintaan yang diinginkannya dikabulkannya.


Namun apa yang mereka tuai itu sesuai dengan apa yang mereka tabur. Khusunya yang dialami oleh Mordekhai dan Ester. Mereka menabur dengan air mata dan mereka bersatu padu menghadapi masalah. Buktinya mereka taat akan perintah Mordekhai untuk melakukan doa dan puasa. Mereka menderita menjadi orang tawanan dan orang buangan. Tetapi akhirnya mereka menuai sukacita dan sorak Sorai, sehingga mereka merayakannya menjadi Hari Gembira.




Marilah kita belajar dari Mordekhai dan Ester, yang tetap tegar, sabar, setia, berani, bersatu, dan tetap percaya dan berpegang teguh pada TUHAN dan pertolongannya. Dan yakinlah bahwa pada akhirnya kita menuai kemenangan dan sukacita. Dan akhirnya kita akan diam di dalam rumah TUHAN sepanjang masa.


💠 MENYANYI :  KJ 445 (1, 2)

🎶
Harap akan Tuhan, hai jiwaku!
Dia perlindungan dalam susahmu.
Jangan resah, tabah berserah,
kar'na habis malam pagi merekah.
Dalam derita dan kemelut
Tuhan yang setia, Penolongmu!

🎶
Harap akan Tuhan, hai jiwaku!
Dia perlindungan dalam susahmu.
Walau sendu, hatimu remuk,
Tuhan mengatasi tiap kemelut.
Ya Tuhan, tolong 'ku yang lemah:
setiaMu kokoh selamanya!











💠 DOA SYAFAAT :
(Papa, mulai)

......

 
Kami mohon, bimbinglah kami dengan Roh Kudus, sehingga kami selalu hidup menuruti kehendak-Mu.


Ya Bapa Sorgawi, di pagi hari ini dengan merendahkan diri di hadapan-Mu kami menyerahkan hidup kami ke dalam tangan-Mu. 

Genapilah kehendak dan rencana-Mu di dalam hidup kami, karena apapun yang Engkau rancangkan bagi hidup kami adalah senantiasa baik adanya. 


Dalam kehidupan di sepanjang hari ini, kami memohon tuntunan-Mu bagi diri kami. Agar kami senantiasa berjalan di dalam kehendak-Mu. Dan sertailah setiap langkah kehidupan yang kami tempuh ini dengan keberhasilan.




 
(doa syafaat untuk : ...... )


 
Ya Bapa yang pengasih,,  kepada-Mu kami berdoa dalam tuntunan Roh Kudus,, dan dalam iman kepada Yesus Kristus Penyelamat kami yang telah mengajarkan kami berdoa : ...

 

***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

(🎶 Doksologi, KJ 475)
Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.  Amin. 

Rabu, 01 Juni 2022

MEZBAH KELUARGA ~ Kamis, 2 Juni 2022







MEZBAH KELUARGA ~  Kamis, 2/6/2022
 



💠 MEMBACA MAZMUR :
      (Dilla, mulai)
       ðŸ“œ   Mazmur 32:11; 40:17

Bersukacitalah dalam TUHAN 

dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur! 


Biarlah bergembira dan bersukacita karena Engkau 

semua orang yang mencari Engkau


biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari pada-Mu 

tetap berkata: "TUHAN itu besar!" 








💠 MENYANYI :  KJ 46 (1, 2)

🎶


🎶






💠 DOA HARI INI :
(Mama)

Bapa Sorgawi yang mahakasih,
Pagi hari ini, oleh anugerah Kristus Yesus penyelamat jiwa kami, kami bersyukur, berterimakasih, sebab dengan damai sejahtera-Mu Engkau telah melindungi dan menaungi hidup kami di sepanjang malam yang telah lewat. 

Dan pagi hari ini, dalam kesegaran baru,  kami menikmati hari baru pemberian-Mu.


Ya Roh Kudus sumber kearifan dan kekuatan,, Terangilah hati pikiran kami agar Sabda Kebenaran mengarahkan perjalanan hidup kami di sepanjang hari ini menurut Kehendak TUHAN. 

Ya Bapa yang mahakuasa, dalam pengasihan-Mu, kami berdoa dalam nama Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin




 



💠 BACAAN ALKITAB :
      (Mama, mulai)  
      📖  Ester 6:1-14 

1 Pada malam itu juga raja tidak dapat tidur. Maka bertitahlah baginda membawa kitab pencatatan sejarah, lalu dibacakan di hadapan raja.

2 Dan di situ didapati suatu catatan tentang Mordekhai, yang pernah memberitahukan bahwa Bigtan dan Teresh, dua orang sida-sida raja yang termasuk golongan penjaga pintu, telah berikhtiar membunuh raja Ahasyweros. 

3 Maka bertanyalah raja: "Kehormatan dan kebesaran apakah yang dianugerahkan kepada Mordekhai oleh sebab perkara itu?" 

4 Jawab para biduanda raja yang bertugas pada baginda: "Kepadanya tidak dianugerahkan suatu apa pun." 



5 Maka bertanyalah raja: "Siapakah itu yang ada di pelataran?" Pada waktu itu Haman baru datang di pelataran luar istana raja untuk memberitahukan kepada baginda, bahwa ia hendak menyulakan Mordekhai pada tiang yang sudah didirikannya untuk dia. 

6 Lalu jawab para biduanda raja kepada baginda: "Itulah Haman, ia berdiri di pelataran." Maka titah raja: "Suruhlah dia masuk."

7 Setelah Haman masuk, bertanyalah raja kepadanya: "Apakah yang harus dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya?" Kata Haman dalam hatinya: "Kepada siapa lagi raja berkenan menganugerahkan kehormatan lebih dari kepadaku?" 

8 Oleh karena itu jawab Haman kepada raja: "Mengenai orang yang raja berkenan menghormatinya, 



9 hendaklah diambil pakaian kerajaan yang biasa dipakai oleh raja sendiri, dan lagi kuda yang biasa dikendarai oleh raja sendiri dan yang diberi mahkota kerajaan di kepalanya, dan hendaklah diserahkan pakaian dan kuda itu ke tangan seorang dari antara para pembesar raja, orang-orang bangsawan, lalu hendaklah pakaian itu dikenakan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya, kemudian hendaklah ia diarak dengan mengendarai kuda itu melalui lapangan kota sedang orang berseru-seru di depannya: Beginilah dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya!"

10 Maka titah raja kepada Haman: "Segera ambillah pakaian dan kuda itu, seperti yang kaukatakan itu, dan lakukanlah demikian kepada Mordekhai, orang Yahudi, yang duduk di pintu gerbang istana. Sepatah kata pun janganlah kaulalaikan dari pada segala yang kaukatakan itu." 

11 Lalu Haman mengambil pakaian dan kuda itu, dan dikenakannya pakaian itu kepada Mordekhai, kemudian diaraknya Mordekhai melalui lapangan kota itu, sedang ia menyerukan di depannya: "Beginilah dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya." 

12 Kemudian kembalilah Mordekhai ke pintu gerbang istana raja, tetapi Haman bergesa-gesa pulang ke rumahnya dengan sedih hatinya dan berselubung kepalanya.


13 Dan Haman menceritakan kepada Zeresh, isterinya, dan kepada semua sahabatnya apa yang dialaminya. Maka kata para orang arif bijaksana dan Zeresh, isterinya, kepadanya: "Jikalau Mordekhai, yang di depannya engkau sudah mulai jatuh, adalah keturunan Yahudi, maka engkau tidak akan sanggup melawan dia, malahan engkau akan jatuh benar-benar di depannya." 

14 Selagi mereka itu bercakap-cakap dengan dia, datanglah sida-sida raja, lalu mengantarkan Haman dengan segera ke perjamuan yang diadakan oleh Ester.





💠 RENUNGAN :


Ester 6:11
"Lalu Haman mengambil pakaian dan kuda itu, dan dikenakannya pakaian itu kepada Mordekhai, kemudian diaraknya Mordekhai melalui lapangan kota itu, sedang ia menyerukan di depannya:  'Beginilah dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya.' "  


Roma 2:10
tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, ... 

Yakobus 4:17
Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa. 


Menjadi orang benar di tempat yang salah itu tidak enak. Kita perlu mengetahui latar belakang kebencian Haman terhadap Mordekhai di Ester 3:1-10.

Penolakan Mordekhai bersujud kepada Haman yang sudah dijelaskannya bahwa itu dilakukan karena dia adalah orang Yahudi yang tidak bersujud di hadapan manusia (tangan kanan Ahasyweros sebagai ilah asing), ternyata tidak cukup untuk membuat Haman memahami bahwa sikap Mordekhai itu bukan ditujukan sebagai sikap memberontak terhadap raja (Ester 3:4).


Kebencian yang diawali dengan kegagalan memahami orang lain yang ada di sekitar Haman (Ester 3:5-10). 

Perikop yang kita baca hari ini (Ester 6:1-14) menjadi bukti bahwa Mordekhai memang tidak bermaksud melakukan makar (perbuatan menjatuhkan pemerintah yang sah).




Peristiwa-peristiwa dalam pasal 6 ini tidak terjadi secara kebetulan tetapi karena ada kuasa Tuhan yang bekerja.  Pada suatu malam Raja Ahasyweros tak dapat tidur, maka ia memerintahkan agar buku catatan sejarah dibacakan baginya.  Tertulis di dalamnya bahwa sesungguhnya Mordekhai telah berjasa besar bagi kerajaan.  Ia "...pernah memberitahukan bahwa Bigtan dan Teresy, dua orang sida-sida raja yang termasuk golongan penjaga pintu, telah berikhtiar membunuh raja Ahasyweros."  (Ester 6:2).  Raja benar-benar telah berhutang nyawa kepadanya.  Raja pun menanyakan penghargaan apa yang telah diberikan kepada Mordekhai yang berjasa itu, tapi tidak satu pun penghargaan yang didapat Mordekhai.  Maka raja langsung mengangkat Mordekhai ke posisi yang tinggi dan dia dibebaskan dari tiang gantungan.  Sebaliknya, Hamanlah yang digantung sebagai pengganti Mordekhai.


Demikianlah untuk menyelamatkan Mordekhai, Tuhan turut bekerja, dibuatnya raja tak dapat tidur; dibuatnya raja teringat pada catatan sejarah kerajaan.  Dan mengapa ia tepat membuka halaman di mana tercatat sejarah tentang jasa Mordekhai?


Semuanya itu bukan suatu kebetulan, tetapi  "...bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan..."  (Roma 8:28).

               













💠 MENYANYI :  NKB 121 (1, 4)


Yesus Tuhanku, Dialah segalanya;
dalam pergumulan dunia, Yesus Tuhanku!


🎶
Dialah Sahabatku paling akrab dan teguh;
Dia ‘ku pegang selalu: Yesus Jurus’lamatku.


Yesus Tuhanku, Dialah segalanya;
dalam pergumulan dunia, Yesus Tuhanku!


🎶
Dia mengajariku maksud Allah bagiku:
ikut mengabdikan diri dalam karya Tuhanku.


Yesus Tuhanku, Dialah segalanya;
dalam pergumulan dunia, Yesus Tuhanku!









💠 DOA SYAFAAT :
(Papa, mulai)

......

 
Kami mohon, bimbinglah kami dengan Roh Kudus, sehingga kami selalu hidup menuruti kehendak-Mu.


Ya Bapa Sorgawi, di pagi hari ini dengan merendahkan diri di hadapan-Mu kami menyerahkan hidup kami ke dalam tangan-Mu. 

Genapilah kehendak dan rencana-Mu di dalam hidup kami, karena apapun yang Engkau rancangkan bagi hidup kami adalah senantiasa baik adanya. 


Dalam kehidupan di sepanjang hari ini, kami memohon tuntunan-Mu bagi diri kami. Agar kami senantiasa berjalan di dalam kehendak-Mu. Dan sertailah setiap langkah kehidupan yang kami tempuh ini dengan keberhasilan.


......


( ... Doa syafaat untuk : ...... )



 
Ya Bapa yang pengasih,,  kepada-Mu kami berdoa dalam tuntunan Roh Kudus,, dan dalam iman kepada Yesus Kristus Penyelamat kami yang telah mengajarkan kami berdoa : ...

 

***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

(🎶 Doksologi, KJ 475)
Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya.  Amin.