Rabu, 08 September 2021

IMAN MEWUJUDKAN KETAATAN ~ Mezbah Keluarga ~ 8 September 2021




MEZBAH KELUARGA 
Rabu, 8 September 2021
Ibrani 3:17-19
IMAN MEWUJUDKAN KETAATAN




💠 MEMBACA MAZMUR :
       ðŸ“œ Mazmur 119:145

Aku berseru dengan segenap hati; jawablah aku, ya TUHAN! 

KETETAPAN-KETETAPAN-MU HENDAK KUPEGANG. 
 
💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.


💠 MENYANYI :  PKJ 255
FirmanMu Kupegang Selalu

🎶


💠 BACAAN ALKITAB :
      📖  Ibrani 3:17-19

17 Dan siapakah yang Ia murkai empat puluh tahun lamanya? Bukankah mereka yang berbuat dosa dan yang mayatnya bergelimpangan di padang gurun? 

18 Dan siapakah yang telah Ia sumpahi, bahwa mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Nya? Bukankah mereka yang tidak taat? 

19 Demikianlah kita lihat, bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka. 


💠 RENUNGAN : 


IMAN MEWUJUDKAN KETAATAN

Iman dan ketaatan kepada firman Tuhan akan senantiasa berjalan seiring. Apabila seorang anak mempercayai niatan baik dan hikmat yang ada pada orang tuanya maka ia akan menaati nasihat-nasihat yang mereka berikan. Sebaliknya, apabila sang anak tidak percaya bahwa orang tuanya adalah pribadi yang bijaksana dan dapat diandalkan, maka kemungkinan besar ia tidak akan menuruti nasihat yang mereka berikan. Hal yang sama dengan sikap kita kepada Tuhan. Apabila kita sungguh-sungguh percaya bahwa Tuhan adalah pribadi yang dapat diandalkan maka kita akan menaati nasihat dan perintah yang Ia sampaikan melalui firman-Nya.

 

Kaitan antara iman dan ketaatan kepada firman Tuhan ini diutarakan di dalam Ibrani 3. Di situ dijelaskan tentang sikap bangsa Israel di dalam perjalanan mereka dari Mesir menuju ke tanah Kanaan. Di dalam perjalanan tersebut mereka tidak menaati firman yang Tuhan sampaikan. Sebagai akibat, Tuhan tidak mengizinkan mereka memasuki tempat perhentian, yaitu negeri Kanaan. Selanjutnya dijelaskan "bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka." Berarti terdapat kaitan yang erat antara ketidaktaatan dengan ketidakpercayaan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ketaatan kepada firman Tuhan merupakan wujud dari iman kita kepada-Nya.




PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :

Apakah Anda sungguh-sungguh percaya bahwa Allah adalah pribadi yang dapat diandalkan? Apakah bukti dari iman Anda tersebut?
 

💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
 

💠 MENYANYI :   PKJ 249. (1-3)
Ya Tuhan, Kuatkan Imanku

🎶

🎶

🎶

💠 BERDOA :
 
Ya Tuhan, kami mengaku bahwa Engkau adalah pribadi yang dapat diandalkan. Kuasa-Mu tidak terbatas, rencana-Mu sempurna dan hikmat-Mu jauh lebih tinggi daripada langit. 

Dan karena itu Engkau sanggup mewujudkan segala hal yang Engkau kehendaki dan apapun yang Engkau rencanakan pasti akan terlaksana. 

Engkau setia dan tidak pernah mengingkari janji-Mu. Kami percaya bahwa firman-Mu adalah benar dan patut untuk ditaati. 

Ya Tuhan, berikan kepada kami hati yang lembut dan yang senantiasa taat kepada firman-Mu.

 

Kami menyerahkan hari ini ke dalam tangan-Mu. Aku berterima kasih kepada-Mu karena di dalam anugerah-Mu Engkau memberi kepada kami hari yang baru dan kesempatan-kesempatan yang baru. 

Tolonglah kami agar mampu mengisi hari ini bukan sebagai waktu yang sia-sia tetapi yang memuliakan nama-Mu. Untuk itu tuntunlah diri kami dengan firman-Mu dan sertailah diri kami dengan Roh Kudus-Mu. 

Berikanlah kesanggupan dalam diri kami untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawab kami dengan sebaik-baiknya. 

Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Sumber pengharapan yang tidak pernah mengecewakan, kami berdoa. 


 ***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 
Amin. 
 



 

Selasa, 07 September 2021

MENGHARGAI ANUGERAH TUHAN ~ Mezbah Keluarga ~ 7 September 2021





MEZBAH KELUARGA 
Selasa, 7 September 2021
Ibrani 2 : 1-4
MENGHARGAI ANUGERAH TUHAN



💠 MEMBACA MAZMUR :
       ðŸ“œ Mazmur 65:5

Berbahagialah orang yang Engkau pilih dan yang Engkau suruh mendekat 

UNTUK DIAM DI PELATARAN-MU! 

Kiranya kami menjadi kenyang dengan segala yang baik di rumah-Mu, 

DI BAIT-MU YANG KUDUS. 
 


💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.


💠 MENYANYI :  GB 101. (1)
YA TUHAN, RAJAKU

🎶
Ya Tuhan, Rajaku, Kau panggil aku ini
menjadi hamba-Mu, bentara-Mu di sini.
B’ri kuat dan sabar, b’ri hati ku teguh
dan aku bekerja menurut maksud-Mu.

 


💠 BACAAN ALKITAB :
      📖  Ibrani 2:1-4

1 Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus. 

2 Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal, 

3 bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan 

4 Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karunia Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya. 



💠 RENUNGAN : 


MENGHARGAI ANUGERAH TUHAN

Salah satu wujud dari sikap menghargai anugerah Tuhan adalah dengan menaati firman-Nya. Hal ini sama seperti seorang yang telah melanggar peraturan lalu lintas dan yang kemudian hanya diperingatkan serta tidak ditilang oleh polisi yang menghentikan dirinya. Apabila orang tersebut sungguh-sungguh menghargai kemurahan hati dari sang polisi yang telah memaafkan dirinya itu, maka ia tidak akan dengan sengaja melanggar peraturan lalu lintas lagi. Demikian pula kalau kita sungguh-sungguh menghargai anugerah Allah dalam mengampuni dosa kita maka kita tidak akan berbuat dosa lagi, namun akan hidup dalam ketaatan terhadap firman-Nya.

 


Bahwasanya ketaatan kepada firman Allah merupakan penghargaan terhadap anugerah-Nya ini dikemukakan di dalam Ibrani 2. Di situ diutarakan bahwa pelanggaran dan ketidaktaatan terhadap firman Allah merupakan wujud dari tindakan "menyia-nyiakan keselamatan" yang telah Allah berikan kepada kita. Keselamatan yang kita alami bukan karena upaya atau kebaikan kita, namun karena anugerah-Nya. Oleh sebab itu sikap tidak menyia-nyiakan keselamatan atau sikap menghargai serta mensyukuri anugerah Allah tidaklah cukup bila kita ungkapkan hanya melalui puji-pujian secara lisan kepada Tuhan. Namun haruslah kita wujudkan dengan menaati firman-Nya.





PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :
Sudahkah Anda menghargai anugerah Allah? Apakah wujudnya?

 
💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
 

💠 MENYANYI :   NP 119. (1-3)
SANGAT BESAR ANUG'RAHNYA

🎶
Sangat besar anug'rahNya
Yang t'lah kualami!
Sesat aku dulu kala,
S'lamatlah ku kini.

🎶
Oleh anug'rah hilanglah
Segala takutku;
Betapa indah anug'rah,
Memb'ri berkat restu!

🎶
Sering bahaya dan jerat
Mengancam hidupku;
Oleh anug'rahku s'lamat;
Ke surga ku tuju.



💠 BERDOA :
 
Tuhan, kami bersyukur untuk anugerah-Mu yang sangat besar bagi hidup kami. 

Engkau telah memerdekakan diri kami dari perbudakan dosa, memperdamaikan diri kami dengan diri-Mu, dan menjamin masa depan kami.

Ajarlah kami agar tidak menyia-nyiakan keselamatan yang telah Engkau anugerahkan kepada kami itu. Oleh karena itu berikan kepada kami hati yang lembut dan yang bersedia untuk menaati firman-Mu. 

Ampunilah diri kami apabila adakalanya kami hidup menurut jalan kami sendiri dan mengabaikan kehendak-Mu. 

Tolonglah kami dengan Roh Kudus-Mu agar hidup kami merupakan persembahan yang berkenan kepada-Mu.

 

Kami bersyukur untuk hari yang baru yang Engkau berikan kepada kami ini. Kami percaya hari ini kami akan mengalami berkat dan kemurahan-Mu yang berlimpah-limpah. 

Oleh karena itu kami menyerahkan diri kami ke dalam tangan-Mu. Tuntunlah kami agar senantiasa berjalan sesuai dengan kehendak-Mu. 

Mampukanlah diri kami untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawab kami secara maksimal. Supaya dengan demikian kami bukan hidup di dalam kesia-siaan tetapi memuliakan nama-Mu. 

Jadikanlah diri kami sebagai saluran berkat-Mu bagi orang-orang yang ada di sekitar kami. 

Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Gembala kami, kami berdoa.


 ***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 
Amin. 
 



 

Minggu, 05 September 2021

NYATAKAN KRISTUS DALAMMU ~ Mezbah Keluarga ~ 6 September 2021





MEZBAH KELUARGA 
Senin, 6 September 2021
Ibrani 1:1, 2
NYATAKAN KRISTUS DALAMMU




💠 MEMBACA MAZMUR :
       ðŸ“œ Mazmur 81:2-5

Bersorak-sorailah bagi Allah, kekuatan kita, 

BERSORAK- SORAKLAH BAGI ALLAH YAKUB. 

Angkatlah lagu, bunyikanlah rebana, 

KECAPI YANG MERDU, DIIRINGI GAMBUS. 

Tiuplah sangkakala pada bulan baru, 

PADA BULAN PURNAMA, PADA HARI RAYA KITA. 

Sebab hal itu adalah suatu ketetapan bagi Israel, 

SUATU HUKUM DARI ALLAH YAKUB.


 
💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.


💠 MENYANYI :  GB 4. (1, 2)
BERSORAK BAGI TUHAN

🎶
Bersorak bagi Tuhan, wahai umat-Nya;
hendaklah orang jujur puji nama-Nya.
Mainkanlah kecapi dan tabuhlah rebana,
bermazmur bagi Tuhan dan bersyukurlah.

🎶
Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhanmu;
nyaringkanlah suaramu dan bersoraklah,
sebab Tuhan berfirman 
dan semuanya ada;
segala isi bumi diciptakan-Nya.

 


💠 BACAAN ALKITAB :
      📖  Ibrani 1:1, 2
 
1 Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, 

2 maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.


💠 RENUNGAN : 


NYATAKAN KRISTUS DALAMMU

Melalui Kristus Allah mengungkapkan diri-Nya secara sepenuhnya kepada umat manusia. Kita mengungkapkan diri kita kepada orang lain melalui pelbagai cara. Antara lain yaitu secara lisan maupun tulisan. Kita juga dapat mengungkapkannya melalui nyanyian, lukisan dan cara-cara lainnya. Di antara berbagai cara tersebut pengungkapan yang tertinggi adalah ketika kita hadir secara pribadi di antara orang-orang yang kepadanya kita ingin mengutarakan perasaan, pikiran dan keinginan hati kita. Itu sebabnya kehadiran Kristus di dunia merupakan puncak dari pengungkapan diri Allah kepada umat manusia. Karena Kristus adalah pribadi dari Allah itu sendiri.

 


Prinsip yang sangat penting tentang pengungkapan diri Allah melalui Kristus ini diutarakan di surat Ibrani 1. Di situ penulis surat Ibrani berkata bahwa setelah Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada manusia dengan perantaraan para nabi-Nya, maka sekarang Ia berbicara melalui Yesus Kristus, yaitu Anak-Nya. Istilah anak ini tidak boleh dipahami secara harafiah, namun menggambarkan relasi yang sangat dekat antara Kristus dengan Allah sebab Ia adalah Allah itu sendiri. Dengan kata lain, kehadiran Kristus di dunia merupakan kehadiran Allah secara pribadi di antara umat manusia. Melalui diri-Nya Allah mengungkapkan isi hati-Nya kepada kita.

 



PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :
Karena Kristus merupakan puncak dari pengungkapan diri Allah kepada manusia maka bagaimana seharusnya sikap kita kepada-Nya? Mengapa demikian?
 


💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
 

💠 MENYANYI :   NP 195. (1, 2, 4)
NYATAKAN YESUS DALAMMU
(Let Others See Jesus in You)

🎶
Di dunia yang penuh cemar,
Antara sesamamu,
Hiduplah saleh dan benar;
Nyatakan Yesus dalammu.

Ref.
Nyatakan Yesus dalammu;
Nyatakan Yesus dalammu;
Sampaikan Firman dengan hati teguh;
Nyatakan Yesus dalammu.

🎶
Hidupmu kitab terbuka,
Dibaca sesamamu;
Apakah tiap pembacanya
Melihat Yesus dalammu?

 Ref.
Nyatakan Yesus dalammu;
Nyatakan Yesus dalammu;
Sampaikan Firman dengan hati teguh;
Nyatakan Yesus dalammu.

🎶
Hiduplah kini bagiNya,
Berjiwa tetap teguh;
Bimbinglah orang tercela
Melihat Yesus dalammu.

Ref.
Nyatakan Yesus dalammu;
Nyatakan Yesus dalammu;
Sampaikan Firman dengan hati teguh;
Nyatakan Yesus dalammu.


💠 BERDOA :
 
Ya Tuhan, Engkaulah Penguasa alam semesta, Pencipta langit dan bumi yang layak untuk disembah serta diagungkan. 

Engkau mahamulia, dan kepada-Mu seluruh makhluk sujud menyembah. 

Kami memuji nama-Mu karena Engkau yang mahabesar telah rela merendahkan diri-Mu, datang ke dunia menjadi sama dengan manusia. 

Di dalam kasih-Mu Engkau telah mengorbankan diri-Mu sampai mati di kayu salib untuk manusia yang berdosa seperti diri kami. Sungguh kami bersyukur kepada-Mu untuk anugerah-Mu yang mulia itu.

 


Ya Tuhan, di dalam rasa syukur kepada-Mu, kami datang merendahkan diri di hadapan-Mu. 

Kami memohon agar Engkau menyertai diri kami di sepanjang hari ini. 

Bawalah diri kami untuk senantiasa berjalan di dalam kehendak-Mu agar hidup kami menyenangkan hati-Mu. 

Penuhilah hidup kami dengan Roh-Mu dan berikan kepada kami hati yang taat kepada firman-Mu. 

Berkatilah semua yang akan kami kerjakan pada hari ini dengan keberhasilan. 

Ya Tuhan, limpahilah diri kami dengan hikmat-Mu agar kami sanggup membuat keputusan-keputusan yang benar dan berkenan kepada-Mu. 

Pakailah hidup kami menjadi saksi-Mu di manapun kami berada. 

Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, kami berdoa. 

 
***

YESUS, ANAK DOMBA ALLAH, KASIHANILAH KAMI

YESUS, ANAK DOMBA ALLAH, KASIHANILAH KAMI

YESUS, ANAK DOMBA ALLAH, BERILAH KAMI DAMAI-MU


 ***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 
Amin. 
 



 

Sabtu, 04 September 2021

BERSIKAP MAWAS DIRI ~ Mezbah Keluarga Hari Minggu ~ 5 September 2021





MEZBAH KELUARGA HARI MINGGU
5 September 2021
Hosea 13:4-6
BERSIKAP MAWAS DIRI




💠 PEMBUKAAN :

[Papa] :  Kita mulai Mezbah Keluarga Hari Minggu ini dengan pertolongan dari TUHAN yang menciptakan langit dan bumi, Dia tidak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya, dan Dia selalu dalam kesetiaan-Nya sampai selama-lamanya. ~ Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. Amin.

💠 MEMBACA MAZMUR :
 [Anak] :   ðŸ“œ Mazmur 36:6, 8

Ya TUHAN, kasih-Mu sampai ke langit, 

SETIA-MU SAMPAI KE AWAN. 

Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! 

ANAK-ANAK MANUSIA BERLINDUNG DALAM NAUNGAN SAYAP-MU. 





💠 MENYANYI :  PKJ 14. 
Kunyanyikan Kasih Setia Tuhan

🎶



💠 BERDOA :

[Mama] :  Ya Tuhan, kami bersyukur kepada-Mu untuk pagi hari ini, juga kami berterima kasih atas penjagaan-Mu sepanjang tidur malam kami, dan kini dapat bangun dalam kondisi yang segar-bugar.

Ya Tuhan, Sang Kehidupan, Kasih-Mu yang besar mengubahkan segala sesuatu di dunia ini. Ubahkanlah diri kami menjadi orang-orang yang selalu menghargai kehidupan yang Engkau berikan.

Allah yang Kudus, Engkaulah Penebus kami dan kekuatan kami. Kami memohon, kiranya Roh-Mu menguasai diri kami dan menerangi hati pikiran kami dengan Kebenaran-Mu yang membimbing kami melakukan Kehendak-Mu dalam semua kegiatan kami setiap hari. 

Dalam pengasihan Yesus Kristus, Tuhan kami, kami berdoa, Amin.


💠 MENYANYI : GB 61. (1, 2)
TUHAN, AJARKANLAH KEHENDAKMU
(Teach Me Thy Will, O Lord)

🎶
Tuhan, ajarkanlah kehendak-Mu;
nyatakan jalan-Mu dan firman-Mu.
‘Kus’rahkan hidupku pada bimbingan-Mu,
dekatkan diriku kepada-Mu

🎶
Ajarlah kukenal anug’rah-Mu.
Sinarilah dengan t’rang wajah-Mu
Hapuskan dosaku, diami hatiku,
kiranya ‘ku tetap bersama-Mu

💠 MEMBACA ALKITAB :
 [Anak] :  📖   Hosea 13:4-6

4 Tetapi Aku adalah TUHAN, Allahmu sejak di tanah Mesir; engkau tidak mengenal allah kecuali Aku, dan tidak ada juruselamat selain dari Aku. 

5 Akulah yang mengenal engkau di padang gurun, di tanah yang gersang.

6 Ketika mereka makan rumput, maka mereka kenyang; setelah mereka kenyang, maka hati mereka meninggi; itulah sebabnya mereka melupakan Aku. 


💠 RENUNGAN : 



BERSIKAP MAWAS DIRI

Kita harus senantiasa bersikap mawas diri, supaya ketika diberkati kita tidak menjadi lupa diri. Acapkali ketika seseorang mengalami persoalan ia menjadi rajin beribadah, membaca Alkitab maupun berdoa untuk memohon pertolongan Tuhan. Namun bila Tuhan sudah mengulurkan tangan untuk menolong serta memberkati dirinya maka tidak jarang yang bersangkutan menjadi lupa diri. Ia tidak lagi beribadah, membaca Alkitab maupun berdoa dengan rajin seperti sebelumnya. Itu sebabnya di dalam segala keadaan kita harus senantiasa bersikap mawas diri, yaitu dengan mengingat bahwa sesungguhnya di setiap saat hidup kita adalah bergantung kepada kemurahan Tuhan.

 


Pentingnya untuk senantiasa bersikap mawas diri ini dapat kita lihat di dalam kehidupan bangsa Israel seperti yang dicatat di dalam Hosea 13. Di situ Allah mengutarakan tentang kemurahan-Nya dengan memberkati bangsa Israel, dan menyelamatkan mereka dari perbudakan di Mesir. Bukan itu saja, Ia juga memelihara umat-Nya ini di padang gurun dalam perjalanan mereka menuju negeri Kanaan. Namun "setelah mereka kenyang, maka hati mereka meninggi," dan melupakan Tuhan. Kalau saja mereka bersikap mawas diri, yaitu dengan menyadari bahwa semua yang telah mereka alami adalah karena kemurahan Tuhan, maka di masa suka maupun sukar mereka akan tetap mengingat Dia.




💠 MENYANYI :  NKB 14. (1, 4)
Jadilah Tuhan, KehendakMu

🎶
Jadilah, Tuhan kehendak Mu!
‘Kaulah Penjunan, ‘ku tanahnya.
Bentuklah aku sesuka Mu,
'kan ‘ku nantikan dan berserah.

🎶
Jadilah, Tuhan kehendak Mu!
S’luruh hidupku kuasailah.
Berilah Roh Mu kepadaku,
agar t’rang Kristus pun nyatalah.




✝️ PENGAKUAN IMAN RASULI
[ Berdiri-bersama] :
Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi.

Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang Tunggal, Tuhan kita.

Yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria.

Yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut.

Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati.

Naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa, dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Aku percaya kepada Roh Kudus; gereja yang kudus dan am; persekutuan orang kudus; pengampunan dosa; kebangkitan orang mati; dan hidup yang kekal. 



💠 BERDOA : 

Tuhan, kami berterima kasih kepada-Mu karena rencana-Mu selalu yang terbaik bagi hidup kami. Tidak berkesudahan kebaikan-Mu bagi diri kami.

Kasih-Mu sangat besar sehingga melampaui kemampuan akal kami untuk mencernanya. Kami  memohon kepada-Mu ya Tuhan, agar Engkau senantiasa menjaga hati kami, supaya di dalam segala keadaan kami tetap hidup dengan sikap mawas diri. 

Tolonglah diri kami agar kami tidak pernah melupakan bahwasanya semua hal yang baik yang kami alami dalam hidup kami adalah berasal dari pada-Mu. Sehingga dengan demikian kami senantiasa hidup bergantung kepada anugerah-Mu.



Ya Tuhan, menyongsong hari-hari yang ada di hadapan kami, maka kami yakin bahwa Engkau tidak pernah meninggalkan diri kami. 

Walaupun banyak hal yang tak kami pahami tentang masa depan kami, tetapi kami mau percaya kepada-Mu, bahwa Engkau mengatur semuanya dan menjadikannya indah pada waktunya. 

Oleh sebab itu kami memohon agar Engkau berkenan menuntun dan menyertai hidup kami di sepanjang hari yang akan kami lalui ini. 

Di dalam tuntunan-Mu saja kami akan terhindar dari jalan yang salah, dan di dalam penyertaan-Mu ada damai sejahtera serta keberhasilan akan mengiring hidup kami. 

Pakailah diri kami menjadi saluran kasih-Mu bagi orang-orang yang ada di sekitar kami. 

Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, kami berdoa kepada Bapa sorgawi.


*****


Bapa kami yang di sorga, 
Dikuduskanlah nama-Mu, 
Datanglah Kerajaan-Mu, 
Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.

MENGHARGAI KESABARAN TUHAN Mezbah Keluarga 4 September 2021





MEZBAH KELUARGA 
Sabtu, 4 September 2021
Hosea 11:1-2, 4-5
MENGHARGAI KESABARAN TUHAN




💠 MEMBACA MAZMUR :
       ðŸ“œ Mazmur 86:15

Tetapi Engkau, ya Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, 

PANJANG SABAR DAN BERLIMPAH KASIH DAN SETIA. 
 


💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.


💠 MENYANYI :  KJ 58. (1, 3)

🎶
Mahakasih yang ilahi, 
nikmat sorga, turunlah
Mendiami hati kami; 
Kau mahkota kurnia.
Yesus, Kau berlimpah rahmat, 
Sumber kasih yang besar
Datanglah membawa s'lamat 
bagi kami yang gentar.
 

🎶
Penebus yang mahakuasa, 
b'rilah kami hidup-Mu.
Datang dan senantiasa 
tinggal dalam umat-Mu,
hingga beserta malaikat 
yang mengabdi, menyembah,
kami turut memuliakan 
kasih-Mu selamanya.





💠 BACAAN ALKITAB :
      📖 Hosea 11:1-2, 4-5
 
1 Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu.

2 Makin Kupanggil mereka, makin pergi mereka itu dari hadapan-Ku; mereka mempersembahkan korban kepada para Baal, dan membakar korban kepada patung-patung. 

4 Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan. 

5 Mereka harus kembali ke tanah Mesir, dan Asyur akan menjadi raja mereka, sebab mereka menolak untuk bertobat. 




💠 RENUNGAN : 



MENGHARGAI KESABARAN TUHAN

Memang Allah bersifat panjang sabar, namun bukan berarti kesabaran-Nya tidak terbatas. Sama seperti seorang ayah yang mengasihi anaknya. Di dalam kesabarannya ia tidak segera menghukum anaknya ketika si anak melakukan kesalahan. Yang ia lakukan adalah memberikan peringatan agar anak tersebut berhenti berbuat salah. Namun apabila si anak meremehkan kesabaran dari ayahnya dengan terus melakukan pelanggaran yang sama tentu sang ayah tidak akan membiarkan hal tersebut. Demi kebaikan si anak ia akan menghukum yang bersangkutan. Dengan kata lain, walaupun sang ayah adalah pribadi yang panjang sabar, namun bukan berarti kesabarannya tiada batasnya.

 


Hal yang sama dengan diri Allah. Ia adalah pribadi yang panjang sabar, namun bukan berarti kesabaran-Nya boleh dipermainkan. Sebagaimana yang ditulis di dalam Hosea 11, walaupun umat Israel mengkhianati diri-Nya dengan menyembah berhala, Allah di dalam kesabaran-Nya tetap "menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih." Namun ketika umat-Nya tidak juga kunjung bertobat maka Iapun bertindak menghukum mereka. Sehingga "mereka harus kembali ke tanah Mesir, dan Asyur akan menjadi raja mereka." Hal ini menunjukkan bahwa Allah adalah pribadi yang panjang sabar namun bukan berarti kesabaran-Nya tiada batasnya.




PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :

Apakah yang harus Anda lakukan sebagai penghargaan Anda terhadap kesabaran Tuhan? Mengapa demikian?
 

💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
 

💠 MENYANYI :   KJ 416. (1, 3)

🎶
Tersembunyi ujung jalan, 
hampir atau masih jauh;
'ku dibimbing tangan Tuhan 
ke neg'ri yang tak 'ku tahu.
Bapa, ajar aku ikut, 
apa juga maksudMu,
tak bersangsi atau takut, 
beriman tetap teguh.


🎶
Tuhan, janganlah biarkan 
kutentukan nasibku.
B'rilah hanya kudengarkan 
keputusan hikmatMu.
Aku ini pun selaku 
kanak-kanak yang bebal.
Bapa jua bimbing aku 
ke kehidupan kekal.

 




💠 BERDOA :
 
Bapa sorgawi, Engkau adalah pribadi yang panjang sabar. Di dalam kesabaran-Mu Engkau bersedia menuntun hidup kami, menjaga diri kami agar tidak melangkah ke jalan yang salah dan mengangkat diri kami ketika kami jatuh. 

Di dalam kemurahan-Mu Engkau selalu mengingatkan kami agar hidup sesuai dengan kehendak-Mu. Karena sesungguhnya Engkau tidak pernah tersesat maupun bermaksud untuk menyesatkan diri kami. 

Oleh karena itu ampunilah diri kami apabila tak jarang kami ini mempermainkan kesabaran-Mu. Ajarlah diri kami untuk menghargai kemurahan-Mu agar supaya hidup kami memuliakan nama-Mu.


Ya Bapa Sorgawi, kami bersyukur kepada-Mu untuk hari yang baru yang Engkau berikan kepada kami pada hari ini. 

Kami percaya Engkau tidak akan pernah membiarkan diri kami berjalan seorang diri. Engkau selalu menuntun diri kami dengan Roh-Mu. 

Hikmat-Mu selalu tersedia bagi diri kami dan menyanggupkan kami untuk membuat keputusan-keputusan yang benar serta berkenan kepada-Mu. 

Berkatilah diri kami di dalam mengerjakan semua tugas dan tanggung jawab kami pada hari ini dengan keberhasilan. Jadikanlah diri kami berkat bagi orang-orang di sekitar kami. 

Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, kami berdoa.

 ***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 
Amin. 
 

 

Kamis, 02 September 2021

JIKA JIWAKU BERDOA | Mezbah Keluarga | 3 September 2021





MEZBAH KELUARGA 
Jumat, 3 September 2021
Markus 14:35, 36
JIKA JIWAKU BERDOA





💠 MEMBACA MAZMUR :
       ðŸ“œ Mazmur 113:2, 3

Kiranya nama TUHAN dimasyhurkan, 

SEKARANG INI DAN SELAMA-LAMANYA. 

Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari 

TERPUJILAH NAMA TUHAN.

 
💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.


💠 MENYANYI :  KJ 6. (1, 4)
HAI MASYHURKANLAH

🎶
Hai masyhurkanlah Allahmu kudus:
besar namaNya maklumkan terus.
Agungkanlah Dia yang jaya megah;
kekal dan mulia kerajaanNya.


🎶
KepadaNyalah syukur abadi!
KepadaNyalah sembah tak henti,
Kuasa dan hikmat, pujian merdu,
Kemuliaan, hormat dan kasih penuh!



💠 BACAAN ALKITAB :
      📖 Markus 14:35, 36

35 Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya. 

36 Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."


💠 RENUNGAN : 



JIKA JIWAKU BERDOA

Doa bukanlah upaya memaksa Tuhan agar menuruti kehendak kita, namun merupakan penyerahan diri kita kepada kehendak-Nya. Oleh karena itu slogan Pray Until Something Happens, berdoa sampai sesuatu terjadi, merupakan hal yang benar namun juga dapat dipahami secara keliru. Kalau slogan ini dimaknai sebagai kegigihan untuk berdoa, maka hal itu merupakan prinsip yang benar. Tetapi kalau diartikan bahwa kita harus gigih berdoa sampai Tuhan terpaksa menuruti kehendak kita, maka itu merupakan sikap yang keliru. Sebab bila kita dapat memaksa Tuhan maka berarti Dia bukanlah pribadi yang berdaulat. Oleh sebab itu yang benar adalah melalui doa kita menyerahkan diri kepada kehendak-Nya.

 


Prinsip tentang doa inilah yang dicontohkan Yesus dan dicatat dalam Markus 14. Ditulis di situ Ia berkata: "Janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki." Itulah contoh dari doa yang seharusnya. Yaitu bahwa di dalam doa kita tidak boleh memaksakan kehendak kita kepada Tuhan. Sebab kehendak kita tidak selalu tepat dan tidak selalu sesuai dengan kehendak-Nya yang sempurna. Justru melalui doa kita mengungkapkan keyakinan kita bahwa kehendak Tuhan adalah yang terbaik, dan kuasa-Nya tidak terbatas. Dengan kesadaran iman tersebut kita merendahkan diri serta memasrahkan hidup kita kepada kehendak-Nya.

 





PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :

Apakah selama ini Anda telah berdoa dengan menyerahkan diri kepada kehendak Tuhan? Apakah bukti dari jawaban Anda itu?

 
💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
 

💠 MENYANYI :   KJ 460. (1, 3)
JIKA JIWAKU BERDOA

🎶
Jika jiwaku berdoa 
kepadaMu, Tuhanku,
ajar aku t'rima saja 
pemberian tanganMu
dan mengaku, s'perti Yesus 
di depan sengsaraNya:
Jangan kehendakku, Bapa, 
kehendakMu jadilah.

 
🎶
Aku cari penghiburan 
hanya dalam kasihMu.
Dalam susah Dikau saja 
perlindungan hidupku.
'Ku mengaku, s'perti Yesus 
di depan sengsaraNya:
Jangan kehendakku Bapa, 
kehendakMu jadilah.




💠 BERDOA :
 
Ya Bapa yang baik, kami percaya bahwa kehendak-Mu selalu yang terbaik bagi kami. 

Tidak ada yang lebih baik di dunia ini melebihi mengikuti kehendak-Mu. Sebab di luar kehendak-Mu kami akan berjalan di dalam kegelapan dan menuju kepada kebinasaan. 

Ampunilah diri kami ya Tuhan, apabila acapkali kami hidup hanya untuk memuaskan keinginan kami sendiri dan tidak mempedulikan kehendak-Mu. 

Ya Roh Kudus, bimbinglah diri kami agar kami semakin mengenal kehendak-Mu dan berjalan sesuai dengan firman-Mu. Sehingga dengan demikian hidup kami akan berkenan kepada-Mu.

 

Ya Tuhan, ketika mengawali hari ini kami mengucap syukur kepada-Mu untuk semua kebaikan-Mu yang telah kami alami di dalam hidup kami. 

Kami menyerahkan hidup kami di sepanjang hari ini ke dalam tangan-Mu, dan memohon tuntunan-Mu agar kami sanggup melakukan semua tugas dan tanggung jawab kami. 

Berkatilah semua yang kami kerjakan dengan keberhasilan. Tuntunlah diri kami dengan hikmat-Mu agar kami sanggup mengambil keputusan-keputusan yang benar dan memuliakan nama-Mu. 

Jangan biarkan kami terjerumus ke dalam pencobaan dan lepaskanlah diri kami dari pada yang jahat. 

Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, kami berdoa. 


 ***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 
Amin. 
 

 

Rabu, 01 September 2021

KEWASPADAAN ROHANI | Mezbah Keluarga |2 September 2021





MEZBAH KELUARGA 
Kamis, 2 September 2021
Markus 13 : 5-8
KEWASPADAAN ROHANI


💠 MEMBACA MAZMUR :
       ðŸ“œ  Mazmur 111:1
 
Haleluya! Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, 

DALAM LINGKUNGAN ORANG-ORANG BENAR DAN DALAM JEMAAH. 


💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.


💠 MENYANYI :  GB 246. 
AKU MAU BERSYUKUR

🎶
Aku mau bersyukur 
di antara bangsa-bangsa,
aku mau bermazmur 
bagi-Mu, ya Tuhan.
    
Kar'na kasih-Mu besar 
mengatasi langit tinggi;
kebenaran-Mu sampai 
menembus awan-awan.
    
Ditinggikan dirimu di atas langit.
Kemuliaan-Mu mengatasi bumi.
Ditinggikan diri-Mu diatas langit.
Kemuliaan-Mu mengatasi bumi.





💠 BACAAN ALKITAB :
      📖  Markus 13:5-8

5 Maka mulailah Yesus berkata kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! 

6 Akan datang banyak orang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. 

7 Dan apabila kamu mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang, janganlah kamu gelisah. Semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. 

8 Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi di berbagai tempat, dan akan ada kelaparan. Semua itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru. 




💠 RENUNGAN : 


KEWASPADAAN ROHANI

Ajaran tentang akhir zaman yang benar adalah untuk membangkitkan kewaspadaan rohani dan bukan untuk menimbulkan rasa gelisah di hati. Sama dengan ajaran-ajaran lainnya demikianlah ajaran tentang akhir zaman diwarnai dengan ajaran yang benar dan yang keliru. Salah satu cara untuk membedakan keduanya adalah dengan melihat tujuan dari ajaran tersebut. Ajaran yang benar adalah untuk membangkitkan kewaspadaan rohani supaya dengan demikian orang tidak mudah tersesatkan dan menyembah juruselamat yang palsu. Sedangkan ajaran yang keliru adalah untuk membangkitkan rasa takut dan gelisah di hati, yang pada akhirnya justru akan membuat orang mudah untuk disesatkan.

 


Peringatan tentang kewaspadaan dan kegelisahan ini disampaikan Yesus kepada para murid-Nya dan dicatat di dalam Markus 13. Di situ Ia menjelaskan sikap yang seharusnya dari para pengikut-Nya dalam menghadapi zaman akhir. Ia berkata: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!" Lebih lanjut Ia juga berkata: "Janganlah kamu gelisah." Berarti ajaran yang benar akan membangkitkan kewaspadaan rohani dan bukan kegelisahan di hati. Kewaspadaan rohani yaitu agar kita tidak disesatkan orang. Bukan kegelisahan di hati karena zaman akhir merupakan awal dari zaman yang baru dan yang lebih baik. Dan di balik semua itu Tuhan yang memegang kendali atas jalannya sejarah.

 
 


PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :
Sudahkah Anda senantiasa bersikap waspada secara rohani? Apakah buktinya?



💠 SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
 



💠 MENYANYI :   KJ 413. (1,2)
Tuhan, Pimpin AnakMu

🎶
Tuhan, pimpin anakMu, 
agar tidak tersesat.
Akan jauhlah seteru, 
bila Kau tetap dekat

Ref.
Tuhan pimpin! 
Arus hidup menderas;
Agar jangan 'ku sesat, 
pegang tanganku erat.

🎶
Hanya Dikau sajalah 
Perlindungan yang teguh.
Bila hidup menekan, 
Kau harapanku penuh.

 Ref.
Tuhan pimpin! 
Arus hidup menderas;
Agar jangan 'ku sesat, 
pegang tanganku erat.




💠 BERDOA :
 
Tuhan, Engkau selalu melindungi diri kami dan tidak membiarkan kami tersesat oleh rupa-rupa angin pengajaran. 

Roh-Mu menerangi pikiran kami dan firman-Mu menuntun hidup kami agar kami berjalan di dalam kebenaran. 

Ya Tuhan, tolonglah diri kami agar senantiasa bersikap waspada supaya kami ini tidak disesatkan oleh ajaran yang keliru dan yang membuat diri kami menjauh dari pada-Mu. 

Penuhilah hati kami ya Tuhan dengan damai sejahtera, sehingga kami tidak merasa gelisah di dalam menghadapi hari esok karena kami yakin Engkau memegang kendali atas segala sesuatu. 

Engkaulah Sang Penguasa sejarah yang menggenggam hidup kami dengan tangan-Mu.

 

Ya Tuhan, kembali pagi hari ini kami mengangkat pujian dan ucapan syukur kami kepada-Mu, karena Engkau berjanji akan senantiasa menyertai hidup kami. 

Oleh sebab itu apapun yang akan kami hadapi pada hari ini hati kami tidak merasa gelisah, karena Engkau tidak akan membiarkan diri kami berjalan seorang diri. 

Tolonglah diri kami di dalam mengerjakan semua tugas dan tanggung jawab kami, supaya dengan demikian berkat dan keberhasilan yang dari pada-Mu selalu mengiring kehidupan kami. 

Pakailah diri kami sebagai garam dan terang-Mu di manapun diri kami berada. 

Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, kami berdoa. 


 ***

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. 

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. 

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 
Amin.