Minggu, 18 Juli 2021
Sabtu, 17 Juli 2021
KENAL KAU ‘KAN YESUS? | Matius 16 | Mezbah Keluarga | 17 Juli 2021
MEZBAH KELUARGA
Sabtu, 17 Juli 2021
Matius 16
KENAL KAU ‘KAN YESUS?
💠MEMBACA MAZMUR :
📜 Mazmur 65:6
Dengan perbuatan-perbuatan yang dahsyat dan dengan keadilan Engkau menjawab kami,
YA ALLAH YANG MENYELAMATKAN KAMI,
Engkau, yang menjadi kepercayaan segala ujung bumi
DAN PULAU-PULAU YANG JAUH.
💠SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.
💠MENYANYI : KJ 393. (1, 3)
TUHAN, BETAPA BANYAKNYA
🎶
Tuhan, betapa banyaknya
berkat yang Kauberi,
teristimewa rahmatMu
dan hidup abadi.
Ref.
T'rima kasih, ya Tuhanku
atas keselamatanku!
Padaku telah Kauberi
hidup bahagia abadi.
🎶
Setiap hari rahmatMu
tiada putusnya:
hendak kupuji namaMu
tetap selamanya.
Ref.
T'rima kasih, ya Tuhanku
atas keselamatanku!
Padaku telah Kauberi
hidup bahagia abadi.
💠BACAAN ALKITAB :
📖 Matius 16:15-18
15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
18 Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
💠RENUNGAN :
KENAL KAU 'KAN YESUS?
Bukan karena kebaikan kita, namun karena anugerah Allah sehingga kita dapat mengenal siapakah Yesus yang sebenarnya. Kalau kita dapat mengenal Yesus sebagai Mesias, yaitu Tuhan dan Juruselamat umat manusia, hal itu bukan karena kita mau atau mampu untuk mengenal-Nya. Hal tersebut semata-mata karena anugerah Allah bagi hidup kita. Artinya, apabila oleh sebab pengenalan dan iman kepada Yesus itu maka kita diselamatkan dari dosa dan hukuman dosa, sesungguhnya hal itu bukanlah karena upaya atau kebaikan kita. Kita mengalami keselamatan semata-mata hanya karena kemurahan Tuhan terhadap diri kita. Itulah yang disebut sebagai anugerah Allah yang menyelamatkan.
Anugerah itulah yang dialami Petrus dan dijelaskan oleh Yesus di dalam Matius 16. Di situ dicatat pengenalan dan pengakuan Petrus tentang siapakah Yesus yang sebenarnya. Ia berkata: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Menanggapi pengakuan tersebut Yesus berkata kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga." Berarti bila Petrus dapat mengenal Yesus hal itu adalah karena anugerah Allah. Di dalam anugerah-Nya Allah menyatakan kebenaran tersebut kepada Petrus. Itu sebabnya Yesus menyebut Petrus sebagai orang yang berbahagia karena ia telah menerima anugerah Allah yang sangat besar.
PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :
Sudahkah Anda mengenal siapakah Yesus yang sebenarnya? Apakah buktinya di dalam hidup Anda sehari-hari?
💠SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
💠MENYANYI : KRI 093
KENAL KAU ‘KAN YESUS
(Do You Know My Jesus?)
🎶
Bratkah beban hidupmu
dalam dunia gelap?
O rindukah jiwamu
‘kan perhentian tetap?
Ref.
Kenal kau ‘kan Yesus?
Kenal kau teman?
Kasih-Nya abadi
tak b’rubah hingga akhir zaman.
🎶
Kemanakah jalanmu
hai musafir letih?
Siapa dengar keluhmu
dalam malam g’lap sepi?
Ref.
Kenal kau ‘kan Yesus?
Kenal kau teman?
Kasih-Nya abadi
tak b’rubah hingga akhir zaman.
🎶
Siapa kenal hidupmu
dan s’gala dukamu?
Siapa b’ri penghiburan,
hilangkan air mata?
Ref.
Kenal kau ‘kan Yesus?
Kenal kau teman?
Kasih-Nya abadi
tak b’rubah hingga akhir zaman.
💠BERDOA :
Ya Bapa yang pengasih, kami bersyukur kepada-Mu sebab oleh anugerah-Mu, maka kami dapat mengenal bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat yang sejati.
Di dalam kasih-Mu itu Engkau menghapuskan masa lalu kami yang kelam dan hari depan yang baru telah Engkau bentangkan bagi kami. Di dalam kuasa-Mu Engkau menjamin bahwa rencana-Mu yang indah bagi diri kami tidak akan pernah gagal.
Oleh kasih setia-Mu, maka kami ada sebagaimana diri kami saat ini. Ya Allah kami, dengan rendah hati kami memuji-muji nama-Mu oleh karena besarnya rahmat-Mu.
***
Ya Tuhan, pagi hari ini kembali kami menyerahkan hidup kami ke dalam tuntunan-Mu.
Tolonglah diri kami agar kami dapat hidup seperti yang Engkau kehendaki. Bimbing dan didiklah diri kami agar senantiasa hidup di dalam jalan-jalan-Mu.
Jadikanlah diri kami saluran berkat-Mu bagi orang-orang yang kami jumpai pada hari ini. Kami mau agar hidup kami memuliakan nama-Mu, sehingga banyak orang dapat mengenal Engkau melalui kehidupan kami.
Jangan biarkan kami terjerumus ke dalam pencobaan dan bebaskanlah diri kami dari pada yang jahat. Ke dalam tangan-Mu ya Yesus Kristus, kami menyerahkan doa dan harapan kami ini.
***
Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.
Kamis, 15 Juli 2021
BERSERAH KEPADA TUHAN | Matius 15 | Mezbah Keluarga | 16 Juli 2021
MEZBAH KELUARGA
Jum'at, 16 Juli 2021
Matius 15
BERSERAH KEPADA TUHAN
💠MEMBACA MAZMUR :
📜 Mazmur 119:145
Aku berseru dengan segenap hati; jawablah aku, ya TUHAN!
KETETAPAN-KETETAPAN-MU HENDAK KUPEGANG.
💠SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.
💠MENYANYI : PKJ 7. (1, 2)
BERSYUKURLAH PADA TUHAN
🎶
🎶
💠BACAAN ALKITAB :
📖 Matius 15:36-38
36 Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya pula kepada orang banyak.
37 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, tujuh bakul penuh.
38 Yang ikut makan ialah empat ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.
💠RENUNGAN :
BERSERAH KEPADA TUHAN
Hal yang terbataspun bila diserahkan ke dalam tangan Tuhan dapat Ia gunakan untuk menghasilkan hal-hal yang tidak terbatas. Acapkali kita membatasi diri kita dengan terlalu bersandar pada kemampuan kita sendiri serta mengabaikan kuasa Tuhan yang tidak terbatas. Karena terlalu bergantung pada kemampuan kita sendiri maka sebagai akibat kita merasa berputus asa ketika menghadapi tantangan yang lebih besar daripada kemampuan kita yang terbatas itu. Padahal kalau saja kita menyerahkan diri dan bergantung kepada Tuhan, sesungguhnya Ia sanggup memakai diri kita untuk melakukan perkara-perkara yang jauh lebih besar daripada keterbatasan kita.
Pelajaran penting inilah yang Yesus tunjukkan kepada para murid-Nya sebagaimana yang dicatat di dalam Matius 15. Menghadapi tugas untuk memberi makan empat ribu laki-laki, belum termasuk perempuan dan anak-anak, para murid-Nya merasa tidak berdaya. Sebab yang ada pada mereka hanya tujuh roti dan beberapa ekor ikan kecil. Namun sesudah mereka menyerahkan bekal yang terbatas itu kepada Yesus, Ia menggandakannya secara ajaib. Sebagai akibat, orang banyak itupun makan sampai kenyang bahkan masih ada sisa tujuh bakul penuh. Artinya hal yang terbataspun bila diserahkan ke dalam tangan Tuhan dapat Ia gunakan untuk menghasilkan hal-hal yang tidak terbatas.
PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :
Apakah yang menghalangi Anda untuk memasrahkan diri kepada Tuhan? Apakah yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi penghalang tersebut?
💠SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
💠MENYANYI : NKB 128. (1, 3)
‘KU BERSERAH KEPADA ALLAHKU
🎶
🎶
💠BERDOA :
Tuhan, kami bersyukur kepada-Mu sebab oleh anugerah-Mu kami dapat hidup melampaui keterbatasan diri kami. Karena sesungguhnya kasih dan kuasa-Mu lebih besar daripada kemampuan kami. Sehingga bila di dalam iman kami berserah memasrahkan hidup kami ke dalam tangan-Mu, maka Engkau akan memakai diri kami untuk menghasilkan perkara-perkara yang jauh lebih besar daripada kesanggupan kami.
Ampunilah kami ya Tuhan, apabila acapkali kami ini meragukan besarnya kuasa dan anugerah-Mu sehingga kami merasa enggan untuk mempercayakan hidup kami ke dalam tangan-Mu.
Ya Tuhan, tambahkanlah iman kami.
***
Tuhan, dengan berharap kepada-Mu kami menyerahkan hari yang akan kami lalui ini ke dalam anugerah-Mu. Tolonglah kami agar kami dapat menjalani hari ini dengan kehidupan yang maksimal dan tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang Engkau berikan kepada kami.
Dengan pertolongan Roh Kudus-Mu sanggupkanlah diri kami untuk hidup sebagai saksi-Mu di manapun kami berada. Yaitu dengan hidup sesuai dengan firman-Mu dan menjadi saluran berkat bagi lingkungan kami.
Oleh pengasihan Yesus Kristus, Tuhan yang limpah dengan anugerah, kami mohon, berkatilah semua yang kami kerjakan pada hari ini dengan keberhasilan.
Dengarkanlah doa kami, ya Tuhan.
***
Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.
Rabu, 14 Juli 2021
DALAM BIMBANG DAN RESAH | Matius 14 | Mezbah Keluarga | 15 Juli 2021
MEZBAH KELUARGA
Kamis, 15 Juli 2021
Matius 14
DALAM BIMBANG DAN RESAH
💠MEMBACA MAZMUR :
📜 Mazmur 95:1
Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN,
BERSORAK-SORAK BAGI GUNUNG BATU KESELAMATAN KITA.
💠SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.
💠MENYANYI : KJ 440. (1-3)
DI BADAI TOPAN DUNIA
🎶
Di badai topan dunia
Tuhanlah Perlindunganmu;
kendati goncang semesta,
Tuhanlah Perlindunganmu!
Ref.
Ya, Yesus Gunung Batu di dunia,
di dunia, di dunia;
Ya, Yesus Gunung Batu di dunia,
tempat berlindung yang teguh.
🎶
Baik siang maupun malam g'lap,
Tuhanlah Perlindunganmu;
niscaya takutmu lenyap,
Tuhanlah perlindunganmu!
Ref.
Ya, Yesus Gunung Batu di dunia,
di dunia, di dunia;
Ya, Yesus Gunung Batu di dunia,
tempat berlindung yang teguh.
🎶
Dan biar badai menyerang,
Tuhanlah Perlindunganmu;
padaNya kau tetap tent'ram,
Tuhanlah Perlindunganmu
Ref.
Ya, Yesus Gunung Batu di dunia,
di dunia, di dunia;
Ya, Yesus Gunung Batu di dunia,
tempat berlindung yang teguh.
💠BACAAN ALKITAB :
📖 Matius 14:28-32
28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
29 Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
32 Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.
💠RENUNGAN :
DALAM BIMBANG DAN RESAH
Apabila iman akan membuka pintu kepada mujizat Tuhan, maka kebimbangan akan menenggelamkan kita ke dalam keterpurukan. Iman dan kebimbangan merupakan dua hal yang bertolak belakang satu sama lain. Sebagai akibat, bila kita memperteguh iman kita maka iman itu akan mengikis kebimbangan. Sebaliknya bila kita membiarkan kebimbangan merajalela maka kebimbangan tersebut akan menumpulkan iman. Oleh karena itu bila iman memungkinkan kita untuk mengalami mujizat Tuhan, maka kebimbangan yang menumpulkan iman akan menghalangi kita dari mengalami mujizat-Nya. Bahkan lebih lagi, kebimbangan akan mengakibatkan kita terperosok kepada persoalan yang lebih dalam.
Dampak dari iman dan kebimbangan itulah yang dialami Petrus seperti yang dicatat di dalam Matius 14. Karena ia percaya kepada perkataan Yesus, yaitu: "Datanglah!" maka mujizatpun ia alami. Seperti yang ia harapkan dan sesuai dengan perkataan Yesus maka Petruspun berjalan di atas air untuk mendapatkan Yesus. Namun begitu kebimbangan menguasai dirinya maka sebaliknya dari berjalan di atas air, iapun mulai tenggelam. Hal ini menjelaskan pentingnya untuk menjaga diri agar kebimbangan tidak mengikis iman kita terhadap janji Tuhan. Supaya dengan demikian setiap langkah kehidupan yang kita ambil merupakan langkah-langkah dalam mujizat-Nya.
PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :
Adakah hal-hal yang membuat Anda merasa bimbang terhadap janji Tuhan? Apakah yang harus Anda lakukan untuk mengatasinya?
💠SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
💠MENYANYI : GB 230.
DALAM BIMBANG DAN RESAH
(Known only to Him)
🎶
Dalam bimbang dan resah,
'ku bertanya pada Tuhan:
"Salibku mengapa sungguh berat?"
Tuhan jawab doaku:
"Karna 'kau yang 'Ku percaya;
kekuatan 'Ku b'ri padamu."
Ref.
Pada Tuhan saja rahasia hidupku,
walaupun terangku semakin redup
'ku yakin Tuhan yang pegang
segenap masa depanku,
bimbang ragu pun hilang lenyap.
🎶
Dalam dunia yang kelam
kuasa dosa membayangi,
aku ingin Kau tetap sertaku
Datanglah, ya Tuhanku,
singkirkanlah kabut dosa
dan terangi jalan hidupku.
Ref.
Pada Tuhan saja rahasia hidupku,
walaupun terangku semakin redup
'ku yakin Tuhan yang pegang
segenap masa depanku,
bimbang ragu pun hilang lenyap.
💠BERDOA :
Ya Tuhan, firman-Mu senantiasa benar dan dapat diandalkan. Karena Engkaulah yang menjamin firman-Mu dengan kuasa dan kesetiaan-Mu yang tidak pernah berubah dan melampaui segala keadaan.
Tidak ada yang mustahil bagi-Mu dan tidak ada janji-Mu yang Engkau ingkari. Apapun yang Engkau katakan pasti akan terlaksana dengan sempurna pada waktunya.
Ya Tuhan, tolonglah kami untuk mempercayai diri-Mu dan firman-Mu, dan teguhkanlah iman kami. Sebab dengan iman kepada-Mu dan ketaatan kepada firman-Mu akan membuka pintu mujizat bagi hidup kami.
***
Ya Tuhan, ampunilah kami atas kebimbangan yang masih ada dalam hati kami terhadap kuasa dan kesetiaan-Mu. Hapuskanlah kebimbangan itu dan gantikanlah dengan penyerahan diri secara sepenuh kepada-Mu.
Dengan berharap kepada janji-Mu kami menyerahkan hidup kami di sepanjang hari ini ke dalam tangan-Mu. Tuntun dan sertailah diri kami. Topanglah setiap langkah serta keputusan yang kami ambil dengan kesetiaan-Mu.
Izinkanlah kami untuk mengalami mujizat dan keajaiban-Mu ya Tuhan, supaya dengan demikian nama-Mu dimuliakan melalui hidup kami. Dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Penolong kami, kami berdoa.
***
Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.
HIDUP DALAM KERENDAHAN HATI | Matius 13 | Mezbah Keluarga | 14 Juli 2021
MEZBAH KELUARGA
Rabu, 14 Juli 2021
Matius 13
HIDUP DALAM KERENDAHAN HATI
💠MEMBACA MAZMUR :
📜 Mazmur 107:8, 9
Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya,
KARENA PERBUATAN-PERBUATAN-NYA YANG AJAIB TERHADAP ANAK-ANAK MANUSIA,
sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga,
DAN JIWA YANG LAPAR DIKENYANGKAN- NYA DENGAN KEBAIKAN.
💠SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.
💠MENYANYI : GB 243. (1, 2)
KASIH SETIA TUHAN
🎶
Kasih setia Tuhan membuatku tegun.
Kasih setia Tuhan ajaib bagiku.
Kasih setia Tuhan melampaui akalku,
Kasih setia Tuhan tiada taranya.
🎶
Kasih setia Tuhan menghalau kuatirku,
kasih setia Tuhan pelipur jiwaku.
Kasih setia Tuhan pengharapan hidupku,
Kasih setia Tuhan membuatku tent’ram.
💠BACAAN ALKITAB :
📖 Matius 13:11, 12
11 Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.
12 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.
💠RENUNGAN :
HIDUP DALAM KERENDAHAN HATI
Apabila kerendahan hati akan membuka pintu bagi kemurahan Tuhan, maka kecongkakan akan menutup pintu terhadap anugerah-Nya. Anugerah adalah kebaikan Tuhan yang sesungguhnya tidak pantas untuk kita alami. Oleh sebab itu sebaliknya dari pada kita menyombongkan diri, kita harus menyambut kemurahan hati Tuhan tersebut dengan rendah hati. Namun bila orang tidak hidup di dalam kerendahan hati maka ia akan beranggapan bahwa semua yang ia capai adalah karena kemampuan dirinya sendiri. Dengan kata lain, ia menganggap bahwa dirinya tidak memerlukan anugerah Tuhan. Alhasil sikap tersebut akan menutup kesempatan bagi dirinya untuk mengalami anugerah yang telah Allah sediakan.
Pentingnya kerendahan hati ini dikemukakan Yesus di dalam Matius 13. Di situ Ia berkata bahwa para murid-Nya diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga. Tetapi tidak demikian halnya dengan para pemuka agama Yahudi. Alasannya adalah karena murid-murid-Nya menyambut Yesus sebagai Sang Mesias di dalam kerendahan hati. Sebagai akibat mereka diberi anugerah Allah secara berkelimpahan. Sedangkan para pemuka agama Yahudi tidak mempunyai kerendahan hati. Alhasil kesempatan bagi mereka untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah diambil dari pada mereka. Berarti bila kerendahan hati akan membuka pintu bagi kemurahan Tuhan, maka kecongkakan akan menutup pintu tersebut.
PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :
Menurut Anda, sudahkah Anda hidup dalam kerendahan hati? Apa dasar dari pendapat Anda tersebut?
💠SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
💠MENYANYI : KJ 322. (1, 3, 4)
TERANG MATAHARI
🎶
Terang matahari
telah menyinari
segala neg'ri,
dan gunung dan padang
dan sawah dan ladang
senang berseri.
🎶
Syukur bagi Dia,
Gembala setia,
yang jaga tetap.
Anug'rahNya jua
hariku semua,
terang dan gelap.
🎶
Tenaga dan kuat,
kerja yang kubuat,
kepunyaanNya.
Dengan rendah hati
hendak kuhormati
Yang Mahaesa.
💠BERDOA :
Ya Tuhan, tolonglah diri kami agar senantiasa hidup di dalam kerendahan hati, yaitu dengan menyadari akan keterbatasan diri kami. Sebab tanpa anugerah-Mu tak mungkin kami ini dapat menyelamatkan diri kami sendiri. Dan tanpa pertolongan-Mu tak mungkin kami dapat meraih hari esok yang indah seperti yang Engkau rencanakan bagi hidup kami.
Ya Tuhan, di hadapan-Mu kami merendahkan diri kami dan memohon anugerah-Mu. Tolonglah kami agar dapat hidup sesuai dengan kehendak-Mu, dan mampukan diri kami oleh pertolongan Roh Kudus-Mu untuk hidup memuliakan nama-Mu.
***
Tuhan, anugerah-Mu lebih besar dari semua keterbatasan kami, dan rahmat-Mu tetap turun-temurun untuk selama-lamanya. Begitu juga dengan kasih setia-Mu yang tidak pernah berubah atas diri kami.
Sekarang ya Tuhan, kami mempercayakan hidup kami di sepanjang hari ini ke dalam kemurahan-Mu, karena dengan kasih-Mu saja, maka Engkau akan menolong diri kami untuk mengatasi semua kesukaran yang kami hadapi di dalam hidup kami.
Teguhkanlah iman kami agar kami menyadari betapa mulianya rencana-Mu bagi hidup kami. Dengan kesetiaan-Mu Engkau senantiasa menyertai diri kami di setiap keadaan. Kasih setia-Mu itu memberi damai sejahtera bagi jiwa kami.
Ya Tuhan, tuntunlah diri kami agar senantiasa berjalan di dalam kebenaran firman-Mu, dan berikan kepada kami hati yang taat kepada-Mu. Jadikan diri kami berkat bagi orang-orang yang ada di sekitar kami sehingga hidup kami dapat menjadi saksi-Mu.
Di dalam iman dan pengharapan kepada-Mu, serta di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami, kami berdoa.
***
Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.
Senin, 12 Juli 2021
TUHAN SUMBER PENGHARAPAN | Matius 12 | Mezbah Keluarga | 13 Juli 2021
MEZBAH KELUARGA
Selasa, 13 Juli 2021
Matius 12
TUHAN SUMBER PENGHARAPAN
💠MEMBACA MAZMUR :
📜 Mazmur 55:17-22
Tetapi aku berseru kepada Allah,
DAN TUHAN AKAN MENYELAMATKAN AKU.
Di waktu petang, pagi dan tengah hari aku cemas dan menangis;
DAN IA MENDENGAR SUARAKU.
Ia membebaskan aku dengan aman, Allah akan mendengar dan merendahkan mereka,
DIA YANG BERSEMAYAM SEJAK PURBAKALA.
Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN,
MAKA IA AKAN MEMELIHARA ENGKAU!
💠SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.
💠MENYANYI : KJ 40. (1, 2, 4)
AJAIB BENAR ANUGERAH
🎶
Ajaib benar anugerah
Pembaru hidupku!
'Ku hilang, buta, bercela;
olehNya 'ku sembuh.
🎶
Ketika insaf, 'ku cemas,
sekarang 'ku lega!
Syukur, bebanku t'lah lepas
berkat anugerah!
🎶
Kudapat janji yang teguh,
kuharap sabdaNya
dan Tuhanlah perisaiku
tetap selamanya.
💠BACAAN ALKITAB :
📖 Matius 12:18-21
18 "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa.
19 Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan.
20 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.
21 Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap."
💠RENUNGAN :
TUHAN SUMBER PENGHARAPAN
Kristus datang ke dunia untuk membebaskan mereka yang tertindas dan memberikan pengharapan bagi mereka yang hidup di dalam keadaan tak berdaya. Kehidupan di dunia ini adalah kehidupan yang diwarnai dengan penderitaan oleh karena ketidakadilan dan persoalan. Sebagai akibat, banyak orang yang hidup di dalam keputusasaan, sebab mereka tidak mampu melepaskan diri dari beban kehidupan tersebut. Bagi orang-orang yang di dalam keadaan tanpa pengharapan itulah Kristus telah datang ke dunia. Ia yang mahamulia telah merendahkan diri-Nya untuk menolong manusia di dalam penderitaan mereka. Sehingga di dalam Kristus manusia memperoleh pengharapan yang baru bagi hidup mereka.
Tujuan yang mulia dari kedatangan Kristus ke dalam dunia tersebut dicatat di dalam Matius 12. Dengan mengutip nubuatan yang disampaikan oleh nabi Yesaya, penulis injil Matius menjelaskan bahwa Yesus adalah Tuhan yang telah merendahkan diri menjadi seorang hamba dan rela berkorban dengan tidak berbantah ketika Ia disiksa sampai mati di kayu salib. Melalui pengorbanan-Nya itu Ia membebaskan mereka yang tertindas, menegakkan kembali buluh yang patah terkulai, serta menyalakan kembali sumbu yang pudar. Melalui Yesus, Allah telah mengulurkan kasih-Nya kepada manusia, membebaskan mereka yang tertindas dan memulihkan orang yang hidup tanpa pengharapan.
PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :
Apakah Anda sedang di dalam keadaan tertindas oleh beban kehidupan? Apakah yang perlu Anda lakukan agar mengalami kemenangan atas persoalan tersebut?
💠SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
💠MENYANYI : GB 341. (1, 2)
ALLAH BAPA, TUHAN
🎶
Allah Bapa, Tuhan, Allah maha agung.
Kaulah perlindungan,
Benteng yang teguh.
Dilintasan waktu, kami Kaunaungi,
dalam kelemahan, kuat Kauberi.
Ref.
Curahan rahmat dan kasih setia-Mu
lanjutkan Tuhan,
bagi orang-orang yang
sudah mengenal Engkau.
Keadilan-Mu dan pembaharuan-Mu
nyatakan Tuhan,
jadi kesukaan bagi yang tulus hatinya.
Kasih setia-Mu abadi.
🎶
Allah Bapa, Tuhan, Sumber pengharapan,
Penentu sejarah di masa depan.
Di sepanjang tahun kami Kausertai,
songsong hari baru, bumi yang permai.
Ref.
Curahan rahmat dan kasih setia-Mu
lanjutkan Tuhan,
bagi orang-orang yang
sudah mengenal Engkau.
Keadilan-Mu dan pembaharuan-Mu
nyatakan Tuhan,
jadi kesukaan bagi yang tulus hatinya.
Kasih setia-Mu abadi.
💠BERDOA :
Ya Tuhan, kami bersyukur karena Engkau adalah pribadi yang limpah dengan kasih. Di dalam kasih-Mu yang sangat besar dan tidak terbatas itu Engkau telah menyelamatkan diri kami dari dosa dan hukuman dosa melalui peristiwa pengorbanan-Mu di kayu salib.
Ya Tuhan, kami berterima kasih, karena hanya di dalam Engkau saja kami mendapatkan pengharapan yang tidak mengecewakan. Karena oleh belas kasihan-Mu Engkau bersedia menegakkan hidup yang berputus asa, dan menggantinya dengan masa depan yang penuh pengharapan.
***
YA YESUS, ANAK DOMBA ALLAH, KASIHANILAH KAMI
YA YESUS, ANAK DOMBA ALLAH, KASIHANILAH KAMI
YA YESUS, ANAK DOMBA ALLAH, BERILAH KAMI DAMAI-MU
***
Ya Tuhan, ke dalam tangan pengasihan-Mu kami menyerahkan hidup kami hari ini.
Tolonglah diri kami agar mampu mengisi hari ini bukan sebagai hari yang sia-sia, tetapi yang memuliakan nama-Mu. Untuk itu, tuntunlah diri kami dengan firman-Mu dan sertailah diri kami dengan Roh Kudus-Mu.
Sebab oleh pertolongan-Mu saja, maka kami akan dapat mengisi hari ini dengan kehidupan yang berkenan kepada-Mu. Bersama dengan diri-Mu kami dapat melakukan hal-hal yang besar demi hormat dan kemuliaan-Mu.
Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Sumber pengharapan yang tidak pernah mengecewakan, kami berdoa.
***
Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.
Minggu, 11 Juli 2021
TUHAN, AJARKANLAH KEHENDAKMU | Matius 11 | Mezbah Keluarga | 12 Juli 2021
MEZBAH KELUARGA
12 Juli 2021
Matius 11
TUHAN, AJARKANLAH KEHENDAKMU
💠MEMBACA MAZMUR :
📜 Mazmur 40:12 (AYT)
Ya TUHAN, Engkau tidak menahan belas kasihan-Mu kepadaku;
KIRANYA KASIH SETIA-MU DAN KEBENARAN-MU SELALU MENJAGAKU.
💠SAAT TEDUH
Meneduhkan, menenangkan, dan memusatkan hati kepada Tuhan.
💠MENYANYI : GBL 202. (1, 3)
AGUNG SETIAMU
(Great is Thy Faithfulness)
🎶
Agung setia-Mu, Allah, Bapaku,
di kala suka, di saat gelap.
Kasih-Mu, Allahku, tiada berubah,
Kaulah Pelindung abadi, tetap.
Ref.
Agung setia-Mu, agung setia-Mu.
Setiap pagi penuh rahmat-Mu.
Yang kuperlukan tetap Kau berikan.
Agung setia-Mu kepadaku.
🎶
Ampunan dosaku, damai abadi,
kehadiran-Mu dan bimbingan-Mu,
kini kekuatan dan besok harapan:
Hujan berkat Kau b’ri kepadaku.
Ref.
Agung setia-Mu, agung setia-Mu.
Setiap pagi penuh rahmat-Mu.
Yang kuperlukan tetap Kau berikan.
Agung setia-Mu kepadaku.
💠BACAAN ALKITAB :
📖 Matius 11:28-30
28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."
💠RENUNGAN :
TUHAN, AJARKANLAH KEHENDAKMU
Di dalam ketaatan kepada Tuhan terdapat kemerdekaan yang sejati. Acapkali orang berpikir bahwa bila ia menaati kehendak Tuhan maka hidupnya tidak akan lagi bebas, sebab dirinya tidak boleh berbuat ini atau itu. Pandangan ini merupakan suatu pendapat yang keliru. Karena bila orang tidak menaati kehendak Tuhan maka hal tersebut menunjukkan bahwa ia dalam keadaan terbelenggu oleh keinginannya sendiri. Bukan itu saja, pemberontakannya kepada Tuhan tersebut mengakibatkan jiwanya tertindih oleh beban dosa. Sedangkan apabila orang menaklukkan dirinya kepada kehendak Tuhan maka ia akan dibebaskan dari beban dosa dan hidup di dalam kemerdekaan untuk melakukan kehendak Tuhan.
Prinsip tentang ketaatan yang membawa kemerdekaan ini dikemukakan oleh Yesus di dalam Matius 11. Ia memanggil orang yang letih lesu dan berbeban berat, karena hidup di luar kehendak Tuhan, untuk datang kepada-Nya. Ia berjanji bila orang bersedia memikul kuk yang Ia pasang serta belajar kepada-Nya maka jiwa mereka akan mendapat ketenangan. Dengan kata lain, apabila orang bersedia menaati kehendak Tuhan serta meneladani kelemahlembutan dan kerendahan hati-Nya maka mereka akan dibebaskan dari beban yang menindih jiwa mereka. Sehingga di dalam ketaatan kepada kehendak Tuhan itulah mereka mengalami kemerdekaan yang sejati.
PERTANYAAN UNTUK DIRENUNGKAN SECARA PRIBADI :
Masih adakah kehendak Tuhan yang dengan sengaja tidak Anda taati?
Apakah yang perlu Anda lakukan sekarang?
💠SAAT TEDUH
Meneduhkan hati di hadapan Tuhan.
💠MENYANYI : GB 61. (1-3)
TUHAN, AJARKANLAH KEHENDAKMU
(Teach Me Thy Will, O Lord)
🎶
Tuhan, ajarkanlah kehendak-Mu;
nyatakan jalan-Mu dan firman-Mu.
‘Kus’rahkan hidupku pada bimbingan-Mu,
dekatkan diriku kepada-Mu
🎶
Ajarlah kukenal anug’rah-Mu.
Sinarilah dengan t’rang wajah-Mu
Hapuskan dosaku, diami hatiku,
kiranya ‘ku tetap bersama-Mu
🎶
Ajarlah kukenal kuasa-Mu,
dalam deritapun kupandang Kau.
Hingga di dalam-Mu ‘ku bersejahtera
dan kebimbanganku hilang seg’ra.
💠BERDOA :
Ya Tuhan, kepada-Mu kami memohon, tolonglah diri kami agar dapat senantiasa hidup menaati firman-Mu. Karena di dalam penyerahan diri kepada kehendak-Mu, maka kami akan hidup di dalam kemerdekaan yang sejati.
Sebaliknya dari hidup melayani dosa, kami akan hidup bebas dari beban dosa yang menindih hati kami. Sebaliknya dari hidup terbelenggu oleh keinginan kami sendiri, maka kami akan hidup untuk menyenangkan hati-Mu.
Ya Tuhan, kami sungguh bersyukur karena Engkau rela mengorbankan diri-Mu untuk memerdekakan diri kami dari kuasa dosa dan hukuman dosa.
***
Tuhan yang baik, mengawali hari ini kami datang menyerahkan hidup kami ke dalam tangan-Mu. Tuntunlah diri kami untuk berjalan di jalan-jalan-Mu dan sertailah diri kami di setiap jalan kehidupan yang harus kami tempuh.
Dengan terang firman-Mu yang menerangi hidup kami jadikanlah diri kami sebagai terang bagi lingkungan di sekitar kami. Sehingga dengan demikian kami dapat membawa mereka yang masih hidup di dalam kegelapan untuk datang kepada anugerah-Mu.
Tuhan, berkatilah semua yang kami kerjakan pada hari ini dengan keberhasilan. Lindungilah diri kami dari semua yang jahat.
Di dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Sang Terang yang sejati, kami berdoa.
***
Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)