Minggu, 24 Januari 2021

Mezbah Keluarga : BERSAKSI BAGI KEMULIAAN TUHAN



MEZBAH KELUARGA
Senin 25 Januari 2021




MenyanyiPKJ 138. (1, 2)
Setiamu, Tuhanku, Tiada Bertara


🎶
SetiaMu, Tuhanku, tiada bertara,
di kala suka, di saat gelap.
KasihMu, Allahku, tidak berubah,
Kaulah Pelindung abadi, tetap.

Ref.
SetiaMu, Tuhanku, mengharu hatiku,
setiap pagi bertambah jelas.
Yang kuperlukan tetap Kau berikan,
sehingga akupun puas lelas.


🎶
Musim bertanam dan musim tuaian,
surya, rembulan di langit cerah,
bersama alam memuji, bersaksi
tentang setiaMu tak bercela.

Ref.
SetiaMu, Tuhanku, mengharu hatiku,
setiap pagi bertambah jelas.
Yang kuperlukan tetap Kau berikan,
sehingga akupun puas lelas.



Berdoa :

🤲
Ya Allah yang Mahatinggi dan Mahamulia, 
terangi kegelapan hati kami 
dan beri kami 
suatu iman yang sejati, 
suatu pengharapan yang jelas dan 
suatu kasih yang sempurna. 


Beri kami suatu kesadaran Ilahi 
dan pengenalan akan Diri Tuhan, 
sehingga kami bisa melakukan setiap hal 
untuk menggenapi kehendak-Mu; 
melalui Yesus Kristus, Tuhan kami.




Membaca Alkitab
📖  Markus 5 : 14 - 20






Renungan
BERSAKSI BAGI KEMULIAAN TUHAN


Markus 5:20 (AYT)  Lalu, laki-laki itu pergi dan mulai menceritakan kepada orang-orang di Dekapolis tentang betapa besar perbuatan yang telah Yesus lakukan kepadanya. Dan, semua orang menjadi heran. 



        Yesus yang datang ke Gerasa kemudian mengubah segalanya. Roh jahat yang sedang merasuki orang itu jadi ketakutan karena tahu siapa Yesus. Roh jahat itu tahu bagaimana nasib mereka bila berhadapan dengan Yesus. Sebab itu mereka memohon agar Yesus jangan menyuruh mereka keluar dari daerah itu. Mereka ingin memasuki babi-babi yang saat itu ada di sekitar mereka. Maka dengan perkenan Yesus, roh jahat itu merasuki dua ribu ekor babi yang kemudian terjun ke danau dan mati lemas. Apa yang kemudian terjadi pada diri orang yang tadinya kerasukan setan itu? Ia menjadi waras. Kemudian respons dari orang yang kerasukan itu adalah dia ingin ikut dalam pelayanan Yesus. Tetapi Yesus meminta orang tersebut untuk bersaksi tentang Kristus dan karya-Nya dalam hidupnya mulai dari Dekapolis. Dan oleh kesaksiannya itu telah membuat banyak orang yang mendengarkan menjadi terheran-heran sebab kesembuhan seperti itu jarang terjadi.


           Marilah kita belajar dari kisah seorang yang telah diberi kehidupan baru oleh Tuhan Yesus. Ia sembuh dari kuasa roh jahat. Hidupnya dia berikan untuk memberitakan tentang kebaikan Tuhan Yesus dan melakukan perintah-Nya.


          Tuhan Yesus sudah berbuat banyak dalam kehidupan kita. Hari ini nafas hidup Ia berikan dan kita bisa menikmati kehidupan sejak pagi tadi sampai saat ini.  Lalu sesudah itu apa? ....  
Janganlah seperti orang-orang di Gerasa, orang-orang yang tidak bersyukur akan kasih Tuhan.  Kita sebagai umat-Nya, tentunya tidak demikian. Karena Tuhan sudah begitu baik bagi kita, maka kita perlu meresponnya dengan memberitakan kebaikan-Nya, bersaksi tentang kebaikan Tuhan. Kesaksian sejati dalam kehidupan kita untuk kemuliaan nama-Nya.



Menyanyi KJ 426. (1, 3)
Kita Harus Membawa Berita

🎶
Kita harus membawa berita 
pada dunia dalam gelap
tentang kebenaran dan kasih 
dan damai yang menetap,
dan damai yang menetap.

Ref.
Karna g'lap jadi remang pagi,
dan remang jadi siang t'rang.
Kuasa Kristus 'kan nyatalah,
rahmani dan cemerlang.


🎶
Kita harus membawa berita: 
Allah itu kasih belas.
Dib'rikan Putra tunggalNya, 
supaya kita lepas,
supaya kita lepas.

 
Ref.
Karna g'lap jadi remang pagi,
dan remang jadi siang t'rang.
Kuasa Kristus 'kan nyatalah,
rahmani dan cemerlang.




Berdoa :

🤲
Ya Tuhan Yesus, mampukanlah kami mensyukuri hidup yang Engkau beri dengan selalu memberitakan kebaikan-Mu kepada setiap orang yang kami jumpai di kehidupan kami ini. 

Engkaulah yang kami puji,
Sekarang dan Kekal
Sampai selama-lama-nya


Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

AMIN

Sabtu, 23 Januari 2021

Renungan Hari Minggu : MUKJIZAT MENYATAKAN APA TENTANG YESUS?





Renungan Hari Minggu, 
24 Januari 2021




Bacaan Alkitab : Matius 8 : 1-17



MUKJIZAT MENYATAKAN APA TENTANG YESUS?


        Ada dua kelompok dalam Kristen yang berkaitan dengan kesan tentang mukjizat. Ada  kelompok yang memercayai dan gandrung akan mukjizat dan ada juga yang meragukan kemungkinan terjadinya mukjizat.
 

         Dalam bacaan kita hari ini, Penulis Injil Matius mencatat tiga peristiwa mukjizat yang Yesus lakukan. Maksud Matius bukan ingin memaparkan sikap orang terhadap mukjizat melainkan memaparkan siapakah Yesus melalui sikap-Nya terhadap masalah orang dan melalui tindakan-Nya membuat mukjizat. Masalah pertama yang Yesus selesaikan adalah penyakit kusta. Dalam hukum Musa, menderita kusta berarti terkucil dari masyarakat sebab hal tersebut diartikan kutukan Allah. Ucapan Yesus terhadap permohonan si kusta memperlihatkan sikap-Nya terhadap masalah terkutuk dan terkucil. Yesus mau orang itu bebas dari keadaan terkutuk dan terkucil. Itu sebabnya, Ia tidak saja menyembuhkan, tetapi mengirim orang itu menjumpai para imam.


          Penyembuhan budak milik seorang perwira di Kapernaum sekaligus menekankan akan dua hal. Yesus menginginkan orang memiliki iman penuh kepada Dia sebab Dia memang yang berdaulat untuk memerintah atau menuntut orang beriman mutlak kepada-Nya. Sayang orang Israel yang seharusnya memiliki iman malah dipermalukan oleh seorang kafir. Penyembuhan ibu mertua Petrus dan banyak lagi masalah lainnya kembali menekankan kedaulatan Yesus atas kekuatan-kekuatan yang merusak hidup manusia. Maksud dari semua perbuatan mukjizat itu adalah memperagakan bahwa Yesus sungguh adalah Dia "yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita". Mukjizat adalah tanda yang membuat orang melihat kedudukan Yesus seharusnya dalam hidup dan atas dunia ini.

 


RENUNGKAN
Mukjizat atas segala mukjizat adalah ketika Anda diberi-Nya iman untuk meninggikan Dia di atas segala masalah dan menjadikan-Nya Tuhan dalam hidup Anda.

Mezbah Keluarga : BUTA KEBENARAN







MEZBAH KELUARGA
Sabtu, 23 Januari 2021 

Menyanyi : KJ 27. (1, 2)
MESKI TAK LAYAK DIRIKU

🎶
Meski tak layak diriku,
tetapi kar'na darahMu
dan kar'na Kau memanggilku, 
'ku datang, Yesus, padaMu.

🎶
Sebagaimana adanya 
jiwaku sungguh bercela,
darahMulah pembasuhnya; 
'ku datang, Tuhan, padaMu.

Berdoa :
🤲
Ya Allah, 
terangi pikiran kami dengan kebenaran;
Kobarkan hati kami dengan cinta;
Ilhami kehendak kami dengan keberanian;
Perkaya hidup kami dengan pelayanan;
Ampunilah salah kami yang lalu;
Kuduskan hidup yang kami jalani;
Dan bentuklah bagaimana kami seharusnya.
Amin


Membaca Alkitab :
📖 Matius 12:22-37


Renungan : BUTA KEBENARAN

 

        Pada hari itu Yesus menyembuhkan orang yang buta dan bisu yang sekaligus dirasuki setan (22). Sebuah mukjizat yang menakjubkan, yang menunjukkan kuasa ilahi, karya Allah Yang Mahabesar.
 
        Orang-orang Farisi memahami apa yang tercatat di dalam Alkitab, namun sulit bagi mereka untuk mengakui bahwa Yesus adalah Mesias. Hati mereka dipenuhi oleh iri dan dengki. Perasaan marah orang-orang Farisi kepada Yesus terus berlanjut. Kondisi makin memanas ketika orang banyak merasa takjub dan mulai meyakini bahwa Yesus adalah anak Daud (23). Sebutan Anak Daud merujuk pada Mesias yang sudah lama dinanti-nantikan. Kondisi ini mengancam kedudukan orang-orang Farisi yang secara politik dan agama berkuasa pada masa itu. Oleh karena iri dan merasa terancam, mereka menuduh bahwa mukjizat yang dilakukan oleh Yesus berasal dari kuasa Beelzebul (24).
 
         Pengetahuan akan kebenaran Alkitab dan mukjizat yang telah dilihat di depan mata tidak menjadikan orang Farisi takjub dan percaya. Sebaliknya, perasaan iri dan dengki menjadikan hati mereka buta. Mereka menjadi tidak puas terhadap keberadaan diri yang telah ditetapkan oleh Tuhan di dalam tatanan semesta alam. Kedengkian dapat muncul dalam bentuk kecemburuan, persaingan, dan kecurigaan sehingga melahirkan tuduhan-tuduhan dan pencideraan nama baik. Yesus menegur orang-orang Farisi yang dikuasai dengki, yang hatinya dikuasai kejahatan, dan yang tidak melihat kedatangan Mesias.
 
           Saat kebenaran dinyatakan, sudah semestinya kita bertobat dan tidak bersikap seperti orang Farisi. Kita diajak untuk berani melakukan introspeksi diri. Kita perlu menerima kebenaran dengan hati terbuka dan merenungkan firman-Nya atas diri kita. Dengan begitu, kita tidak membiarkan diri dibutakan oleh kemanusiaan kita, tetapi kita mau tunduk dan mengikuti kebenaran Tuhan. 

Amin.



MenyanyiKJ 27. (3, 4)
MESKI TAK LAYAK DIRIKU

🎶
Terombang-ambing, berkeluh, 
gentar di kancah kemelut,
ya Anakdomba Allahku, 
ku datang kini padaMu.


🎶
Sebagaimana adaku 
celaka, buta dan kelu;
segala apa yang perlu 
'ku dapat dalam diriMu.


Berdoa :
🤲

"Ya Allah yang hidup dan berbelaskasih, Engkau memanggil kami mengasihi sesama kami dan menjadi pembawa harapan dan anugerah-Mu dalam hidup kami. 

Lapangkan hati dan visi kami untuk menyambut dengan belas kasih mereka yang di sekitar kami, 
yang bergumul di masa yang tak menentu ini, bingung, berduka dan menderita.
Berilah kami keberanian melakukan kebaikan yang mentransformasi sosial meskipun berisiko..."

---- saat teduh ----


Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

AMIN

Jumat, 22 Januari 2021

Mezbah Keluarga : KEBAIKAN YANG BERESIKO



MEZBAH KELUARGA 
Jum'at, 22 Januari 2021

MenyanyiGB 156. (1)
NAMA YESUS BERKUMANDANG
(Jesu Name nie verklinget)

🎶
Nama Yesus berkumandang 
di sejarah dunia
Nama Yesus memberikan 
damai dan bahagia
Hai, dengarkan panggilan-Nya 
dan tinggalkan dosamu
tiap orang yang percaya, 
pada Dia berteduh

Ref.
Yesus, Kaulah surya rahmat, 
Kau kobarkan hatiku
Bersyukur di jalan slamat, 
aku puji namaMu


Berdoa :
🤲
Ya Allah, terangi pikiranku dengan kebenaran;
Kobarkan hatiku dengan cinta;
Ilhami kehendakku dengan keberanian;
Perkaya hidupku dengan pelayanan;
Ampunilah salahku yang lalu;
Kuduskan hidup yang kujalani;
Dan bentuklah bagaimana aku seharusnya.
Amin


Membaca Alkitab :  
📖 Yohanes 9:8-12



Renungan :
KEBAIKAN YANG BERESIKO





         Melalui peristiwa Yesus menyembuhkan Celidonius (nama sesuai tradisi kekristenan Timur dan Katolik) si orang buta itu, banyak pihak yang mendapat kesempatan melihat karya Allah dan memberikan responsnya. 
Ada tiga pihak yang merespon karya Allah yang Yesus lakukan yaitu : Celidonius, si buta yang baru saja dapat melihat, ia memberikan kesaksian bahwa Yesus adalah nabi; Para tetangga Celidonius yang menyaksikan, orang yang dulu mengemis dalam kebutaan, kini ia telah celik matanya; Orang Farisi, dengan sikap mereka terpecah antara yang kagum karena kuasa Allah dinyatakan dan yang sebagian lain mencerca Yesus sebagai pelanggar hari Sabat. 




       Ada hal yang positif yang didapat melalui pengalaman orang sakit. Bahwa melalui orang sakit, Tuhan mau menyatakan pekerjaan-Nya, kemuliaan-Nya dan kemahakuasaan-Nya. Dan Yesus telah membuka belenggu-belenggu sosial dan religi, mentransformasi hari Sabat dan doktrin ketahiran yang telah memulihkan Celidonius. Keberadaannya berubah drastis,
harga dirinya dibangkitkan, ia menjadi berani menjawab bertubi-tubi pertanyaan yang diarahkan kepadanya. Sehingga dari mulut Celidonius tersiar kabar tentang kebaikan & keberanian Yesus yang menyelamatkan dan memulihkan hidupnya. Celidonius secara tegas dan lugu mengatakan kesaksiannya tentang Yesus bahwa: "Ia adalah seorang nabi!" Si lemah itu telah menjadi kuat, ia berani berkata benar, dan menyatakan keyakinannya.

Saudara-saudara, menerima atau melakukan kebaikan adalah pengalaman yang membuat kita terpesona pada karya Allah, tetapi sangat berisiko. Berisiko, karena ditolak oleh yang lain atau berpotensi untuk membuat kita lupa diri. Yang Yesus lakukan adalah karya penuh risiko yang berdampak pada transformasi sosial. Sejauh itulah Kristus bekerja. Tidak perlu ragu bagaimana Saudara berkarya atau dikomentari hari ini. Mari tanggung risiko itu. Pastikan dalam hikmat, bahwa hanya kehendak Kristus yang kita utamakan.
Amin.


MenyanyiGB 156. (2, 3)
NAMA YESUS BERKUMANDANG
(Jesu Name nie verklinget)

🎶
Nama Yesus bercahaya 
di segala negeri
Dalam trang penghiburan-Nya 
pengharapan berseri
Nama itu mengenyahkan 
kegelapan dunia
Kuasa dosa dikalahkan 
oleh nyala kasihNya

Ref.
Yesus, Kaulah surya rahmat, 
Kau kobarkan hatiku
Bersyukur di jalan slamat, 
aku puji namaMu


🎶
Nama Yesus maha agung 
dan semaraknya tetap;
diteranginya jiwaku, 
biar malam pun gelap.
Langit bumi ‘kan binasa, 
matahari terbenam, 
nama Yesus berkuasa, 
dan abadi cemerlang!

Ref.
Yesus, Kaulah surya rahmat, 
Kau kobarkan hatiku
Bersyukur di jalan slamat, 
aku puji namaMu



Berdoa :
🤲
"Ya Allah yang hidup dan berbelaskasih, Engkau memanggil kami mengasihi sesama kami dan menjadi pembawa harapan dan anugerah-Mu dalam hidup kami. 

Lapangkan hati dan visi kami untuk menyambut dengan belas kasih mereka yang di sekitar kami, 
yang bergumul di masa yang tak menentu ini, bingung, berduka dan menderita.
Berilah kami keberanian melakukan kebaikan yang mentransformasi sosial meskipun berisiko..."

---- saat teduh ----


Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

AMIN

Rabu, 20 Januari 2021

Mezbah Keluarga : MENGUBAH CARA PANDANG MENAWARKAN PEMULIHAN.



MEZBAH KELUARGA
Kamis, 21 Januari 2021

Menyanyi : GB 244. 
BAPA, ENGKAU SUNGGUH BAIK

🎶  Bapa, Engkau sungguh baik,
kasih-Mu melimpah di hidupku.
Bapa, 'ku bert'rimakasih,
berkat-Mu hari ini
yang 'Kau sediakan bagiku.
Kunaikan syukurku buat hari yang Kaub'ri.
Tak habis-habisnya kasih dan rahmat-Mu.
S'lalu baru dan tak pernah terlambat pertolongan-Mu

Berdoa :

🤲  Ya Allah yang Kudus,
Kekuatan kami dan Penebus kami,
dengan Roh-Mu kuasai kami selamanya
sehingga melalui rahmat-Mu
kami boleh menyembah Engkau
dan dengan setia melayani Engkau,
mengikuti dan gembira mencari Engkau,
melalui Yesus Kristus,
Juruselamat dan Tuhan kami.
Amin.


Membaca Alkitab : Yohanes 8:1-11




Renungan : MENGUBAH CARA PANDANG MENAWARKAN PEMULIHAN.

       Hari ini, perikop bacaan mengarahkan perhatian kita pada alur cerita dramatik dan horor itu tentang perempuan tanpa nama yang dikenai pasal perzinahan. Para ahli Taurat dan orang Farisi itu sengaja ingin mempermalukan perempuan itu, karena itu ia dibawa dengan paksa  di depan rakyat yang sedang mendengarkan Yesus mengajar di Bait Allah tentang pengampunan Allah. Agar para pemimpin agama ini bisa mendapatkan kesalahan pada Yesus, maka mereka sengaja menjebak-Nya, dengan membenturkan Ajaran Yesus dengan Hukum Taurat tentang merajam dengan batu bagi pelaku perzinahan. Sebab, jika Yesus menolak untuk melempari perempuan ini dengan batu, maka mereka dapat menuduh Yesus menentang hukum Musa. Dengan demikian, mereka dapat membawa Yesus ke pengadilan agama Yahudi. Tetapi sebaliknya jika Yesus setuju agar perempuan ini dilempari dengan batu hingga mati, maka mereka akan membawanya ke hadapan pemerintah Romawi. Bangsa Yahudi sebagai jajahan Romawi tidak berhak menghukum mati manusia. Hak ini hanya ada pada pemerintah Romawi. Namun Yesus kemudian menggeser alur cerita horor perempuan itu dengan mempertanyakan integritas dari para pendakwa yang sok benar itu. Dalam Yohanes 8:7 dituliskan : Dan Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Maka setelah itu satu persatu dari mereka beranjak pergi. 




         Dalam cerita ini kita mendapatkan ada dua pelajaran penting. Pertama, semua manusia berdosa, tidak terkecuali bangsa Yahudi yang menganggap diri sebagai umat pilihan Allah. Kedua, Yesus sama sekali tidak berdosa. Ia tidak meremehkan dosa perempuan itu, melainkan Ia memberikan kesempatan kedua kepada perempuan itu. Yesus yang tanpa dosa menampakkan diri-Nya sebagai orang yang penuh rahmat dan anugerah. Yesus memberikan pengampunan dosa yang membawa pemulihan bagi perempuan itu.

        Melalui  cerita ini, Tuhan Yesus juga mempertanyakan integritas serta cara pandang kita terhadap suatu masalah. Tujuannya adalah agar kita ini tidak merasa diri paling benar, paling berkuasa dan bertindak semena-mena. Jangan-jangan, sebagai pribadi berdosa, sebagai pendosa, ada yang lupa, bahwa Kristus yang mengampuni dosa itu juga mempertanyakan sejauh mana bentuk pertobatan kita (dalam ucapan dan perbuatan) berdampak untuk memulihkan ataukah justru menghancurkan.

Menyanyi KJ 40. (1, 4)
AJAIB BENAR ANUGERAH

🎶  Ajaib benar anugerah 
Pembaru hidupku!
'Ku hilang, buta, bercela; 
olehNya 'ku sembuh.


🎶 Kudapat janji yang teguh, 
kuharap sabdaNya
dan Tuhanlah perisaiku 
tetap selamanya.

Berdoa :

🤲  YA Tuhan Dan Pemilik Hidup kami,
jagai kami dari roh ketakpedulian, 
nafsu berkuasa, dan kesombongan.
Melainkan,
curahkanlah  atas kami, hamba-Mu ini, 
roh integritas, kerendahan hati, kesabaran, dan kasih ...

Engkaulah Allah yang kami puji,
Sekarang dan Kekal
Sampai selama-lama-nya


Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

AMIN





MENGIKUT YESUS



Lukas 14:27 AYT, 
Siapa pun yang tidak memikul salibnya dan mengikuti Aku, ia tidak bisa menjadi murid-Ku. 



Bagaimana Mengikut Yesus?

Pertama, 
kita harus mempersiapkan diri dalam sebuah perjalanan yang jauh dari kenyamanan. 

Kedua
mengikut Yesus membutuhkan komitmen dan pengorbanan.

Ketiga 
kerelaan melepaskan masa lalu yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. 

Artinya mengikut Yesus, kita harus siap melangkah ke depan dan tidak boleh menoleh ke belakang.

MEZBAH KELUARGA : Yesuslah jawaban









Mezbah Keluarga Rabu 20 Januari 2021


Menyanyi :  KJ 417. 
SERAHKAN PADA TUHAN

🎶  Serahkan pada Tuhan seluruh jalanmu;
kuatirmu semua ditanggungNya penuh.
Sedangkan angin lalu dituntun tanganNya,
Pun jalan di depanmu, Tuhan mengaturnya.


Berdoa :

🤲  Ya Allah yang Mahatinggi, 
terangi kegelapan hati kami 
dan beri kami 
suatu iman yang sejati, 
suatu pengharapan yang jelas dan 
suatu kasih yang sempurna. 

Beri kami suatu kesadaran Ilahi 
dan pengenalan akan Diri Tuhan, 
sehingga kami bisa melakukan setiap hal 
untuk menggenapi kehendak-Mu; 
melalui Yesus Kristus, Tuhan kami.
Amin.

Baca Alkitab : Yohanes 6:25-40.  

Renungan : YESUSLAH JAWABAN

 


        Orang banyak mencari Yesus bukan karena mau mengikuti-Nya, melainkan karena ingin mendapat roti hasil mukjizat. Mereka mencari Dia bukan karena gerak hati, melainkan karena perut. Mukjizat yang telah Dia lakukan merupakan tanda keilahian-Nya. Seharusnya mereka mencari Yesus karena Dialah Anak Allah, Mesias bagi Israel.
 
           Mereka berpikir salah karena merasa mampu memenuhi kehendak Allah. Mereka tidak sadar bahwa Yesus justru dikaruniakan Allah bagi manusia, karena manusia tidak berdaya untuk menyenangkan hati Allah. Dan Yesus cepat mengoreksi kesalahan pendapat tersebut. Yesus mengingatkan mereka bahwa pekerjaan yang dikehendaki Allah ialah percaya kepada Kristus yang telah diutus Allah. Lalu mereka menuntut bukti kemesiasan Yesus. Jika Musa dapat menyediakan manna selama 40 tahun di padang belantara, seharusnya Yesus dapat melakukan yang lebih baik dari itu. Dengan jalan ini, sesungguhnya mereka sedang menginginkan Yesus memproduksi roti yang lebih baik dari manna dan dalam waktu yang lebih lama dari 40 tahun! Nyata sekarang bahwa perhatian mereka hanya tertuju pada makanan. Mereka memandang Yesus hanya sebagai penyedia roti. Kalau dibandingkan dengan Musa, jelas bukan Musa yang menyediakan manna, melainkan Allah! Lagi pula Yesus datang bukan hanya untuk menyediakan roti, melainkan datang sebagai roti dari surga. Yesus ingin mengangkat pemahaman mereka dari hal-hal duniawi pada hal-hal rohani. Yesus pun menghendaki agar mereka mencari Dia karena adanya kelaparan rohani, seperti roti yang diperlukan bagi kebutuhan jasmani.
 
          Sama seperti besarnya hasrat kita untuk mencari makanan ketika kita merasa lapar, begitulah kiranya kita mencari Yesus sebagai jawaban bagi kelaparan rohani kita. Karena Dialah yang kita butuhkan di dalam hari-hari yang kita jalani. Dia harus diundang masuk ke dalam hidup kita untuk menghidupkan dan menopang kehidupan kita. Dialah kebenaran dan Dialah jalan menuju kehidupan kekal.


MenyanyiKPRI 26
TUNTUN AKU, TUHAN ALLAH

🎶  Tuntun aku Tuhan Allah, 
lewat gurun dunia.
Kau perkasa dan setia; 
bimbing aku yang lemah.
Roti sorga, Roti sorga, 
puaskanlah jiwaku,
puaskanlah jiwaku.


🎶  Buka sumber Air Hidup, 
penyembuhan jiwaku,
dan berjalanlah di muka 
dengan tiang awan-Mu.
Jurus'lamat, Jurus'lamat, 
Kau Perisai hidupku,
Kau Perisai hidupku!


Berdoa :

🤲  Ya Allah Immanuel, 
Ketika kami berputus asa, kunjungilah kami;
Ketika iman kami goyah ya Tuhan, datanglah ke tengah kami; 
Ketika beban dunia berat menindih kami, dekaplah kami kepada-Mu;
Ketika dosa terus menjauhkan kami dari jalan-Mu, bawa kami kembali melalui penyesalan yang sesungguhnya; 
Ketika kami merasa dilupakan, kiranya kehadiran-Mu menjadi penghiburan kami.

Amin.