Senin, 04 Januari 2021

Mezbah Keluarga : JANGAN TAKUT, TUHAN PERISAIMU







MEZBAH KELUARGA 
Selasa 5 Januari 2021



MENYANYI :  KJ 405. (1, 2, 3) 

🎶  Kaulah, ya Tuhan, Surya hidupku;
asal Kau ada, yang lain tak perlu.
Siang dan malam Engkau kukenang;
di hadiratMu jiwaku tenang!

🎶  Kaulah Hikmatku, Firman hidupku;
Kau besertaku dan 'ku sertaMu.
Engkau Bapaku, aku anakMu;
denganMu, Tuhan, 'ku satu penuh.

🎶  Kaulah bagiku tempat berteduh;
Kaulah perisai dan benteng teguh.
Sukacitaku kekal dalamMu;
Kuasa sorgawi, Engkau kuasaku!



DOA :

🤲   Ya TUHAN, dengan sukacita kami bersyukur kepada-Mu atas semua yang Engkau sudah berikan dan semua yang akan Engkau berikan.

Ya TUHAN, yang mengatasi ketakutan, ulurkanlah tangan-Mu memegang kami teguh, 
dan bersabdalah kepada kami.

Ya TUHAN, kami datang menyembah-Mu dalam iman, karena Engkaulah Allah kami, dan kami adalah umat-Mu.

Amin



BACA ALKITAB :   Kejadian 15 :1-6




RENUNGAN :
JANGAN TAKUT, TUHAN PERISAIMU


         Dalam bacaan hari ini, kita dapati gambaran, Abram sedikit goyah imannya. Ia mengalami ketakutan, ia sedang merasa khawatir. Sudah sepuluh tahun berlalu sejak ia pergi mengikut TUHAN, Abram masih belum menerima tanah yang dijanjikan TUHAN, juga ia masih belum memiliki keturunan, belum memiliki anak. Ketakutan Abram ini cukup beralasan. Karena menurut tradisi pada waktu itu, jika Abram mati tanpa anak laki-laki, maka hambanya yang tertua akan jadi pewarisnya. Abram sangat mengasihi hambanya, tapi ia lebih menginginkan anaknya sendiril yang akan meneruskan garis keluarganya. Di tengah kekhawatiran itu, TUHAN bertindak. TUHAN berfirman kepada Abram dalam suatu penglihatan, "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu." (ay.1)




         Firman TUHAN memberikan kekuatan bagi Abram. Untuk kita saat ini, firman TUHAN juga memberikan kekuatan. Ya ...,    kekuatan untuk mengatasi perasaan takut terhadap tanggung jawab yang harus dikerjakan. Kekuatan untuk mengatasi rasa takut terhadap orang-orang yang memiliki jabatan dan kuasa. TUHAN adalah perisai. Perisai berguna untuk perlindungan, melindungi kita dari segala macam hal yang tidak baik, termasuk dari si jahat (lihat Mzm.3:4, Mzm. 33:20, Ef. 6:16). TUHAN adalah perisai kita. Andalkanlah TUHAN dalam menghadapi rasa takut, agar kita tetap bisa mendapatkan dan merasakan berkat-Nya.
Amin.


MENYANYI :  KJ 412. (1, 2) 

🎶    Tuntun aku, Tuhan Allah, 
lewat gurun dunia.
Kau perkasa dan setia; 
bimbing aku yang lemah.
Roti sorga, Roti sorga, 
puaskanlah jiwaku,
puaskanlah jiwaku.

🎶    Buka sumber Air Hidup, 
penyembuhan jiwaku,
dan berjalanlah di muka 
dengan tiang awanMu.
Jurus'lamat, Jurus'lamat, 
Kau Perisai hidupku,
Kau Perisai hidupku.



DOA : 

🤲  Ya TUHAN, kami belum tahu apa yang akan terjadi sepanjang hari ini. Namun demikian, kami percaya Engkau akan menyertai dan memberikan hikmat-Mu, karena kasih-Mu terhadap umat yang beriman kepada-Mu.

                ----  saat teduh  ----

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.

Minggu, 03 Januari 2021

Mezbah Keluarga : DIBERKATI UNTUK MENJADI BERKAT





MEZBAH KELUARGA 
Senin 4 Januari 2021 

MENYANYI :  KJ 46. (1, 2) 
🎶  Besarkan nama Tuhan, 
Haleluya;
kasihNya tak berkurang, 
Haleluya!
Sekalipun keluhan 
menimpa umatNya,
BerkatNya ditemukan, 
Haleluya!

🎶  Dib'riNya hidup baru, 
gelap menjadi t'rang;
sabdaNya besertamu 
di ngarai yang kelam.
Hai kamu yang selalu 
padaNya berpegang,
Tak usah ragu-ragu: 
tuntunanNya ten'tram!


BERDOA :
🤲  Ya TUHAN, Hari ini adalah hari baru yang kami mulai dalam tahun yang baru.
Berilah Cahaya Kasih-Mu menerangi hati dan jiwa kami. Besertalah Engkau dalam kehidupan kami, sehingga setiap orang yang kami temui dapat merasakan kehadiran-Mu melalui hidup kami.

Ya TUHAN,
Setiap saat ingatkanlah kami akan kasih-Mu, sebab kepada-Mulah kami berharap. Tunjukkanlah kepada kami jalan yang harus kami tempuh, sebab kepada-Mulah kami berdoa. 

Amin.



MEMBACA ALKITAB : Kejadian12:1-6



RENUNGAN  :
DIBERKATI UNTUK MENJADI BERKAT

Hari baru merupakan berkat yang Allah berikan. Ada tugas dan tanggungjawab yang harus dikerjakan sepanjang hari. Tidak ada seorang pun yang tahu dengan persis apa yang akan terjadi hari ini. Sebagai manusia yang beriman, sudah seharusnya kita melangkah dengan keyakinan iman, bahwa Allah menyertai sepanjang hari ini dengan berkat-Nya yang tercurah. 

Abram mendapatkan perintah dari Allah untuk pergi dari negerinya dan rumah bapanya, ke tempat yang akan Allah tunjukkan kepadanya. Selain memerintahkan Abram, Allah juga memberikan berkat kepadanya. Melalui Abram, berkat Allah akan tercurah bagi banyak orang. Sebagai orang yang beriman, Abram melakukan perintah Allah. Ia pergi meninggakkan bapaknya dan negerinya. Ia pergi bersama Sara istterinya, juga Lot, anak saudaranya.


Kita dapat belajar dari Abram yang yang melangkahkan kakinya untuk mengikuti perintah Allah. Sekalipun perjalanannya masih penuh dengan misteri, ia tidak ragu. Hal inilah yang juga yang harus terjadi di dalam kehidupan orang beriman. Ingatlah, Allah tidak hanya memberikan tugas dan tanggung jawab kepada manusia. Ada berkat yang telah Allah sediakan. Karena itu sebagai orang beriman sudah seharusnya kita mengerjakan segala tanggung jawab yang dipercayakan dengan benar. Jangan takut dan ragu. Percayalah berkat Tuhan akan tercurahkan di sepanjang hari ini. Berkat yang Tuhan berikan bagi setiap orang tentu tidak sama, sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Karena itu, bersyukurlah untuk setiap hal, sekecil apa pun berkat yang diterima. Mari nyatakan rasa syukur itu dengan cara menjadi saluran berkat bagi yang lain. Ingatlah, manusia diberkati oleh Tuhan untuk menjadi berkat bagi dunia ini.
Amin.



MENYANYI :    KPRI 156. (1, 3) 
🎶  Di dalam hidup berliku-liku
banyak keluh dan kesah
B’ri terang-Mu di tempat g’lap itu
girangkanlah yang susah
Ref.
Jadikan aku, saluran berkat
dan pemancar terang Yesus
Jadikan aku, oh Jurus’lamat
Saluran berkat bagi s’kalian.

🎶  B’rilah, apa yang dibr’i padamu;
Kasihilah Tuhanmu.
Genapkan s’luruh pelayananmu,
tolong yang tak berdaya.
Ref.


BERDOA : 
🤲 Ya Bapa yang baik, kami bersyukur bahwa penyertaan-Mu senantiasa memberkati hidup kami. Tolonglah kami, agar sepanjang hari ini 
kami mampu menjadi saluran berkat-Mu.

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga; Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. -- Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.


Ibadah Hari Minggu di Rumah Saja (Gereja Rumah)






TATA IBADAH HARI MINGGU SEDERHANA KELUARGA  (TIHMS-K)
Minggu, 3 Januari 2021

----- saat teduh -----

(BERDIRI)

AJAKAN BERIBADAH :
Anak :

🗣  Hari ini kita memasuki hari minggu pertama dalam Tahun 2021, Marilah keluarga-ku, kita menghadap TUHAN untuk beribadah, dan menyanyi  dari :  KJ 110. (1, 3)

🎶  Di Betlehem t'lah lahir seorang Putera.
Semoga 'ku menjadi abadi milikNya,
Sungguh, sungguh, abadi milikNya.

🎶  Ya Yesus, Kau kucinta 
sepanjang hidupku;
bagiku makin indah cahaya kasihMu,
sungguh, sungguh, cahaya kasihMu


DOA HARI MINGGU :
Mama :

🗣 Ya ALLAH, Engkaulah ilham yang menyesuaikan dan mengubah hidup kami;
milik-Mu kuasa yang membawa kami pada tantangan-tantangan dan peluang-peluang baru; Bentuk kami, ciptaan-Mu yang baru, untuk berjalan melalui dunia baru ini, memerhatikan dan belajar, mengasihi dan memercayai, sampai kerajaan-Mu datang.
Amin


MENYANYI :   KJ 70. (1 - 3)
🎶  Hujan, hujan, tak hentinya hujan 
turun menderas;
empat puluh hari hujan, hujan lagi, 
jadi air bah.

🎶  Pohon, hewan dan semua orang 
mati tenggelam;
dalam banjir ini gunung yang tertinggi 
ikut terbenam.

🎶  Hidup, hidup, masih ada hidup 
dalam air bah:
Nuh yang membawanya atas p'rintah Allah, dalam bahtera!



DOA MOHON ROH KUDUS : 
Papa :

🗣  Berhembuslah di dalam diri kami Ya Roh Kudus, supaya pikiran kami semua kudus;
Bertindaklah di dalam diri kami Ya Roh Kudus, supaya pekerjaan kami juga kudus;
Tariklah hati kami Ya Roh Kudus, 
supaya kami mencintai hanya yang kudus;
Kuatkanlah kami Ya Roh Kudus 
untuk membela apa yang kudus; 
Maka jagalah kami Ya Roh Kudus, 
supaya kami tetap kudus.
Amin.



PEMBACAN ALKITAB :
Anak :

🗣 Marilah mendengar Alkitab dibacakan dari : Kejadian 9 : 1-17 yang menyatakan begini : .............  ......  ......

Demikianlah pembacaan Alkitab, terpujilah Yesus Kristus, Haleluya. 

Semua :   ðŸŽ¶ Haleluyah, haleluyah, haleluyah...

(DUDUK)



MENYANYI : KJ 70. (4, 5) 
🎶  Bapa, ibu, anak dan menantu, 
hewan pun serta
hidup dalam baht'ra sampai di saatnya 
surut air bah.

🎶  Isi baht'ra s'lamat bersejaht'ra, 
bumi pun kering.
Allah ikat janji: lihatlah pelangi 
elok berseri!



RENUNGAN :  Perjanjian yang abadi
Papa : 

🗣   Nuh mendapat berkat dari Allah atas kesetiaannya. Berkat itu berupa janji memiliki keturunan yang banyak dan kekuasaan atas segala makhluk. Terkait dengan makanan, Nuh dan keturunannya boleh memakan binatang. Sebelumnya, manusia hanya boleh makan biji-bijian (Kej 1:29). Selain itu, Allah berjanji tidak akan memusnahkan bumi lagi dengan Air Bah (11). Perjanjian Allah tidak hanya ditujukan kepada Nuh dan keturunannya. Allah menyatakan bahwa perjanjian itu juga diperuntukkan semua makhluk hidup yang ada di bumi (12). Allah berjanji tidak akan murka lagi pada bumi. Perjanjian itu dinyatakan Allah akan berlangsung untuk selamanya. Dengan demikian perjanjian itu bersifat kekal. Perjanjian yang abadi.

Biasanya suatu perjanjian terjadi atas dua orang yang sejajar. Dalam perjanjian ini Allah merendahkan diri. Ia rela menyejajarkan diri-Nya dengan manusia. Sebagai tandanya, Allah meletakkan sebuah busur di awan (13).  Tanda busur ini berangkat dari gambaran Allah sebagai kesatria (lih. Mzm. 18:15). Busur adalah senjata untuk melepaskan anak panah. Ketika seorang kesatria meletakkan busurnya, berarti tidak ada perang lagi. Itulah yang mau ditegaskan dengan tanda ini, yaitu tidak ada lagi "senjata" yang ditembakkan untuk memusnahkan makhluk di bumi.  Tanda busur di awan sering kali dipahami sebagai pelangi. Pelangi adalah benda yang dapat dilihat manusia dan Tuhan. Dengan melihat pelangi, manusia dan Tuhan senantiasa mengingat akan perjanjian itu.
 
Perjanjian tetap menjadi perjanjian, ketika dipegang teguh oleh mereka yang berjanji. Perjanjian akan dianggap batal jika salah satu pihak tidak melaksanakan apa yang dijanjikan. Dalam perjanjian tersebut, Allah adalah pihak yang tidak pernah lalai terhadap janji-Nya. Sebaliknya manusia kerap kali mengingkari janjinya. Meski demikian, Allah tidak pernah membatalkan perjanjian tersebut. Karena Allah mengasihi manusia sebagai gambar dan rupa-Nya. Sebagai manusia kita harus memiliki tekad dan kesetiaan untuk senantiasa memegang janji kita kepada Allah. 

Amin.



MENYANYI :   KJ 291. (1, 3, 4) 
(sambil memberi persembahan)

🎶  Mari bersyukur semua 
atas kebajikan Tuhan!
Ref.
Kasih perjanjianNya
sungguh nyata selamanya.

🎶  UmatNya dibebaskanNya 
untuk hidup bersejaht'ra.
Ref.

🎶  Dia yang mengingat kita 
dalam susah dan derita.
Ref.


(BERDIRI)
PENGAKUAN IMAN RASULI :
(DUDUK)


DOA SYAFAAT, PERSEMBAHAN :


Papa : 
🗣   Ya Allah Sang Pemurah, 
Engkau melihat seluruh dunia terguncang, dan berduka oleh pandemik COVID-19.

Saat ini ketika seluruh ciptaan mengerang kesakitan, kami bersandar pada Firman-Mu yang hidup dan memohon kemurahan-Mu kepada seluruh umat manusia; Pelihara kami di bawah sayap-Mu, dan lindungi kami dalam kehangatan-Mu; Jaga setiap kami dari krisis yang kami gumuli setiap hari; Engkaulah Allah yang mendengar kami; Engkaulah Allah yang memelihara kami. 

Ya Allah Sang Pemurah, 
pada saat ini sangat sulit bagi kami melihat terang di tengah pandemik; Kami hanya melihat gelap sekeliling kami; Pengharapan kami diguncang dan ambruk oleh begitu banyak penderitaan.

Namun Ya Allah, 
kami andalkan Engkau dan yakin pada nama-Mu yang hebat; Tolong kami melihat Terang dalam DIKAU; Tolong kami membangun Pengharapan akan perjanjian abadi dalam DIKAU; Tolong kami mewujudkan Damai dalam DIKAU. 
Dengan sepenuh hati, dalam pengsihan Yesus kami mohon semua ini,

Semua :  
🗣  Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Mama :
🗣  Bagi kita semua, warga Protestan yang galau karena (pimpinan) gereja kita sulit berubah, mari kita renungkan harapan Sang Reformator, Martin Luther:

"Kita belum menjadi apa yang seharusnya, 
namun kita bertumbuh ke arah itu. 
Prosesnya belum selesai, namun terus berlangsung. Dan belum berada di tujuannya, melainkan masih di perjalanan."

Dan mendoakan gereja-gereja kita:

YA TUHAN, Isilah gereja dengan kebenaran dan damai.

Di mana ia korup, sucikanlah;
di mana ia bersalah, arahkanlah;
di mana ia dalam hal apapun keliru, baharuilah;
di mana ia benar, kuatkanlah;
di mana ia berkekurangan, cukupkanlah;
di mana ia terpecah, persatukanlah.

Semua :  
🗣  Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

Papa :
🗣  Ya Tuhan Pengasih, Pencipta semesta, Engkau menciptakan kami semua dalam gambar-Mu, satu gambar - banyak warna, 
satu gambar - banyak budaya.

Engkau mengumpulkan kami seperti satu bianglala, bagian-bagian terpisah namun berkumpul dalam satu ciptaan. 

Tolong kami melihat kecantikan yang telah Engkau ciptakan pada masing-masing dan setiap kami.

Ya Tuhan Pengasih, kami adalah ciptaan-Mu, dengarkanlah seruan umat-Mu. 

Engkau memberi kami telinga untuk mendengar dan mata untuk melihat, 
buka mata kami untuk melihat 
apa yang Engkau mau kami lihat, 
tolong kami selalu melihat Engkau,
untuk melihat kearifan jalan-jalan-Mu. 

Ya Tuhan Pengasih, Pencipta semesta, Engkau memberi kami hati untuk mengasihi, akal budi untuk berpikir.

Tolong kami memahami perbedaan-perbedaan kami dan bertumbuh di dalam saling mengasihi.

Tolong kami untuk dapat berkumpul seperti pelangi, bersatu, banyak warna, bercahaya sebagai satu ciptaan atas seluruh bumi, sebagaimana Engkau kehendaki kami. 

Dalam nama Anak-Mu terkasih, kami memohon ...

Semua :  
🗣  Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.


Anak :  
🗣  Ya TUHAN , terimalah juga syukur hati kami, sebab Engkau setia memelihara hidup kami. Dalam pengasihan-Mu kami mohon.... 

Semua :  
🗣  Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.


Papa : 
🗣  Peliharalah kami dalam kasih Kristus YESUS, yang mengajarkan kami berdoa bersama,  


Semua : 
🗣  Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga; Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. -- Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.



MENYANYI :   NKB 170. 
🎶 Jalan hidup tak selalu 
tanpa kabut yang pekat,
namun kasih Tuhan nyata 
pada waktu yang tepat.
Mungkin langit tak terlihat 
oleh awan yang tebal,
di atasnyalah membusur 
p’langi kasih yang kekal.
Ref.
Habis hujan tampak p’langi 
bagai janji yang teguh,
di balik duka menanti 
p’langi kasih Tuhanmu.

🎶 Jika badai menyerangmu, 
awan turun menggelap,
carilah di atas awan 
p’langi kasih yang tetap.
Lihatlah warna-warninya, 
lambang cinta yang besar,
Tuhan sudah b’ri janjiNya, 
jangan lagi ‘kau gentar.
Ref.

(BERDIRI)

🎶 Jauhkan takut, putus asa, 
walau jalanmu gelap,
perteguh kepercayaan 
dan langkahmu pertegap.
“Tuhan itu ada kasih”, 
itulah penghiburmu,
di atas duka bercahaya 
p’langi kasih Tuhanmu.
Ref.



PENGUTUSAN & BERKAT :
Papa :

🗣  Yesus bersabda, 
"Berbahagialah orang-orang yang membawa damai, karena mereka akam disebut anak-anak Allah".

Dengan janji ini, 

Semoga kita didorong maju dengan harapan-harapan baru,
Semoga kita dibebaskan untuk bermimpi dengan mimpi-mimpi yang baru,
Semoga kita diberanikan terlibat dalam visi-visi yang baru,
Semoga kita menemukan jalan-jalan baru untuk bekerja, berusaha,
Dan digerakkan dengan belas kasih, 
keadilan dan damai.

Dan kiranya kasih Allah yang melampaui semua pengertian, menjaga hatimu dan pikiranmu dalam Yesus Kristus, sekarang dan selama-lamanya.


Semua :  🎶  Amin, amin, amin.... 

Sabtu, 02 Januari 2021

Inspirasi

INSPIRASI MALAM

Mazmur 90 : 12
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

PEMAHAMAN ALKITAB : Matius 4:1-17







Pemahaman Alkitab 2 Januari 2021
Metode BGA (Baca Gali Alkitab)

Matius 4:1-17

Setelah bercerita mengenai baptisan Tuhan Yesus, Matius melanjutkan dengan cerita tentang pencobaan yang dialami Tuhan Yesus dan awal mula pelayanan-Nya. Cerita pencobaan diawali dengan Roh Kudus yang membawa Tuhan Yesus ke padang gurun untuk dicobai oleh Iblis. Kehadiran Roh Kudus menandai tujuan ilahi dari pencobaan itu, yaitu menunjukkan-Nya sebagai Anak Allah.


Cerita selanjutnya adalah awal pelayanan Tuhan Yesus yang dimulai di Galilea. Karakteristik pelayanan awal yang dilakukan-Nya adalah menggenapi nubuat. Dia menyerukan pertobatan dan memberitakan bahwa Kerajaan Surga sudah dekat.


Apa saja yang Anda baca?
1. Siapa yang mencobai Tuhan Yesus? (1)
2. Sebutkan apa saja pencobaan yang dihadapi oleh Tuhan Yesus dan apa jawab-Nya? (2-10)
3. Bagaimana respons para malaikat setelah Iblis gagal mencobai Tuhan Yesus? (11)
4. Ke mana Tuhan Yesus menyingkir setelah mendengar kabar Yohanes Pembaptis ditangkap dan di mana Dia tinggal? (12-13)
5. Siapa nama nabi yang menubuatkan kedatangan Tuhan Yesus dan sebutkan isi nubuatnya? (14-16)
6. Apa yang diberitakan oleh Tuhan Yesus di Galilea? (17)


Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Pernahkah Anda mengalami pencobaan dan bagaimana Anda mengatasinya? Ceritakanlah pengalaman Anda!
2. Apakah pesan pertobatan dari Tuhan Yesus sudah Anda terima dengan sungguh-sungguh? Jelaskanlah!
3. Apa yang akan Anda lakukan setelah bertobat? Apa alasannya?


Apa respons Anda?
1. Bentuk pelayanan apa saja yang bisa Anda lakukan bagi: 1) keluarga; 2) gereja, dan 3) masyarakat?


Pokok Doa:
Permohonan untuk memantapkan bentuk pelayanan yang berguna bagi keluarga, gereja, dan masyarakat.

Mezbah Keluarga : BERTEKUNLAH DALAM DOA.






MEZBAH KELUARGA
Sabtu, 2 Januari 2021



Menyanyi :  KJ 15. (1, 4)
Berhimpun semua menghadap Tuhan
dan pujilah Dia, Pemurah benar.
Berakhirlah segala pergumulan,
diganti kedamaian yang besar.

Berdoa dan jaga supaya jangan 
penggoda merugikan jiwamu.
Di dunia tegaklah kemenangan
dan dasarnya imanmu yang teguh.



Berdoa : 
Ya Tuhan bukakan kami gerbang kebenaran, Supaya kami masuk dan bersyukur kepada-Mu; Inilah hari yang dijadikan Tuhan; 
Marilah kita bersukacita dan bergembira. 
Ya, marilah kita bersyukur kepada Tuhan, karena Allah baik; kasih setia Allah kekal selama-lamanya.
Amin. 



Membaca Alkitab : 
Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur. (Kolose 4:2-TB)



Renungan : 
BERTEKUNLAH DALAM DOA.


Dalam Alkitab ada banyak contoh tokoh-tokoh beriman yang tekun dalam berdoa. Ada Yakub yang bergulat, ada Daniel yang berdoa tiga kali sehari, ada Daud yang dengan segenap hatinya memanggil Allah, dll. Darinya kita tahu bahwa doa atau berdoa itu penting. Berdoa adalah satu-satunya sumber kekuatan bagi orang percaya dalam menghadapi kesulitan hidup. Karena itu, Paulus sangat menekankan tentang pentingnya doa di dalam kehidupan sehari-hari maupun pelayanan. Jemaat di Kolose supaya berdoa dengan berjaga-jaga dan sambil mengucap syukur. "Berjaga-jaga di dalam doa" adalah bahwa kita harus tekun dalam berdoa, terus menerus dan siap selalu dalam berdoa. Ada kesungguhan dan keseriusan dalam berdoa. 

Martin Luther, seorang Reformator Gereja
pernah mengatakan bahwa menjadi orang Kristen tanpa berdoa tidak lebih menjadi seorang yang hidup tanpa bernafas. Jika dilihat dari sisi medis, orang yang sudah tidak bernafas biasanya disebut sudah meninggal. Kalau frasa "tidak bernafas" dikaitkan dengan kerohanian berarti sudah mati rohani. Dengan kata lain, hidupnya telah putus hubungan dengan Allah. Jiwa yang tidak berdoa adalah jiwa yang tanpa Kristus. Doa adalah celoteh bayi yang percaya, doa adalah seruan orang percaya yang berperang, doa adalah kidung penghiburan orang suci sekarat yang jatuh tertidur di dalam Yesus. Doa adalah nafas, semboyan, penghiburan, kekuatan, dan juga kehormatan seorang Kristen. 

Masihkah Anda bertekun berdoa setiap hari? Bagaimana kondisi hidup Anda saat jauh dari Allah? Bertambah baik atau semakin buruk? Dalam tahun Rahmat Tuhan yang baru ini, Marilah kita bertobat dan bertekad kembali kepada Allah. Ia dapat ditemui sejauh doa. Karena dalam doa kita menemukan kekuatan, penghiburan, dan sandaran yang kukuh untuk berlindung. Bahkan melalui doa, Allah akan memberikan kita kemenangan hari demi hari. 


Menyanyi :  KPRI 108. (1, 2)
Indahlah saat berdoa, 
lepas beban dunia fana.
Menghadap hadirat Tuhan 
isi kalbu kucurahkan.
Di waktu rawan dan gentar 
kurasa nyaman dan segar.
Penggoda tak berkuasa, 
saat berdoa indahlah.

Indahlah saat berdoa, 
pembawa nikmat bahagia.
Betapa rindu hatiku 
menantikan saat itu.
Dengan seg’ra ‘ku menyepi 
hampiri Bapa abadi.
Tentu kulihat wajah-Nya, 
saat berdoa indahlah.


Berdoa :  
Ya TUHAN, 
Hari ini adalah hari baru yang kami mulai dalam tahun yang baru.
Berilah Cahaya Kasih-Mu menerangi hati dan jiwa kami. Besertalah Engkau dalam kehidupan kami, sehingga setiap orang yang kami temui dapat merasakan kehadiran-Mu melalui hidup kami.

Ya TUHAN,
Setiap saat ingatkanlah kami akan kasih-Mu, sebab kepada-Mulah kami berharap. Tunjukkanlah kepada kami jalan yang harus kami tempuh, sebab kepada-Mulah kami berdoa. 


Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga; Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. -- Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. 

Amin.




Jumat, 01 Januari 2021

Santapan Harian : BERFOKUS dan BERGANTUNG pada ALLAH






Santapan Harian
Jum'at 1 Januari 2021
Matius 4:1-11


Renungan :
BERFOKUS DAN BERGANTUNG PADA ALLAH

Berpuasa dalam jangka waktu cukup lama tentu dapat membuat kondisi fisik manusia menurun. Tidak terkecuali dengan Tuhan Yesus. Dalam kondisi yang demikian, Ia diperhadapkan pada serangan Iblis.
 
Iblis mencobai Yesus dengan meminta Yesus mengubah batu menjadi roti. Iblis tahu itulah yang dibutuhkan oleh Yesus setelah 40 hari 40 malam berpuasa, yaitu memenuhi kebutuhan fisik-Nya (2). Melalui pencobaan ini Iblis ingin mengalihkan Yesus dari hal-hal rohani kepada hal-hal jasmani. Iblis juga ingin agar Yesus berusaha memenuhi kebutuhan-Nya dengan bergantung pada kekuatan-Nya sendiri dan bukan pada Allah.
 
Namun, Tuhan Yesus tidak terkecoh dengan semua itu. Ia tetap bergantung pada Bapa-Nya dan tidak menuruti perkataan Iblis. Ia menjawab tantangan dan mematahkan serangan Iblis dengan firman Tuhan. Ia menegaskan kepada Iblis bahwa hidup dan mati manusia tidak ditentukan oleh kebutuhan fisik, melainkan oleh Allah, Sang Pemberi dan Pemelihara Hidup.
 
Melalui perikop ini, kita belajar bahwa Iblis selalu berusaha menjauhkan kita dari Allah. Iblis mengalihkan pikiran kita dari hal-hal rohani kepada hal-hal jasmani. Iblis memanfaatkan materi dan kekhawatiran hidup.
 
Iblis sering mengacau ketika kita sedang menyenangkan Allah. Misalnya, Iblis membujuk kita untuk mengikuti pertemuan bisnis ketimbang beribadah, menonton acara televisi ketimbang mendengarkan firman Tuhan, dugem sampai pagi ketimbang melakukan saat teduh. Pada akhirnya, kita kehilangan momen bersama Tuhan. Kita tidak bisa menikmati firman-Nya, sehingga tidak lagi peka mendengar suara-Nya.
 
Kita sering bertindak salah karena memakai cara kita sendiri. Kita mengambil jalan pintas agar bisa lepas dari kekhawatiran dan menyelesaikan persoalan hidup dengan cara kita sendiri. Kita makin menjauh sehingga tidak lagi bergantung pada Dia. Mari kita mengarahkan pikiran dan hati kita kepada Allah dan tetap bergantung pada-Nya dalam menghadapi segala tantangan.